
Jok mobil yang gw duduki berderit pelan bertanda ada pergerakan berlebihan di diatasnya dan pergerakan itu adalah milik gw dan Amora yang saling memadu kasih.
Lidah kami masih saling melilit dan bertukar air liur, tangan Amora yang semula berada di belakang leher gw sekarang sudah pindah menakup kedua pipi gw untuk mensejajarkan lidah kami berdua.
Pinggul Amora masih maju mundur pelan di atas paha gw dan tangan gw yang semula ada di pinggang pun sekarang pindah tempat dan mengelus paha mulus Amora.
Yang semula jebakan gw siapkan untuk Amora, pelan tapi pasti jebakan ini juga membuai gw dan membuat gw jatuh terperosok kedalamnya.
5 menit sudah kami berdua dalam posisi seperti ini saling mengekpresikan rasa cinta dalam balutan sentuhan fisik.
Tiba-tiba Amora berhenti bergerak, auto mata gw yang semula terpejam langsung terbuka lebar mencari tau apa yang terjadi.
Lilitan lidah kami terputus dan gerakan pinggul Amora pun terhenti tiba-tiba, dia sedikit mundur dan terlihat jelas bibirnya yang belepotan karena l.u.m.a.t.a.n gw, di sudut bibir nya juga basah dan itu adalah campuran dari air liur kami.
Gw menatap Amora dalam diam karena masih mengambil nafas, dalam pergulatan lidah tadi gw kekurangan asupan oksigen karena Amora yang terus menekan.
"Sayang maaf". Amora di pangkuan gw berucap lirih sambil menunduk dan kagak berani liat kedepan memandang gw.
"Hei cantik kenapa minta maaf?". Gw beucap lembut dan memegang wajah Amora agar ngeliat gw.
Gw tersenyum lembut dan berucap, "Kan aku yang memulai duluan, harusnya aku yang minta maaf". Gw usap sudut Bibir Amora yang basah.
"Iya tapi aku malu sama kamu". Amora tersipu dan salting sendiri.
"Malu kenapa sayang kan sama aku ini cowo kamu sendiri". Gw masih berbicara dengan lembut agar Amora nyaman dengan posisi ini.
Amora terdiam dan mukanya semakin memerah.
"Malu karena tadi ya? Karena kamu lebih agresif dari aku?". Gw menebak.
"He emm". Amora mengangkuk dan kembali menunduk.
"Kenapa malu tentang gituan jika itu nyeningin buat aku, aku suka jika kamu lebih agresif lagi". Gw memberi Amora senyuman nakal.
"Pukkk!". Amora memukul dada gw pelan.
__ADS_1
Dari pukulan manja itu gw bisa melihat sekilas senyum tercetak di bibir blepotannya.
Gw pememegang pinggang Amora dan gw tarik pelan kedepan untuk kembali mendekat.
"Sayang kita sarapannya nanti aja ya? Enggak apa-apa kan kamu telat berangkat ngantornya?". Gw membelai pipi Amora lembut.
"Sayang aku takut, nanti kalau keterusan gimana? Kan kamu udah janji nunggu aku siap". Amora berucap lirih menatap gw.
"Aku bisa ngontrol diri kok sayang, asal enggak sampai dimasukin kan enggak apa-apa". Entah kesurupan apaan gw saat ini yang pasti gw sangat ingin menjamah seluruh tubuh Amora, mungkin efek cenat-cenut ketemu sama para pecun semalam.
"Janji ya kamu jangan sampai hilang kontrol?". Amora memandang gw lekat meminta gw berjanji.
Merasa dapat angin segar gw langsung mengangguk cepat berkali-kali karena terlalu bersemangat, "Iya aku janji, enggak akan memasukan benda tumpul ke lubang kamu sebelum kamu siap".
"Sayaangg.." mora tersipu lagi dan merengek "Janji, janji aja jangan dikatain semua gitu.. Merinding aku dengernya".
"Hehe.. Jadi gimana sekarang? babak kedua bisa kita mulai sekarang". Gw memandang Amora penuh arti.
"Ihhh.. Ayank malu". Gw gemes banget dan langsung sambar bibir Amora dan babak kedua pertempuran nafsu ini akhirnya dimulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gw dan Amora sudah bisa berkerjama sama dengan bagus di dalam permainan berbahaya ini karena sekarang kita bisa saling bergantian m.e.l.u.m.a.t tidak berbarengan seperti di ronde pertama tadi.
