Preman Campus

Preman Campus
OTW JOGJA


__ADS_3

"Jadi gimana keputusan kamu nak? mau atau tidak kami bantu?".


"Apa saya layak untuk hidup bahagia tante?".


"Semua orang berhak untuk hidup bahagia cantik". Bunda menjawab dengan senyum lembutnya.


"Jika saya masih diberi kesempatan untuk merasakan bahagia untuk pertama kalinya. Dengan senang hati dan memohon dengan sangat ke om dan tante untuk membantu saya". Nuri bicara dengan lirih.


"Baik-baik kami dengan senang hati akan membantu kamu, ya kan Pa?". Bunda terlihat bahagia


"Apapun yang Mama kehendaki pasti ayah setuju. 1 panggilan telfon dari Papa sudah bisa buat Nuri bebas". Ayah bicara tanpa beban sama sekali.


Mungkin ini cuma masalah sepele untuk bokap gw yang sangat Over Power ini dengan segala tuas kekuasaan yang dia miliki.


"Terima kasih om, saya tidak menyangka bisa bertemu Om dan tante juga Bimo". Dia menyebut nama gw malu-malu.


"Nuri tolong ralat ucapan kamu, kamu buat 2 cebong peliharan saya cemberut karena tidak kamu sebut nama mereka".


Bunda dan Ayah tampak tersenyum melihat Reza dan Udin yang hanya bisa tersenyum canggung mereka.


"Reza Udin terima kasih karena kalian juga saya bisa bertemu dengan Bimo". Ucap Nuri tulus.


"Sama-sama Nuri, diriku juga beruntung bisa kenal sama dirimu".


"Iya, semoga kamu bisa mendapatkan kebahagian yang kami impikan itu".


Tumben 2 anak cebong bicara serius dan kagak ngegombal, mungkin karena ada bokap dan Bunda disini jadi mereka malu.


"Nuri kamu pindah ke hotel om dan tante ya? Nanti kamu kembali ke Indonesia bareng kita saja dan kita bahas lagi tentang masalah kamu".


"Emang kita juga punya hotel disini Bunda?". Gw terkejut mendengarnya.


"Emang kamu tidak tau jagoan? di samping Rumah Sakit ini kan ada hotel bintang 5 dan itu milik kita, Pramono hotel juga namanya?".


"Kalau Bimo tau mana mungkin Bimo akan terkejut seperti ini yah".


"Sudah-sudah sayang, cuma Hotel ini kamu bahas, Nuri ikut tante ya?".


"Iya tante saya percaya tante dan om".


"Bunda Ayah terima kasih sudah mau bantu Nuri, semuanya Bimo serahkan ke Ayah dan bunda. Sekarang Bimo mau ngomong sesuatu".


"Sayang mau bicara apa? bicara saja".


"Iya jagoan kamu mau apa?".


"Bimo mau balik ke Jogja malam ini juga". Jawab gw terus terang.

__ADS_1


2 cebong sontak terkejut dengan keinginan gw, tapi mereka pada diam.


"Sayang kamu enggak mau temanin bunda dulu disini". Bunda tampak terkejut


"Iya jagoan bunda sama Ayah masih 2 hari lagi disini untuk urusan bisnis".


"Maunya sih gitu bunda, tapi Bimo masih banyak urusan dan janji di jogja".


"Pasti urusan dan janji sama cewe ya?". Bunda tersenyum melihat gw.


"Bunda bicara apa sih, urusan kuliah bunda". Gw ngibul.


"Kan ada Nuri disini yang bisa temani bunda ngobrol, bisa juga Bunda ajak jalan-jalan dan shoping. Kan sama-sama wanita pasti cocok".


"Pinter banget kamu sayang, cari solusinya. Gimana pah, apa kita izinkan Bimo kembali ke Jogja hari ini?".


"Biarin saja Ma jagoan kita bila ingin kembali ke Indo dulu". Jawab Bokap singkat dan gw tersenyum mendengarnya.


"Gimana Bunda? Ayah sudah kasih izin, bunda juga kan?".


"Iya kamu boleh kembali tapi dengan 1 syarat, jika ada hari libur kamu harus pulang ke rumah, ada yang ingin bunda bicarakan sama kamu". Bunda bicara melihat gw serius


Wajah bokap juga terlihat serius, pasti tau apa yang akan bunda bicarakan.


