
"Suster Tia tau aja saya pintar". Gw menjawab sekenanya karena dia terlihat menanti gw bicara
"Kalau boleh tau pinter dimana aja mas?". Di bertanya atau lebih tepatnya mancing gw.
"Dimana pun saya pintar sus tergantung kondisi dan situasinya". Gw makan umpan yang dia lempar.
"Mas Bimo bisa aja, oya saya ditungaskan oleh dokter Putri untuk menjaga mas Bimo jika butuh sesuatu mas Bimo tekan saja tombol no 1 di telfon disamping kanan itu nanti langsung terhubung dengan meja saya".
"Oh iya sus, terima kasih saya kan udah gede masak masih dijagain".
"Mas Bimo kan sedang sakit sudah menjadi pekerjaan saya disini untuk merawat dan memenuhi kebutuhan pasien".
"Baiklah nanti jika saya butuh sesuatu akan hubungi Suster Tia".
"Baiklah mas Bimo istirahat saja dulu biar cepat sembuh, nanti untuk obat dan makan siang akan diantar dokter Putri sendiri katanya".
"Emang enggak ada petugas yang aterin makanan ke sini sus kok Putri sendiri yang antar?".
"Tadi dokter Putri bilang akan membuatkan Bubur sendiri di rumah untuk mas Bimo".
"Ada-ada saja itu Putri". Gw bicara pelan gak sangka Putri akan buatkan gw bubur dengan kedua tangannya sendiri.
"Baru ini lho mas dokter Putri perhatian berlebih sama pasien".
"Perhatian gimana sus? bukannya Putri emang perhatian ya sama semua pasiennya?".
"Iya dokter Putri emang perhatian dan ramah terhadap semua pasiennya tapi enggak sampai masakin juga, kalau buat bubur saya juga bisa mas".
Gw tersenyum kecil mendengar suster Tia berbicara, terlihat enggak mau kalah ini suster Tia sama Putri.
"Mungkin Putri udah anggap saya temannya sus jadi dia memberi sedikit perhatian lebih sama saya".
"Ya udah mas Bimo saya keluar dulu ya? nanti saya kesini lagi jika mas Bimo butuh sesuatu dan saat cairan infus habis".
"Iya suster Tia terima kasih dan hati-hati di jalan kalau kesandung dan jatuh bangun sendiri ya?". Gw bercanda kecil saat dia akan melangkah pergi
__ADS_1
Dia berbalik dan tersenyum. "Nanti saya sebut nama mas Bimo aja jika tersandung dan jatuh, siapa tau mas Bimo mau tolongin saya lagi". Dia bicara dan langsung berjalan pergi.
Sungguh jawaban yang buat gw dag dig dug.
Kenapa para betina di sini liat gw kayak makanan yang lezat ya? padahal di Jakarta dulu boro-boro dilihat cewe, ngelirik gw aja pada muntah, karena mungkin gw seperti makanan busuk di mata mereka.
Sungguh dua kota yang sangat bertolak belakang dari wanita budaya dan orang-orangnya, tidak salah jika kota ini di juluki Daerah Istimewa Yogyakarta.
###
Jam menunjukan pulul 11 siang dan perut gw juga sudah semakin lapar tidak tertahankan, 2 anak cebong juga belum datang.
Bisa-bisa gw pingsan ini bukan karena sakit tapi karena lapar, untuk membuang waktu dan nunggu makanan dari Putri gw putuskan untuk membuang waktu dengan menonton Tv yang nempel di dinding di depan gw.
Untungnya remote Tv ada di meja samping gw, kagak perlu mengumpat gw untuk cari dimana dia berada.
Gw pencet-pencet dan ganti chanel saluran TV, yang kebayakan jam segini di isi sama berita kriminal dan acara gosip.
Sepertinya ada chanel luar negeri juga ini tapi buat apa gw nonton, gerti bahasa mereka aja kagak.
