
"Lu jual gw beli tong! Keluarin semua kemampuan lu karena gw kagak akan segan lagi, bakalan gw tunjukin ke elu gelut jalanan yang sesungguhnya". Gw berucap sungguh-sungguh.
"Gw sangat menantikan itu bang! Gw juga akan tunjukan kemampuan gelut sampah yang sesungguhnya!". Mohawk biru menjawab dengan percaya diri.
Kami berdua terdiam saling memandang dengan bengis setelah saling mengancam dan beradu bacotan.
Kunci inggris di tangan dia dan pisau di tangan gw, senjata yang kami pegang dengan erat di tangan masing-masing.
Kagak gw sangka di perjalanan ngantar pulang Bianca yang semula adem ayem akan terjadi hal seperti ini.
Kebetulan yang sangat pas disaat tangan gw masih gatel sejak melihat Reza dan Udin gelut.
Akhirnya ada juga 2 orang bego yang suka rela menjadi bahan hantaman gw.
Suasana sangat tegang walau banyak orang yang berkerumun dan melihat tidak ada yang berani maju dan memisahkan pertarungan kami.
Mungkin mereka pada takut terciprat darah dari pukulan dan tusukan yang kami berdua adu sebentar lagi.
Mungkin juga mereka sudah di setting hanya akan diam dan menonton saja karena bisa jadi mereka hanya figuran di sini.
Jika kalian bertanya ada polisi apa kagak? ini Indonesia, polisi akan selalu datang terlambat atau kagak datang sama sekali.
Teriknya sinar matahari yang mulai naik ke atas seakan ikut memeriahkan suasana di depan mini market ini.
Mohawk biru mengambil posisi dan ancang-ancang bersiap untuk maju menyerang, begitu juga dengan gw yang tinggal nunggu moment yang tepat saja untuk melesat maju.
"Tiiiinnnnnn!". Suara klakson terdengar nyaring dari jalan, secara kebetulan dan tidak langsung itu adalah sinyal untuk kita berdua memulai pertarungan berdarah ini.
Gw melesat maju begitu juga dengan dia, kita saling menghampiri dengan senjata masing-masing yang kami pegang erat.
"Wusssssssss!". Dia melempar kunci inggrisnya lagi sambil berlari, persis seperti awal kita bertarung.
Tidak ingin itu kunci inggris menyasar muke gw lagi, tindakan cepat antisipasi segera gw ambil.
Kagak lucu kalau gw tertipu dengan trick yang sama untuk kedua kalinya.
"Sraaaaaakkk!". Laju langkah lari kaki gw paksa untuk berhenti disaat kunci inggris melayang dengan cepat ke arah wajah gw.
Jika gw terus maju itu sama saja ngadu ini wajah sama itu kunci inggris.
"Wuuunggg!". Gw menghindar ke kanan secepat mungkin, gw memejamkan mata dan kunci inggris itu melayang melewati kuping kiri gw dengan suara mendengung kek tawon yang lagi terbang.
"Traaaaangg!". Kunci Inggris membentur vespa butut pemuda punk itu.
"Tap-tap-tap!". Disaat gw masih menyeimbangkan badan setelah menghindari kunci inggris, suara langkah kaki cepat dari musuh terdengar menghampiri gw.
Gw buang pisau kesamping dan segera menunduk menghindar, disaat dia sampai depan gw dan melancarkan pukulan menuju wajah.
__ADS_1
Bogem mentah tangan kiri gw sudah mengepal dan siap untuk menyerang dari bawah.
"Praaaakk!". Bogem gw meluncur ke atas dari bawah mencium tepat ke dagu dia.
Karena badan dia yang kecil dan pendek, tubuh mohawk biru sedikit terangkat akibat power bogem gw.
Dia terjengkang ke belakang dan ambruk terlentang, gw bisa saja langsung naik ke perutnya tapi tidak gw lakukan.
Bakalan cepat selesai ini fight jika gw lakukan itu, gw masih ingin menikmati pertarungan ini di tengah-tengah banyak pasang mata yang melihat dan menyaksikan.
Gw mundur satu langkah. "Ayo bangun tong! Mana bacot lu yang gede tadi, belum terhibur sama sekali gw!". Gw beri semangat dia agar bangkit.
Para penonton pada bengong kagak percaya dengan apa yang gw ucapkan, mungkin baru ini mereka ngeliat orang yang memberi semangat ke musuhnya.
"Cuiiihhh!". Dia meludah darah dan ada 2 gigi yang terlepas akibat efek dari tinju gw tadi yang menyasar dagu dia.
Dengan cepat dia berdiri menatap gw tajam dan menyeka sudut bibirnya.
Dia meregangkan tubuh dan tanpa bicara dan menjawab dia langsung berjalan menghampiri gw dengan kedua tangannya yang mengepal.
"Plak!"
PLak!"
Plak!"
pukulan dia lancarkan bertubi-tubi tapi dengan mudah gw tangkis dan gw belokkan arah pukulannya.
Menghiraukan rasa sakit, gw bersiap dengan tinju kanan yang gw arahkan ke dagu dia.