Dengan tempo seperti ini kita sama-sama kagak akan kehabisan nafas dan megap-megap.
Gw mengerenyit saat Amora dengan sengaja menggigit kecil ujung bibir gw tapi selanjutnya gw hanya bisa merem melek ke enakan karena abis gigit dia sedot bibir gw dalam dan gunain lidahnya untuk menyapu bekas gigitannya.
"Uuuhhh!". Gw auto men.d.e.s.a.h karena teknik ciuman Amora yang sangat lihai.
Mendengar gw menahan nikmat, Amora mengulanginya lagi.. Menggigit dan langsung sedot bibir gw.
Perlahan-lahan juga nafsu gw yang sudah ada dipuncak semakin naik lagi dan membumbung tinggi, apalagi sejak tadi Amora duduk di pangkuan gw dan tepat di atas batang yang sudah sangat tegang.
Seperti ronde pertama tadi setelah saling m.e.l.u.m.a.t sekarang giliran lidah kami berdua yang bertemu dan kembali saling melilit dengan liarnya.
__ADS_1
Kali ini tampaknya Amora dalam keadaan sadar dan pinggulnya kagak maju mundur lagi seperti tadi.
Tangan gw pun kembali berada di paha mulusnya, mengelus dan mengesek telapak tangan gw diatasnya.
Lidah kami masih saling melilit dan tanpa gw sadari kedua tangan Amora yang semula menangkup pipi gw, pelan-pelan turun kebawah.
Gw m.e.n.d.e.s.a.h dan Amora pun m.e.n.d.e.s.ah, saat kedua tangannya meraba-raba dada gw yang masih terbungkus kaos hitam.
Tangan Amora semakin kebawah dan sekarang gw rasakan ada di unjung bawah baju gw.
Lilitan lidah kami terputus dan kami saling memandang dalam diam dengan mata sama-sama sayu menahan nikmat.
Amora memandang gw seperti sedang meminta persetujuan dan gw sudah mengerti dengan apa yang ingin dia lakukan.
Gw tersenyum lembut untuk menjawab itu dan Amora membalasnya malu-malu dengan memulai menarik kaos gw ke atas pelan-pelan sampai terlepas sepenuhnya dari tubuh gw.
Amora terpana dan tampak kagum, wajahnya sudah sangat merah melihat gw yang telanjang dada.
Selain batang anggota tubuh yang gw banggakan emang dada gw, karena sudah sangat terbentuk sempurna efek sering olahraga adu nyawa.
"Ahhhhh..!". Gw merem seketika menahan nikmat saat jari-jari lentik Amora tanpa permisi mengelus perut gw yang six pax.
Mendapat r.a.n.g.s.a.n.g.a.n seperti itu gw kembali menarik kepala Amora untuk beradu benda kenyal lagi dan kali ini intensitas gw tingkatkan sedikit demi sedikit.
Kedua tangan Amorapun semakin liar dan mulai mengelus setiap inci di tubuh gw.
"Aahhhh Amooraaa". Gw m.e.n.d.e.s.a.h dan melepaskan ciuman lagi karena dengan nakalnya jari Amora teken-teken dan pelintir p.u.t.i.n.g mungil yang nempel di dada gw.
Rasanya udah kagak bisa gw sebutkan lagi, ngeli gatal dan nikmat bercampur jadi satu.
Benda kecil itu ternyata kalau disentuh bisa menimbulkan efek seperti ini.
"Jangan berhenti sayang.. Jangan berhenti". Gw merem sambil meracau.
"Aahhhh.." Gw lagi-lagi mengeluarkan lenguhan dan sedikit terperanjat, karena tiba-tiba bibir Amora sudah nempel di leher gw, mencium dan memberi tanda cinta berwarna merah.
__ADS_1
Sungguh adegan ini kagak pernah gw bayangkan selama ini, adegan di dalam mobil dan seorang wanita berada di atas pangkuan gw, bibirnya ngerjain leher gw dan kedua tangannya ngerjain p.u.t.i.n.g mungil yang nempel di dada gw.
Dosa nikmat ini, gw kagak ingin berhenti dan berharap waktu bisa berjalan secara lambat.