Gw putuskan untuk nonton acara gosip aja daripada liat acara kriminal yang buat gw tambah emosi karena kejahatan yang di lakukan sama para pelaku.
Bukannya menampilkan acara perceraian artis atau liburan mewah mereka, ini malah bawain berita fenomena yang lagi viral di Jakarta.
Awalnya gw kagak ngeh saat pembawa acara cowo itu bilang Citayam Fashion Week, yang gw tau acara fashion ya di cat walk atau di vestival-vestival.
Eh ini malah sekumpulan bocil yang berpakaian norak pada berpose alay di jalan-jalan dan Zebra Croos.
Tampak juga disana ada pria berkebutuhan khusus yang mewarnai seluruh tubuhnya dengan warna Silver ikut berfose ria.
Ada juga sesi wawancara sama 1 cewe yang mirip fuji yang gaya bicara dan prilakunya kek pecun, sungguh sangat norak sekali.
Narasi sang pembawa acara bilang fenomena ini mirip Harajuku di jepang, sumpah gw pengen ngakak dengar nya.
Orang-orang jepang kan sangat teliti dan cermat begitu juga soal fashion nya mereka akan memakai kostum yang menurut mereka cocok dengan parasnya.
__ADS_1
Lha ini bocil-bocil asal pakai aja kagak pedulin cocok apa enggak sama mukanya mungkin yang penting asal menarik dan beda saja.
Gw bengong saat ada satu lagi orang disana diwawancara dan kali ini adalah cowo yang katannya adalah pentolan Citayam Fashion Week ini.
Gw kembali bengong liat muka itu orang di layar Tv, itu rambut kok poni semua yak? Dan pakaian yang dia gunakan lebih mirip kek tukang parkir dengan topi dan tas kecil di pinggang itu.
Gaya bicaranya juga kacau dan blepotan kek abis nyedot lem.
Gw jadi malah emosi liatnya, gw setuju jika ada orang yang nyinyir sama fenomena Citayam Fashion Week ini. Bocil-bocil bukannya belajar yang baik dirumah malah pada bertingkah.
Jika ada orang yang bilang ini acara adalah kebebasan berbusana dan bergaya tidak perlu mahal, emang goblok itu orang dan mungkin otaknya ada di pantat.
Itu tempat kan jalan raya banyak mobil berseliweran dan juga kagak ada izin untuk mengadakan acara Fashion, apalagi kebayakan dari mereka masih dibawah umur.
Langsung gw ganti aja chanel TV di depan gw, bukannya terhibur malah buat gw eneg liat itu acara.
Nah ini baru bagus, gw tersenyum saat liat salah satu chanel Tv memutar kartun Dora the Explorer.
"Apa yang kita butuhkan untuk tau jalan dan menuju ke Istana raja?" Dora udah mulai ajak gw berinteraksi dan berbicara.
"Petaaaa neng!". Jawab gw pelan
"Iya petaaa katakan petaa katakan peta". Si monyet kecil yang selalu ngikuti Dora berbicara
"Petaaaaaaaa!!"
"Sekali lagi katakan yang lebih keras". Budeg apa yak ini Dora.
"Petaaaaaaaa!!".
Dan munculnya animasi peta yang lagi berjoged ria sungguh sangat nostalgia sekali liat ini kartun, kalau liat waktu kecil pasti bakalan seneng.
Tapi kalau nonton dewasa gini pasti ujung-unjungnya emosi sama itu si Dora.
Gw putuskan untuk mematikan Tv aja dan nunggu Putri dateng sudah jam 11:30 juga.
__ADS_1
Tapi ini Putri lama banget yak, udah mau jam makan siang lagi, apa jangan-jangan dia sama Dokter pria sialan itu.
Kalau benar dia masuk sini sama itu orang bakalan langsung gw gelut, bodo amat sama semua resikonya, Abimana Pramono tidak akan pernah takut.