Preman Campus

Preman Campus
BERMAIN CAPIT BONEKA


__ADS_3

Gw berjalan gontai keluar dari pintu no 2 tempat dimana film diputar di ikuti Amora dari belakang.


Dua kali sudah gw gagal kiss Amora, apa langit tidak menghendakinya sehingga ada saja gangguan yang membuat bibir kami selalu tidak jadi bersentuhan.


"Bimo? Bimoo?". Suara manja Amora terdengar memanggil gw dari belakang.


"Bimo kagak ada". Jawab gw singkat dengan masih elus-elus jidat gw yang sakit akibat di adu sama kening Amora.


"Memang Bimo nya kemana kok gak ada?".


"Lagi operasi kening dia, abis ditubruk banteng!".


"Heehhe". Amora malah tersenyum dan menggandeng tangan gw.


"Yuk kita kesana Bimo, biar kamu enggak ngambek lagi". Amora menunjuk tempat yang masih ada di dalam bioskop.


Gw melihat ke arah yang dia tunjuk dan melihat mesin capit boneka.


"Kamu mau, boneka Amora?".


"Iya aku suka kelinci". Amora terlihat sangat antusias


"Oh! gw kira kamu suka boneka banteng".


"ihhh,Bimo! mana ada cewe yang suka boneka serem seperti itu, Yuk ah kita kesana".


Kamipun berjalan ke arah box mesin capit boneka dengan Amora yang riang gembira dan gw yang merana.


Seperti kagak ada penyesalan sama sekali dia saat gagal kiss gw.


Karena lokasi capit boneka masih di dalam bioskop kita berjalan tidak ada 1 menit.


Gw liat ada sekitar 5 mesin capit boneka yang berjejer di depan kami.


"Kok masih banyak ya Bim boneka di dalamnya? Apa enggak ada yang main ya, padahal kan lucu-lucu semuanya boneka di dalam itu".


"Ini mesin kan menguji skill dan intuisi Amora, mungkin orang-orang yang main sebelum kita pada apes dan bodoh aja".


"Ihh,ada boneka yang mirip kamu Bim!" Amora seneng banget dan menunjuk ke arah boneka didalak kaca.


"Kamu bukan nunjuk boneka buaya kan itu?" Gw bertanya memastikan.


"Bukanlah Bim, buaya kan serem. Enggak suka aku. Itu kuda poni putih mirip kamu banget". Amora terlihat gemas melihat boneka itu.


"Kamu tau aja, punya aku mirip punya kuda! gede dan panjang". Gw berbangga diri


"Ihhhh Bimoo! maksud aku matanya itu mirip sama mata kamu, Kok kamu bicara gede dan panjang".


"Aduh ini sarung aku kok kendor ya?" Gw pura-pura benerin sarung saat Amora melihat gw aneh.

__ADS_1


Sialan ngerjain gw ini cewe, gw kira itunya kuda yang mirip punya gw.


"Selamat malam kakak, mau main capit boneka?". Seorang wanita muda langsing dengan rok mini hitam menghampiri kami dan bertanya.


"Enggak mbak! kita mau main petak umpet". Jawab gw ngasal


Wajah cewe itu langsung terlihat aneh melihat gw yang lagi benerin sarung.


"Auuuchh!! cubitan kecil dari Amora mendarat tepat di perut gw.


"Maaf mbak, kita mau main capit boneka" Amora bicara lembut


"Oh iya, saya penjaga disini. kakak bisa tukar uang koin dengan saya untuk bermain".


Amora langsung mengambil uang dari dompet warna pink yang dia bawa.


"Saya tukar 20 ribu dulu ya mbak?" Amora bicara sambil menyodorkan uang.


"Iya kak tunggu sebentar saya ambilkan koinnya terlebih dahulu". Dia pergi dan masuk ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari gw dan Amora berdiri.


"Amora dapat berapa koin itu 20 ribu?". Gw bertanya karena emang kagak pernah main ginian.


"20 koin Bimo, 1 koinnya seribu rupiah".


