Preman Campus

Preman Campus
SI BAJINGAN YANG BERUNTUNG 2


__ADS_3

Loe berdua siapa?Bimo ada gak?"


Suara cewe terdengar saat Udin dan Reza membuka pintu.


Badan kedua sahabat gw kembali bergetar saat liat pemandangan di depan mereka.


"Loe berdua budeg ya,gw tanya malah diam!! Bimo ada apa enggak!?Suara wanita itu meninggi.


"Aaaa uuu aaaa uuu" mulut Reza sekali lagi berulah,bicara kagak jelas dengan pandangan tidak lepas dari sosok di depannya.


"Loe keturuan monyet ya? ngomong apa sih".


Reza masih aja diam dengan mata penuh bintang,dia kira mungkin hinaan itu adalah pujian.


"Elo bisa bicara bahasa manusia kan? itu wanita beralih bicara ke Udin.


Udin mengangguk tanpa suara.


"Loe temen Bimo,dimana dia?"


Tiba-tiba itu mulut si Udin keluar iler dan hidungnya keluar ingus.


"Loe rabies ya? jangan deket-deket gw".


Udin yang mendengar itu juga tersenyum menganggap hinaan sebuah pujian yang manis dan tangannya menghapus iler dan ingus tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya.


Kalau gw biarin bakalan hilang dari muka bumi itu temen gw,cewe yang mereka hadapi bukan cewe biasa.Gw tau cewe ini memiliki mulut pedes banget dan tentramen buruk,ya itu adalah Sasa alias Vanesha yang ada di depan pintu cari gw.


Gw berjalan menghampiri dan gw terobos itu anak moyet dan anak sakit rabies.


Sekarang di depan gw berdiri cewe imut dengan wajah baby facenya,dengan rambut pirang di kuncir kuda.Menampakkan lehernya yang putih mulus.


Vanesha berdiri di depan gw dengan rok mini denim warna biru langit yang menampilkan lekuk indah kedua kakinya yang semakin cantik dengan sepatu warna putih.T-shirt coklat tipis membalut bagian atas badannya.


Gw emang tidak meragukan fashion dari Sasa secara dia kerja di butik pasti tau pakaian mana yang bisa membuat dia tampil mempesona.


###


"Ngapa lu teriak-teriak Sa,berisik tau gak?"Gw bicara saat udah ada di depan pintu.


"Bimo", dia memanggil nama gw pelan dengan raut wajah yang nampak sedih.


"Ada apa loe cari gw,mau traktir yang kemarin itu? Gw bicara sambil menggosok bibir gw pelan.


Sasa yang denger itu mencoba mengalihkan pembicaan dengan bertanya."Mereka berdua temen kamu Bim?"


"Bukan mereka orang yang gw pungut dari selokan kemarin".


"Oh pantes" seperti pernah liat aku di selokan depan sana". Sasa tersenyum setelah menampakan wajah sedih tadi.


Mendengar percakapan kami,itu Go kong dan Pat Kai langsung bereaksi.


"Sialan kau cak,emang diriku barang bekas main di pungut aja".


"Emang loe Bim kebangetan segitu hinanya kita ni matamu" kata-kata puitis keluar dari mulut Udin.


Gw cuma tersenyum mendengar protes dari mereka.


"Sasa sebenarnya gw malu buat mengakui tapi apa boleh buat 2 manusia ini adalah temen gw.


Sasa hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


Merasa gw perkenalkan ini bocah dua mulai lagi bertingkah.

__ADS_1


Reza yang lagi nata rambutnya,langsung gw pegang tangan.


Udin yang gosok-gosok kedua tangannya,juga gw pegang itu tangannya.


"Kenapa kau cak,kita kan mau kenalan iya gak Din?"


"Iya Bim kita kan mau kenalan".


"Kagak usah kalian kenal-kenalan,kelamaan kalau kalian yang ngomong,biar gw aja yang ngomong".


Mereka terlihat mau protes tapi segera gw bicara."Sasa ini dua temen gw,yang rambut mohwak ini namanya Udin,dan yang kek celengan ini namanya Reza,mereka udah gw anggap sebagai babu gw sendiri".


Sasa tersenyum dan Reza sama udin melototin gw.


"Dan Loe berdua kenalin ini Vanesha,calon gw dan calon majikan kalian".


"Apaaaa!!!! mereka berdua teriak dan langsung cekik leher gw.


Vanesha terlihat tersenyum karena udah tau mulut gw kadang kepleset dengan sendirinya.


Gw megap-megap di cekek sama dua manusia ini,dengan sekali hentakan gw singkirkan itu tangan yang lilit leher gw.


"Loe berdua gila nyet,main cekek aja lu".


Kalian kagak usah liat gw dengan tatapan ngajak adu nyawa gitu,tadi mulut gw kepleset.


" Ini Vanesha temen gw,dia juga ngekost di lantai atas".Gw menjelaskan.


Mereka membalik badan gw,hingga memunggungi Sasa.


Pelan Reza berbicara."Cak ini bukan kosan kan? tapi ini rumah harem dirimu nyimpen cewe-cewe kan?".


Udin pun ikut berbisik."Biadap emang loe Bemo,bokap nyokap gw ternak lele.Lu malah ternak cewe disini".


Gw pun berbalik menghadap Sasa di ikuti Udin dan Reza.


Mereka tersenyum kembali menghadap Sasa,menjulurkan tangan secara bersamaan untuk berkenalan.


