Preman Campus

Preman Campus
ALOT


__ADS_3

"Gw cincang loe b*ngsat!!". Pria itu berlari megacungkan pisau ke arah gw.


"Batang lidi lu yang bakal gw cincang babi!". Gw menduduk sedikit dan langsung melesat menyambut serangan dia.


Jarak kami hanya tersisa beberapa jengkal sebelum dia bisa menggapai gw dengan tusukan, gw langsung meloncat meluncur ke arah perut dia.


"Swuuussss!! bruuukk!! sreeettt!!!"


Gw take down dia dan gw bawa jatuh ke tanah. Dia masih berusaha menyerang saat gw ada di atas dadanya.


Tangan kanan dia yang masih memegang pisau erat, mencoba di tusukan ke tubuh gw dari samping.


Gw segera meloncat mundur ke belakang menjauh dari tubuh dia untuk menghidari serangan pisau lipat itu.


Dia langsung berdiri cepat dan memegangi perutnya yang gw terjang tadi.


Sialan tangguh juga ini orang, gw musti cepat jatuhkan dia, sebelum bener-bener gw kena tusuk itu pisau. Gw bicara dalam hati sambil benerin lilitan sarung gw yang kendor.


"Hahahaha!".


pria itu tertawa lebar melihat gw, udah gila apa yak.


"Enggak gw sangka boleh juga loe, belajar silat dari mana loe bisa ngimbangi gw?!".


"Dari, engkong lu! Udah kagak usah banyak bacot, durasi ini. Malam minggu gw bisa habis cuma gara-gara babi kek lu!".


"Ayo sini maju lu! biar gw pites biji batang lidi lu itu!".


"Loe yang minta anjing! gw kagak bakal segan-segan lagi buat bunuh loe!!"


"Bacot aja lu, sini buktiin! jangan bacot doang loe gedein!".


Suasana menjadi tegang dan semilir angin dingin malam minggu ini menemani setiap umpatan dan makian yang gw lontarkan.


Kami saling menyerang dengan beringas, tusukan dia masih bisa gw hindari.


Gw hanya bisa melancarkan tendangan karena harus selalu menjaga jarak karena dia pakai senjata tajam.


Dia terengah-engah begitu pula dengan gw. Baru kali ini gw terpojok sampai seperti ini saat fight 1 lawan 1, apa dia salah satu dari inti geng Apollon. Gw kagak tau fight gw kali ini bakalan alot kek gini.


Skill nya memakai itu pisau tidak bisa gw anggap remeh. Terlihat setiap tusukan ada power dan akurasi yang tinggi, sedikit saja gw lengah bakalan KO gw.


"Bukannya Apollon bentar lagi bakal hangus dan menghilang ya dari Jogja ini?". Gw bicara mencoba kembali memprovokasi


"Loe tau apa anjing!! Geng gw adalah geng terkuat di Jogja ini!".


"Kagak usah ngibul lu tong, semalam aja geng lu keok saat serang Zeuz".


Dia langsung melotot menatap gw tajam dan tampak dia tidak terkejut sama sekali. Berarti dia tau, mungkin dia tidak ikut menyerang kemarin malam. Gw mengira-ngira


"Loe tau apa anjing! apa loe anak Zeuz?!".


"Ya gw tau lah, gw kan ikut bantai anggota geng lu! walau gw kagak anggota Zeuz".

__ADS_1


"Ahhh! gw ingat gw patahin tangan dan kaki anggota geng lu, orang yang selalu bawa pedang samurai itu. Loe kenal kan sama dia?".


"B*ngsat jadi elo yang buat kakak gw lumpuh!!".


Bingo umpan telah disambar, saat manusia sudah termakan oleh emosinya pasti akan banyak lubang kelemahan yang dia tunjukan.


Gw akan buat dia semakin marah dan tak terkontrol sehingga gw dapat kesempatan untuk menyerang nantinya.


"Oalah, dia kakak lu?! kok bisa kebetulan banget ya? gimana kabarnya dia, jadi pengemis ngesot kah?".


"Gw akan buat lu membayar semuanya anjing!".


"Sorry kagak punya uang gw, kalau kakak lu mau berobat pakai BPJS aja!".


"B*ngsat!".


"Anjing!!".


"Keparat!!"


Segala umpatan dia ucapkan dengan teriakan dan muka merah. Dan di langsung maju untuk serang gw dengan nafsu membunuh yang lebih besar dari sebelumnya, terlihat dari bolah matanya yang sudah merah.


Gw masih berdiri tegak menunggu dan bersiap menerima serangan yang akan dia lancarkan.


