
"Amora kenapa kita parkir disini? Sebelah ini kan toko emas, itu ada tulisannya jual beli emas Cik M.e.k.i, kita mau makan apa mau ngerampok sih sebenarnya?". Gw clingak clinguk melihat keluar.
"Sayang! Kamu ngomong apa itu? Jorok banget?". Amora yang baru aja mematikan mesin mobil terkejut mendengar ucapan gw.
"Siapa yang berucap kotor Amora? Emang bener kok liat aja sendiri itu tulisannya Toko emas cik m.e.k.i". Gw menunjuk papan nama toko.
"Ya ampun bener juga ya". Amora tampak terkejut. "Aku sering lewat sini baru memperhatikan ini". Amora mengelengkan kepalanya tidak percaya.
"Aku tau itu nama panjangnya dia sayang?". Gw tersenyum nahan ketawa.
"Emang apa nama panjangnya?". Amora tampak terpancing dan penasaran.
"Cik m.e.k.i gatel, hahahahahaha".
"ihhh.. sayang mesum, bisa-bisanya kamu buat candaan seperti itu". Amora memalingkan mukanya malu.
"Hehe, sorry-sorry lidah aku kalau bergoyang terkadang suka kebablasan.. Ngomong-ngomong ini kita ngerampok toko ini dulu terus abis itu makan gitu?". Gw bertanya mengalihkan pembicaraan, gara-gara papan nama.. pagi-pagi otak gw udah terkontaminasi.
"Ya makan lah sayang, kamu ya kalau bicara asal mulu". Amora menjawab sambil melepas seat belt nya.
"Aku manusia Amora bukan limbad jangan bilang kita bakalan ngunyah emas?". Tanya gw ngasal.
"Hehehe, fikiran kamu terkadang gemesin banget sayang.. Kita parkir disini itu karena Rumah Makannya enggak ada tempat parkirnya dan itu sedikit masuk ke gang depan itu". Amora menunjuk ke depan.
"Oh seperti itu, bilang ngapa dari tadi biar abang enggak salah paham".
"Kamu aja itu sayang yang tebakannya ngasal, mana melenceng jauh banget lagi.. Orang normal mana ada yang berfikir ajak pacarnya ngerampok toko emas, sepertinya cuma kamu aja deh itu".
"Oh jadi aku enggak normal ini? Gila dong ya berarti? Udah tau gila kenapa malah kamu tembak duluan dan kamu pacarin?". Langsung gw balik itu kata-kata Amora, bisa-bisanya ngatain cowo sendiri gak normal.
"Gak normal kan bukan berarti gila sayang, bisa juga berarti spesial. Jadi wajar dong jika aku nembak dan suka sama cowo spesial dan beda dari yang lainnya?". Amora mengulum senyum, mematahkan argumen gw dengan gombalan tiba-tiba.
"Aku lagi laper Amora enggak punya tenaga buat malu dan tersipu karena kamu gombalin, ini kita mau ngobrol terus gini di dalam mobil dan enggak turun sarapan.. Siapa yang tadi pengen banget makan soto?".
"Aku sih siap turun tapi kamu itu mobil udah berhenti tapi masih pakai sit belt, cepat di lepas.. Aku tunggu di luar". Amora langsung membuka pintu di samping kemudi dan keluar.
__ADS_1
Gw mengikuti pergerakan Amora di luar mobil dan pandangan gw kagak bisa lepas dari bibirnya yang dibalut dengan lipstik pink, itu bibir keknya kenyal lembut dan berasa manis.. Rasa lapar gw tiba-tiba hilang dan berganti dengan lapar akan nafsu.
Niat awal ingin buka sit belt dengan cepat segera gw urungkan karena otak gw tiba-tiba berbelok arah dan membuat rencana gila dengan sendirinya.
Entah kenapa kalau mau berbuat maksiat otak dan hati gw sangat singkron sekali dengan cepat berkolaborasi menyusun rencana untuk menghapus lipstik di bibir Amora dengan air liur gw.
Untuk melacarkan aksi gila dan nekad ini, gw berdiam diri dan membiarkan sit belt tetap terpasang di tubuh gw, menungu reaksi Amora.
1 menit 2 menit dan saat akan memasuki menit ke 3, gw melihat Amora cemberut di luar mobil dan dia berjalan kesamping pintu mobil sebelah gw.
"Tok!".
"Tok!".
"Tok!"
Amora langsung mengetuk kaca pintu.
Pelan gw pencet tombol hitam dan pelan juga kaca di samping gw terbuka memberi gw pemandangan wonderfull Indonesia wajah cantik Amora yang cemberut.
