Preman Campus

Preman Campus
HADIAH UNTUK ORANG BAIK


__ADS_3

Akhirnya pukul 19:40 kita sudah sampai di gedung bioskop Empire XXI.


"Ini pak uang nya". Amora menyodorkan selembar uang 100 ribu.


"Maaf neng cuma 75 ribu ongkos yang tertera di aplikasi, enggak punya kembalian bapak. Uang pas saja kalau ada".


"Amora,kamu masuk duluan aja. Dan cepat ambil tiket yang sudah kamu pesan. Biar gw yang bayar ongkos grabnya, gw ada uang kecil".


Amora tersenyum, mendengar gw ngibul.Mana ada gw uang kecil.


"Ya udah, aku tunggu di dalam ya? nanti kamu enggak usah beli popcorn dan cola biar aku aja pakai uang ini". Dia memperlihatkan duit yang di sodorkan ke Pak Rohmat tadi.


"Iya terserah kamu aja, gw nurut sama baginda ratu pokoknya".


"Apaan sih! hehehe.


"Ya udah kamu turun dulu gi nanti gw nyusul!".


Dan tidak lama Amora pun keluar dari mobil dan masuk ke gedung bioskop termewah di Jogja ini.


Gw clingak-clinguk ke sekitar mencari box uang alias ATM.


"Nak Bimo, cari apa? Kalau nak Bimo tidak punya uang, bapak tidak apa-apa kok. Bapak ikhlas".


Ya ampun baik banget ini si bapak, murah hati banget yak. Calon-calon penghuni surga ini ma. Gw bicara dalam hati kagum dengan pak Rohmat.


"Tenang aja pak, gini-gini saya anak Sultan terkaya di Indonesia".


"Hehehe, nak Bimo bisa saja".


Kagak percaya ini si bapak, Apa gw suruh bokap buat perusahan transportasi online aja terus angkat pak Rohmat ini jadi direkturnya biar dia percaya. Gw berfikir gila dan berlebihan


"Pak Rohmat yuk ikut saya?".


"Kemana nak, bapak harus cari penumpang lainnya ini?".


"Bapak tenang saja, dan percaya sama saya. Bapak orang baik dan saya suka dengan pak Rohmat. Saya akan beri hadiah kecil untuk bapak dan keluarga".


Pak Rohmat terdiam mungkin dia sedang mencerna kata-kata gw.


Gw turun dan mengetuk kaca di samping kemudi untuk memberi tanda ke pak Rohmat untuk turun juga, gw udah liat ada mesin ATM tidak jauh dari gedung bioskop ini.


Pak Rohmat pun turun dengan raut muka penuh tanda tanya. "Kita mau kemana pak?".


"Kesana pak, yuk!". Gw menunjuk Mesin ATM yang tidak jauh dari kami.

__ADS_1


Pak Rohmat pun dengan ragu mengikuti gw. Dan banyak pasang mata orang-orang yang akan masuk ke Bioskop liatian gw dengan pandangan aneh.


Gw masih wajar saja karena kostum gw yang kagak biasa ini, bersarung kemeja putih dan peci putih.


Asal kagak hina gw aja, masih aman itu tulang-tulung di tubuh mereka.


"Bapak tunggu di sini sebentar ya?".


"Iya nak!".


Gw pun masuk ke Box ATM dan meninggalkan pak Rohmat di luar yang hanya terhalang kaca putih doang.


Gw ambil kartu sakti gw,bekal uang saku dari bokap,gw masukkan dan mengetik pin dan disana tertera jumlah saldo uang saku dari bokap.


Gw punyeng ngitung jumlah nol yang ada di saldo itu, gw langsung saja ketik nominal yang mau gw ambil.


23 juta, gw teliti lagi apa benar gw ngetik 23 juta. Kalau kelebihan nol 1 aja kan bisa 230 juta itu,bisa keselek nanti ini ATM ngeluarin duitnya.


Ok udah benar dan gw langsung konfirmasi jumlah duit yang mau gw ambil.


Dan tidak lama uang pun keluar, gw ambil kartu gw lagi dan masukin dompet plus 3 juta untuk modal dinner sama Amora.


Dan 20 juta rencananya akan gw kasih ke orang yang sedang menunggu di luar sana itu.


"Maaf ya pak, kalau saya lama". Gw keluar dan berbicara.


