
Manusia hanyalah mahluk fana tercipta dari kehendak sang maha kuasa pencipta alam semesta beserta semua isinya.
Kehidupan dan takdir manusia itu bagaikan sebuah misteri dan tidak akan pernah tertukar satu sama lain, begitu juga tidak bisa ditebak alurnya seperti apa.
Begitu juga dengan takdir gw, takdir seorang pemuda biasa yang mudah tergoda dengan semua dosa yang ada di dunia ini.
Sewaktu-waktu di saat gw sendirian dan termenung di dalam sepinya malam, gw bertanya-tanya dengan semilir angin yang melintas, Apa istimewanya gw ini? Sehingga allah memberikan gw takdir yang begitu mengagumkan".
Setiap hari gw mengoleksi dosa dengan minum miras, setiap hari juga gw menyakiti sesama dengan adu nyawa. Lidah gw pun tidak luput dan bagaikan alat terampuh mendapatkan dosa dengan semua caci maki dan kata-kata kotor yang selalu gw ucapkan.
Dengan kelakuan gw yang bajingan itu, kenapa Allah masih begitu sayang sama gw ini? Memberikan segala kemudahan berserta keindahan.
Gw diberikan sepasang orang tua yang sangat mengagumkan, dalam hal kebutuhan duniawi dari kecil gw kagak tau itu yang namanya hidup susah. Gw juga diberikan kasih sayang yang begitu melimpah.
Sampai disaat gw melakukan dosa besar, berhubungan badan sebelum menikah pun takdir indah ini kagak menghilang malah semakin menjadi-jadi dengan memberikan gw satu wanita lagi dengan spek yang sama, yaitu spek bidadari.
Putri wanita ke 4 yang menyatakan perasaannya ke gw.
Tanpa paksaan dan ancaman dia seperti 3 wanita lainnya masuk dengan sendirinya ke dalam takdir cinta gw ini.
Dan sekarang seperti pasangan pada umumnya yang baru saja jadian, gw dan Putri masih dalam formasi bermesraan.
Gw duduk bersender di sofa dan putri memeluk gw dari samping. Wajah munggil dia bersandar di dada gw seakan-akan sedang menikmati irama musik yang tercipta dari detak jantung di dalam dada ini.
"Bimo?". Lembut Putri memanggil nama gw.
"Iya kenapa?". Jawab gw kagak kalah lembut sambil membelai rambut hitamnya mesra.
"Kita ini sudah sah menjadi sepasang kekasih kan? Ini bukan lamunan atau mimpi aku saja kan?".
"Lamunan dan mimpi kita sudah menjadi kenyataan Put, aku milik kamu saat ini dan begitu juga sebaliknya. Kita sudah menjadi sepasang burung merpati yang terbang ber iringan mengarungi luasnya danau kasih yang terbentuk dari rasa saling memiliki".
Putri semakin memeluk gw erat setelah mendengar jawaban dari gw. "Bimo aku sayang banget sama kamu". Ucap dia lirih masih dengan wajahnya yang begitu nyaman bersandar di dada gw.
__ADS_1
"Rasa sayang kamu ke aku sama besarnya seperti rasa sayang aku ke kamu Put. Mari kita pupuk dan jaga agar tunas cinta yang kita tanam ini bisa tumbuh dan semakin besar".
"Disatu sisi aku saat ini sangat bahagia Bimo tapi disatu sisi aku juga merasakan sedikit takut".
"Takut kenapa? Selama ada aku di samping kamu jangan pernah takut karena aku akan selalu melindungi kamu". Lembut gw mencium pucuk kepala Putri yang ada di bawah dagu gw.
"Aku takut jika sebelum tunas cinta itu tumbuh kuat, kita akan berselisih dan bertengkar dan aku takut jika nanti kamu marah dan tinggalin aku".
"Putri sayang, jangan takut dengan sesuatu yang belum terjadi. Pertengkaran sepasang kekasih itu hal yang wajar, jika suatu saat kita berselisih tentang satu hal aku pasti akan mengalah untuk kamu. Dan bila masalah kita terlalu besar cukup ingat moment kita bersama, moment di saat kita saling memberikan kasih dan sayang tulus. Aku nyakin kita enggak akan mungkin terpisahkan".
"Kata-kata kamu buat aku tenang Bim, aku berjanji hati ini hanya milik kamu seorang". Putri keluar dari pelukan dan memandang gw dengan senyum indahnya.
