Sakinah Bersamamu

Sakinah Bersamamu
Teledor


__ADS_3

"Hei Aiisyah, ia kamu!" Panggil bu Ririn, salah satu dosen yang turut dalam kegiatan baksos tersebut.


"Ada apa bu?"


"Kamu nanti jaga posko ya, karena kami mau menghadiri acara penyambutan malam di lapangan. Kalau semua ikut, nanti yang hilang kan bahaya" Ujar bu Ririn .


"Saya sendiri bu?" Yang benar saja menjaga posko di tempat baru sendirian. Namanya acara penyambutan dan yang di sambut adalah mereka harusnya ia ikut serta bukannya malah di suruh jaga posko.


"Biar saya temani Aisyah bu, kan kasian kalau sendiri" Panji yang datang langsung menawarkan diri untuk menemani Aisyah.


"Jangan, kamu ketua tingkat jadi harus stay untuk memberikan sambutan mahasiswa. Kamu nanti dengan teman sekamarmu tetap di posko" Ujar bu Ririn.


Selepas Shalat magrib teman-teman Aisyah sudah bersiap untuk menghadiri acara penyambutan dari masyarakat yang di pusatkan di lapangan. Ditempat ini jika ada mahasiswa yang datang untuk melakukan pengabdian singkat di tempat mereka, akan disambut dengan sangat baik. Bagi masyarakat awam yang tak berilmu, hadirnya mereka sangat di nantikan.


"Ya udah kalian pergi deh sana biar aku saja yang disini" Ucap Aisyah saat melihat wajah lesu 3 orang teman kamarnya itu.


"Bu Ririn kok gitu sih, nggak adil banget tau nggak" Keluh Gita yang sudah memoles wajahnya dengan make up tipis.


"Kayaknya bu Ririn jelous deh Syah"


"Jelous? Maksud kamu apa Sin?" Tanyanya pada Sindi yang tiba-tiba berkomentar.


"Ya apalagi kalau bukan karena dokter Malvin. Dari tadi siang kan keliatan banget dia cari perhatian gitu sama dokter Malvin, dan ini semua karena rumor kedekatan kamu sama dokter Malvin. Apalagi tadi setelah kamu keluar dari kamarnya, ekspresinya langsung kaya kucing garong" Ucap Sindi.


"Serius Sin? Masa sih? Tunggu-tunggu! Kamu keluar dari kamar dokter Malvin?" Gita menunjuk Aisyah penuh selidik. Mereka bertiga mendekat kepada Aisyah seolah meminta penjelasan. Sepertinya ada hal yang lebih menarik bagi mereka selain pergi ke acara pesta penyambutan.


"Jelasin!"


"Kamu ngapain?"


"Jangan-jangan...?" Gita, Dita dan Sindi saling tatap mencoba menepis pemikirannya saat ini.


"Ish...ish. Kalian apa-apan sih? Jangan mikir yang aneh-aneh ya!" Aisyah bangkit dari posisi duduk melantainya pindah ke atas kursi di kamar tersebut. Ketiga temannya pun masih terus mengikutinya menuntut jawaban dan penjelasan dari Aisyah. Untung mereka bertiga bukan golongan fans garis keras Malvin, kalau tidak pasti Aisyah sudah habis di bully.


"Jadi Gini" Aisyah mengatur nafas untuk mulai bercerita.


"Aku tadi mau wudhu, tapi di kamar mandi ngantri. Aku minta duluan tapi kak Tasya dan kawan-kawan nggak ngijinin. Kebetulan dokter Malvin lihat dan dengar, mungkin dia kasihan sama aku terus aku di suruh wudhu di kamarnya. Karena waktu udah mepet ya aku mau aja sekalian aku shalat disana. Udah gitu aja" Terang Aisyah. Ia sudah mencoba menjelaskan namun tatapan teman-temannya masih tak puas.


"Terus yang tadi siang? Kenapa bisa makan semeja?" Tak heran kalau semua mengira yang tidak-tidak terhadap Aisyah dan Malvin. Sahabat Aisyah sendiripun penasaran apa lagi orang lain yang notabennya penggemar Malvin.

