
Gw masih memeluk Bianca dan tetap waspada melihat bang Anton yang masih mencoba melumpuhkan anak geng Apollon yang menghadang.
"Bim,masih belum selesai ya?" dengan mata masih terpejam di pelukan gw,Bianca bertanya.
"Belum Bie,kamu tenang aja dan jangan liat ke depan dulu".
Untuk hiburan,nikmati aja suara detak jantung aku dulu,Dan anggap itu alunan musik piano yang indah".
Bianca tidak menjawab tapi tangan dia yang semula pasif sekarang bergerak memeluk punggung gw.
Dan otak gw segera bernyanyi lagu Indonesia raya,mencoba mengalihkan perhatian tongkat yang bisa mengeluarkan cairan kental dan bening,agar tidak terbangun dari tidur lelapnya.
Dan 2 cebong di belakang gw masih aja mencoba mengganggu kenikmatan gw memeluk empuknya tubuh Bianca.
"Cak Din jadi ini alasan Bimo buat formasi? dan membuat dia menjadi no 3 dan berdiri di belakang senior Bianca?".
"Iya Za pinter banget itu anak,modusnya alus banget".
Gw mendengar mereka saling berbisik di belakang gw.
"Iya cak,sepertinya ta kita meremehkan dia selama ini cak?"
"Bener itu Za,gw fikir juga begitu.Awalnya gw fikir Bimo ini cupu eh ternyata di suhu"
"Iya cak diriku juga berfikir seperti itu,awal kenal Bimo kukira dia Player Newbie di dunia ini eh ternyata dia udah Pro Player dan kalau liat kejadian dari pagi tadi tidak lama bakal jadi Player Legend dia".
"Kita tertipun wajah polosnya Za".
"Iya cak,ternyata dibalik itu dia punya banyak rahasia mulai sekarang kita pantau terus cak".
"Setuju".
Dua anak cebong dibelakang gw masih aja saling berbisik dan untung aja Bianca kagak dengar.
Pertarungan Bang Anton semakin mendekati puncaknya.
Tiba-tiba penyerang itu mundur beberapa anak tangga dan langsung mengeluarkan pisau lipat dari balik baju dia.
Bang Anton masih tampak tenang dan gw liat dia sangat berkonsentrasi penuh,pria itu pun maju kembali dan menyerang bang Anton dengan pisau lipat yang dia pegang di tangan kanan.
Pisau itu maju lurus mencoba menusuk perut bang Anton.Dengan cepat bang Anton menghindar ke kanan,tapi karena jarak menghindar terlalu sempit pisau itu menyerempet pinggang kiri bang Anton.
Tetesan Darah mulai mengalir dari baju yang berlubang.Dan saat dia akan menarik pisau lagi.
Tangan bang Anton sudah pemegang dan memelintir tangan pria berhelm itu dan bang Anton langsung menendang dia hingga terjengang jatuh ke belakang di atas anak tangga.
Bang Anton langsung mengambil pisau yang terjatuh,dia tidak menghiraukan darah yang menetes dari pinggang kirinya.
__ADS_1
Sebelum penyerang itu berdiri lagi bang Anton sudah ada di depan dia dan langsung menancapkan itu pisau di ke paha kirinya.
Suara mengerang terdengar dari balik helm full face itu dan darah segar langsung mengalir.
Bang Anton dengan buasnya masih menusuk paha paha kiri dan kanan secara bergantian.
Darah sudah berceceran dan mengalir.Penyerang itu langsung pingsan setelah tidak kuat merasakan sakit.
Dan kagak bakal mampus juga itu orang,karena bang Anton tidak menusuk titik vital seperti leher.
Tapi bagi orang awam yang melihat seperti Bianca dan dua cebong belakang gw,mungkin mereka akan mengira itu brutal dan buas.
Tapi yang gw liat Bang Anton masih berbelas kasih.
###
Bang Anton berbalik dan tersenyum melihat gw yang masih memeluk Bianca.