"Ini pak hadiah yang saya janjikan!". Gw menyodorkan duit 20 juta ke pak Rohmat.


"Apa ini nak Bimo?!" Dia terkejut melihat uang itu dan tidak berani mengambilnya dari tangan gw.


"Bapak bercanda ya? ini kan uang pak, kan tadi saya bilang mau beri hadiah kecil karena bapak adalah orang yang sangat tulus dan rendah hati yang pertama saya temui di kota ini".


"Nak Bimo serius, uang itu terlalu besar buat bapak nak". Pah rohmat terlihat ragu


Klau orang lain disodori duit gini pasti langsung nyosor, tapi ini bapak terlihat ragu. Memang orang langka ini si bapak. Gw tersenyum dan bicara dalam hati melihat masih ada orang yang begitu baik dan tulus di kota ini.


"Kan sudah saya bilang pak, saya ini anak sultan. Hehe".


"Kalau ini uang terlalu besar buat bapak tapi bagi saya ini mah duit receh, bapak terima ya?". Gw menyodorkan lagi duit yang masih gw pegang.


Dia masih diam saja memandangi gw dan duit ditangan gw secara bergantian.


"Lama ni pak Rohmat, kalau bapak enggak mau saya masukin tong sampah saja ya? saya mau cepat-cepat masuk bioskop, betina saya ngambek lagi nanti".


"Jangaaan! iya bapak terima. Masak mau nak Bimo buang".

__ADS_1


Dengan tangan gemetar pak Rohmat pun menerima duit 20 juta yang gw kasih.


"Terima kasih,Bapak bingung mau bicara apa nak, sebuah keberuntungan bapak bertemu dengan nak Bimo". Mata pak Rohmat berkaca-kaca.


"Saya yang beruntung bertemu bapak,bapak baik banget sampai mau menggeratiskan ongkos grab tadi".


"Udah ya pak saya masuk ke Bioskop dulu". Gw berpamitan ke pak Rohmat


"Tunggu nak Bimo?".


"Iya kenapa lagi pak? kurang ya itu. Ya udah saya ambil 20 juta lagi buat bapak ya?".


"Bukan!.. bukan nak, bukan itu.. bukan!"?


Kata bukannya banyak amat yak itu, jadi pengen ngakak gw dengernya tapi gw tahan lah kagak sopan nanti.


"Terus apa pak?" Gw bertanya kenapa pak Rohmat menghentikan gw untuk masuk ke bioskop.


"Sebagai ucapan terima kasih, bapak akan tunggu nak Bimo sama non Amora selesai nonton film. Dan mengantar kemanapun kalian mau".


"Serius pak? Bapak kan bisa cari penumpang lagi dan menambah penghasilan".


"Mungkin ini sudah takdir bapak dipertemukan sama nak Bimo yang sangat baik sama bapak, cuma ini yang bisa bapak tawarkan untuk membalas kebaikan nak Bimo".


"Tolong jangan menolak ya nak?".


"Baik kalau itu yang bapak mau, saya sangat menghargainya". Gw bicara dan tersenyum lembut.


"Ok pak saya masuk dulu ya? Bapak tunggu di mobil aja dulu atau ngopi-ngopi dulu".


"Tunggu nak!". Gw melangkah dan di hentikan lagi sama pak Rohmat.


Entah kenapa gw kagak bisa marah sama ini bapak, tambah kesannya lucu aja dia panggil dan hentikan gw lagi.


"Iya pak kenapa lagi, bapak ingin ikut saya nonton? yuk kita nonton bareng".


"Bukan nak, bukan itu. saya cuma mau bertanya saja". Pak Rohmat terlihat ragu-ragu.


"Bapak tanya saja, jangan ragu kalau bisa jawab saya jawab pasti akan saya jawab".


"Maaf nak, kalau bapak lancang. Bapak ingin tau nama orang tua nak Bimo, saya ingin mengingatnya dan berterimah kasih suatu saat nanti jika bertemu karena mempunyai anak yang begitu baik dan dermawan seperti nak Bimo".


"Oh itu, saya kira bapak mau tanya apa. Nama Ayah saya Rama Putra Pramono dan nama Bunda saya Shinta Wirathama".


"Apaaaaa!!!!".

__ADS_1


"Astafirlahalazim kagetin saya saja pak, kenapa? bapak kenal ya sama orang tua saya?".


__ADS_2