
"Mampus loe anjing!". Udin meraung dan mengangkat kaki lagi dan berusaha menendang kepala Dio untuk kedua kalinya.
Dio tampak memejamkan matanya pasrah dan tidak sempat berguling menjauh dan menghindar.
"Wusssss!". Pria bernama Tom dengan cepat maju dan bersiap menghadang tendangan kaki Udin yang akan menyasar kepala temanya.
"Praakkkk!". 2 tendangan saling bertabrakan tak terelakkan di udara.
Karena power yang kalah jauh, Udin langsung jatuh ke tanah memegangi kakinya, semoga aja kagak patah itu kaki dia. Gw bicara dalam hati sambil benerin celana dan menaikan resleting.
Lega banget abis kencing, gw kembali berjalan maju dan berdiri di belakang Reza lagi, membuka tas dan mengambil rokok dan korek api. Kagak afdol abis pipis kalau kagak ngerokok.
"Kak Din!". Reza berteriak terkejut saat melihat Udin terpelanting ke lantai kalah adu tendangan dengan Tom.
Pria bernama Tom itu langsung membantu Dio berdiri dengan cepat.
"Mampus lu sialan!". Dio mengumpat dan "Buuggkk!". Dia menginjak dada Udin yang masih terlentang di lantai.
"Aaaaaa!". Akhirnya Udin bersuara dan meringis ke sakitan memegangi dadanya.
Kaki Dio terangkat lagi tapi dengan cepat Udin membalikkan badannya dan tengkurap.
"Buuugkk!".
"Buuuggkk!".
"Buuuugkk!".
Udin terlihat mengeratkan giginya menahan sakit disaat punggung dia di injak-injak Dio dengan brutal.
"BERHENTI BANGS*T!". Reza meraung marah dengan wajah yang merah padam melihat saudara cebongnya di aniaya kek gitu.
"Hiyyaaaaaaa!". Entah dapat keberanian dari mana itu bocah teriak dan nekad belari maju kek banteng yang mau nyeruduk.
Gw melihat dengan tegang sambil menghisap rokok yang baru aja gw sulut.
"Dio kamu minggir!". Tom mendorong Dio kesamping dan siap menyerang Reza.
Reza berlari dan menunduk dan Tom siap dengan kepalan tinju.
Tinju Tom maju disaat Reza sudah ada di depan dirinya.
"Baammm!". Power pukulan yang kuat dilancarkan pemuda bernama Tom itu.
Reza oleng disaat wajah polos tak berdosanya terkena bogem mentah tapi dengan tekad kuat, gw liat dia menyeimbangkan badan dan meloncat ke depan menyeruduk Tom yang tercengang melihat hal yang kagak masuk akal di depannya.
"Bruuukkk!". Tom terjatuh dan Reza juga terjatuh di atas dia dengan kepala mereka berdua yang menempel saling berbenturan, gw lihat dari belakang kagak tau bibir mereka bersatu apa kagak.
Suasana yang dari tadi panas dan saling adu pukul sekarang jadi romantis banget sumpah! ngeliat adegan Tom yang ditindih badan berisinya Reza, gw sampai kagak kedip meliat mereka.
__ADS_1
Udin yang masih tergeletak di lantai malah begong ngeliat Reza dan Tom.
Begitu juga dengan Dio yang terlihat kagak percaya Tom bisa di jatuhkan oleh manusia yang baru aja mereka mandiin dengan air kencing.
"Mampus kau cak!". Reza memegang kepaka Tom.
"Praaakk!". Dengan keras dia adu dengan kepala dia sendiri.
"Prakkkk!". Sekali lagi kepala Tom di hantam kepala Reza.
"Bangsat!". Dio maju menghampiri Reza disaat melihat Tom kagak gerak di tindih Reza.
Gw lihat Udin bangun dan langsung memeluk Dio dari belakang untuk menghentikan langkahnya menghampiri Reza.
"Uhuk-uhuk!". Gw batuk dan tersedak asap rokok melihat satu lagi pemandangan mengejutkan di depan sana.
Reza menindih Tom di lantai dan Udin memeluk Dio dari belakang.
Kenapa skenarionya jadi berubah gini sih! Ini kan harusnya pada adu pukul dan adu jotos kenapa jadi acara rating 18+ kek gini, pada berbatang semua lagi.
"Lepasin gw burik!". Dio meronta di peluk Udin dari belakang dengan kuat, kedua tangan Udin melingkar erat di perut Dio.
"Sampai kapanpun kagak bakalan gua lepas anjing!". Udin di belakang kepala Dio ngejawab.