Fu*k! Gw mengumpat dalam hati di saat mohawk biru berhasil menghindar dengan menunduk, pinter juga ini bocah.
Gw langsung meloncat ke atas, kek bocil yang lagi main karet disaat dia melakukan tendangan menyamping. Bersamaan dengan menghindarnya dia dari tinju yang gw lancarkan tadi.
Kedua kaki gw masih di udara dan "Praaakkkk!". sebelum menginjak tanah tendangan gw lanjarkan ke wajah mohawk biru disaat dia masih menunduk di depan gw.
Dia terjengkang ke belakang tanpa berteriak kesakitan. Sementara kedua kaki gw goyah saat mendarat di tanah dan mundur 3 langkah untuk mensetabilkan tubuh dan berdiri tegak lagi.
"Ha-ha-ha-ha! Ayo lagi bang! Ayo lagi!". Itu bocah tertawa dan bangun dengan tertatih, darah segar keluar dari hidungnya karena gw tendang tadi dengan pucuk sepatu.
Gw tersenyum melihat semangat dan nyali pemuda di depan gw, sanyang banget padahal kalau dipoles dia bisa jadi bibit unggul.
Jujur gw terkejut dengan tekad ini anak, api semangat juang masih menyala di matanya walau dia sudah dalam kondisi terluka parah, karena di awal fight tadi gw sudah tusuk itu paha dia.
"Gw akan akhiri ini tong! Bersiaplah". Gw mengambil ancang-ancang dan siap menyerang.
"Bacot..!!". Dia berteriak dan maju lagi melesat ke arah gw.
__ADS_1
Gw berjalan santai ke arah dia "Tunjukin ke gw tong seberapa kuat pukulan lu itu!". Gw tenang dan percaya diri.
Gw berhenti jalan dan diam di saat jarak kami sudah berhadap-hadapan.
Pukulan dia arahkan ke pipi gw, tanpa menghindar gw terima pukulan itu.
Tanpa goyah, gw masih berdiri tegak dan segera gw balas dengan pukulan ke wajah dia. "Bang!". mundur 2 langkah dia kebelakang terbawa power bogem gw.
"Pukulan itu seperti itu tong! Apa coba pukulan lu? Kagak kerasa sama sekali di pipi gw!". Gw mencibir sambil mengusap pipi bekas pukulan dia.
Gw maju 2 langkah menghampiri mohawk biru lagi. Mental dia akan gw buat ancur dengan ketahan tubuh gw yang kagak normal ini efek dari sering gelut.
Dia bergegas menyerang dengan tendangan menyamping yang dia ancarkan, tanpa menghindar gw terima tendangan dia hingga mengenai perut samping gw.
Tendangan balas tendangan, gw juga melancarkan tendangan menyamping dengan power full ke arah rusuk dia.
"Bugggkk!".
"Aaaaaaaa!". Dia berteriak dan jongkok memegangi tulang rusuk nya.
"Tendangan itu harus tepat tong di titik vital musuh, lu asal tendang aja mana bisa ngalahin gw!".
"Lu musti banyak belajar lagi tong!".
"Praaaak!". mohawk biru berputar dan ambruk di tanah disaat gw tendang pipinya di saat dia masih jongkok dan memegangi perut.
Gw berdiri tegak dan dia tengkurep di tanah dengan darah yang mengalir keluar dari dalam mulutnya.
Tanpa menunggu lama gw balik tubuh dia dan gw injek dada dia kuat dengan satu kaki.
"Uhuk-uhuk!". Dia batuk darah.
"Lu udah ngarti kan tong perbedaan skill di antara kita?!". Gw bertanya disaat kaki gw menekan dada dia.
Itu orang cuma tersenyum dengan wajah yang sudah babak belur.
"Harusnya loe biasa menang dari tadi, kenapa pisau loe buang bang?! Uhuk-uhuk!". Dia masih sempat bicara dan bertanya.
"Gw bukan banci tong yang menyerang dengan senjata di saat musuh gw bertangan kosong, Gw juga mau lu ngerasain sakitnya tinju dan tendangan gw, gimana rasanya menurut lu!".
"Ha-ha-ha-ha! Tidak gw sangka gw bakalan ancur di depan mini market dari orang yang kagak gw kenal! Cepat lakukan bang!". Dia sudah pasrah bicara lemah dan seakan tau tindakan apa yang akan gw lakukan selanjutnya.
"Gw kagak akan sungkan tong!". Gw menjawab dan langsung gw raih tangan kiri dia.
"Craaaakk!".
"Emmmmm aaaaaaaaaa!!!". Teriakan menyanyat hati meledak dari mulut mohawk biru di saat gw putar dan gw patahkan lengan kiri dia.
__ADS_1
Sebagian penonton yang berjenis kelamin wanita pada teriak ngeri melihat ke bengisan yang gw lakukan.
Dari awal gw sudah berjanji pada diri gw sendiri akan patahkan tulang mereka dan gw adalah Abimana Pramono pantang tarik ucapan yang gw keluarkan.