
Gw lihat 2 cebong sudah sampai di depan cewe itu, karena gw kagak dengar apa yang mereka bicarakan, gw cuma bisa menebak dan menerka-nerka saja situasi dan keadaan disana.
Gw lihat wanita itu cukup ramah dan tidak terganggu sama wajah mesum 2 anak cebong, dia tersenyum disaat bicara.
Mendapat Respon baik dan angin segar, Reza dan Udin terlihat semakin bersemangat. Gw lihat dari pandangan mata mereka yang sesekali mencuri pandang di 2 bukit ranum betina berhijab itu, nyesel gw kenapa kagak ikut kesana tadi.
Gw melihat sambil menyulut sebatang rokok lagi, gw ikut senang aja jika 2 anak cebong itu senang.
Tapi tiba-tiba dari kejahuan gw lihat seorang pria berwajah melayu mendekati betina yang lagi bercanda ria dengan 2 anak cebong.
Pria itu lumayan tampan berjalan membawa 2 botol minuman seperti pop ice dengan sedotan di atasnya.
Dia berjalan cepat dengan sorot mata tajam melihat Reza dan Udin dan sesekali melihat wanita itu dengan amarah yang terpancar dari wajahnya.
Apa itu cowo dari betina itu ya? Gw bertanya sama diri gw sendiri.
Kalau benar bisa dapat masalah itu dua cebong, gw terus saja mengamati pria itu yang semakin mendekati 3 orang yang sedang ngobrol asik itu, kagak pada tau ada bahaya yang semakin mendekat.
Gw sebagai penonton jadi deg-deg an adegan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Heii a5shol3..!!". Pria itu berteriak saat berjarak 5 meter dari Reza dan Udin.
"Wuusss!! Praaakk!!".
"Wuuuss!!". Praakkk!!".
Sontak gw langsung berdiri disaat orang itu ngelempar 2 minuman yang dia pegang dan tepat mengenai wajah Reza dan Udin.
Udin dan Reza pun sontak mereka berdua gelagapan dan jatuh terduduk ke belakang karena terkejut.
Dengan muka yang berlumuran air, mereka berdua tampak ketakutan melihat pria yang menatap dengan nafsu membunuh ke arah mereka.
Betina berhijab itupun sama terkejutnya dan melihat ke arah pria di belakangnya.
"Mas kamu kenapa? mereka orang Indonesia juga". Wanita itu bicara dan menghampiri pria yang tampak marah dan emosi itu.
"Plaaak!!".
Gw terkejut dan dua anak cebong yang duduk di tanah juga terkejut saat pria itu tanpa bicara apapun langsung menampar wanita yang memanggil dia mas itu.
"Mas kenapa kamu tampar aku!". Wanita itu bertanya dan memegangi pipinya.
"Kamu wanita jal*ng! ditinggal sebentar saja sudah kecentilan, itu pelajaran buat kamu perempuan jal*ng!".
"Mas kami hanya ngobrol karena mereka juga orang Indonesia yang berlibur kesini". Wanita itu menjelaskan dengan raut wajah sedih.
"Alasan kamu ya! mana ada ngobrol begitu dekat, dasar jal*ng lont*! tidak di indonesia tidak disini kamu selalu buat aku emosi!".
"Mas maaf, kamu salah paham aku enggak ngapa-ngapain sama mereka berdua".
__ADS_1
"Iya kamu enggak ngapa-ngapain tapi apa kamu tau motif 2 manusia buruk rupa itu dekati kamu ha!". Dia bicara sambil nunjuk 2 cebong yang masih aja belum berdiri dengan muka yang pada basah karena di lempar minuman.
"Kamu malah merespon dengan senyum genit, apa m3m3k jal*ng kamu terlalu gatal ha! dan minta digaruk sama mereka?!".
"Mas tolong maafin aku mas, dan jangan berbicara seperti itu. Aku mohon sama kamu". Wanita itu memohon dan memegangi lengan sang pria.
Keren! frontal bangat itu pria bacotnya, keknya dia bisa berteman baik sama gw.
Gw bicara dalam hati dan kembali duduk.
Gw pengen liat apa yang akan terjadi selanjutnya, ini juga bisa jadi pelajaran berharga untuk 2 anak cebong gila itu agar kagak keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
"Apa kamu bilang sama mereka kalau kamu sudah bersuami?!". Pria itu bicara keras lagi sambil melepaskan kaitan tangan wanita itu.
Oh ternyata mereka suami istri. Gw mangut-mangut mengerti.
Jadi disini peran 2 cebong adalah pebinor. Gw tersenyum membanyangkan itu.
Dan gw lihat 2 anak cebong yang saling berpandangan dengan ekpresi wajah nelangsa, mungkin mereka juga kagak tau wanita yang mereka goda sudah punya batang yang mengairi sawahnya.
Wanita itu hanya diam dan menuduk disaat pertanyaaan itu dilontarkan suaminya.
Apa benar betina itu tidak bilang sama 2 cebong kalau udah nikah? wahh semakin seru ini drama. Gw menyedot rokok dengan pandangan tidak lepas ke arah mereka, kagak bakalan gw
lewatkan 1 adegan pun dari drama sore hari nan indah ini.
