
Dengan nyali dan rasa percaya diri tingkat tinggi gw berinisiatif untuk maju menyerang terlebih dahulu dan serangan cepat gw lancarkan, rencana yang ada di otak adalah untuk segera menumpuhkan darah musuh dan menyiksanya, juga sangat eneg gw liat orang yang berambut gimbal boro-boro bersih.. rambut kang parkir biadap itu malah terlihat seperti sarang burung, ingin gw botakin dan jadikian biksu rasanya.
Jarak diantara kami mulai mengikis dan gw mulai mengambil ancang-ancang, begitu juga dengan musuh dia tampak berdiri tegak dengan kuda-kuda kokohnya.
Bogem kiri dan bogem kanan gw bergantian meluncur terarah ke wajah tapi dengan cepat dan gesit pula pria gimbal itu bisa menghindarinya.
Kali ini dia tampak bertahan tanpa menyerang dan ini gw manfaatkan dengan serangan kombinasi pukulan dan tendangan tapi lagi-lagi dia biasa menghindar saat gw pukul dan menangkis saat gw tendang.
Gw tidak tinggal diam, gerakan serangan gw percepat dan bergerak selincah mungkin menyerang ke berbagai tempat dari pukulan ke perut dan tendangan tinggi ke kepala samping tapi lagi-lagi hanya bisa mengenai angin, perasaan gw mulai kagak enak sekarang karena terkejut, tidak biasanya semua serangan gw bisa di hindari sama musuh yang gw hadapi.
Samar gw bisa melihat jika musuh saat ini sangat fokus dengan segala gerakan menghindarnya dan gw semakin terbawa nafsu saat melihat senyum tipis yang tercetak di bibirnya saat menghindari serangan gw, senyum yang sangat meremehkan sekali dan gw termakan dengan situasi yang telah musuh ciptakan.
"Wussssshh!". Tendangan kuat menyamping gw lancarkan mengarah ke rusuk.
"Bugggkk!".
Kacchhaa.. Gw tersenyum lebar saat akhirnya serangan gw tepat sasaran tapi itu hanya berlangsung berapa saat, Senyum gw menghilang saat sadar dan tau musuh sengaja tidak menghindar dan dengan cepat mengapit kaki kanan gw yang masih di udara dan nempel di perutnya.
ANJING!!! gw auto panik dan mengumpat dalam hati dengan posisi yang sangat berbahaya berdiri dengan satu kaki, kalau kagak cepat melepaskan diri bisa bonyok ini gw.
Reflek gw segera mencoba menarik kaki dan itu semua sudah terlambat.
"Bugggkkk!"
Bugggkkk!".
"Plaaakk!".
Kepala gw maju mundur bukan karena bergoyang disco atau sedang sakau melainkan efek dari terkena bogem mentah yang dengan mulus mendarat di muka gw.
"Mampus loe!". Musuh berteriak dan terus menghujani muka gw dengan pukulan bertubi-tubi dan rasanya darah sudah keluar dari hidung dan sudut bibir ini.
__ADS_1
Gw mencoba menahan dan terus mencoba melepaskan kaki yang masih dia apit dengan erat.
"BIMOOO!". Mbak Suci di belakang berteriak histeris melihat gw terus kena pukul.
"Gw mampusin adik loe, hahahaha..!". Musuh tertawa dan terus menyerang.
"Kepaaraaattt!". Gw mengumpat dan akhirnya melakukan gerakan nekad untuk meloloskan diri.
Satu kaki kiri yang masih berdiri di tanah gw tarik sedikit ke belakang dan.. Wussshhhh!". Gw angkat tinggi menuju ke kepala samping kanan musuh.
Semua tubuh gw saat ini berada di udara dan gw merasa jadi Iko Uwais saat ini.
Mata musuh terbelakak untuk sepersekian detik, tercengang melihat gw yang menyerang walau dalam keadaan satu kaki masih dia ampit erat.
"Praaakkkkkk!". Tendangan gw tepat di pipi dan pelipisnya.
Musuh langsung goyah dan jatuh ke samping kiri, kaki kanan gw akhirnya bisa bebas walaupun gw ikut jatuh dengan keras tapi itu sepadan karena gw bisa lolos.