"Gimana Bim skill gw gak terlalu rendah kan?"
Gw jawab pertanyaan itu dengan senyuman dan acungan jempol.
Dua anak cebong yang melihat pertarungan bang Anton dari tadi pun ikut mengacungkan jempol nya.
Dan bang Anton terlihat bangga dan tersenyum lebar.
Tapi dengan segera gw tarik lagi dia ke dalam pelukan gw.
"Kenapa Bim? belum selesai ya?".
"Udah kok Bie tapi beberapa anak tangga dibawah ini licin karena keringat orang pria yang serang bang Anton".
Bang Anton dan dua cebong menatap gw aneh dan dengan segera gw menunjuk darah yang berceceran di anak tangga dan mereka pun mengerti.
"Gw gendong loe sebentar ya,untuk turun beberapa anak tangga?".
"Bianca hanya mengangguk kecil di dekapan gw".
Dan gw pun langsung sedikit jongkok dan sekali angkat,Bianca sudah gw gendong depan,tangan dia merangkul leher gw erat,dan mata dia terbuka tersenyum melihat gw.
"Bang Jalan lagi kita!?".Gw bicara sama bang Anton yang sedang menarik tubuh pria berhelm ke pinggir tangga.
"Ok Bim! kita cepat turun ke bawah".
Dan kita pun kembali berjalan menuruni anak tangga dengan formasi awal,bedanya sekarang Bianca ada di gendongan gw.
"Cak kenapa modus ini anak terlihat keren ya cak? Reza kembali berguman kecil di belakang dengan Udin.
__ADS_1
"Mana gw tau Za,tanya aja ke kobannya langsung" Udin dan Reza melihat ke Bianca.
Dan korbannya masih saja menatap wajah gw dengan intens.
"Bie loe tau gak?". dengan berjalan pelan gw bertanya ke Bianca.
"Tau apa Bim?" Dia menjawab dengan mata yang masih melihat gw.
"Aku juga bisa malu kalau kamu liatin terus".
gw melihat lihat wajah Bianca memerah dan langsung mempererat pegangan di leher gw dan dengaan cepat sembunyi di dada gw dan tidak lagi melihat ke atas.
Gw merasakan ada aura jahat yang mengancam dari arah belakang.
Tapi bodoh amat paling itu adalah aura 2 anak cebong yang badannya lagi panas dingin denger gw bicara manis sama Bianca.
'Bimo..??".
"Iya Bie kenapa kamu pengen ya??"
"Iya Bim aku pengen".
Gw liat bang Anton yang jalan di depan sedikit terpleset karena dengar suara Bianca.
Reza dibelakang, gw denger suara dia melepas helm nya dan mungkin ingin menajamkan pendengarannya.
"Nanti ya Bie kalau kamu pengen,kita cari waktu dan tempat yang tepat".
Suara langkah kaki di formasi ini semakin pelan dan tak terdengar.
"Emang harus ya Bim,aku kan cuma pengen turun dari gendongan kamu".Bianca melihat gw dengan senyum tengil.
Ngerjain gw ini betina,dan dua cebong dibelakang,gw dengar mereka tertawa pelan.
Begitu pula bang Anton yang berjalan di depan.
"Ya harus dong Bie,waktu nanti kita udah ada di lantai bawah gw turunin kamu,dan berada di tempat yang aman".
"Emang kamu berfikir di tempat dan waktu berbeda ya?".
Mau main-main sama gw,jam terbangmu belum seberapa Bianca.Gw bicara dalam hati.
Dan yang tadi terlihat tersenyum tengil kini nampak malu dan tidak menjawab lagi.
Dan akhirnya kita pun sudah dilantai bawah,gw langsung turunkan Bianca dan formasi ini segera berjalan menuju pintu keluar.
Yang di luar pintu itu sudah ada mobil untuk kita keluar dari tempat ini.
__ADS_1