
"Cepetan buka baju kamu gembel!!"
Semua orang memandang gw dengan tatapan yang sangat tidak menyenangkan,rasanya pengen gw tumbuk tu pala satu-satu.
Dengan cepat gw buka baju gw,dan menunjukan badan gw yang mulus dan berotot dengan 6 roti sobek menghiasi perut.
Gw berpose seperti model,di depan semua orang,gw liat Sasa menutup mata dengan tangan, tapi masih sedikit mengintip di sela-sela jarinya.
Gw berharap ada yang pegawai cewe atau pelanggan yang maju dan sawer gw,tapi itu cuma harapan kosong gw belaka,apa kagak ada yang terpesona ini sama tubuh gw.
Gw tatap itu mananger keparat,"Gimana loe liat kan,gw kagak curi atau ngutil barang"
"Apa loe sengaja suruh gw buka baju,biar loe liat tubuh gw,najis amat hidup loe",Gw kembali bicara dengan itu manager.
"Jangan seneng dulu kamu ya gembel!!"
"Siapa tau kamu udah tau ini akan terjadi,dan barang yang kamu curi ada di celana kamu"
Bener gila ni orang,terkadang kalian akan menemukan orang taik macam manager Hart ini,orang yang hanya liat penampilan luar saja,orang yang merasa status sosialnya lebih tinggi dari siapapun.
"Cepat lepas celana kamu,pasti barang yang kamu curi ada disana!"
"Ehhhh,babi barang apa'an yang ada celana gw,otak lu abis dimakan rayap apa, di dalam sini tu cuma ada batang gw anjing"
Orang-orang kaget gw bicara vulgar.
"Pak hart saya rasa ini sudah cukup,teman saya terbukti tidak mencuri tolong biarkan dia pergi"
"Tidak bisa,selama saya masih manager di lantai ini,itu gembel tidak boleh pergi selangkah pun, sebelum lepas celana nya"
"Pak hart anda jangan keterlaluan ya,saya laporkan ke atasan nanti anda"
"Kamu cuma resepsionis berani mengancam saya,kamu bisa saya pecat kalau tidak bisa diam!"
"Pak hart ibu Shinta sedang berkunjung kesini,apa pantas bapak membuat kegaduhan seperti ini?"
"Tutup mulut kamu ya,bos besar pun akan melakulan hal sama jika lihat gembel seperti dia" Manager itu bicara ngotot sambil tunjuk gw.
Gw pegang tangan Sasa dan gw tarik mundur.
"Tegang amat lu Sa,santai aja sampai segitunya loe belain gw"
"ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda Bimo"
"Kalau gitu ini waktu yang tepat untuk apa Sa" gw kedipkan sebelah mata gw ke Sasa,bukan karena mau goda tapi emang lagi kelilipan aja ini mata gw.
"Bimo kamu pergi aja ya,biar aku yang urus semuanya disini"
Gw kok jadi dilindungi cewe gini,kalau bokap tau bakal kagak di anggap anak ini gw.
"Gembel,kenapa kamu bisik-bisik cepat buka celana kamu!!"
"Gak pa-pa Sa nanti aja kapan-kapan lu lindungi gw,untuk sekarang gw bisa jaga diri gw sendiri" gw bicara dan dorong Sasa menjauh.
Gw cuma pakai celana dan boxer doang tanpa CD,kalau gw lepas celana ini berarti tinggal boxer doang,apa iya gw harus nurut,ini kan kandang gw.
Anjing emang sampai lupa gw sama jati diri gw sendiri keasikan acting malah jadi kebabalasan gini.
"Kalau gw kagak mau lepas celana lu mau apa?"
"Kamu cepat panggil satpam kesini,biar mereka yang paksa gembel tidak tau diri ini", manager itu menyuruh salah satu pegawai untuk memanggil satpam.
Dan pegawai perempuan itu pun langsung berlari ke depan.
Gw tetep santai,walaupun ini bukan
dipantai melainkan tempat yang bakal jadi saksi patah nya hidung itu manager.
__ADS_1
Gw berjalan pelan ke arah Sasa masih dengan telanjang dada,karena baju yang gw lepas tadi belum gw pakai.
Gw langsung jongkok di depan Sasa,sontak dia pun kaget tapi buru-buru gw pengang kakinya dan mengambil sepatu hak tinggi nya.
"Gw pinjem sebentar ya Sa" gw berdiri lagi sambil menunjuk kan sepatu yang sudah ada di tangan gw.
"Buat apa bimo? dia kaget dan penasaran.
Gw tidak jawab pertanyaan Sasa dan langsung berjalan ke depan manager itu.
"Mau apa kamu gembel?!! jangan berani-berani ya kamu,saya bisa buat kamu mendekam di perjara se umur hidup" Ancam dia sambil mundur selangkah.
Gw hanya tersenyum kecil,semua orang yang kebanyakan wanita menatap gw dengan takut-takut.
"Gw paling kagak suka di ancam!! anjinggg!!
"Duaaaakkkk!!
Gw bicara dan langsung mengayunkan sepatu hak tinggi Sasa ke kepala itu manager.
"Aaaaahhhkkkkkk!!! Tolong-lolong gembel ini gila"
Dia kesakitan dan teriak-teriak.
Orang-orang disana pada bengong liat apa yang barusan terjadi termasuk Sasa.
"Siapa yang lu sebut gila haa!!
"Duaaakkkk!!!
Sekali lagi gw hantam tepat di wajahnya yang langsung keluar darah dari pelipis.
"Sa,sepatu loe rusak tapi tenang aja nanti ganti" gw bicara sambil melempar sepatu Sasa.
Tampak linglung Sasa cuma menganggukan kepala saja.
