
Warning:Part 20+ Biasa aja bacanya jangan terbawa suasana dan ucapan ngawur Bimo.
"Pergiii!!".
"Jangan mendekat!!".
"Pergiii!!".
Wanita berambut pendek itu berteriak histeris, saat gw berjalan pelan membawa pisau lipat ke arah dia dan sang pria yang tergeletak di tanah.
Gw liat pria itu mencoba untuk berdiri walau sangat kesusahan dengan tangan patah dan paha yang gw tusuk masih mengeluarkan darah.
Akhirnya dia berdiri dibantu sama si betina, walau badan dia membungkuk ke depan dengan tangan kiri patah terkulai lemah, dia masih saja menatap tajam ke arah gw.
"Yank kamu cepat lari dari sini, biar aku ulur waktu buat kamu!". Pria itu bicara pelan dengan cewe yang terus saja nangis di sebelahnya.
"Enggak mau, kalau aku pergi harus sama kamu".
"Yank, jangan keras kepala. Pergi dan lupain aku, mungkin kita tidak bisa bersama".
"Enggakkk!!".
"Enggakkkk!!".
"Enggaaaaaaaaaak!". Itu cewe teriak-teriak lagi.
Mata Pria itu berkaca-kaca melihat keteguhan hati sang wanita untuk menemani dia.
Dan sekarang gw merasa menjadi penjahat yang berusaha untuk memisahkan pasangan lebay ini, sialan kok jadi kebalik gini ya.
Kan harusnya mereka yang jadi penjahatnya dan gw adalah pahlawannya.
"Sorry kalau gw ganggu moment kalian. kalau boleh tau kalian berdua lagi main drama apa itu? drama korea apa China?". Gw bertanya sambil mainin pisau lipat yang gw pegang.
Mereka berdua langsung bersama-sama menatap gw, mata pria itu masih penuh akan amarah dan sang betina terlihat menatap gw sendu dengan mata yang terus ngeluarin air.
"Gw masih bisa bertarung sama elo dan kalau loe lelaki sejati jangan sakiti cewe gw dan biarkan dia pergi". Pria mulai berbicara
"Tong, lu berdiri aja kagak becus masih mau gelut sama gw lu. Dan apa lu bilang? lelaki sejati, hahahaha!"
Gw maju menghampiri dia yang berdiri di papah sang wanita.
Mereka reflek mundur pelan ke belakang.
"Bruuukk!"
Gw tendang pelan kaki dia dan kembali lagi jatuh ke tanah.
"Bajingan, Binatang! tidak punya belas kasih!". Wanita itu berteriak dan dengan cepat membantu sang pria yang meringis kesakitan untuk duduk di tanah.
Sekarang gw dalam posisi berdiri tegak dan 2 orang yang duduk di tanah menatap gw seperti menatap iblis, terutama tatapan dari si betina.
"Dari awal kan lu berdua yang nyolot dan cowo lu itu yang sok jagoan, dia jual ya gw beli".
"Tong apa lu fikir, lu manusia terkuat di bumi? lagak lu aja kek Samson, ingat di atas peyek masih ada udang".
Mereka seperti orang linglung, mendengar pribahasa aneh gw. Tapi bodo amat emang itu kata yang gw tau.
__ADS_1
"Kamu Apa yang kamu lakukan disana?!".
Suara familiar terdengar dari arah belakang gw.
"Tolong pak! tolong..! ada psikopat gila, tolong!". Betina itu langsung berteriak minta tolong saat melihat orang datang.
Reflek gw berbalik dan langsung maju 2 langkah, gw tersenyum kecil melihat orang berbaju putih dan celana hitam, yang berdiri terpaku melihat gw dan 2 orang dibelakang gw secara bergantian.
Ya benar sekali dia adalah satpam cemen yang awal gw datang udah nyolot, orang pertama yang gw tantang adu nyawa saat datang kesini.
"Apa lu! mau sok jagoan? sini gw kasih sekalian lu cindramata!". Gw langsung bicara menantang.
Dia mundur dan melihat orang yang bersimbah darah di belakang gw dan wanita yang ketakukan dari tadi.
"Nape lu malah bengong! lu satpam pembela kebenaran dan menyebarkan kebajikan kan? Gw yang lakuin itu jadi sini dan tangkap gw?!".
"Ada apa ini mas? tolong jangan gegabah dan biarkan mereka pergi". Dia perkata pelan
"Kalau gw kagak mau lepas mereka lu mau apa?". Gw bicara dengan memainkan pisau lipat di tangan dan dia melihat itu.
Tiba-tiba dia dengan cepat mengambil Hp dari sakunya yang kagak bunyi.
"Halo, oh iya shift saya sudah selesai. Kamu mau ajak aku ngopi? baik saya akan kesana sekarang".
"Maaf mas saya pergi ngopi dulu silahkan dilanjutkan saja". Dia bicara dan berbalik badan dengan langkah cepat dia berjalan pergi.
Gw bengong kek orang bego, liat adengan kocak di depan gw barusan.
