
Gw melesat berlari menuju pria yang gw tidak tau wajahnya seperti apa,karena wajah itu tertutup helm full face.
Jarak di antara kami semakin menipis dan dalam sesaat kita sudah berhadapan dengan jarak sekitar 1 meter.
"Wuuuusshh" Dia menganyunkan stick golfnya mengincar kepala bagian samping gw.
Seketika gw langsung menunduk untuk menghindari serangan itu.
Dengkul dia terangkat dan mencoba menghantam dagu gw.Yang sedang menunduk karena menghindari ayunan stick golf.
"Pluuuaakk!!! Suara dengkul dia yang gw tahan dengan kedua tangan.Sebelum dengkul itu menghantam dagu gw.
Gw yang masih dalam posisi menunduk langsung cepat mundur ke belakang mencari jarak aman.
Dia maju dan langsung menyerang gw lagi dengan stick golf nya,yang diayunkan menuju kepala gw lagi seperti serangan pertama kali.
"Wuuussshh!!! Suara stick golf terkena angin dan sekali lagi gw dapat menghindarinya.
Kali ini gw menghindar dengan menunduk tidak terlalu ke bawah.Dan dengan cepat gw berdiri dan beralih kesamping tepat di sebelah tangan, yang mengayunkan stick golf itu.
Langsung gw jepit tangan itu dengan kedua tangan gw.
Gw putar tangannya hingga stick golf itu terjatuh ke lantai.
"Craaakkkk!! bunyi tulang bergeser karena gw patahkan lengannya dengan dengan powerfull tenaga yang gw miliki.
Gw tidak tau ekpresi dia gimana karena wajah dia tertutup helm.
"Buuggg!!!buuugggg!!! Gw kena hantaman dari tangan dia yang bebas menuju perut samping kiri gw.
Gw lepas tangan dia yang sudah patah dan langsung gw dorong dia kebelakang sekitar 2 meter.
Tanpa menunggu lama gw ambil stick golf di bawah gw dan langsung melesat kearah dia.
"Wwuuussss!!! dia akan menunduk tapi prediksi dia salah total, gw ayunkan tongkat bukan ke kepala yang dibungkus helm melainkan ke arah kaki dia.
"Duuuaakk!! suara tongkat golf mengenai tepat di kaki kanan dia.
Pria berhelm itu pun oleng ke kiri dengan tangan kiri yang telah gw patahkan.
"Wuussshh!!! Ceeeprraakkk!!!"
kali ini gw hantam itu helm full face dikepala dia dengan stick golf sementara badan dia belum seimbang.
Dia langsung jatuh tengkurap ke samping.
"Bang Anton tolong jangan biarkan Bianca liat ini".
Gw berbicara tanpa melihat dan pandangan gw masih tertuju ke arah pria yang sedang tengkurap di bawah gw.
Seakan mengerti maksud gw,bang Anton pun terdengar menyuruh Bianca untuk berbalik dan melihat gw.
Tertatih dengan tangan patah dan kaki cedera pria ini mencoba bangun.
Tapi tidak mungkin gw biarkan itu terjadi.
Gw pukul punggung dia dengan stick golf secara membabi buta.
"Buuugggkk"
"Buuugggkk"
"Buuugggkk"
Suara yang mirip emak-emak gebukin kasur terdengar dari benturan stick golf dan punggung.
Samar-samar gw dengar teriakan dia didalam helm itu.
Dan saat gw melihat dia sudah tidak akan bisa melawan gw berhenti memukul dan gw balik badan dia.
Dia mengerang di balik helm itu.
__ADS_1
"Praaakkk!!!" Gw injek itu helm yang masih nempel di kepala nya.
"Tong ane tau lu kagak pingsan,gw kagak bakal bicara dua kali.Lu buka sendiri itu helm apa gw yang buka?".
"kalau gw yang buka,bakal dapat bonus lu nanti.Karena bakal gw congkel itu helm dari wajah lu dengan stick golf ini".
Gw mengayunkan tongkat golf di depan dia dengan senyum joker terukir di wajah gw.
Dan dengan tangan yang satu patah,dia tertatih melepas helm full face yang dia kenakan.
"Nahh gitu kan enak,sekarang kita bisa diskusi sebentar".
Dia menatap tajam gw,tanpa rasa takut sedikitpun,dari penampilannya ini masih terlihat muda yang gw tafsir berumur sekitar 25 tahun.
"Duuuaaakkk!!!" gw tendang perut samping dia.
"Tong tolong itu mata lu dibenerin dulu,sebelum gw khilaf dan buat lu kagak bisa melihat cewe cakep lagi".
Gw liat badan dia bergetar mendengar ancaman gw.
Dan dia melihat gw dengan sorot mata ketakukan sekarang.
Gw jongkok di dekat wajah dia. "Sekarang gw bakal tanya ke elu, karena gw kagak punya banyak waktu.Gw kasih lu 3 detik untuk jawab setiap pertanyaan gw".
"Lu jawab lebih sedetik aja,gw pastikan lu keluar dari sini bakalan ngesot".
"Ngerti lu kan tong!!".
Dia hanya mengangguk dan dari wajah nya udah penuh akan keringat yang mengalir.
"Bagus,gw suka orang yang cerdas kek elu".
"Berapa orang yang masuk serang rumah judi ini?".
