
Musuh dengan nafsu membunuh yang kuat berlari menuju gw dengan maksud dan tujuan yang sudah sangat jelas karena tangan kanannya saat ini mememang erat golok yang terlihat sangat tajam dan diacungkan ke arah gw.
BIMOOO!! LARII BIM.. LARIIII!". Mbak Suci berteriak histeris saat melihat adegan menegangkan yang beberapa detik lagi akan terjadi.
Lari? Hahahaha. Gw tertawa dalam hati, lari hanya untuk pengecut bermental tempe. Gw yang telah lama berkecimpung di dunia adu nyawa kek gini kagak mungkin merasa takut ataupun minder hanya karena lawan membawa golok doang.
Pengalaman dan jam terbang gw udah sangat tinggi, berbagai musuh telah gw hadapi dengan membawa berbagai senjata yang lebih menakutkan dan brutal jadi gw masih sangat percaya diri dengan kemampuan dan insting iblis ini.
Musuh telah sampai di depan gw dan langsung menyabetkan goloknya ke atas dan menyamping yang mengarah ke leher, untuk menghindari sabeten gw dengan cepat mundur satu langkah dan menjaga jarak.
"Wussshhh!". Golok melayang tepat di depan muka gw dan ujungnya tampak berkelip seakan-akan tersenyum melihat gw itu golok.
Serangan pertama dari musuh gagal tapi dengan cepat dia maju untuk mengikis jarak diantara kami dan kali ini ayunan goloknya lebih cepat dari yang pertama, jikapun gw menghindar mundur lagi kagak mungkin sempat.
"Traaaaangggg!". Bunyi golok membetur dan meyabet batu, batu besar yang dari tadi gw pegang dengan 2 tangan akhirnya menjadi pemeran kunci untuk keselamatan gw karena gw angkat naik dan menangkis sabetan golok.
Efek benturan keras buat kedua tangan gw bergetar hebat karena bentuk batu yang tidak rata dan sekarang batu retak.
"Masih bisa bertahan loe bangsat! Tapi bakalan mampus loe kali ini!". Musuh mengumpat mengambil ancang-ancang lagi dan untuk ke tiga kalinya menyabetkan goloknya dan sasarannya pun masih sama yaitu leher gw.
Tanpa berfikir panjang gw kembali mengorbarkan batu yang gw pegang untuk berlindung dan dengan cepat gw angkat naik kembali untuk memblokir serangan, walau tampak simpel tapi aslinya tindakan gw ini sangat beresiko tinggi karena harus fokus dan timingnya harus pas, jika telat sedetik saja golok nyebrang duluan dan kiss manja ini leher.
"Traaanngggg!!". Untuk kedua kalinya bunyi benturan golok vs batu terdengar nyaring di udara.
Gw sampai mundur 3 langkah karena efek benturan dan akhirnya batu yang gw pegang tidak sanggup lagi untuk bertahan, yang semula tadi cuma retak.. Saat ini terbelah menjadi 2 di tangan kiri dan kanan gw.
"Keberuntungan loe akhirnya menemui batasnya bangsat! Ha ha ha ha.. Kali ini benar-benar bakalan gw cincang loe hingga gak bisa dikenalin lagi". Dengan mengacungkan goloknya pria depan gw terlihat jumawa dan penuh akan rasa percaya diri tinggi.
"Bacot mulu lu anjing! Maju lu anak pecun!". Gw masih tegak berdiri dan menantang dengan lantang.
"Terima ini keparat!". Dia maju lagi menerima tantangan gw dan kembali mengayunkan goloknya sambil berteriak.
"Ogah! Gw kagak mau terima". Gw jawab ngawur akan para penonton yang melihat dari kejauhan kagak terlalu tegang.
__ADS_1
Gw mundur lagi 3 langkah menjauh sambil mengambil acang-ancang dengan tangan kiri yang memegang batu ke belakang.
2 langkah sebelum dia sampai menjangkau gw dan itu golok disabetkan lagi, bak pelempar bola baseball pro.. Gw ayunkan tangan dan lembar batu yang gw pegang dengan full power, ini adalah perjudian yang gw lakukan jika lemparan gw meleset berarti memang kisah Abimana Pramono akan berakhir sampai disini.
