Preman Campus

Preman Campus
ASISTEN


__ADS_3

"Syarat apa sayang jika aku mampu dan bisa pasti akan aku penuhi". Gw memberanikan diri bertanya semoga aja kagak aneh-aneh permintaan Amora.


"Simpel kok permintaaan aku, jika se umpama kamu sibuk dan aku pun sibuk dan tidak bisa bertemu. Tiap hari sebelum malam kamu harus kabari aku, biar aku enggak kawatir. Entah itu pesan atau panggilan telfon aku sudah senang tau kamu baik-baik saja". Amora mengutarakan keinginannya.


"Iya aku janji akan selalu kasih kabar ke kamu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kamu juga bakalan ingetin aku kan kalau misalnya aku lupa?".


"Iya tentu saja aku juga akan kasih kabar ke kamu, dalam hubungan yang penting kan komunikasi sayang biar tidak ada salah paham yang gak perlu, apalagi kan kita backstreet aku enggak bebas temui kamu dan cuma di kost aja kesempatan kita bertemu".


"Iya tolong ajari aku sayang, masih pendatang baru aku dan belum berpengalaman soal menjalin hubungan".


"Tentu saja murid Bimo, ibu guru Amora akan mengajari semua ilmu yang berguna untuk kamu". Amora tersenyum lebar seneng banget dia mau ngajarin gw.


"Iya tolong ibu guru, mantan ibu kan bejibun pasti sudah sangat pengalaman di dunia percintaan dan malang melitang di dunia kasih sayang.


Maksud hati gw bercanda malah jadi menyindir kalimat yang gw ucapkan. Amora jadi cemburut ngeliat gw.


"Banyak apa? cuma 2 Bimo, itupun tidak berakhir baik kamu tau sendiri kan?".


"Serius cuma dua? Enggak ada kata puluh di belakangnya? aku kan enggak tau, bibir kamu nyebut 2, tapi siapa tau hati kamu bilang 20".


"Emang aku terlihat suka gonta-ganti pacar apa sayang, serius berani sumpah! Mantan aku cuma 2". Amora menyakinkan gw.


"Iya aku percaya kok, banyak pun kagak masalah buat aku. Toh itu sudah jadi masa lalu kamu kan?". Gw berfikiran positif aja.


"Iyalah itu semua masa lalu kan kamu masa depan aku". Amora tersenyum genit.


"Jangan senyum kek gitu, aku mau makan dulu. Nanti jadinya aku makan kamu bukan makan nasi goreng". Gw juga tersenyum dan mengambil piring yang gw letakkan di samping.


"Sampai lupa kan itu belum kamu makan, pasti sudah dingin itu nasi goreng". Amora berkomentar.


"Dingin juga enggak apa-apa selama kamu yang buat pasti aku makan". Gw menyendok nasi goreng dan mulai memakannya.


"Heemmmm! Ini enak sayang, bumbu cinta kamu kerasa banget di setiap kuyahan".


"Hehehe, apa sih! mana ada bumbu cinta. Cepat habiskan kalau enak". Wajah Amora bersemu gw puji tapi malu-malu dia menyangkal.


"Ya jelas dong akan aku habiskan, enak banget ini. Telurnya juga lezat bisa meleleh keluar gini kuning telurnya". Gw hujani Amora dengan pujian agar dia terlena dan semakin terbang tinggi.

__ADS_1


"Itu kan cuma telur setengah matang sayang, kamu kan sering keluar negeri dan makan makanan mahal. Pasti masakan aku enggak seberapa di bandingkan itu". Amora merendah.


"Siapa bilang masakan kamu kalah, jika ini di jual pasti jadi viral nasi goreng buatan kamu. Enak dan lezat gini". Gw menyendok lagi nasi goreng dan gw kunyah dengan ekpresi nikmat sambil merem dan senyum bahagia.


"Hahahaha, biasa aja sayang makannya jangan kamu buat-buat seperti itu. Itu cuma nasi goreng bukan caviar". Amora tertawa bahagia melihat gw mengunyah nasi goreng dengan gaya.


"Emang gini kok ekpresi wajah aku saat menikmati makanan lezat".


"Terlalu menghayati peran kamu sayang, tapi aku suka dengan pujiannya. Terima kasih". Amora mamandang gw dengan penuh cinta.


"Kembali kasih sayang tapi beneran enak kok nasi gorengnya, ini pasti terbuat dari beras impor ya, yang di produksi dari pertanian Spanyol? Enggak mungkin beras lokal seperti ini".


