
"Napa lu diam aja! katanya mau seret gw keluar dari sini? ayo coba sendiri kalau bisa!".
"Saya akan memberi ampun jika kamu pergi dari sini dengan sukarela dan kembali ke kolong jembatan".
"Kok tau lu rumah gw di kolong jebatan, apa lu juga tau emak lu juga kan jadi pecun disana! dan sering gw pakai, ngomong-ngomong masih lumayan rapet lho itu, keknya batang bokap lu kek tusuk gigi".
Bodo amat Putri terkejut ataupun syok mendengar omongan gw, inilah Abimana Pramono dengan mulut busuknya. "Selamat datang di dunia gw Putri". Gw bicara dalam hati
"B*ngsattt!! berani-beraninya kamu menghina orang tua saya ha! mereka lebih bermartabat daripada kamu yang berasal dari keluarga rendahan!".
"Bermartabat apaan? Emak lu aja merintih keenakan dan minta tambah saat gw sodok".
"Benar-benar manusia binatang! saya akan buat kamu menyesal dengan kata-kata yang kamu ucapkan dari mulut busuk dan tidak berpendidikan itu!".
"Buat apa gw buang uang buat sekolahin mulut ! mending buang uang buat bayar servis emak lu aja!".
Pria di depan gw tampak sangat emosi dan bersiap untuk menyerang, dan itulah yang gw tunggu-tunggu dari tadi.
"Bimo Hentikan!!". Saat pria bernama Arjuna itu akan maju, Putri berdiri dari duduknya dan bersuara lantang.
"Dokter Arjuna juga hentikan! saya tau Bimo hanya asal bicara karena anda telah menghina dia terus dari tadi".
"Ha-ha-ha-ha.." Pria itu malah tertawa lantang, udah gila keknya.
"Anda masih saja membela manusia hina ini? sungguh mata anda telah rabun".
"Jika anda tidak ada urusan lagi cepat keluar dari sini!". Putri tampak emosi juga.
"Saya akan keluar setelah memberi pelajaran pahlawan gadungan ini!".
"Anda jangan berani berbuat kekerasan di sini ya? ini Rumah Sakit dan tempat anda berkerja!".
"Saya tidak peduli, semua akan saya atur sedemikan rupa agar manusia hina ini yang akan disalahkan, Semua orang pasti akan percaya dengan saya termasuk ayah kamu".
"Ternyata anda adalah orang yang begitu picik, jadi selama ini anda hanya bersandiwara di depan semua orang?". Putri masih saja berbicara
__ADS_1
"Demi tujuan dan ambisi semua akan saya lakukan, setelah saya menyingkirkan manusia ini kamu akan menjadi istri saya".
"Jangan harap maksud busuk anda akan berjalan lancar, sungguh andalah yang manusia hina disini!".
"Semua akan berjalan sebagaimana mestinya, tidak akan saya biarkan rencana matang yang telah saya susun di rusak oleh sampah di samping kamu itu!".
"Banyak bacot lu anak pecun! ayo cepat sini kita adu nyawa!".
"Bimo jangan! kamu baru aja di operasi dan tubuh kamu masih lemah". Putri bicara dan memegangi lengan gw.
"Dokter Arjuna jangan coba-coba sakiti teman saya! jika anda berani saya tidak segan-segan untuk melaporkan anda ke polisi".
"Saya tidak takut dengan acaman kamu itu calon istriku, silahkan saja laporkan dan lihat polisi lebih percaya saya atau kamu?! Ha-ha-ha-ha!".
"Tapi baiklah saya tidak akan menyakiti manusia sampah ini jika anda mau menikah dengan saya dan dia pergi dari sini merangkak melewati kolong kaki saya".
"Anda jangan keterlaluan ya, apa anda pikir teman saya adalah binatang?! dan sampai kapanpun saya tidak sudi menikah dengan orang munafik dan picik seperti anda!".
"Put kamu ngapain sih masih ngeladeni bicara ini anak pecun, ujung-ujungnya juga bakal gw robek itu mulut dia".
"Ha-ha-ha! sungguh lucu sekali, kamu mau tau kenapa dia bantuin kamu seperti itu? karena dia tau saya adalah dokter sekaligus atlit karate yang sudah memenangkan banyak medali emas PON".
"Bimo jangan". Putri bicara dan tampak kawatir di sebelah gw.
"Kamu tenang aja cantik, semua akan baik-baik saja".
Gw bicara dan menghadap dia, gw pegang pundaknya dan gw belai rambutnya.
Dia melihat gw dengan sendu dan gw balas dengan senyum kecil.
tanpa bertanya atau meminta persetujuan dia, gw majukan wajah dan bibir gw, dia sedikit terkejut tapi diam saja dan.
"Cuuppp!!"
Bibir gw nempel di bibir Putri. Mata dia langsung terpejam dan badan yang sedikit menegang.
__ADS_1
Dia hanya pasif saja dengan lum*tan yang gw lakukan dengan halus di bibir dia.
Sambil mata terbuka dan menikmati bibir Putri gw acungkan jempol tangan kiri gw ke arah orang yang dari tadi melihat gw dengan aura membunuhnya.
"Bangs*t! saya bunuh kamu sampah!!". Dia mengumpat marah dan langsung maju menerjang gw.
Pertujukan akan segera dimulai gw langsung lepas bibir gw dari bibir Putri, dan langsung gw dorong dia ke arah kanan agar sedikit menjauh dari medan perang yang sudah gw set dari tadi.
Kiss Putri adalah bagian dari rencana gw agar ini orang semakin emosi dan tidak terkontrol, Dan itu berhasil.
Bodo amat jika luka jahit di perut ke buka, udah terlanjur mengaktifkan mode Belalang tempur basis 69 gw, setidaknya harus ada darah dan air mata untuk kembali menonaktifkannya.
Gw langsung mundur dan berguling melonjati ranjang saat tendangan menyamping dia arahkan ke perut gw.
Posisi kami sekarang terhalang oleh ranjang.
"Kenapa menghindar apa kamu takut? Berani-beraninya sampah mencium calon istri saya!".
"Bego lu ya? apa gw musti pasrah aja saat lu serang? emang gw kek emak lu yang pasrah aja saat digenjot sama pelanggan-pelanggannya?".
"Anjing!! saya mampusin kamu anjing!!". Dia teriak dan meloncat kek Jakie Chan dengan bertumpu ranjang di depan.
Tendangan sambil terbang pun dia arahkan ke gw.
"Bugggkkk!!". gw telat menghindar karena terkejut dengan adegan keren yang dia lakukan hingga tendangan terbang itu mengenani tepat di dada gw.
"Bimooo!!" Putri teriak memanggil nama gw. Akhirnya sadar juga itu Putri dari terapi kiss yang gw berikan.
Gw dalam posisi mengontrol tubuh agar tidak terpental dan terbentur tembok saat efek dorongan dari tendangan itu.
Dan orang yang tadi terbang itu langsung berdiri ketika dia juga ikut terjatuh saat melakukan gerakan tendangan tadi.
Dia tersenyum tipis melihat gw yang memegangi dada. "Jadi ini pahlawan yang di bicarakan 1 Rumah Sakit? Ha-ha-ha-ha!".
"Goblok ya lu bang? ngapa lu ketawa saat gw terdesak? harusnya kan lu serang gw lagi".
__ADS_1
"Lu terlalu sombong dengan ilmu gelut amatir yang lu punya itu!".
"Sekarang bakal gw tunjukin apa itu gelut jalanan ke elu!!".