
"Anjing.. Gw mampusin loe bayi!". Dengan tangan mengepal keras kang parkir gimbal depan gw maju dan menghampiri gw dengan emosinya yang memuncak dan siap untuk menyerang.
"Mundur Mbak!". Gw berteriak lantang mendorong mbak Suci yang malah begong menjauh ke belakang.
"Bimoo!". Suara mbak Suci tampak terkejut bercampur kawatir.
Pukulan tangan kanan dengan cepat datang dari depan dan menuju wajah dan gw langsung cover bertahan dengan 2 siku naik menutupi wajah seperti petinju yang sedang bertahan di atas ring.
"Praakk!". Suara bogem mentah tepat menabrak lengan gw.
Gw yang belum fokus terbawa power pukulan dan mundur hilang keseimbangan.
"Bimo! Kamu gak apa-apa?". Mbak Suci di belakang dengan cepat memengang pahu gw agar kagak jatuh kejengkan.
"Bajingan! tolong-tolong ada orang gila, Tolooong...!!". Mbak Suci berteriak.
"Hahahaha loe mau minta tolong sama siapa? Disini tidak ada yang berani sama gua! sekuat apapun loe minta tolong percuma, hahaha". Tertawa terbahak-bahak dan meregangkan ototnya dengan santai kang parkir depan gw, terlalu percaya diri dan jumawa tipikal penjahat kampung yang belum mengerti apa itu arti rasa sakit yang sesungguhnya.
"Tolooong! Pak tooolong pakk.. Toloong!". Mbak Suci terus berteriak memanggil orang-orang di depan rumah makan tapi mereka hanya diam kek patung dan pura-pura gak dengar.
"Hahaha.. Percuma loe teriak sampai pita suara loe putus pun gak bakalan ada yang mau nolong loe berdua". Dengan tatapan bengis dia berbicara memandang mbak Suci sambil men.ji.la.t bibirnya.
"Kriminal! penjahat!". Mbak Suci yang tampak putus asa hanya bisa menghujat.
"Salah loe sendiri kenapa gak mau bayar, kalau loe bayar ini semua enggak akan terjadi dan kalian bisa pergi dengan aman, sekarang udah terlambat untuk kalian menyesal, hahaha".
"Baik akan aku bayar tapi sudah jangan sakiti adik aku lagi, cukup.. Stop! Dan hentikan kekerasan yang kamu lakukan". Mbak Suci pasrah menyetujui, dia tampak mengeratkan giginya menahan amarah.
Gw yang dari tadi diam terharu mendengar kata-kata mbak Suci yang sangat ingin melindungi gw. Walaupun kita menjadi saudara angkat belum ada 4 jam, Gw tersenyum kecil dan melamun sendiri ternyata seperti ini rasanya punya kakak cewe.
"Loe Budeg ya?! Gw bilang udah terlambat, buat apa 2 juta jika gua bisa miliki semuanya? Hahaha!". Pandangan dan ucapan pria menjijikan itu sangat penuh arti dan seperti sedang merencanakan sesuatu.
__ADS_1
"Maksud kamu apa? 2 juta itu yang kamu inginkan kan? Akan aku kasih apa mau kamu!".
"Gua berubah fikiran pertama gua akan mampusin dulu adik bayi loe itu dan setelah itu.. giliran loe yang gua buat teriak-teriak ke enakan minta ampun dan semua barang dan duit loe berdua akan jadi milik gua". Dengan senyum lebar pria itu tampak sangat percaya diri dengan rencananya.
"Iblis! Setan terkutuk kamu!". Mbak Suci semakin ketakutan histeris dan mundur tapi tangannya masih memegang pundak gw erat.
"Gua memang Iblis dan loe betina adalah santapan nafsu b.i.r.a.h.i gua! Hahaha..!!".
"Bacot lu tong!". Gw meyela dan berdiri tegak, makanan yang gw makan tadi sudah berubah menjadi energi dan bertransformasi menjadi stamina, dengan full stamina seperti ini gelut 5 jam pun hayok aja.