"Mana ada beras spayol sayang, itu beras aku beli dari pasar tradisional tauk".


"Oya! Lumayan sih kalau Indonesia bisa produksi beras yang berkualitas gini, aku kira cuma bisa produksi beras raskin doang". Gw kembali menyendok nasi di atas piring dan memakannya.


"Terlalu pesimis kamu sayang sama negara kita, banyak kok hal-hal baik tentang Indonesia". Amora dengan bangga memuji NKRI.


"Apaan coba yang baik, setau aku cuma 1 doang yang baik dan bisa di unggulkan dari negara kita".


"Banyak tau sayang negara kita udah maju ini, kamu aja yang jarang liat berita. 1 hal yang kamu tau itu apa memangnya?". Amora tampak penasaran.


"Oh gitu ya, pantes cuma itu saja yang kamu tau. Dasar mata keranjang!". Amora berubah kesel.


"Mata keranjang apa? kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita indo cantik-cantik dan enak dipandang mata, termasuk cewe spesial yang duduk di depan aku ini". Gw mengedipkan satu mata menggoda Amora.


"Ihh gak usah genit deh, liat aja wanita cantik diluar sana". Amora mulai jual mahal.


"Mata aku memang melihat sayang, kan itu kegunaaan mata, tapi di dalam sini cuma melihat kamu kok gak bisa nengok lagi dia". Gw nunjuk benda di dalam dada.


"Emang di dalam sana ada apa? kan yang kamu tunjuk itu paru-paru". Amora tersenyum geli melihat gw.


"Salah ya? berarti di sini tempat kamu". Gw nunjuk bagian lainnya di perut.


"Emang aku makanan ya sayang? itu kan lambung yang kamu tunjuk".


"Salah lagi ya? Oya baru ingat aku hati aku kan udah aku kasih ke kamu, mana ada di dalam sini lagi, jaga itu baik-baik jangan sampai lecet dan berdebu ya?".

__ADS_1


Amora tersenyum dan menggelengkan kepala nya melihat gw. "Enggak percaya aku sayang kalau kamu belum pernah pacaran".


"Emang aku enggak pernah pacaran, kenapa enggak percaya? Mana mungkin aku bohong". Gw menjawab santai dan kembali makan nasi goreng yang tinggal beberapa sendok.


"Gombalan kamu aja udah profesional banget gitu mana ada aku percaya. Pasti sudah banyak ya korban kamu".


"Emang aku apaan punya korban segala, aku nyebutnya itu bukan gombalan tapi kata-kata romantis untuk kamu. Aku pengen nunjukin ke kamu kalau aku juga bisa buat kamu tersipu dengan kata-kata manis".


"Jadi itu semua buat aku sayang?". Amora bertanya dengan mata berbinar.


"Bukan! Itu untuk mbok jamu yang biasa lewat depan kost". Jawab gw sengit.


"Hehehe, kamu memang yang terbaik Bimo. Sepertinya aku semakin sayang sama kamu".


"Serius kamu makin sayang sama aku?".


"Iya Bimo aku makin sayang banget sama kamu yang beda dari yang lain ini, mana mungkin aku pergi jika semua yang ada diri kamu buat aku terpesona". Amora bicara malu-malu.


"Berarti kamu nurut dong apa kata aku sayang?".


"Kalau itu tidak merugikan aku sebagai wanita dan mempengarui hubungan kita, aku pasti turuti semua perkataan kamu, memang kenapa kok kamu tanya gitu?".


"Enggak apa-apa kalau kamu bener-beber sayang dan nurut sama aku tolong dong ambilin minum, seret banget ini tenggorokan aku abis makan nasi goreng".


"Paling bisa kamu ya, bilang aja males kamu". Amora cemberut.


"Nah itu kamu tau, hehe. Lagian enggak ada air putih disini, memang kamu mau aku minum itu bir dan miras di kulkas".


"Jangan dong, tunggu disini biar aku ambilin minuman di dapur kost". Amora berdiri.


"Ini piring kamu sayang jangan lupa dicuci bersih ya?". Gw menyerahkan piring ke Amora.


"Sayang kok aku seperti asisten kamu ya?". Amora berfikir dan melihat gw.


"Cuma perasaan kamu aja itu cepat ambilin aku minum udah gatel ini tenggorokan".


"Ya udah kamu tunggu sebentar". Amora beranjak keluar.

__ADS_1


Cewe gw yang lugu dan polos, jangan kasih racun ya minuman untuk abang mu ini. Gw berguman pelan saat Amora sudah penghilang dari pandangan gw.


__ADS_2