Bukan dengan pukulan atau tendangan melainkan dengan serudukan bahunya yang terarah di perut gw, tanpa pertahanan yang kokoh dan tanpa bisa menghindar gw terbawa arus dorongan yang sangat kuat dari depan.
"Brukkkk!". Gw mengerenyit saat jauh terlentang di tanah dengan posisi musuh berada di atas gw.
"BIMOO?!!". Teriak mbak Suci terdengar panik lagi, entah apa yang ada di dalam fikirannya saat liat keadaan gw saat ini.. Yang pasti jika boleh menebak pasti sangat-sangat ketakutan itu dia.
"Gw mampusin loe bangsat!". Teriakan amarah pria gimbal yang duduk di perut gw semakin menggebu-gebu sampai air liurnya muncrat kemana-mana.
Untuk kedua kalinya gw berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan.
Gw segera berontak hebat untuk meloloskan diri, posisi musuh yang ada di atas gw seperti sekarang lebih sangat berbahaya dari posisi kaki gw yang di apit tadi.
Musuh siap untuk menghujani gw dengan pukulannya dan gw dalam dilema saat ini bertahan menutupi wajah atau terus mencoba meloloskan diri.
__ADS_1
"Terima ini bangsat!". bogem mentah sudah meluncur dan mendekati wajah gw dan akhirnya bertahan adalah pilihan yang bisa gw ambil untuk saat ini, dengan cepat gw menutupi wajah dengan kedua tangan.
"Praakkkk!".
"Prakkkkk!".
"Praakkkk!".
3 pukulan berturut-turut mengenai punggung tangan gw yang terasa sangat ngilu dan nyeri.
Pukulan musuh berhenti tapi itu hanya untuk sesaat dan saat ini gw liat siku tajamnya berada di udara dan siap untuk di tumbukkan ke bawah dan lebih tepatnya adalah wajah gw.
Lagi-lagi gw hanya bisa mengumpat dalam hati, dengan bogem masih bisa bertahan gw tapi jika itu siku pasti akan cebol juga dan bisa hancur ini wajah, gw harus segera berfikir cepat di waktu yang sangat terbatas ini.
Samar juga gw mendengar tangisan mbak Suci yang mulai meledak melihat keadaan gw saat ini dan dia terus saja minta tolong dan meneriakan nama gw histeris.
Jiwa iblis tanpa perasaan gw pelan-pelan meronta di dalam tubuh dan pelan-pelan mulai terbangun, Gw Abimana Pramono dan gw tidak takut apapun selama masih bisa bergerak gw masih bisa melawan dan bertarung, api semangat di dalam tubuh gw ini melebihi semangat 45, terbakar dan berkobar mendengar tangisan mbak Suci.
Cover dua tangan di wajah gw lepas dan siku yang berada di udara itu sudah meluncur.
"Bugghkkkkk!". Jidat gw kena tumbuk dan ini sangat sakit tapi segera gw abaikan saat musuh menarik sikunya ke atas lagi, kedua tangan gw juga ikut naik dan menarik rambut gimbalnya kuat.
Inilah saatnya gw melakukan serangan balik saat musuh fokus dengan menyerang, rambut nya gw tarik ke bawah dan auto wajahnya juga ngikut dan meluncur dari atas menuju wajah gw.
Sekilas ini seperti adengan mesum sepasang h.o.m.o yang mau ciuman tapi gw bodo amat, gelut jalanan tidak ada aturan dan yang terakhir berdiri tegak adalah pemenangnya
Gw buka mulut gw lebar dan saat wajah musuh tiba di 1 inci di depan muka gw, segera gw gigit hidungnya dengan cepat, kuat dan gw eratkan se erat mungkin.
"Aaaaaaaaaaaa!!!!!". Teriakan nyaring musuh terdengar dan kali ini dia yang berontak tapi kedua tangan gw masih pegang kepala dan rambutnya kuat, kagak mungkin gw lepas kesempatan ini.
Rasa kenyal daging hidung dan asin darah gw rasakan di dalam mulut tapi inilah titik balik yang gw inginkan dan juga gw sangat menikmati penderitaan yang di alami musuh, karena iblis akan selamanya iblis dan iblis akan selalu haus akan darah.
__ADS_1