Kagak tau gw mau ketawa apa nanggis semoga saja satpam di Indonesia kagak seperti orang itu. Sumpah mental terbuat dari tempe itu orang.
Wanita itu berteriak-teriak memanggil satpam yang sudah menghilang menggunakan jurus kaki seribunya.
Gw berbalik dan terseyum melihat betina itu yang tampak putus asa.
Dan sang pria tampak seperti pasrah dengan apa yang akan gw lakukan selanjutnya.
"Sebenarnya gw udah kagak mood untuk sakiti kalian, tapi gw masih sakit ati sama bacotan lu berdua".
"Sekarang kita buat mudah saja tong, gw kasih lu 2 pilihan".
Mereka berdua melihat gw dengan muka penasaran. Dan suasana ini yang gw suka dan gw nantikan.
"Pilihaan apa cepat katakan?!" betina itu berbicara cepat
"Kagak sabaran aja lu neng, udah gatel ya itu lidah lu!".
"Apa maksud kamu hahh!" cepat bilang kamu mau apa ibliss!!".
Kedua orang itu melihat dan menanti gw bicara dengan raut wajah tegang.
"Eheemm!!" Gw menata pita suara gw agar tidak serak.
"Pilihan pertama kalian boleh pergi setelah gw patahin lagi satu tangan cowo lu".
Wanita itu tampak terkejut dengan pilihan pertama dan sang pria tampak sudah akan menerima nasib nya.
"Binatang, terkutuk kamu! apa kamu belum puas haa! sudah sakiti dia hingga seperti ini? kamu bukan manusia tapi ibliss jahanam!!". Betina itu mengumpati gw dengan sumpah serapahnya yang terdengar sangat merdu si telinga gw.
__ADS_1
"Apa yang kalian tanam itulah yang akan kalian petik neng!, sifat kalian yang sombong dan sok hebat itu lah yang menyebabkan kalian seperti ini, jangan berfikir dunia ada si telapak kaki kalian".
"Apa loe bisa berjanji jika selesai patahin tangan kiri gw, akan biarkan kami pergi?" akhirnya pria itu bicara.
"Sayank, jangan yank.. aku enggak mau kamu kesakitan lagi. Please jangan aku mohon!".
"Iya gw janji akan lepasin kalian".
"Tolong jangan, aku mohon jangan sakiti dia lagi tolong!". Wanita itu memohon
"Kalian kagak mau dengar pilihan yang kedua? mungkin kalian tertarik dengan pilihan no 2 yang gw tawarkan!". Gw tersenyum kecil melihat mereka.
Gw liat itu betina sangat mencintai cowonya, gw pengen liat sebesar apa itu dan gw juga ingin liat beranikah mereka berkorban untuk saling melindungi.
"Apakah pilihan no 2 itu bisa lebih baik?". Betina yang mirip artis Amanda Manopo bertanya ragu.
"Tentu saja lebih baik dan gw kagak akan patahin tangan cowo lu".
"Iya aku ambil pilihan itu". Jawab wanita itu cepat tanpa ragu.
"Apa lu nyakin mau ambil pilihan no 2?" Gw tersenyum lebar melihat wanita itu dan sang cowo melihat itu.
"Jangan!! gw ambil yang pertama, jangan buat cewe gw menderita". Pria itu sepertinya tau apa yang gw fikirkan.
"Pilihan sekarang tidak ada ditangan lu tong, tapi di tangan cewe lu! mending lu diem dan nikmati saja pertunjukan ini".
"Yank aku enggak apa-apa, kamu tenang saja". Wanita itu berbicara menenangkan sang Pria.
"Cepat kamu bilang, pilihan no 2 itu! kamu mau apa? uang? berapapun akan aku kasih!".
"Kagak usah lu pamer harta sama gw! pilihan no 2 sangat simpel dan gw nyakin loe akan suka".
"Gw tidak akan sakiti cowo lu tapi..
"Tapi apa cepat bilang?!".
"Gampang kok, tadi lu liat benda di dalam sarung gw kan, lu kesini aja jongkok di depan gw dan buat benda itu bahagia dengan mulut dan lidah lu".
Suasana hening, wanita itu yang dari tadi jongkok memegangi cowonya di tanah. Langsung duduk seutuhnya melihat gw nanar.
"Bangsaaaatttt!!! apa yan loee mintaa anjinnggg?!!".
"Gw bunuhhhh loe bangsatttt!!!". Pria itu mencoba merangkak ke arah gw tapi langsung di tahan sama si betina.
Tanpa bicara wanita itu berdiri melihat sang pria dengan senyum menenangkan.
Dan saat melihat gw senyum itu berubah menjadi tatapan kebencian.
Dia mulai berjalan pelan ke arah gw sambil melihat sarung yang gw pakai, seperti sedang menguatkan mental dia.
"Berhenti yank!!".
"Jangaan!!"
"Aku mohooon jangaan lakuin itu!!".
"Berhentiiii!!!!"
__ADS_1