"Tu..tu..tujuh puluh tiga orang".
"Bagus walau lidah lu kesleo,lu jawab dengan cepat".
"Gw tau tidak semuanya masuk berapa orang yang ada di luar?".
"Plaaakk!!! kagak usah lu pakai embel-embel mas segala". Gw tampar wajah dia.
"Siapa target utama kalian?".
1 detik
2 detik
3 detik
"Buaaagghhh!!!!" Udah 3 detik tong lu belum jawab". Gw hantam mulutnya hingga berdarah.
Seketika dia meringis dan memiringkan kepala untuk membuang darah dari mulutnya.
"Siapa target utama kalian!!" Gw bertanya lagi.
"Pemimpin Zeus dan adiknya". Dia menjawab dengan cepat.
Dan benar dugaan gw target mereka adalah bang Jack dan Bianca.
Dan mereka punya plan B juga menempatkan orang diluar untuk mengejar kalau ada salah satu dari target kabur.
"Makasih tong atas kerjasamanya tapi lu jawab telat sedetik tadi,terpaksa gw harus patahin satu kaki lu.Jangan takut anggap aja kek digigit semut" Gw bicara ngasal.
Gw berdiri dan gw angkat kaki kanan dia yang gw hantam stick golf tadi.
"Jangan!..jangan! saya salah! tolong jangan patahkan kaki saya! tolong!!"
"Sorry tong mungkin ini udah takdir lu bertemu dengan gw yang lagi sangat bersemangat".
Air mata ketakukan keluar dari kelopak mata dia.
__ADS_1
Gw putar sedikit tapi dia udah menjerit-jerit kek orang gila.
"Siap ya tong,satu putaran lagi bakalan kelar ini" gw tersenyum kejam menatap wajahnya yang sudah sangat pucat.
Dia berontak dan menggerakkan kakinya tapi itu sia-sia cengkraman tangan gw sangat kuat.
Dan gw mulai memutar kakinya..
"Bimo hentikan.!!!!!" Suara wanita menghetikan gw mematahkan kaki orang ini.
Dan ini orang malah pingsan sebelum gw patahin kakinya.
"Beruntung lu tong,orang yang mau lu sakiti selamatkan kaki lu yang akan cacat".Gw bicara ke orang yang pingsan.
"Bang kenapa Bie bisa liat gw lagi??".Gw bicara tanpa beranjak dari musuh yang lagi pingsan ini.
"Sorry Bim,gw terlalu fokus liat loe berantem,Sumpah keren banget loe.Beda banget saat Loe dalam mode normal".
Gw kagak tanggapi pujian bang Anton,mata gw lurus menatap Bianca.
Mata kita bertemu untuk beberapa detik,tapi dia langsung menunduk.
Mungkin dia merasa bersalah sama gw, karena hentikan patahin kaki orang yang mau sakiti dia.
Gw kagak marah.Mungkin dia tidak mau liat gw terlalu kejam.
"Bie liat gw".Gw memanggil bianca yang masih menunduk.
Perlahan dia pun mengangkat wajahnya dan melihat gw.
Gw tersenyum semanis mungkin dan berucap "Thanks Ya Bie udah hentikan gw".
Dia terlihat lega dan mengangguk kan kepalanya.
Gw liat 2 anak cebong masih berdiri disana melihat gw tanpa kedip.
Dengan langkah terburu-buru Reza menghampiri gw.
"Ngapain lu nyet,ayo kita kesana! lu malah jemput gw dimari".
"Jangan GR kau cak,diriku hanya mau ambil ini" Reza menunduk dan mengambil helm.
"Ini buat perlindungan diriku cak" Reza mengelus helm yang sudah sedikit penyok karena gw hantam.
"Emang ya lu paling cepet kalau cari bahan untuk lindungi diri loe sendiri".
Reza tersenyum tapi dia langsung pucat seketika.
"Cak..cakk.." Reza menujuk ke arah depan.
Disana berdiri 2 orang yang tidak memakai helm,tapi dari pandangan mereka yang terlihat marah dan baju mereka yang sama seperti orang yang pingsan ini.
Gw bisa memastikan mereka adalah musuh.
"Cak,semangat cak!!! Reza langsung ngibrit kembali ke formasi.Bang@t emang itu anak cebong.
Gw langsung berbalik dan menatap mereka yang sudah bersiap berlari ke arah gw.
"Bim,hati-hati Bim! Bang Anton berbicara.
"Bimo,Hati-hati" suara Bianca terdengar lirih.
Gw cuma mengacungkan jempol gw kebelakang,karena mata gw tertuju kepada 2 orang berbadan kekar didepan gw.
Mereka sama-sama berambut ikal dan yang membedakan hanya tindik berbentuk cincin doang.Yang menempel di hidung dan teliga pria sebelah kiri.
Mereka tidak membawa senjata apapun,mungkin percaya diri sama otot kekar yang menempel di tubuhnya itu.
Tangan gw pegang erat stick golf dengan erat.
Mereka langsung melesat kearah gw dan gw terima tantangan ini dengan melesat menghampiri.
__ADS_1
Bie di dalam pertempuran hidup mati kalau kita tidak kejam.Kita yang akan jadi korban kekejaman.
gw berguman pelan saat tubuh gw mulai melesat ke arah dua musuh di depan.