
Taksi siluman ini masih melaju dengan kecepatan sedang menuju jalan kekayaan yang berdekatan dengan jalan kenikmatan.
Gw masih mencoba untuk merem dan tidak menghiraukan 2 anak cebong dan 1 pria setengah jadi ini.
Bodo amat mereka bertiga mau obrolin apaan,gw mending tidur.
Samar-samar gw denger Reza berbicara.
"Cak bangun cak kita udah sampai ini?"
Gw pun langsung tersadar dan bangun dari tidur lelap gw.
"Udah sampai kita nyet?"tanya gw sambil menguap.
"Udah sampai kita Bim yuk kita turun" Udin berbicara.
Gw melihat itu bencong diam aja seperti patung kutukan maling kundang.
"Lupa pada udah bayar belum?".
"Gak usah bayar mas,ini wujud ucapan terima kasih saya kepada kedua teman nya mas itu".Ini bencong kenapa suaranya jadi laki banget gini dan kelihatannya itu mata abis nangis.
Gw melihat 2 orang temen gw yang mencurigakan tapi mereka malah diem aja sepertinya tidak kaget dengan perubahan supir taksi siluman ini.
"Yuk ahh Bim kita keluar" Udin membuka pintu samping kiri dan keluar dari taksi.
Begitu juga dengan Reza dengan sok coolnya dia membuka pintu kanan dan keluar.Ini dua cebong abis ngapain yak,kok gw ngerasa mereka sombong banget kek abis selamatin dunia dari perang nuklir.
Gw melihat argo taksi dan disana tertera 150 ribu.Gw ambil duit dari saku dan gw berikan kepada supir aneh ini.
"Beneran mas,gak usah saya ikhlas saya harusnya yang berterima kasih udah bertemu dengan dua temen mas itu". ucapnya dengan suara normal dan tidak kemayu.
"Gw kagak tau,apa yang dilakuin dua temen gw itu sama loe,kalau itu kelakuan jelek gw minta maaf buat mereka".
"Bukan mas..bukan! dia menjawab dengan cepat.
Kenapa ini orang jadi berubah jadi sopan dan gentle gini yak,tadi setau gw masih akika akiku sebelum gw terlelap.
Tapi bodo amat nanti gw tanya ke dua cebong itu.
"Loe terima aja ini duit,itu udah jadi hak loe".
"Terima kasih mas" dia berucap dan mengambil uang yang gw kasih.
Dan gw pun keluar dari taksi di sebelah kanan gw udah ditunggu sama dua cebong yang sangat-sangat mencurigakan.
"Tiinn!! Taksi itu pergi setelah membunyikan klakson salam perpisahan.
Gw liat jam tangan dan sekarang menunjukan pukul 18:40,lumayan jauh juga tempat ini dari kost gw.
__ADS_1
"Bim ngapain loe? malah bengong,ayo kita jalan,dari sini ke tempat judinya jalan kaki aja kita".Udin memecah lamunan gw.
"Ayo cak kita meluncur,udah tidak sabar diriku untuk mengandakan uang" Reza tampak bersemangat.
Gw pun berjalan mengikuti mereka berdua dari belakang.
Gw liat Reza dan Udin berjalan berdampingan gitu,gw seperti melihat angka 10.
Mereka berdua terlihat sedang mengobrol santai.Dan entah kenapa saat gw liat mereka dari belakang gini terlihat sangat normal itu dua anak cebong,tidak koplak seperti biasanya.
Dan gw masih sangat penasaran apa yang dilakukan mereka kepada supir taksi siluman tadi,yang tiba-tiba berubah total menjadi lelaki tulen hanya kurun waktu kurang dari 1 jam.
Gw sedikit berlari dan mengejar mereka,dan gw rangkul mereka berdua yang berjalan berdampingan dari tengah.
"Masih jauh ini Din?' tanya gw,dan entah kenapa gw sangat sungkan untuk menyebut panggilan "nyet" untuk saat ini.
"Lumayan Bim sekitar jalan 15 menit kita".jawab si Udin
"Za lu gak lapar,kita makan dulu gimana? gw coba basi-basi kepada si anak Madura.
"Gak usah cak diriku masih kenyang,tadi sore kan dirimu kasih kita makan banyak" dia menjawab dengan santai.
"Din,Za gw boleh tanya gak?" gw bicara hati-hati sama dua anak cebong ini yang terlihat sudah bertransformasi menjadi kodok.
"Mereka terlihat diam aja".ancrit gw dicuekin.
###
"Jadi cepat hentikan acting sok keren dan sobong kalian.gw udah kagak kuat liatnya".
"Cak biarkan kita berbangga diri sedikit lama lagi cak,kapan lagi kita bisa sombong di depan dirimu,iyak kan Kak Din?.
"Bener banget dek Za,kita juga mau tampil sombong di depan loe Bemo".