"Wussssshhh..!!". Batu gw lembar dan langsung terbang menuju kedepan ke arah wajah pria yang cuma berjarak 2 jengkal di depan gw.
Dengan jarak yang sangat pendek itu, musuh langsung terlihat panik dan gelagapan.. Tanpa berfikir panjang saat melihat batu melayang ke arah wajahnya dia mengangkat golok untuk menangkis tapi itu sudah terlambat dan laju batu yang gw lempar terlalu cepat dan tajam.
"Praaaakkkkk!".
"A..Aaaaaaaaaa..!!! Mata guuuuaaaaaa!".
Darah langsung muncrat dari mata kiri pria gimbal blangasak itu, batu lemparan gw tepat mengenai satu mata dan pipi kirinya.
Dia langsung kesetanan mundur beberapa langkah dengan tangan kiri menutupi mata, tangan kanan masih memegang golok.
Dia masih berteriak-teriak kesakitan dengan darah yang terus merembes dari mata ke telapak tangan dan jatuh ke tanah.
Moment kemenangan gw ini kagak akan gw sia-siakan dengan mudah, ini adalah moment yang gw tunggu agar kisah indah gw tidak bad ending dan berakhir disini, jika itu terjadi akan banyak orang yang akan kecewa.
1 lemparan ini akan menjadi saksi bisu untuk mengawali perjalanan gw ke Blora yang sesungguhnya.
"Wussssshhhhh..!!". Batu di tangan kanan gw lempar, walau kagak sekuat lemparan pertama tangan kiri karena gw kidal tapi kecepatan laju batu masih lumayan cepat.
Untuk sesaat pria itu melihat batu yang terarah lagi ke wajahnya.. Tapi belum sempat dia bereaksi batu sudah mendarat dan itu tepat di mulutnya.
"Praaakkkk!".
"A..aaaaaaaaa..!!".
Teriakan kesakitan lantang terdengar lagi, sekarang itu orang malah loncat-loncat kecil kek orang gila sambil merasakan sakit.
Tanpa basa basi gw langsung lari mendekat.
__ADS_1
"Bugggkkk". Kaki gw terbang menyamping mengantam tangannya yang memegang golok.
"Wung.. Wung.. Wung..!". Golok terlepas dan terbang jatuh ke belakang.
Musuh semakin panik dan mencoba kabur menuju kedalam rumah dengan satu tangan yang masih menutupi matanya.
"Kagak gw biarkan lu kabur lagi tong!". Gw kejar dan "Praakkk!". Kakinya gw tendang dari belakang, Auto badan dia kebalik dan jatuh dengan keras di tanah.
Gw kagak perlu melihat reaksinya seperti apa, segera gw raih tangan kanannya.. Gw plintir 180 derajat dan sikunya gw tekan kuat.
"Craaakkkk!". Suara tulang bergeser dan 1 tangan berhasil gw patahkan.
"A.. Aaaaaa! Ampuuunnnnnnnnnnnn!".
"Ampun apa yang ampun Babi!".
"Braaakkkk!". Gw injak mukanya dengan sepatu.
"Bugggkkk!".
"Buggkkk".
Gw beralih menginjak-injak perutnya.
"Makan ini anak pecun!". Kaki gw naik tinggi dan langsung gw injak batangnya tanpa segan.
"Aaaaa..!! Uhukk-uhukk!". Teriakan tertahan dengan batuk darah segar muncrat dari mulutnya.
"Lu acting ya anjing! Pakai muntain saos ABC segala". Tanpa rasa kasihan sedikit pun gw berjalan ke arah golok yang tergeletak di tanah tidak jauh, gw raih dan bibir gw menampilkan senyum iblis.
"Kamu mau apa?! Kamu mau apaaa?!
"Jangann! Jangan!! Jangan bunuh saya.. Ampun.. Ampuuuunnn!!".
__ADS_1
"Kagak ada ampun buat manusia sampah seperti lu!". Gw dengan wajah datar tanpa perasaan mengangkat golok ke udara.
"A...aaaaaaaa! TIDAAAAAKKKKKKK!!!!".