Preman Campus

Preman Campus
500 biji


__ADS_3

Gw berdiri untuk mengambil minum di kulkas,dan kampretnya di kulkas gw isinya cuma ada bir kalengan doang.


"Bimo aku minta minum juga" Sasa bicara pelan masih bersandar di sana.


Dengan canggung gw bertanya,"Gw cuma ada bir kalengan di sini Sa,serius loe mau?"


Tanpa ekpresi dia hanya mengangguk pelan.


Gw bawa satu kaleng aja untuk minum berdua sama Sasa,kalau bawa satu krat entar mabok ini bocah,kalau maboknya damai kagak apa-apa.Tapi kalau mabuknya kek si Jono,kan bisa dapat masalah gw.


Gw duduk disamping dia bersandar di tembok kamar.


"Clek,sesssss!!! Bir kaleng gw buka dan langsung gw sodorkan Sasa biar adem itu tenggorokan dia.


Dia ambil dan langsung meneguk abis itu satu kaleng bir.Gila ni bocah gw kan cuma ambil satu dan rencana bakal kita minum bareng biar agak romantis dikit Bener-bener haus ternyata ini betina.


Gw masih diem tiba-tiba itu kepala Sasa terjatuh di pundak gw.Apa ini anak pingsan yak.Saat gw mau cek nafasnya dia berbicara.


"Bimo aku sudah putus sama cowo aku".Suara Sasa pelan dengan kepala yang bersandar di pundak gw.


"Alhamdulilah" tiba-tiba ini mulut asal jeplak lagi.


Tapi aneh nya Sasa kagak marah,saat dengar gw bershukur atas kandasnya hubungan dia.


"Sebenarnya aku tidak menghendaki hubungan ini dari awal Bimo".


"Maksud loe Sa?"


"Aku terpaksa Bimo,pacaran sama Sulis".

__ADS_1


"Bentar-bentar Sa,Sulis itu siapa e? Lu lesbian ya?" wajar dong gw tanya gitu secara yang gw tau Sulis tu nama cewe dan nama penyanyi yang lagu nya,"umi..umi.. juga Sulis.


"Ihh Bimo Sulis itu nama cowo,nama panjangnya Sulistiyono".


"Bentar Sa setau gw kan cowo lu orang china,tapi namanya kok jawa banget gitu".


"mana aku tau Bimo,lagian aku juga udah putusin dia".


"Lha terus letak masalahnya dimana?"


"Sebenarnya aku pacaran sama dia karena terpaksa Bimo,karena hutang keluarga aku ke keluarga dia".


"Berapa emang hutangnya?"


"200 juta" jawab Sasa singkat.


"Cuma karena duit receh gitu loe mau aja gitu pacaran sama dia?" Gw sedikit emosi.Kalau wanita semenarik Sasa bisa dipacari cuma dengan duit 200 juta.Berarti gw bisa dapat pacar seperti Sasa 500 biji,secara duit dari bokap buat saku gw kuliah di sini kan 100M.


"Emang buat apa keluarga kamu pinjem itu duit? buat beli permen apa cilok?"


Sasa masih bersandar di pundak gw,dan sekarang tangan dia masuk dan memeluk lengan gw.


Ini bocah kagak ada takut-takutnya yak,gw kan manusia,cowo lagi berbatang pula.Bisa-bisanya bersandar dan meluk lengan gw di saat seperti ini.


"Itu uang untuk bayar operasi ayah aku Bimo".


"Tapi udah aku lunasi itu uangnya,aku jual mobil dan seluruh tabungan,aku ambil dan kembalikan ke orang tua dia,aku kesana sama-sama ayah dan ibu aku".


"Setiap aku bicara sama kamu,seakan kamu tau aku sedang bersembunyi di balik topeng kebahagian,kamu selalu mendorong aku untuk lepas topeng ini,dan akhirnya aku menyerah Bimo aku ingin bahagia dengan pilihanku,aku ingin jadi diriku sendiri dan aku ingin memulai dari awal lagi".

__ADS_1


Sialan tiba-tiba kok gw ngantuk ya denger cerita Sasa.Itu suara cocok banget untuk menjadi nada pengantar tidur gw.


###


"Keren loe Sa,akhirnya loe berani lepas itu topeng.Dan sekarang gw bisa liat wajah asli loe sepuasnya".Gw tertawa pelan.


"Ihhh apa si Bimo. Emang gak bosen liat wajah aku tiap hari? Dia bertanya dan semakin mempererat pelukan di lengan gw.


"Siapa yang bilang gw akan liat wajah loe tiap hari Sa? Gw kan bilang bisa liat wajah loe sepuasnya bukan tiap hari."


Sasa melepaskan pelukan di lengan gw dan kepalanya yang dari tadi bersandar di pundak gw juga akhirnya dia angkat.Dan dia mulai memukul-mukul gw dengan gemes.


Akhirnya setelah sesi pukul memukul usai suasana menjadi tenang kembali.


"Gw harus bantuin loe apa sekarang Sa?"


"Aku mutusin Sulis lewat telfon Bimo,dia ada diluar kota sekarang".


"Dia marah dan gak terima,dan ngancam aku bakal datang ke kost dan sakiti aku".


"Aku takut Bimo" Sasa kembali meluk gw.


"Ya ampun Sa cuma gara-gara gini an lu nangis,kan ada gw disini ngapain lu takut".


"Emang kaya an mana kelurga aku atau dia?".


"Jauh Bimo,kamu aja anggp 200 juta receh,mungkin orang tua kamu anggap 1 triliun juga receh".


"Lebih mudah dong kalau gitu buat gw lindungi kamu".

__ADS_1


"Maksud kamu Bim?"


__ADS_2