Dio mengoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri mencoba mencari celah untuk melepaskan diri.
Gw liatnya kek lagi bergoyang bersama itu mereka berdua karena saat Dio bergoyang Udin yang memeluk dari belakang juga ikut gerak badannya.
"Tom cepat gunain tenaga loe sebelum kita mampus disini!". Dio teriak dan juga memberi intruksi ke temannya.
"Aaaaaarrrr!!!". Tom teriak dan mencoba mendorong tubuh besar Reza dari atas dirinya.
Segala macam pukulan dia arahkan ke wajah dan dada Reza, anehnya kagak goyah itu anak cebong tapi malah tersenyum yang buat gw bergidik.
"Cuiiihhh!". Reza meludah darah di wajah Tom.
Dia melihat ke atas dan langsung menjatuhkan lagi kepalanya ke wajah Thomas.
"Praaaakk!".
"Praaakkkk".
Gw jadi ngeri sendiri ngeliat kebadasan Reza yang kagak berhenti hantamkan kepalanya ke wajah orang yang sudah kagak berdaya di bawah sana.
Hidung itu orang keknya patah dihantam Reza berkali-kali. Darah segar pun udah menetes dari tadi itu hidung dan pelipis mata.
Pukulan Tom semakin melemah dan Reza semakin brigas saja.
"Aaaaaaaaaa!" Jeritan menyanyat hati melengking saat Reza colok kedua mata Thomas.
__ADS_1
Dia bergerak-gerak kagak beraturan.
"Kurang keras teriakan kau anjing!". Reza kek psikopat dan pukulan tangannya membabi buta menyasar wajah Thomas.
Udin dan Dio yang dari tadi masih berpelukan sama-sama terkejut dengan konteks yang berbeda.
Udin yang kagak nyangka Reza bisa sesadis itu dan Dio yang terkejut pesilat terbaik teratai putih bisa KO dengan mudah.
"Dukkkk!". Saat Udin lengah dan masih kagak percaya memandang Reza.
Dio membenturkan kepalanya ke belakang yang tepat mengenai wajah Udin.
Pelukan Udin terlepas dan itu dimanfaatkan Dio untuk melakukan serangan balik.
Suasana menjadi panas kembali saat Udin dan Dio mulai saling bertukar pukulan dan kagak ada yang ngeganggu.
Merasa lawannya sudah kagak berdaya Reza bangkit dari atas tubuh Tom.
Bukannya dia bantuin Udin itu kang sate malah termenung melihat Tom yang terkulai lemas dan merintih kesakitan.
Tidak lama Reza menarik paksa tangan kiri Tom dan saat dia berontak Reza langsung menginjak wajahnya.
"Aaaaaaa! Tolooooong!".
"Dio tolong gw dio!". Tom berteriak tidak berdaya.
Dio yang sedang fight dengan Udin hilang fokus saat mendengar teriakan temannya.
Udin pun kagak ngelepaskan kesempatan itu dan menghujai wajah dan tubuh Dio dengan pukulan dan tendangan hingga jatuh ke lantai tak berdaya dengan wajah yang penuh lebam dan darah.
"Haaaaaaaaaa!!!!". Udin teriak emosional merayakan kemenangannya.
Reza masih memegang tangan kiri Tom dengan seringai setan di wajahnya.
"Apa yang mau kamu lakukan Babi! Jangan berani ka..
"Craaaak!". Suara tulang bergeser begitu nyaring terdengar.
Tanpa membiarkan musuhnya selesai bicara Reza tanpa ragu langsung mematahkan tangan Tom.
"Aaaaaaa! Sakiiiit!". Tom meronta memegangi tangannya yang sudah patah dan terkulai lemah di lantai.
Gw bingung dan kagak tau musti bicara apa melihat kesadisan 2 teman gw. rokok yang gw sulut dari tadi abis gitu aja yang baru gw sedot 5 kali.
Rencana di otak gw akan membiarkan 2 anak cebong itu maju duluan dan merasakan perkelahian yang selalu mereka hindari agar mereka bisa tumbuh jadi pribadi yang kuat.
Dan saat mereka terpojok gw akan datang dengan gagah berani selamatkan dan nge bantu mereka dengan kerennya, itulah rencana yang gw susun dari awal.
Tapi semua berubah dan melenceng dari prediksi gw. Hari ini gw melihat dengan kedua mata gw sendiri perubahan nyata di diri Reza dan Udin.
__ADS_1
2 anak cebong telah berevolusi menjadi 2 anak uler yang sangat berbisa.