Preman Campus

Preman Campus
BATANG LIDI


__ADS_3

"Oh jadi elo si goblok bersarung yang injek kaki gw, yang ditunggu supir goblok ini?!" Pria itu langsung nyolot saat tiba di depan gw


"Hello again bro, gimana kaki lu? sorry gw sengaja injak tadi. Gw kira itu t*i bukan kaki".


"Hahahaha!! berani, sungguh berani! Apa loe tidak tau siapa gw haa!".


"Cowo aku ini bukan orang sembarangan asal kamu tau, pria udik seperti kamu berani-beraninya tidak sopan, udah untung aku tenaning cowo aku saat kamu injek kakinya tadi, harusnya kamu berterima kasih!". Sang betina yang berdiri di sebelahnya ikut berbicara dengan nada bicara angkuhnya.


"Gw emang kagak tau siapa lu bro, jadi gimana? apa kita kenalan dulu ini sambil ngopi bareng?".


"Dan mbaknya yang cantik dan modis wanita metropolitan, kenapa gw harus berterima kasih. Kan gw kagak minta tolong sama situ! lu yang sukararela bantu gw, kenapa emang? lu naksir sama gw? sorry standar gw tinggi!".


Wajah pria didepan gw tampak merah karena amarah saat gw menjawab dan menghina betina nya.


"Duit loe berapa haa? berani ajak gw ngopi,palingan kopi yang lu minum kopi rentengan 1000 satu gelas, Bisa muntah gw! asal loe tau aja gw adalah anggota geng Apolon yang ditakuti di kota ini, jangan main-main loe sama gw!".


"Liat lu kamu aja aku jijik, ngapain aku naksir sama pria kampung udik seperti kamu! bisa turun drajat aku". Sang betina ikut merespon.


"Nak Bimo, bagaimana ini. kita minta maaf saja gimana?". Pak Rohmat bicara pelan dari samping gw.


"Tu supir goblok aja ngerti dan takut sama cowo aku". Wanita itu terlihat sangat bangga saat mendengar pak Rohmat berbicara dan ketakutan.


"Sekarang kamu jongkok dan sujud di depan kaki kita, kalau mau kami maafkan". Dia melanjutkan bicara.


Lagi dan lagi, anak geng Apolon. Punya dendam apa sih mereka sama gw, muncul mulu mereka disekitar gw.


Baru kemarin malam gw gelut sama anggota mereka yang serang rumah judinya bang Jack, ehh sekarang muncul lagi atu. Apa dia kagak tau geng nya mau ancur dan hilang dari kota ini.


"Kenapa loe liatin gw gitu ha! loe takut dan kencing di sarung gembel loe itu!".


"Mungkin dia BAB juga yank karena ketakutan". wanita itu menyumbat hidungnya melihat gw.


Gw tersenyum kecil melihat mereka dan tarik pak Rohmat mundur dua langkah ke belakang.


"Kenapa loe mundur, takut loe dan mau lari?! Hahaha. Dasar banci ganti aja itu sarung sama daster".


"Pak, tolong nanti bapak mengidar sedikit jauh ya". Gw berbisik pelan


"Jangan nak, nak Bimo mau apa?".


"Tenang pak, biarakan saya olahraga sebentar".


"Ngapain kalian bisik-bisik, mau cari rute kabur!. Hahahaha.


Pasangan cowo cewe itu tertawa terbahak-bahak melihat gw.


"Nak Bimo jangaan!!".

__ADS_1


Udah terlambat larangan pak Rohmat, gw terlanjur melesat maju dengan cepat ke depan 2 orang yang sedang tertawa lebar itu.


Mereka langsung terkejut dan terdiam saat gw udah ada tepat berasa di depan mereka.


"Buggggkk". tanpa banyak bacot langsung gw hantam dagu pria itu dengan uppercut dari bawah.


"Aahkkk!". dia mengerang dan jatuh ke belakang.


"Kamu!!". sang betina terkejut saat melihat pasangan nya tanpa permisi gw hantam.


"Kamu apa hah!!". Gw pegang leher wanita itu dengan tangan kanan.


"Plaak!


Gw tampar pelan wajah itu betina, dia langsung berontak memukul tangan gw yang memegang leher dia.


"Lepasin bajingan!! lepasin!". Dia berteriak-teriak putus asa saat tangan gw masih kokoh menempel di leher dia.


