
Berhari-hari Shafa berkutat dengan sosial media dan channel youtubenya, follower juga subscriber nya melonjak pesat setelah videonya terbarunya di upload. Semakin penasaran lah netizen dengan sosok yang dalam video tersebut nampak hanya dari samping. Banyak yang menebak sosok cantik berbalut kerudung putih dan cadar itu sebagai beberapa penyanyi YouTube yang sering mengcover lagu. Namun tak satupun tebakan itu yang benar.
"Mas Rayyan?" Shafa mengernyit melihat akun instagram suaminya yang selama ini enggak pernah ia kepoin ternyata banyak postingan terbarunya. Ia mendengus kesal, dari sekian banyak foto yang ia posting tak ada satupun fotonya. Yang ada hanya Rayyan bersama Am dan Zafran yang menjadi profil akunnya. Di lihat dari tanggalnya, foto tersebut baru di perbarui beberapa waktu lalu. Selain itu, yang membuat Shafa semakin kesal banyaknya foto yang menandai suaminya, salah satunya adalah foto-foto saat ia mengadakan seminar maupun pembelajaran jarak jauh.
"Huh, sudah jadi idola baru rupanya" Batinnya bersungut-sungut sambil menscroll foto-foto Rayyan. Hingga pada satu foto yang membuat pipinya merona. Bukan karena foto tersebut tapi caption dalam foto tersebut yang membuat rasa kesalnya menguap seketika.
Hanya dua kata, yang di tulis Rayyan mampu membuat Shafa senyum-senyum sendirian. "Bidadari Surgaku" demikianlah yang tertera sebagai caption foto wanita yang tengah memeluk Zifara. Foto tersebut tak sengaja ia ambil sesaat setelah Zifara menangis akibat bertengkar dengan sang kakak. Dalam foto tersebut wajah Shafa tak begitu jelas karena fokus kamera Rayyan adalah pada finger heart yang ia tujukan untuk istrinya.
"Mas Ray so sweet" Batinnya sambil menggigit bibir bawahnya.
"Mommy tenapa ketawa-ketawa?" Tegur sang putra yang sedang berbaring sambil meminum susu dalam botolnya.
"Enggak papa, Am lanjutin minumnya" Ucapnya, masih mesam-mesem sendiri.
Am bangkit dari posisinya lalu memeluk lengan sang ibu sambil merengek.
"Mommy, belitan atu mobil-mobil kaya punya Bobby mommy" Pintanya dengan raut melas. Sejak beberapa hari lalu ia terus merengek meminta mobil-mobilan seperti milik tetangga sebelah rumahnya. Tapi, apa daya Shafa yang harus menghemat hingga tak memenuhi keinginan putranya, karena mobil-mobilan yang di maksud Am berharga setara dengan sebuah sepeda motor matic.
"Sabar ya, nanti Mommy pasti beliin kok" Ucapnya sambil mengusap kepala putranya.
"Kapan Mom?" Rengek nya lagi.
"Tunggu ya, mommy cek dulu uang mommy" Ujar Shafa sambil mengalihkan kembali pandangannya pada layar ponselnya. Ia berharap pendapatannya kali ini tidak mengecewakan. Ia sudah sangat total dalam merekam video berikut lagu-lagu yang ia cover ulang.
Bismillahirrohmanirrohim...
Shafa menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata. Penasaran tapi juga deg degan dengan penghasilannya sosial medianya. Ia membuka matanya perlahan kemudian mengintip ke layar ponselnya dengan jantung berdebar-debar. Lebih tepatnya berdebar karena takut kecewa.
"Haah?"
Berulang kali ia menscrol layar ponselnya.
"Empat puluh tiga juta" Lirihnya.
Alhamdulillah...
Mata Shafa berbinar saat melakukan penarikan untuk pertama kalinya. Meski bukan pertama kalinya menerima uang dari akun social medianya, tp penghasilannya kali ini benar-benar akan ia gunakan dan sangat ia butuhkan.
__ADS_1
"Mommy..." Rengek Am lagi.
"Iya, sabar mommy ngambil uangnya dulu ya?" Ucap Shafa. Perasaannya benar-benar baahagia. Ia segera mencari mobil-mobilan yang di inginkan Am di salah satu aplikasi belanja online.
"Yang itu mommy, yang itu," tunjuk Am pada salah satu gambar mobil mainan yang bisa di naiki seperti milik Bobby.
Klik.
"Sudah! Kita tunggu mobilnya datang" ucap Shafa senang.
"Ye... Makacih mommy"
Cup!
Ia bersorak senang sambil mencium pipi momnynya. Sementara Shafa dengan semangat menghubungi Amel guna membahas video selanjutnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00, namun Rayyan masih berada di ruangannya untuk menerima konsultasi mahasiswa. Jadwalnya yang begitu padat akhir-akhir ini membuatnya mudah lelah.
"Mr. Ray baik-baik saja?" Tanya Pak Benny yang tak sengaja melihat Rayyan memijat pelipisnya.
"Terima kasih pak Ben," ucapnya seraya meraih minuman botol yang ada di hadapannya.
"Apa kabarnya si Am dan Zifara? Kok nggak pernah di ajak lagi Mr. Ray?" Pak Benny memulai obrolan ringan agar Rayyan bisa sedikit lebih rileks dari tugas-tugasnya.
