
"Bimo gelap banget ini aku takut jatuh". Suci di samping gua mengeluh pelan dalam perjalanan ke Sungai belakang rumah Jono.
Walau gua udah nyalain senter hp dan tangan dia gua gandeng tetap saja Suci tampak hati-hati melangkahkan kaki.
"Tenang saja sayang walau jalannya menurun gini tapi enggak licin kok". Gua jawab dengan santai untuk menyakinkan dia, "Lagian kan ada aku disini, enggak akan aku biarkan kamu terjatuh pokoknya".
"Tapi kalau kamu yang terjatuh gimana Bim?". Suci menjawab sambil tertawa pelan, ngajak bercanda keknya dia ini.
"Ya jika sekarang atau suatu saat nanti aku terjatuh kamu cukup diam saja". Jawab gua Cuek.
"Kok kamu suruh aku diam? Harusnya kan minta aku untuk bantuin kamu bangkit, enggak romantis banget".
"Hehe, jangan salah neng.. Jika kamu minta Abang Bimo bisa ini jadi orang paling romantis di dunia, Jika aku jatuh nanti jangan kamu ulurkan tangan kamu untuk bantu aku bangun karena aku gak tau aku bakalan jatuh dimana".
"Maksud kamu?". Suci terdengar tidak paham.
"Maksudnya ada kemungkinan pacar kamu ini akan jatuh di tempat yang berbahaya dan bisa jadi malah kamu ikut jatuh nanti jika mengulurkan tangan membantu".
"Accchhhh..!! Kok malah dicubit tangan aku sayang bukannya di gandeng yang erat".
"Kamu meremehkan aku Bimo, kalau seperti itu kamu sama saja meragukan aku.. Masak aku harus diam saja saat liat kamu jatuh, hati aku juga bisa sakit tau jika orang yang aku sayang menderita".
"Kata siapa kamu musti diam sayang? kamu bisa kasih semangat aku untuk bangkit dan bangun, asal kamu tau saja ya bagi sebagian pria di dunia ini.. dukungan dan semangat dari wanita yang dicintainya itu lebih besar dari apapun juga".
"Hehe dasar memang penuh akan gula mulut kamu Bimo". Suci semakin mempererat cengkraman tangannya yang terlah berada di sela-sela jari gua sejak tadi, sepertinya doi suka dengan kalimat ngawur yang baru saja gua ucapkan itu.
"Kalau penuh akan gula ya bahaya dong bisa-bisa jadi sarang semut ini mulut tapi sayang kapan sampainya ini jika kita jalannya lelet kek gini?".
"Kan ini jalannya menurun Bimo harus hati-hati".
"Gini aja deh biar cepat kamu naik biar aku Gendong". Gua melepas tangan Suci dan segera maju jongkok di depannya.
"Bimo kamu jangan aneh-aneh deh, badan kamu kan kurus mana kuat gendong aku.. malah bahaya dan jika jatuh pasti akan seperti bola salju kita, menggelinding ke bawah". Suci menolak dan coba tarik gua untuk berdiri lagi.
__ADS_1
"Udah deh sayang nurut saja, waktu terbuang secara percuma ini dan aku juga udah gak tahan dari tadi".
"Gak tahan apa?".
"Lha malah nanya, pura-pura lupa apa pura-pura polos kamu? Ya udah gak tahan ingin kasih kamu perjaka aku lah, apa lagi coba".
"Plakk!" Suci memukul punggung gua pelan, "Dasar mesum!".
"Mesum juga sama kamu ini, ayo cepat naik".
"Iya-iya tapi awas ya kalau sampai jatuh!". Suci mengancam sambil naik ke punggung gua dan merangkul leher.
"Iyaaahhh!". Gua berdiri langsung, "Sayang pegang hp nya". Gua memberi Suci hp gua untuk penerangan sementara kedua tangan gua kebelakang menopang pinggulnya.
Gua pun segera melangkah lagi menuju sungai yang sepertinya jauh banget ini padahal tadi sore saat gua mandi kagak berasa lama gini.