"Tadi kan udah nyet,gw aja sampai segan mau bicara sama lu berdua".
"Benar itu cak??" Reza bertanya seakan tidak percaya.
"Bener nyet,tadi itu gw mau panggil kalian seperti biasa aja kagak berani gw".
"Jadi sekarang kasih tau gw,apa yang kalian katakan sama supir banci tadi hingga dia berubah total gitu".
"Jadi gini Bim,semua di dunia ini tu ada hukumnya, hukum yang dibuat manusia dan hukum yang di buat sang pencipta kita".Udin memulai bicara dengan bahasa yang sangat tinggi sekali.
"Iya cak semua hal yang dilakukan manusia seperti kita ini pasti ada sebab dan akibat yang harus kita tanggung".Bahasa Reza tidak kalah tingginya.
"Dan semua orang didunia ini pasti memiliki ketakutannya sendiri-sendiri Bim".
"Nyet..ngomong lu pada ketinggian anjing!!"
__ADS_1
"To the poin aja nape lu,pusing gw denger bahasa kalian".
"Gini ni dek Za kalau orang waktu ujian TK sampai STM ngunain jasa joki".
"Iya kak Din,percuma kita bicara dengan intelektual tinggi kalau sana Bemo,tidak sampai dianya".
"Sombong amat lu berdua nyet,biasanya aja kalian yang sableng".
"Cepet cerita apa yang terjadi, apa yang kalian katakan sama bencong tadi saat gw tidur,hingga dia bisa tobat balik normal gitu".
"Jadi gini Bim,tadi itu kita berdua terus aja pancing-pancing itu supir dengan pertanyan- pertanyan yang pada awalnya kita tanya tentang pekerjaannya itu,ya kan Za?"
"Iya cak terus lama-lama kita bertanya lebih serius lagi tentang dia,awalnya dia menolak menjawab tapi lama-lama dia luluh juga mungkin dia juga sudah tidak kuat dengan kehidupannya dia".
"Jadi gitu Bim,kita korek semua tentang dia.Dan ternyata dia sangat kasian Bim".
"Iya cak,dia bisa seperti itu karena dia sudah kehilangan jati diri dan harga dirinya.Waktu dia masih remaja dia adalah anak yatim piatu yang hidup di jalanan,dia sering dilecehkan secara se**sual oleh beberapa orang laki-laki dewasa".
"Dia udah menyerah Bim akan hidup dan masa depannya dan lebih sialnya lagi dia malah ditemukan dan dirawat sama bencong juga.Dan jadilah dia seperti itu".
"Dia menutupi trauma dan ketakutannya dengan sakit itu sendiri cak,katanya agar dia menjadi terbiasa dengan itu".
"Dan kami bilang dia salah besar Bim,kami katakan dia tidak seharusnya berjalan di atas rasa sakit itu terus menerus,dia masih memiliki jalan lain yang biasa dia lalui tanpa membawa semua trauma dia".
"Dan kami nyakinkan dia untuk berani cak,dia masih punya kesempatan kedua dan kami nyakinkan dia itu semua belum terlambat".
"Selagi dia berani dan punya kemauan kuat kita nyakinkan dia untuk melangkah Bim".
"Pada dasarnya dia berkata punya keingian untuk berubah,tapi tidak ada siapun yang mendorong dan menyakinkan dia bahwa yang maha kuasa akan selalu memberi jalan kepada setiap hambanya yang ingin bertaubat dan berubah lebih baik lagi".
"Dan saat mendengar kata-kata kita itulah cak dia seperti mendapat hidayah,dan dia langsung menangis".
"Iya Bim asal loe tau aja,saat loe lagi molor tadi,itu orang telah menangis tersedu-sedu tersadar akan jalan yang dia pilih dan dia berjanji ke pada diri sendiri dia ingin berubah sepenuhnya".
"Kata orang-orang, kata-tata penyemangat itu hanya bualan semata cak,tapi bagi yang benar-benar membutuhkannya itu semua adalah petunjuk dan jalan dari sang pencipta melalui nasehat dari orang lain".
Gw mendengar semua penjelasan mereka dengan raut wajah tidak percaya.
Kok bisa?? itu yang ada di dalam fikiran gw untuk kedua anak cebong ini.
Dan benar gw mengenal dua anak cebong ini baru 1 bulan,gw kira gw sudah tau semua tentang mereka.
"Kok loe malah diem Bemo??" Udin menyadarkan gw.
"Iya cak kok diem aja dirimu? puji dan sanjung kita napa,kita kan udah berbuat baik".Reza minta dipuji gw.
"Gw ada 1 pertanyaan lagi untuk lu berdua nyet??".
"Pertanyaan apa cak??".
__ADS_1
"Iya loe mau tanya apa lagi Bim??".
"Kalau boleh tau sebenarnya lu berdua itu siapa!!!??".