"Apa loe bilang bayi! Coba ulangi lagi?". Dengan bengis dia memandang gw seakan-akan gw takut dengan hal semacam itu yang ada ingin gw colok itu mata dengan linggis.
"Anak pecun! Kuping lu kemasukan tai emak lu ya?! Jadi gak bisa dengar? gw bilang lu bacot! Kalau mau ngelampiaskan b.i.r.a.h.i cari aja kebo atau kambing sana, muke kek ****** berani menghina kakak gw lu!". Gw mengumpat menghina plus meremehkan.
Hening, suasana untuk sesaat berubah menjadi hening hanya terdengar suara motor dan mobil yang lewat di jalan raya tidak jauh dari posisi kami.
"Bimooo?". Mbak Suci memanggil nama gw pelan, jelas dia semakin terkejut lagi dengan lidah dan keberanian gw.
Sementara blangsak depan gw mukanya sudah semerah darah begitu juga dengan matanya bertanda emosi sudah naik ke ubun-ubun.
"Mbak menjauh!". Gw kembali mendorong mbak Suci yang ada di belakang gw dan segera maju menyambut serangan dengan senang hati.
"Bimooo jangaaann...!!". Teriakan histeris kawatir mbak Suci terdengar tapi untuk sementara gw abaikan karena sumbu emosi gw udah abis kebakar sejak tadi, bisa gila gw jika kagak patahin tulang orang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tetesan gerimis air hujan menandai dimulainya duel satu lawan satu yang akan gw lakoni.
"Wusssshh!". Musuh melakukan pukulan tangan kiri menyamping dengan cepat dan mengarah ke pipi kanan gw.
"Lemah!". Gw mencibir dan menunduk untuk mengindar. "Mukul angin lu tong!".
__ADS_1
"Huaaaa..!". Dengan teriak amarah kali ini dia memanfaatkan situasi gw yang menunduk dan dari bawah lutut kanannya naik ke atas dan menuju dagu gw.
"Plaaakkk!". Lutut yang terbang naik itu gw tahan dengan kedua telapak tangan dan kembali dia tarik menginjak tanah.
"Aaaaaa! Adoohhhh..!!!". Gw langsung teriak karena tanpa gw sadari rambut gw dijambak dengan kedua tangannya dan diremas ditarik kencang.
"Anak pecun, Berantem lu kek emak-emak!". Gw meraung.
"Buuggkk!". Suara pukulan
"Buuggkk!". Suara pulukan
"Buuggkl!". Suara pukulan
Sementara dia jambak rambut gw, kedua tangan gw yang bebas langsung membabi buta menghujani perutnya dengan pukulan hingga dia mundur dan melepas tangannya dari pala ini.
"Uhukk-uhukk!". Kang parkir gimbal jiwa emak-emak itu langsung terbatuk efek dari perutnya yang gw pukul.
"Anjing!". Gw mengumpat saat kulit kepala gw nyeri dan ada rambut yang rontok saat gw pegang dabln usap kepala.
"Bimo kamu gak apa-apa?". Dengan panik mbak Suci berbicara dan akan menghampiri gw dari belakang.
"JANGAN MENDEKAT MBAK!". Gw cepat melarang, "Aku baik-baik saja".
"Udah Bim jangan terusin, kita lari aja". Wajah mbak Suci nanar memandang gw masih dengan rasa kawatirnya.
"Jangan coba-coba kabur kalian sialan!". Musuh di depan menyela.
"Hei kaleng sarden! Nape lu pegangin perut kek gitu? Sakit pukulan gw? Bacot lu doang yang gede. Gw masih berdiri disini Babi! Jika lu berani dan ada kemampuan maju sini". Gw tanggapi dengan tantangan.
"Biadap! Kali ini gua akan serius dan benar-benar akan bunuh loe sialan!". Raungan penuh amarah dia keluarkan.
__ADS_1
"Masih banyak bacot lu kampret! Kalau lu kagak maju biar gw yang maju, siapin semua jurus yang lu punya karena gw kagak akan segen!".
Langkah cepat ke depan gw ambil dan duel satu lawan satu ini pun berlanjut.