"Bimo sudah ada berapa wanita yang sudah pernah kamu gendong seperti ini?". Suci yang kepalanya tepat di samping kuping gua bertanya.
"Jujur demi apapun ya kamu adalah wanita pertama yang aku gendong belakang seperti ini, kenapa kamu tanya seperti itu? Emang boleh aku gendong wanita lain?".
"Sa.. Yang.. Aku gak bisa nafasss..!!". Gua megap-megap karena berasa di cekik.
"Oh maaf-maaf, enggak sengaja". Dengan sambil tertawa kecil Suci berucap santai banget padahal hampir buat gua pingsan dia.
"Tenang saja sayang aku enggak akan gendong cewe lain selain kamu jadi kedepannya jangan cekik gitu lagi ya?".
"Itu enggak sengaja Bimo, reflek aja tadi".
"Iya reflek, ini juga reflek kok jari-jari aku". Dengan kasar kedua tangan gua yang menopang pinggulnya beremas keras.
"Accchhhh..!". Suci auto menjerit.
"Jangan marah ya? aku juga reflek itu tadi". Reflek tapi terus saja berkerja tangan gua mengelus dan meraba di belakang sana.
__ADS_1
"Uhhhh.. sayang kamu enggak mau kalah banget sih". Suci melenguh dan pipinya nempel di leher gua, nafas dia bisa gua rasakan saat ini.
"Mbak Suci udah nafsu banget ini sepertinya, udah gak sabar ya?".
"Bimo.. o o.. Jari-jari kamu..." Suci mencicit pelan karena jari-jari gua di belakang mulai... ( karena malam hari dan gelap kamera tidak bisa merekam dan mendeskripsikan dengan kata-kata yang jelas, harap gunakan imajinasi masing-masing)
"Enak ya sayang?". Dengan Suci yang masih di gendongan, gua bertanya dan menggoda sambil melangkah lebih cepat karena gua juga udah nyut-nyutan ini.
Suci kagak ngejawab tapi nafasnya sudah begitu sangat tidak teratur saat ini.
Suara merdu air mengalir sudah bisa gua dengar dengan jelas dan akhirnya sampai juga gua di pinggir sungai.
"Sayang kamu turun dulu ya? udah sampai kita". Gua menurunkan Suci pelan
"Hati-hati sayang!". Gua menangkap dan memeluk dia karena tanpa gua duga Suci sempoyongan dan tidak bisa berdiri dengan tegak.
"Ya ampun baru kena jari-jariku saja kamu udah mau melayang gini apalagi kena..
"Bimo icchh!". Dengan manja Suci tampak malu dan pukul manja dada gua, "Ini kan kamu yang nakal". Suci begitu gemas saat ini
"Hehe, sayang kita mulai yuk.. Kamu bawa benda yang kemarin aku lempar ke mobil kamu kan?".
"Benda apa?".
"Plastik lentur yang menyerupai balon rasa apel buat bungkus.. Emmmmm!!". Belum kelar bicara mulut gua langsung di bekap sama Suci.
"Tadi kamu cekik aku sekarang kamu bekap mulut aku, sepertinya aku musti balas dendam ini dan bekap mulut atas dan bawah kamu". Gua mendapat Suci seperti serigala lapar.
Suci entah kenapa langsung mundur dua langkah ke belakang dan memberi tatapan menggoda ke gua.
Dia mengambil benda yang gua tanyakan dari saku dan langsung tunjukan ke depan, depan gua tepatnya.. "Bimo? kamu bisanya cuma bicara doang ya?". Dengan ekspresi dan nada suara menantang Suci tampak begitu genit.
"Hahaha, sayang aku enggak tau kamu punya sisi yang seperti ini juga.. Akan aku pastikan kamu untuk menjerit dan minta ampun". dengan cepat gua langsung maju ke depan.
__ADS_1
"Accchhhh...!!". Suci menjerit manja.
"Byur!! (Drone kamera yang bisa merekam dengan jelas apa yang terjadi tiba-tiba jatuh ke air dan langsung hanyut)