"Tidak bisa bunda bicarakan sekarang ya?". Gw terlalu penasaran.


"Ya udah nanti Bimo ke pulang ke rumah kalau ada waktu".


Bunda dan Ayah tersenyum mendengar jawaban gw.


"Ya udah jagoan kamu siap-siap gi, nanti ke bandaranya biar diantar sama pak Salim. Pesawat pribadi kita juga masih disana nanti biar ayah atur semuanya biar kamu bisa langsung kembali".


"Iya Ayah terima kasih". Gw menjawab dengan senyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nyet kenapa lu berdua pada cemburut mulu dari tadi, kan kalian sudah gw empani makan tadi?".


Gw bicara dan bertanya, 2 anak cebong sejak makan dan sekarang naik mobil jalan ke bandara mereka pada diam dengan muka ditekuk kek baju strikaan.


"Lidah dirimu tidak bisa dipegang cak!". Reza akhirnya berbicara setelah sekian purnama terdiam.


"Gila lu mau pegang lidah gw!". Gw yang duduk di depan bicara dan melihat Reza di jok belakang.


"Maksud diriku bicara dirimu cak yang enggak bisa dipegang, kan dirimu bilang kembali besok kok malah malam ini?".


"Iya Bim padahal rencana kita kan mau muter-muter di Rumah Sakit loe nanti malam, bukan begitu dek Za?".

__ADS_1


"Tul betul itu kak Din". Reza menjawab dengan ciri khasnya.


"Cuma masalah gitu doang aja lu cemberut nyet, di Indo kan juga bisa kalau kalian mau cuci mata".


"Tapi kita kan mau menemani Nuri juga cak, kenapa tidak kembali bareng orang tua dirimu saja?".


"Iya Bim, bener apa kata dek Za. Gw juga mau menemani Nuri dulu".


"Hehh upil komodo! emang itu betina anak kecil pakai lu temenin segala ha".


Pak salim terlihat tersenyum saat mendengar celotehan gw sementara 2 anak cebong semakin cemberut.


"Kalian kan sudah saling bertukar no HP tadi kan? nanti juga bisa ketemu lagi. Biarkan dia nenangin diri dulu sama Bunda gw nyet, kan lu berdua tau sendiri dia punya masalah bejibun".


Mereka berdua malah menatap gw aneh dan curiga.


"Bisa tolong biasa aja kagak kalau lihat gw nyet, dulu saat ada orang yang liatin gw gitu langsung gw colok pakai linggis!".


"Ini bukan modus operandi kamu kan cak?".


"Iya Bim, ini bukan akal-akalan elo aja kan?".


2 anak cebong bicara dan sama sekali tidak takut dengan ancaman gw.


"Lu berdua bicara apaan sih? berbelit-belit banget kek uler!".


"Akal-akalan loe untuk jauhan kami dengan Nuri dan mau loe monopoli sendiri".


"Emang itu betina rempah-rempah nyet gw monopoli sendiri! pada kejauhan otak lu berdua berkelana".


"Tenang aja gw kagak tertarik dengan cewe yang bentar lagi jadi janda itu, gw cuma kasian dan mau bantu doang. Lu berdua dengar sendiri kan gimana kisah hidupnya?".


Udin dan Reza menghela nafas panjang, mungkin mereka juga terenyuh mendengar kisah yang sangat melo itu.


"Lu berdua santai aja nyet, biarkan itu betina selesaikan masalahnya dulu dan biarkan dia menikmati kebahagian yang akan dia dapatkan, untuk sementara kalian dukung dan kasih semangat saja melalui pesan atau telfon". Gw memberi saran.


"Ok Bim kelihatannya emang itu jalan yang terbaik". Udin sependapat sama gw begitu juga dengan anak rantau dari Madura.


Akhirnya perjalanan gw ke bandara bisa damai karena dua anak cebong pada diem aja di jok belakang.


Gw udah kagak sabar untuk menginjakkan kaki di Jogja lagi dan balik ke kost, entah kenapa gw kangen sama kamar gw yang pengap lusuh dan mau ambruk itu.


"Pak Salim nanti kalau sudah sampai bandara bangunin saya ya?".


"Iya den Bimo silahkan istirahat saja"


Pak salim menjawab dengan pandangan lurus ke depan karena sedang nyetir.

__ADS_1


Gw senderan dan memejamkan mata, sungguh hari yang melelahkan.


__ADS_2