"Ngapain banyak-banyak, 2 kali coba saja gw udah dapat itu".


"Emang kamu pernah main mesin capit boneka?" Amora terlihat meragukan gw


"Kak ini koinnya". Cewe tadi datang lagi dan menyerahkan koin ke Amora.


"Iya terima kasih". Amora menjawab lembut.


"Sama-sama kakak, selamat bermain". Dia bicara dan langsung berdiri menjauh tapi masih melihat ke gw sama Amora.


"Ini Bim kamu 10 aku sepuluh". Amora memberi gw koin.


"Gw cukup 2 saja Amora!" Gw comot 2 koin dari tangan Amora dengan percaya diri.


"Kamu main duluan gi, biar player pro ini main terakhir supaya lebih dramatis".


Amora yang udah kagak sabar langsung berjalan 3 langkah ke depan mesin capit.


Dan dengan sangat antusias memasukan koin ke dalam lubang.


Gw berdiri disamping Amora melihat dia sedikit membungkuk memainkan stik control untuk mengarahkan capitan.


Gw menengok bagian belakang Amora, dan nelen ludah saat itu juga. Kagak sadar dari tadi ini bocah pakai celana jins ketat banget.


Sehingga dua bongkahan belakang dia tercetak sempurna.

__ADS_1


"Eheemmm-eheemm". Penjaga mesin capit batuk pelan melihat gw.


Gw langsung pelototi itu betina, ganggu gw liat pemandangan indah aja.


Gw kembali lagi ke posisi normal di samping Amora.


"Udah koin ke berapa itu kamu masukin?" Gw bertanya karena dia kagak dapat boneka sama sekali.


"10 Bimo, susah banget ini".


"Hehehe, dasar amatir!".


"Diam Bimo, aku lagi konsentrasi ini". Dia masih goyang-goyangkan stick control capit.


"Kamu pelan-pelan aja goyangin itu, kagak usah terlalu cepat, nanti keluarnya kagak enak".


Dia diam saja dan pencet tombol tarik warna hijau untuk menurunkan capit ke arah boneka kelinci yang dia incar.


"Yang sabar ya cantik, semua itu butuh proses dan pembelajaran". Gw bicara dan tersenyum lebar saat liat Amora gagal lagi.


"Kelihatannya mesin ini rusak deh Bim! sulit banget ini". Amora mengeluh


"Jangan salahkan Mesinnya, skill dan imajinasi kamu itu yang masih berlevel rendah, makanya gagal terus".


"Masih ada 7 koin ini, aku nyakin pasti bisa!". Amora menyemangati dirinya sendiri yang terlihat lucu dimata gw.


"Apa perlu gw ambilin tissue Amora?"


"Buat apa?"


"Karena aku nyakin kamu pasti kagak bisa".


Amora langsung cemberut melihat gw, dengan bibirnya mengerucut ke depan. Bibir berwarna pink yang hampir saja gw ***** tadi tapi gagal.


"Kamu kan harusnya dukung dan memberi dorongan aku Bimooo! Bukan malah meremehkan".


"Hahahahaha"


"Kok kamu malah ketawa? emang ada yang lucu dari kata-kata aku?".


"Ya lucu lah kamu itu aneh-aneh aja Amora, kamu kan bukan mobil mogok dan kagak perlu ganti oli ngapain minta dorongan?".


Amora terlihat mengeleng-gelengkan kepala nya sambil melihat gw dengan tatapan kasian.


"Tolong itu mata nya cantik, biasa aja liatnya. Semua orang udah tau gw pinter dan mempesona".


"Dorongan semangat Bimo, bukan kamu dorong aku!". Amora bicara dan mencoba lagi bermain capit boneka.


Dan lagi dia kembali gagal mengangkat satu boneka pun sampai koin 18 belas di tangan dia abis ditelen itu mesin.

__ADS_1


"Bimo?" Dia memanggil dan melihat gw dengan puppy eyes nya yang buat gw merinding karena terlalu gemesin.


"Adek Amora tenang aja! kamu minggir dulu dan serahkan semua pada abang Bimo".


__ADS_2