"Ini sama saja kamu menghina aku sebagai suami kamu! apa kamu lupa kita kesini untuk bulan madu?!". Pria itu semakin marah dan menumpahkan semua emosinya.
Bulan badu? berarti pasangan itu baru nikah dong ya? kemungkina cewe itu masih segelan dan belum dibuka sama suaminya. Otak gw berkelana entah kemana.
Wanita itu masih diam saja menunduk meneteskan butiran air mata.
"Apa kamu mau ajak 2 orang ini tidur diranjang kita ha!".
"Mas bukan begitu, tolong kamu jangan marah dan memfitnah aku yang bukan-bukan mas".
"Aku ini istri kamu mas, harusnya kamu percaya sama aku". Sambil masih meneteskan air mata wanita itu berbicara.
"Percaya sama kamu?! ha-ha-ha-ha, sudah berapa kali kamu seperti ini. Di indonesia kamu juga melacur apa disini juga kamu mau melacur!".
"Maaaas!!!". Wanita itu berteriak
"Plaaakk!!".
Satu tamparan lagi mendarar di pipi wanita cantik berhijab itu.
"Jangan membentak dan teriak di depan aku!". Pria itu berkata dengan dingin.
Melihat pria itu gw jadi keingat mantan cowonya Amora yang begitu posesif dan gw hajar di kost. Sama-sama super posesif dan main tangan.
__ADS_1
Kenapa dada gw panas ya liat itu betina disakiti sama suaminya, bodo lah kagak kenal juga gw. Itu urusan Rumah tangga mereka.
Gw cuma pengen 2 cebong itu mengerti dan sadar kalau bertindak seenak jidat itu kagak baik dan bisa merugikan diri mereka sendiri dan orang lain.
Gw lihat Udin mulai berdiri dan membantu Reza untuk berdiri juga, mereka menghapus sisa-sisa air minuman yang tadi mengguyur wajah mereka, Pasti lengket banget itu wajah.
2 cebong melihat ke wanita itu dengan tatapan kasian, tapi gw juga lihat mereka kagak gerak untuk membantu atau setidaknya mendekat dan ikut menjelaskan.
Apa mereka ketakutan ya sekarang ini, kenapa pada diem aja? wanita itu dapat masalah kan karena mereka berdua.
Gw jadi haus liat drama ini, untung aja bir 2 cebong itu masih belum di minum, gw ambil 1 botol dan gw buka dengan gigi.
Langsung gw tenggak dan transfer air setan ini ke dalam lambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas, tolong sangat sakiti aku mas. Kamu kan tau di indonesia aku cuma keluar dan ngobrol sama teman-teman aku, kenapa kamu selalu marah mas".
"Ya wajar aku marah karena tidak tau apa yang kamu lakukan, mungkin itu cuma alasan kamu saja. Siapa tau kamu punya selingkuhan!".
"Mas aku berani bersumpah mas, aku sama sekali tidak melakukan dan punya selingkuhan seperti semua yang kamu tuduhkan itu".
"Sumpah kamu bilang! sumpah hanya keluar dari lidah tidak bertulang kamu itu, apa itu bisa dipercaya ha!".
Lidah emang kagak bertulang om, batang juga kagak bertulang cuma ber urat doang. Gw menjawab dalam hati.
"Mas aku mohon percaya sama aku mas!". wanita itu bersimpuh di kaki suaminya.
Sungguh pemandangan yang sangat memilukan hati, semakin buat gw emosi drama ini. Gw tenggak lagi air setan di botol hingga abis tak tersisa.
"Bang sudah bang, istri abang tidak bersalah bang".
Gw terkejut saat Udin yang dari tadi diem ikut berbicara.
Gw yang semula mau berdiri dan berjalan kesana, untuk sesaat gw urungkan karena penasara sama 2 cebong itu mau bicara apa.
Mungkin mereka berani bicara dan memecahkan masalah, itu akan menjadi kemajuan yang signifikan untuk mereka jika mau melangkahkan kaki di jalan Preman.
Pria itu melotot tajam dan maju 2 langkah ke arah 2 cebong, gw liat Reza dan Udin pun Reflek mundur dua langkah. Sumpah pengen ngakak gw liatnya, kek acara komedi ini cok.
Wanita yang dari tadi bersimpuh pun berdiri kembali dan berjalan di belakang suaminya tidak berani bicara.
Jarak pria itu dengan 2 cebong hanya sekitar 6 meter saja, Reza dan Udin berdampingan saling berpegangan tangan saling menguatkan mungkin.
Sungguh pemandangan yang sangat berlawanan arus disaat pria itu menatap tajam penuh amarah ke Reza dan Udin.
Dua cebong itu hanya menatap pria itu malu-malu dan ketakutan, sungguh malu gw melihat adegan ini. Apa mereka kagak belajar saat melihat gw gelut dan mengintimidasi dengan sorot mata.
Kenapa mereka begitu bodoh, apa gw terlalu berharap sama mereka ya? apa mereka berdua hadir di hidup gw cuma untuk buat gw emosi sama ketawa doang.
__ADS_1