"Kamu akan nyesel akan saya tuntut kamu gembel!! dia marah dan melayangkan pukulan ke arah gw.
Gw tangkap dan gw pegang badannya dan langsung gw banting ke lantai.
Tanpa menunggu jeda gw langsung tendang itu perutnya hingga berteriak keras.
Gw tekan dada nya dengan dengkul,dan gw layangkan bogem ke hidung dia.
Meronta-ronta pun bakalan kagak gw lepaskan ini orang.
Tak lama dari pintu masuk butik,muncul 2 orang satpam dan mereka kaget saat ada liat kerumunan.
"Kalian cepat kemari ada orang gila,cepat tolong sayaa"
"Plaaaaakkkk!!!
"Siapa yang suruh loe teriak-teriak anjing!!
Gw tampar wajahnya.
2 satpam itu langsung berjalan kearah gw,sontak mereka pun kaget saat bertatapan dengan gw,2 satpam ini adalah pak Ahmad dan pak Dani,2 orang yang sudah tau identitas gw.
Mereka diam saat gw tatap,gw tersenyum mereka pun ikut tersenyum canggung.
Semua orang kaget termasuk manager yang babak belur di bawah gw ini,mungkin di fikiran orang-orang,gw punya ilmu hitam yang bisa menghipnotis itu satpam.
"Kenapa kalian diam saja cepat tolong sa.."
Buuaaaggk!!! craaakk!!
Sebelum dia melanjutkan bicara gw hantam itu hidung hingga patah dan gw berdiri,auto semua orang pada mundur takut, tapi tidak dengan 2 satpam dan Sasa.
__ADS_1
Manager itu meronta sambil memegangi hidungnya.
Suasana hening sesaat dan tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.
"Ada apa ini rame-rame cepat minggir,wanita itu melangkah dan kaget saat melihat gw yang telanjang dada dan manager yang bersimbah darah di bawah.
Orang-orang pada bisik-bisik dan gw dengar dia adalah Rina manager lantai 2,lantai yang dikususkan untuk melayani pelanggan penting sekaligus kantor bos jika berkunjung.
Cewe itu menatap gw tajam,tapi tidak bicara sedikitpun,mungkin dia sedang berhati-hati,dia lumayan cantik gw takdir baru 30 tahunan,penampilannya sangat elegan dan sangat dewasa.
"Managar Rina,orang ini gila, cepat panggil polisi" dia bicara sambil merangkak menuju Rina.
"Duuakkkk" langsung tendang aja itu orang hingga berguling-guling lagi dan teriak kesakitan.
"Anjing itu,harusnya merangkak dan menggonggong bukan teriak-teriak"Gw berucap santai.
Rina kembali menatap gw tajam,dia melihat 2 satpam yang cuma berdiri tidak melakukan apa-apa.
Dan 2 satpam itu sedikit takut dengan tatapan rina.
"Pak Ahmad Dani,senyum dong tegang amat" gw menyuruh mereka.
Dan mereka pun langsung tersenyum canggung.
Semua orang yang melihat itu,seakan tidak percaya termasuk Rina dan Sasa.
"Maaf anda siapa,kenapa buat keributan disini dan memukuli pegawai kami? akhirnya keluar juga suara dari bibir Rina.
Gw diem,dan Sasa dengan takut-takut menghampiri Rina,membisikan sesuatu yang cukup lama.
"Walaupun pegawai kami salah anda tidak harus memukuli sampai seperti itu" Rina kembali bicara.
"Terserah gw lah hajar anjing yang kagak tau siapa tuannya,beruntung cuma gw buat boyok dan patahin itu hidung,kalau gw serius sudah gw buat makan dari selang infus itu anjing".
Rina dan semua orang kaget tidak mengira gw akan bicara seperti itu.
Saat Rina akan bicara lagi terdengar suara wanita lagi dari belakang.
Ya ampun ini banyak banget yang datang yak,haduh dah fix ini gw kagak dapet traktiran bibir sama Sasa.
"Rina ada apa ini rame-rame"? suara wanita itu sangat halus seperti suara bunda gw.
"Bentar-bentar setelah gw denger-denger itu memang suara bunda,gw belum liat wajahnya karena di belakang kerumunan suara itu.
Segera kerumun itu yang sebagian besar pegawai langsung membungkuk dan memberi jalan.
Gawat bener kan itu bunda,gw langsung ambil baju gw di lantai dan bersembunyi di belakang tubuh satpam pak Ahmad dan pak Dani.
Sasa yang melihat bunda gw juga terpancar raut ketakutan.
"Rina ada apa ini sebenarnya,dan itu kenapa manager Hartanto bisa seperti itu"
"Nyonya-nyonya saya dipukuli orang gembel gila nyonya,anda harus cepat panggil laporkak dia ke polosi" Anjing itu bicara dengan posisi merangkak lagi ke arah bunda.
Bunda menatap Rina dan Rina pun mengangguk.
"Siapa yang mukuli kamu emangnya?"bunda masih dengan suara halus nya dan nampak tenang.
Dan pandangan semua orang tertuju ke arah gw yang bersembunyi di belakang satpam.
Bunda pun mengikuti pandangan semua orang dan melihat gw,beliau tampak terkejut sebentar setelah itu senyum indah muncul di bibirnya saat mata kami bertemu.
Gw yang kagak bisa sembunyi lagi,langsung keluar dari belakang 2 satpam sambil masih kagak pake baju.
Gw garuk-garuk kepala dan sambil tersenyum canggung berucap.
"Halo bunda,anak bunda yang paling tampan sudah datang"
__ADS_1
■Terima kasih untuk penampilan spesialnya saudara Hart,pembaca setia dari Preman Campus,yang telah mau menjadi cameo di 2 part ini,semoga tidak trauma dengan hantamam Bimo■