
Dan sekarang disinilah gw berada,di lantai 2 butik tepatnya di ruangan bunda.
Bagai tahanan kasus kejahatan dan status sebagai tersangka duduk disebelah gw Sasa yang mungkin bersetatus komplotan yang dari tadi hanya bisa menunduk.
Dan duduk sofa sebrang sana yang hanya terhalang meja kecil,ada wanita dewasa yang sangat cantik dan anggun yaitu bunda gw yang mungkin bagai hakim disini,dibelakangnya ada Mbak Rina yang sedang berdiri,seakan dia adalah wakil hakim.
Sejak mulut gw keceplosan bilang Sasa adalah salah satu calon mantu,bunda seakan menganggap ini masalah penting,dan ingin melakukan pembicaraan di tempat ini.
"Bu hakim ini ada apa ya,kok saya terlihat jadi seperti tersangka sebuah kasus dan sedang menjalani sidang?" Gw bicara ke bunda.
"Sebutkan nama saudara?" Bunda bicara seperti hakim beneran, bisa panjang ini urusan.
"Bunda,kenapa sih please jangan takutin bimo bun" gw merengek seperti anak kecil.
Terlihat bunda menahan senyum tapi berubah serius lagi.
"Sebutkan nama saudara?"
"Nama saya Mawar" jawab gw singkat
"Tolong anda serius sedikit,siapa nama anda"
"Maaf bukannya di kasus-kasus itu harus pakai nama samaran ya,kalau gitu tolong sebut saja saya mawar"
Sasa yang menunduk dari tadi badannya gerak-gerak nahan ketawa,dengar nama samaran gw dan bunda pun melihat kesamping sambil menutupi mulutnya,kalau mbak Rina pura-pura main hp di belakang sana tapi kelihatan banget bibirnya kedut-kedut.
"Anda itu disini tersangka bukan korban,anda tidak berhak mengunakan nama samaran",bunda kembali tenang dan mulai bicara lagi.
"Iya bu hakim" maaf saya tidak tau.
"Sebutkan nama lengkap anda?"
Nama lengkap saya Abimana Pramono, putra tunggal dari pasangan Sintha Wiratama dan Juna Putra Pramono,umur saya 19 tahun saya lahir dan besar di Jakarta,alamat rumah sa.."
"Cukup-cukup ini sidang ya,bukan sensus penduduk"bunda menyela.
gw tersenyum kecil,bisa ngelawak juga bundaku,tapi ini acting sidang kapan berakhirnya udah lapar bimo bunda,gw berteriak dalam hati.
"Apa keluarga saudara mengajarkan anda untuk bermain-main dengan hati?
"maaf ibu hakim,keluarga saya tidak pernah mngajarkan bermain seperti itu."
__ADS_1
"Lebih-lebih bunda saya, dari kecil saya selalu dikasih boneka-boneka barbie untuk mainanan saya,dan terkadang dia merias dan memakaikan baju untuk anak cewe di diri saya bu hakim."
Tubuh Sasa kembali bergetar saat mendengar ucapan gw tapi anehnya masih nunduk aja itu kepala kagak sakit apa.
Bibir bunda pun sudah tidak tahan lagi untuk tidak tertawa,gw bediri dan duduk disebalah bunda,gw peluk dari samping dan kepala gw ada di pundaknya.
"Bunda kenapa sih,Bimo tadi ngomong salah satu calon mantu cuma keceplosan saja,mana ada Bimo banyak cewe dan mainin hati banyak wanita bun"
"Bunda kan tau sendiri Bimo enggak pernah pacaran"
"Iya sayang bunda tau,tapi kamu enggak lagi bohongi bunda kan?"
"Mana berani Bimo bohong,kalau Bimo bohong,Bimo mau dah di cium mbak Rina sebagai hukumannya.
"Plaaak!!"
Hp yang di pegang mbak Rina langsung terjatuh,bunda langsung melepaskan pelukukan gw dan Sasa yang dari tadi nunduk langsung menatam gw tajam.