"Bimo aku mau bicara sama kamu". Sasa tidak menyambut uluran tangan Reza dan Udin dan malah bicara sama gw.


Gw kasian sama dua bocah ini yang terlihat syok saat dicuekin Sasa,gw pegang itu dua tangan kaku yang masih mengambang di udara dan gw balikin ke tempat semula.


"Kalian sabar ya kawan,anggap aja ini ujian".Gw bicara ke mereka berdua dan mereka menatap gw dengan mata berkaca-kaca".


"Lain kali kalau mau kenalan sama cewe tampang dan kondisi kalian tolong disesuaikan dulu", Gw melanjutkan bicara.


Dan mata mereka yang tadi masih enak dilihat sekarang berubah bengis.


"Bimo aku mau bicara sama kamu,kok kamu malah bicara sama mereka".


"Sorry Sa,gw mesti jinakkan dulu ini anak-anak keong biar kagak kumat penyakitnya".


"Kalau kamu mau ngomong,ngomong aja gw ada disini siap mendengarkan".


Sasa terdiam dan melihat kedua temen gw dengan pandangan risih.


"Bimo kita bicara berdua aja bisa?", Pinta Sasa.


Sontak Reza langsung berbisik di telinga gw." Aku ikut cak nanti aku kasih harta karun punyaku,edisi terbatas majalah playboy dengan model cewe lokal Indonesia asli".


Tawaran yang menggiurkan,secara gw belum punya yang modelnya dalam negeri.


Udin pun ikut berbisik di telinga gw."Gw ikut Bim,nanti gw kasih loe sebidang tanah warisan gw di Gunung Kidul untuk loe berkebun".

__ADS_1


Ini Udin kagak ada yang lain apa untuk ditawarin,buat apa gw sebidang tanah.


"Bimo..?"Sasa memanggil nama gw pelan.


Gw singkirkan itu dua kepala manusia yang berbisik di telinga gw.


"Iya Sa kenapa?".


"Bisa gak kita bicara berdua,4 mata sama kamu?".


Gw kagak tau Sasa mau bicara apa tapi dari sorot matanya yang serius dan sendu.Gw nyakin ini masalah penting.


"Kita bicara di dalam kamar aku gimana? kalau kamu enggak keberatan?".


Sasa hanya mengganguk pelan,tapi dua manusia di sebelah kanan dan kiri gw ini langsung cekik leher gw lagi.


Anjing!!pada ngapa kalian nyet,main cekik mulu.Langsung gw dorong mereka kesamping.


"Sa kamu masuk dulu ya,sorry kalau kamar gw berantakan".Gw tersenyum dan Sasa pun melangkah masuk ke dalam kamar gw.


Saat bersemangat dan akan ikut masuk,gw balik mundur lagi karena ditarik sama Udin dan Reza.


"Ente mau kemana Bim?? Udin bicara dengan mata melotot.


"Cak tidak baik,berduan dengan wanita yang bukan muhrim di dalam kamar".Mode ustad Reza keluar.


"Gw rangkul mereka berdua,tenang aja kawanku Udin dan sahabatku Reza,daerah sini jarang banget ada setan lewat,jadi kagak bakal kebablasan.


Reza dan Udin saling berpandangan dan masih dalam rangkulan gw.


"Temanku Bimo,sebagai teman bukankah sebaiknya kita berbagi berbagai hal".Udin mulai ganti strategi.


"Sahabatku tercinta Bimo,ingatkah dikau saat kita mabuk bareng di parkiran campus,kita minum 1 botol ciu bertiga.Taukah engkau sahabatku itulah indahnya berbagi".Reza udah ubah formasi serangannya.


Sialan ini dua anak tokek,neken gw banget sama kata-katanya.


"Temanku dan sahabatku kalian sebenarnya mau diriku berbagi apa?".


Udin dan Reza nampak tersenyum.


"Temanku ijinkanlah kami ikut masuk ke dalam".Udin dengan permintaanya.


Sahabatku kita janji tidak akan bergerak,kita hanya akan duduk di pojokan dan liat apa yang kalian berdua lakukan dengan seksama".


"Bimo kok kamu lama banget diluarnya aku udah gak tahan ini" Suara Sasa mengagetkan kita bertiga yang lagi berdiskusi membahas kenapa harga bawang merah dan cabe naik.


"Iya Sa ini aku mau ke dalam,kamu siap-siap aja dulu".


"Cepetan Bimo!!.


"Maaf teman dan sahabatku,bukannya diriku enggak mau ajak kalian tapi...ahh sudahlah nanti saat selesai akan diriku ceritakan semua kepada kalian".


Tanpa menunggu jawaban dari Udin dan Reza gw langsung lepaskan rangkulan gw di kepala mereka.Dan berlari masuk ke dalam.


Mereka merdua mengejar tapi dengan segera langsung gw kunci itu pintu.


Mereka beralih ke samping cendela,dan langsung gw kunci juga.


Gw liat dari kaca,mereka mengintimidasi gw dengan gerakan-gerakan mau hajar gw.


Senyum gw mengembang,dan pelan-pelan gw tutup itu horden,dan mereka berdua semakin gila dengan nunjuk-nunjuk gw.


Akhirnya tertutup juga,dan gw segera menyalakan lampu deket pintu karena kamar gw gelap banget semua ketutup.

__ADS_1


Saat gw menyalakan Lampu gw sangat terkejut saat melihat posisi Sasa sedang.


__ADS_2