"Mereka baik, Am selalu mau ikut tapi mommynya melarang karena saya kan bawa motor" Jawab Rayyan yang kembali menegak minan bercafein itu.
"Saya jadi ngiri deh lihat Mr. Ray dan keluarga. Family goals banget. Jadi pengen punya anak-anak yang mirip mereka"
Rayyan terkekeh mendengarvucapan rekannya itu, bukan hanya Benny, banyak yang sering ia dengar meng elu-elukan kehidupan pernikahannya. Memiliki istri canyik dan anak anak yang tanpan dan cantik rupanya menjadikan kehidupan mereka terlihat begitu sempurna. Mereka tak tahu bahwa di balik semua itu ada perjuangan dan kisah pilu yang pernah mereka lalui bersama.
"Makanya segeralah menikah pak Ben. Nunggu apa lagi? Apa nunggu di jodohin?" Balas Rayyan.
"Saya nunggu yang pas aja" jawabnya sambil nyengir, menunjukkan jajaran giginya yang putih.
"Udah dapat?"
"Udah sih tapi..."
__ADS_1
"Tapi apa? Kalau sudah dapat, segera di halalin Pak Ben, sebelum di tikung" Seloroh Rayyan.
Benny menarik kursinya mendekat ke arah Rayyan. Ia mengambil benda pipih dari dalam sakunya dan menunjukkan sebuah video yang ia download dari YouTube.
"Ini dia, sayangnya saya nggak tahu dia siapa" Ia menyodorkan handphonenya pada Rayyan.
"Pertama lihat video ini di handphone keponakan saya, saya langsung jatuh hati. Gimana mr. Ray? Solehah banget kan?" Tanyanya meminta pendapat.
"Ck, pak Ben ada-ada saja. Gadis bercadar di kampus kita juga banyak, kenapa tidak pilih salah satu dari mereka yang sudah jelas identitasnya? Dunia maya itu terlalu banyak bumbu-bumbunya pak Ben" Ucap Rayyan sambil menyodorkan kembali ponsel Benny.
"Yang ini beda Mr. Ray. Serius. Andai saya tahu dia siapa, pasti langsung kupinang dengan Bismillah" Ucapnya sambil tersenyum membayangkan. Tangannya bergerak menekan tombol play pada layar ponselnya.
Tak berapa lama suara irama musik yang sudah sangat familiar di telinga mereka terdengar. Pasalnya hampir tiap hari lagu berjudul "Aisyah" terdengar entah itu di kantin, televisi, bahkan tak sedikit mahasiswa yang melantunkan lagu yang tengah hits tersebut. Sebagai seorang yang paham akan adab, Rayyan sempat mengkritik lagu tersebut di salah satu social medianya. Lagu "Aisyah" Versi aslinya dianggap kurang sopan lantaran menyebutkan fisik salah satu wanita mulia, ummul mukmin. Ia berharap lagu tersebut di revisi menjadi lebih santun dalam menggambarkan sirah nabi bersama istrinya Aisyah.
Rayyan menajamkan pendengarannya saat bait demi bait lagu tersebut terlantun. Bukan karena baitnya yang masih menggunakan versi aslinya tapi suara yng begitu familiar di telinganya. Ia meraih ponsel pak Benny yang masih terletak di atas meja.
Matanya tak berkedip saat melihat nama akun Zie_Zie yang tertera di layar. Akun yang sama dengan yang pernah Aisyah tunjukka adanya beberapa bulan lalu.
Rayyan menahan nafas saat melihat wanita bercadar yang tengah bermain piano di dalamnya. Rahangnya mengeras, jantungnya berdegup begitu kencang saat lagu itu semakin jelas di indra pendengarannya.
"Shafa Azura" Geramnya dalam hati .
Tak menunggu lama Rayyan segera menutup laptopnya, memasukkannya kedalam tas. Rayyan mengenakan jaket hitamnya dengan hati terbakar.
"Mr. Ray mau pulang?" Tegur pak Benny saat melihat rekan kerjanya itu nampak buru-buru.
"Iya, pak Ben. Saya lupa ada uruaan yang harus saya selesaikan di rumah" Jawabnya berusaha tenang.
"Oh, baiklah. Hati-hati Mr. Ray, salam buat anak-anak," ucap Pak Benny yang hanya di balas senyuman kecil oleh bapak tiga anak itu.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Author is Back. Lagi-lagi kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku ngilang lama bnget. *Kalau kemaren alasan lagi nggarap nilai dan rapor* sekarang apa lagi thor? Kan rapotannya udah?
Jadi, saat ini Author sedang dalam masaa orientasi CPNS, yang udah berlangsung selama beberapa hari lalu dan beberapa hari yang akan datang. Kebayangkan sibuknya ngurus berkas sana sini. Jadi jangan suudzon dulu yak. Bukan aku ga mau update tapi tuntutan masa depan yang udah di depan mata, mengharuskan aku untuk lebih memfokuskan diri di dalamnya.
Oh ya, ada yang langsung baca SAKINAH BERSAMAMU ya? Jadi Novel ini tuh sequel zdari JODOH PILIHAN ALLAH.... Yang blm baca, cusss baca yuks, kisah awal mula ayah Rayyan dan Mommy Shafa ketemu dan menikaah😘😘😘
__ADS_1