"Bundaa,bundaa..Bimo bercanda bunda,gw merengek dan memeluk bunda lagi.
"Kamu ini ya,bener-bener mirip sama ayah kamu saat muda dulu,suka se enaknya sendiri"
"Tapi itu kan yang membuat bunda sayang sama ayah"
"Bener tadi kamu itu hanya keceplosan saat bilang salah satu calon mantu?"
"Bener bunda,dia pun udah punya cowo kok bun" gw menunjuk Sasa.
"Bener yang dikatakan putra saya,kamu sudah punya pacar?"
Raut wajah Sasa nampak bimbang,gw liat tangan dia mencengkram sofa,dengan wajah yang sangat sulit gw artikan dia menjawab,"Iya nyonya saya sudah memiliki kekasih."
"Tu kan bunda dia udah punya cowo,udah ya Bimo jangan di sidang lagi,lapar Bimo bunda Traktir Bimo bibir ya?"
"Apa kamu bilang!!!"
"Ehh maksud Bimo traktir makan dan suapin ke bibir Bimo" Hampir aja,otak gw masih saja kefikiran traktiran bibir dari Sasa yang telah hangus karena manager anjing itu.
Bunda tersenyum dan acak-acak rambut gw pelan,"Iya nanti bunda suapin".
"Sayang suka makanan Eropa kan?"
__ADS_1
"Iya bunda" jawab gw singkat.
"Rina tolong buat reservasi di Mediterraniae Restaurant untuk 2 orang"
"Baik nyonya" Rina langsung keluar ruangan meningkalkan gw sama Sasa dan bunda.
"Nama kamu Vanesha?"
Merasa ditanya Sasa langsung menjawab "Iya saya Vanesha"
"Berhubung kamu udah bantu putra saya tadi saat dibawah dan anda juga temannya,saya akan menawari anda jabatan manager lantai satu menggantikan Hartanto,apakah kamu bersedia?"
Sasa nampak bingung dan bimbang sesekali dia menatap gw yang gw balas dengan anggukan kepala,bukan karena setuju dia jadi manager,emang leher gw lagi pegel aja.
"Iya nyonya Sasa bersedia" jawab Sasa.
"Baik mulai besok kamu akan jadi manager di lantai 1,nanti biar Rina yang mengurus semuanya"
"Baik nyonya terima kasih,saya akan berkerja dengan keras untuk tidak mengecewakan nyonya dan butik" Jawab Sasa tegas.
"Iya saya percayakan lantai satu kepada kamu"Bunda membalas.
"Selamat Sasa telah naik jabatan,ditunggu traktiran nya" gw tersenyum ke arah Sasa.
"Iya tuan muda,terima kasih"
Dipanggail tuan muda lagi gw,bodo amatlah paling nanti panggil loe gw lagi kalau di luar.
"Tapi jangan traktir guded lagi ya" gw tersenyum melihat ekpresi Sasa yang terkejut.
"Maksud kamu apa sayang,jadi temen yang ajak kamu makan gudeg di pinggir jalan itu Vanesha ini?
Sasa langsung berdiri dan bilang,"Nyonya saya keluar dulu untuk kembali berkerja,terima kasih atas jabatan yang nyonya berikan" Sasa langsung ngibrit keluar.
Gw dan bunda tertawa liat Sasa yang seperti ketakutan.
"Temen kamu unik ya sayang?"
"Itu sih belum seberapa bunda,ada 2 temen bimo lagi yang saat bunda bicara sama mereka pasti langsung emosi"
Bunda tersenyum dan bilang,"Iya kapan-kapan kenalkan semua temen kamu ke bunda ya"
__ADS_1
"Siap laksanakan,Gw bicara dengan tangan hormat di kening kepada bunda".
Dan kamipun kembali tertawa,dan itulah bunda gw orang yang selalu memberikan gw cinta dan kasih yang begitu besar.