"Yank tolongg yank!". Dia merintih kesakitan.


"Anjing! lepasain cewe gw, anjing!". Pria itu berdiri dan berteriak.


Gw dorong wanita itu pelan hingga dia jatuh terduduk ke belakang.


"Tu udah gw lepasin, gw juga jijik sentuh pecun lama-lama. Bisa ketularan penyakit nanti gw".


"Nak Bimo hati-hati!" Pak Rohmat berbicara dari belakang. Mengingatkan gw.


"Mampus loee!! hiyaaaaa!!". dia melacarkan tinju kanannya ke arah wajah gw.


Dengan santai gw mundur ke belakang 1 langkah untuk menghindar.


"Kek anak kecil aja loe bro, gelut pakai teriak hiyyaaaa segala". Gw terseyum kecil meremehkan.


"Ba*gsat, anjing!!". Dia maju lagi dan sekarang menyerang dengan tendangan kaki kanan nya yang tertuju ke perut gw.


"buuugkk!!". Suara tendangan kaki dia mendarat di perut samping gw.


Tanpa goyah gw masih berdiri tegak dan "Buuugkk!!".


Sebelum kaki dia turun tendangan cepat juga gw lancarkan ke perut kiri dia dengan full power yang gw miliki.


Dia langsung terhuyung jatuh ke samping dan memegangi perut samping dia.


"Ngapai lu bro tiduran di ono?! bangun gi, sebelum gw telanjangi cewe pecun elu!".


Wanita itu mendengar dan merangkak mundur ketakutan.

__ADS_1


"Aaaaarrrrrrhhh!!!". Gw bunuh loe anjing!!!". Pria itu bangkit lagi dan ngeluarin pisau lipat dari balik bajunya.


"Teriak-teriak mulu lu bro! sekarang apa? lu mau berubah jadi macan!".


"Nak Bimo, hati-hati. Dia ngeluarin pisau!".


"Baru pisau ini pak, santai aja. paling pisau mainan itu!". Jawab gw ngasal


Baru pisau dan kalaupun dia ngeluarin pedang dan parang atau gas elpigi pun kagak bakal gentar gw, tidak ada yang Abimana Pramono takuti di dunia ini kecuali gelap, setan film horror dan 2 orang yang berkolaborasi untuk buat gw.


"Gw bunuh loee!!" Pria itu maju berlari dan mengacungkan pisau nya ke arah gw.


Gw langsung siaga penuh, saat dia mencoba menusukan pisau ke perut bagian tengah gw.


Dengan cepat gw mundur tapi dengan cepat pula di maju.


Dan sekarang pisau itu terarah ke wajah gw, reflek gw langsung menunduk rendah.


Kaki dia terangkat dan menendang tepat di dada gw, tanpa bisa gw hindari karena posisi yang tidak menguntungkan.


Gw pun jatuh terjengkang ke belakang.


"Aaaaaaaa!!!" suara wanita berteriak saat sarung gw tersingkap ke atas.


Sialan liat senjata gw itu betina, semoga aja kagak ikut serang gw, karena jadi nafsu.


Disaat masih rebahan di tanah gw masih aja berfikir yang kagak-kagak.


Dengan cepat gw turunkan lagi sarung gw.


"Bangsattt lu takuti cewe gw anjing!!!". Dia maju lagi dan dengan cepat gw berdiri.


Gw mundur menghindar saat tusukan membabi buta dia lancarkan ke arah perut dan dada gw.


Dia berhenti dan terengah-engah karena gw selalu mengindar saat dia menyerang.


"Kenape ente bro? capek, loyo amat lu jadi cowo!"


"Pantes betina lu teriak gemas saat liat batang gw, pasti dia kagum dan terpesona. Mungkin dia kagak kerasa saat lu masukin sama batang lu yang segede korek kuping itu, yang paling cuma buat itu betina geli doang!".


Pak Romhat tampak terkejut dengan bacotan vulgar gw, kagak tau apa gw lagi provokasi, biar orang yang pegang pisau itu marah dan lengah.


"Gw cincang lu b*ngsat!!!". Dia berlari ke arah gw.


"Batang lidi lu yang bakalan gw cincang Babi!".


Gw juga melesat maju menyambut serangan dia.

__ADS_1


__ADS_2