"Wussss! sreettt!!". Ayunan menyamping dari serangan pisau dia,merobek baju kemeja putih bagian depan gw, dan untung nya kagak cium kulit karena gw bergerak menghindar walau sedikit terlambat.


Dia tambah bernafsu saat melihat serangan nya hampir mengenai gw dan maju lagi menyerang dengan pisau lipat yang dia pegang erat.


Sekali lagi tusukan dia arah kan langsung ke wajah gw dan seperti awal tadi gw nunduk untuk menghindar.


Inilah kesempatan emas yang gw harapkan, dan akhirnya muncul juga karena kebodohan dia terjerambak dalam nafsu dan tidak berfikir jernih.


Sebelum tendangan menyamping itu dia ayunkan ke kepala gw, yang menunduk di depannya.


Gw dengan cepat tarik kedepan satu kaki dia yang masih berdiri dengan kedua tangan gw.


"Bruuggkk!!".


Dia langsung jatuh terlentang dan tidak mensia-siakan peluang emas gw hilang. Gw langsung meloncat ke atas badan dia.


"Craaakkk!!".


Suara tulang bergeser saat gw pegang dan tarik ke atas tangan dia yang memegang pisau, Gw patahin itu tangan kanan yang buat gw sibuk dari tadi, Dan pisau itupun terjatuh.


"Aaaaaaaaa!!!!". Dia berteriak dan langsung melayangkan pukulan dengan tangan kiri dia yang masih bebas.


Beberapa kali gw terkena pukulan di perut samping kanan karena posisi gw berada di atas dia.


Tapi tidak terlalu berasa karena pulukan itu tidak bertenaga sama sekali,karena dia dalam posisi terlentang di atas tanah.


Pukulan bertubi-tubi langsung gw hantamkan ke wajah dia.


Darah segar langsung keluar dari hidung dan sudut bibirnya.

__ADS_1


Gw angkat siku gw tinggi dan langsung gw hantamkan ke hidung dia.


"Buaaakkk!! Crakkk!".


Satu lagi tulang patah dan kali ini adalah tulang hidung dia.


"Aaaaaaaa! hemmmmmm!! Hemmmmm!!".


sebelum dia berteriak lebih keras gw sumbat mulut dia.


"Babi!! lidah lu jilat tangan gw!". Bersamaan mulut gw yang mengumpat gw berdiri dan gw injek wajah dia.


Dia langsung blingsatan karena mata nya kemasukan tanah yang berasal dari sendal gw.


Gw langsung ambil pisau lipat dia yang terjatuh dan berjalan ke arah kaki dia.


"Jangan nak Bimoooo!!".


"Aaaaaaaaa!!! tolooooonggg!!!!".


Dia berteriak saat paha kanan nya gw tusuk dengan pisau.


Darah langsung mengalir deras dari paha dia yang langsung membasahi celana yang dia pakai.


"Nak Bimo sudah nak jangan dilanjutkan dia sudah tidak berdaya". Pak Rohmat berbicara dari jauh dan kagak berani mendekat ke gw.


Gw berbalik dan tersenyum ramah ke arah pak Rohmat, tapi kelihatannya dia takut sama gw.


Apa senyum gw semengerikan itu ya? sampai dia mundur gitu, yang buat gw sedikit tersinggung. Gw gelut dan hampir ketusuk kan karena tolongin dia.


Tapi gw berfikir positif saja karena zaman kita yang berbeda, mungkin waktu muda dulu tidak pernah lihat petarung brutal dan sadis seperti gw.


Jadi wajar saja jika dia takut, atau mungkin dulu dia kagak pernah gelut.


"Tenang aja pak, baru juga saya colek dia. Kalau bapak tidak kuat lihatnya, bapak ke mobil saja temani Amora dan biarkan saya bermain sebentar lagi".


Pak Rohmat malah melamun mendengar gw bicara tapi dia langsung mengangguk cepat seakan mengerti.


Dan diapun langsung beranjak pergi menuju mobil tanpa melihat ke arah orang yang berbaring di tanah.


Gw berbalik dan melihat orang yang bersimbah darah di wajah dan paha.


Dia masih saja kagak gentar dan melihat gw dengan tatapan kebencian yang sangat dalam. Walau berdiri pun dia kagak bisa.


"Sayang!!". Suara wanita berteriak dan berlari menghampiri pria di depan gw.


Wanita yang tadi selalu nyolot itu sekarang menangis tersedu-sedu di samping cowonya yang hanya diam saja.


"Berisik pecuuun!!" gw berjalan mendekat ke arah mereka.


"Kamu mau apa lagi?!"


"Pergiii!!".

__ADS_1


"Jangan mendekat!!".


"Pergggiiiiii!!!".


__ADS_2