"Bukannya aku enggak mau turun sayang, mobil kamu ini ngambek sama aku.. Sit beltnya enggak bisa dibuka dan macet, ini mobil baru apa mobil bekas sih sebenarnya? baru sehari langsung eror gini". Gw beralasan dan ber acting kesusahan melepas sit belt untuk menyakinkan Amora.
"Macet gimana? Kemarin kan masih baik-baik saja itu". Amora menjawab sambil menunduk di depan kaca mengamati sabuk pengaman yang masih melingkar di depan tubuh gw.
"Nah ini buktinya aku tarik-tarik enggak bisa lepas".
"Narik kamu kekencengan sayang dan itu dipencet bukan ditarik, buka pintunya biar aku bantu lepas.. Manja banget kamu ini, gitu kok enggak mau dipanggil tuan muda.. Lepas sit belt aja ada yang ngelepasin". Amora mundur dan masih ngedumel, gw hanya tersenyum kecil rencana ini berjalan sangat mulus sekali dan tanpa ada halangan yang berarti.
Dengan cepat gw buka pintu di samping gw dan Amora langsung masuk menunduk ke dalam mobil tepatnya pas di depan gw dengan kaki yang berdiri di luar.
Wajah Kami berhadapan hanya berjarak beberapa inci.
"Sayang kenapa malah senyum-senyum? Lepasin tangan kamu biar aku bantu lepasin sit beltnya". Amora bicara tepat di depan wajah gw.
"Selamat ya sayang". Gw tersenyum lebar penuh kemenangan dan udah kagak sabar, karena benda kenyal warna pink target gw berposisi tepat di depan.
__ADS_1
"Selamat apa? jangang bicara terus sakit punggung aku ini nunduk terus, rada mundur dong kamunya". Amora belum sadar jika dia sudah terjebak dan masuk ke dalam sarang buaya s.a.n.g.e
"Selamat karena udah masuk perangkap Amora, jangan berontak ya.. Kita nikmati sama-sama".
"Perangkap ap.. Emmmmmhhh..!". Suara Amora tercekat dan matanya terbelalak karena terkejut saat kepala belakang dia gw sentuh dan tekan maju sehingga bibir kami langsung bertemu dan bertautan.
Dengan l.u.m.a.t.a.n ganas gw sapu bibir Amora, manis lembut kenyal dan mulai basah.
Amora yang masih dalam keadaan terkejut dengan kedua tangannya bertumpu di dada gw kepala dia langsung mundur, auto pergerakan bibir berhenti dan mata gw langsung terbuka lebar.
"Sayaaang.. Kamu ngerjain aku ya? Ihhhh sayang nyebelin". Masih membungkuk di depan gw Amora protes sambil memengangi bibirnya.
Gw menatap Amora sayu "Sayang boleh ya?". Gw bertanya lembut.
Amora terdiam sesaat mendengar permintaan gw yang tiba-tiba, sudah pasti dia mengerti gw minta apaan dan dia tampak berfikir sejenak, sedetik kemudian wajahnya memerah dan dia mengangguk pelan.
Melihat respon dari Amora rasanya ada ribuan kembang api yang meletus di atas kepala gw.
"Masuk sayang". Gw langsung menarik Amora masuk mobil dan dengan cepat menutup pintu. Amora duduk dipangkuan gw dengan posisi kita yang saling berhadapan.
Dia memakai rok hitam selutut dan sekarang paha putihnya terbuka separuh karena posisi ini.
Gw memegang pinggang Amora dan kedua tangan dia juga sudah melingkar di bekakang leher gw.
Kami saling menatap lembut, entah siapa yang memulai tapi sedetik kemudian bibir kami sudah saling bertemu, menempel dan saling m.e.l.u.m.a.t satu sama lain.
Suara kecupan basah menggema di dalam mobil, erangan pelan dan maja Amora pun bagaikan bumbu menyedap untuk membakar nafsu kami berdua.
Amora yang gw pangku sedikit mendominasi di adegan panas ini, karena dia yang duduk di paha gw menjadi sedikit lebih tinggi dan sangat leluasa untuk menekan.
Saat ini kami berdua lupa akan maksud dan tujuan awal yang kemari ingin sarapan soto, karena inisiatif dan jebakan yang gw pasang akhirnya berubah menjadi sarapan nafsu.
Setelah pemanasan dengan saling m.e.l.u.m.a.t beberapa menit kami mulai beranjak ke tahap selanjutnya, yaitu beradu benda tak bertulang dan bertukar air liur.. Saling melilit satu sama lain menuju puncak kenikmatan dalam sebuah ciuman panas.
D.e.s.a.h.a.n dan e.r.a.n.g.a.n manja Amora semakin menjadi, pinggulnya yang berada di atas pangkuan gw pun entah dia sadar apa enggak mulai maju mundur pelan-pelan mengesek-gesek dan membangunkan ular piton yang mulai berontak di dalam celana gw.
__ADS_1