Gw balas memandang Putri dengan senyuman hangat yang tercetak di bibir gw.
Tangan gw terangkat dan mengelus pipi lembutnya. "Sama hati aku hanya milik kamu seorang". Gw berucap semeyakinkan mungkin untuk menutupi kebohongan besar.
Putri tampak sangat bahagia gw membalas kata-katanya. Wajah cantiknya terpampang jelas menunjukan ekpresi mengagumi, rasanya gw enggak akan pernah bosan untuk selalu terpesona dengan kecantikan ini.
Kami masih saling bertukar senyum dalam diam, entah siapa yang memulai duluan tapi yang pasti beberapa detik kemudian mata kami sama-sama terpejam dan 2 bibir saling bertautan satu sama lain.
Nafas kami berdua mulai memburu karena pasokan oksigen yang tersumbat dan ciuman bibir kami akhinya terlepas dengan Putri yang mundur ke belakang, dia dengan wajah merona tampak ter engah-engah.
"Bimo kamu udah sering ciuman ya?". Putri malu-malu bertanya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu Put? Ada yang aneh ya?".
"Enggak aku merasa kamu cukup lihai, atau mungkin aku yang masih amatir".
"Lihai apa? iya sih aku memang sering ciuman tapi itu sama guling dikala aku kesepian". Gw bercanda sedikit, mengalihkan rasa curiga yang mungkin saja Putri rasakan.
"Hehehe, blak-blak an banget sih kamu Bimo. Kamu yang gitu kok malah aku ya yang malu". Putri tersenyum manis.
"Sama kamu ini enggak ada yang aku tutup-tutupi Put, apapun pertanyaan dan keinginan kamu. Jika aku mampu, aku akan menjawab dan menuruti semuanya". kalimat bercampur gula terus saja gw ucapkan untuk tetap membuat cewe baru gw ini melayang.
__ADS_1
"Terima kasih Bimo dan bicara soal keinginan, aku punya 1 permintaan". Putri tampak ragu sejenak.
Tadi kan kita abis ciuman dan sekarang dia punya satu permintaan, apa jangan-jangan permintaan itu adalah.. Gw berspekulasi dalam hati.
Gw kagak bisa menggambarkan perasaan gw saat ini yang berada antara bersemangat dan tegang. Apa mungkin hari ini gw akan ber se tu buh dengan 2 wanita yang berbeda? Sungguh dibalik musibah pasti ada berkah.
"Bimo kenapa diam? katanya tadi aku boleh minta apa saja".
"Maaf Put, aku diam karena terlalu bahagia dan tidak bisa mengucapkannya dengan kata-kata. Mintalah apapun yang kamu mau akan aku kasih". Gw berucap cepat karena udah terlalu bersemangat.
"Serius kamu enggak akan marah kan? Aku takut kamu marah setelah mendengarnya, karena permintaan aku ini terlalu cepat dan mendadak". Putri masih tampak ragu.
"Percaya lah kasih, cowo kamu ini enggak bisa marah jika itu bersama kamu. Semua akan aku kasih". Gw menyakinkan Putri.
"Tapi Bimo, aku takut". Putri berucap lirih memandang gw sendu.
"Awal memang menakutkan sayang tapi lama-lama juga enak kok, ini juga pengalaman pertama aku".
Tanpa menunggu lama gw berdiri langsung membuka baju cepat dan melemparkannya ke sofa.
Dengan bangga gw memamerkan perut kotak-kotak di depan Putri.
Putri yang masih duduk tampak bengong dengan mulut terbuka lebar melihat gw, aahhh mungkin dia terpesona saat ini.
"Astafirlah! Bimo kamu mau apa?". Putri terkejut dan langsung mundur.
"Hehe, acting kamu menggemaskan Put. Jangan malu-malu gitu dong, Ini kan permintaan kamu itu?". Gw mulai membuka ikat pinggang.
"Bimo kamu salah paham! Aku enggak minta itu. Kenapa kamu malah menebak yang enggak-enggak?". Putri memalingkan wajahnya malu.
"Heehh! Apa kamu bilang? Enggak dengar aku Put, coba ulangi".
"Permintaan aku itu tidak seperti yang kamu fikirkan Bimoo, cepat pakai lagi bajunya". Putri masih berpaling.
__ADS_1
Dan gw cuma berdiri dengan bengong saat ini, jika dia kagak minta ini terus minta apaan? Gw berucap dalam diam. Mana udah tanggung lagi, sabuk gw udah terlepas pula.