__ADS_1


"Ya aku nggak tahu, tiba-tiba aku dipanggil. Katanya kak Shafa dan kang Andi nitipin aku sama dia" Jawab Aisyah.


"Shafa? Oh my God, sini-sini... Loe belum pernah cerita soal anak pemilik HS Clinic itu. Aku jadi penasaran gimana ceritanya sih, suaminya pacarnya dokter Malvin masih hidup" Gita dengan antusias menarik Aisyah untuk turun dari atas kursi dan kembali duduk di atas kasur tipis.


"Kalian berdua kok jadi kepo sih? Dita aja biasa aja" Ujarnya pada Sindi dan Gita.


"Ye... Aku kan udah tau, kita kan magang di Klinik yang sama" Sahut Dita.


"Ayo dong Syah cerita, biar kita nggak suudzon sama kamu kayak yang lain, janji deh nggak akan bilang ke orang lain." Sindi memohon.


"Iya Syah... Katanya kamu jadi asistennya dokter Malvin ya? Uuuhhh enak banget sih hidupmu" Ucap Gita.


Yah, enak bagi yang membayangkan tapi miris bagi Aisyah yang menjalankan. Mereka para netijen taunya jadi asisten itu enak padahal asisten yang di maksud tak ubahnya seperti seorang pembantu.


"Janji ya, kalian nggak cerita ke siapa-siapa. Aku percaya kalian" Dita, Gita, dan Sindi mengangguk mantap pertanda setuju.


Aisyah mulai bercerita tentang Rayyan yang di bawa pulang abah saat dirinya masih kelas 3 SMA hingga dirawat dan menjadi saudaranya. Kemudian bagaimana Andi bertemu dengan keluarganya dan awal mula Aisyah bertemu sampai menjadi asisten dokter Malvin. Aisyah juga bercerita tentang dirinya yang selalu di ancam dan dijadikan bulan-bulanan Malvin. Ia merasa seperti alat pelampiasan kemarahan Malvin terhadap kandasnya hubungannya dengan Shafa hanya karena ia yang membantu Rayyan menemukan keluarganya. Sebelum berangkat ia sempat ingin bercerita pada Shafa dengan harapan ia bisa menolongnya tapi baru saja hendak bercerita Am sudah memotongnya, dan saat ingin melanjutkan ia berfikir kembali jangan sampai aduannya pada Shafa semakin memperburuk ke adaan. Dari itu Aisyah memutuskan untuk melewati semuanya sendirian.


"Ya Ampun Aish... Maafin kita nggak tau cerita sebenarnya" Gita dan yang lainnya memeluk Aisyah.


"Kamu pernah kelaparan kok nggak nelpon aku sih Syah" Dita menyeka air matanya yang tak sengaja lolos.


"Hush, jangan keras-keras, nanti ada yang dengar hukuman kamu bisa nambah" Ucap Sindi.


"Nggak mungkin, mereka kan sudah pada pergi ke pesta" Aisyah membuka kerudungnya karena sudah merasa aman tak orang di rumah itu.


"Eh buat ramen yuk... aku bawa ramen instan banyak loh" Tawar Gita sambil menaik turunkan alisnya.


"Ayuk...ayuk!" Seru tiga gadis muda itu serempak. Meski cukup tahu tentangbilmu kesehatan ketiganya kompak mengabaikan bahaya MSG dan pengawet demi semangkuk ramen yang luber di lidah. Sebagai generasi micin, mie istant dan sekutunya menjadi makanan favorite, apalagi bagi kaum mahasiswa mie instant merupakan bagian penting yang menemani mereka sehari-hari dikala dompet sudah menipis. "Terima Kasih i*domie" Harusnya ucapan itu juga ada di skripsi mereka, karena hanya mahasiswa yang tahu betapa berharganya sebungkus mie instant untuk kelangsungan hidup mereka di kos kosan.


"Huuum.... Wangi banget... Buruat Dit. Aku udah lapar" Ujar Aisyah yang menjadi tim sorak-sorak di meja makan. Ia mengikat asal rambutnya ke atas agar tidak mengganggu proses menikmati mie ramen nanti.


"Kamu cantikan nggak pake kerudung loh Syah. Kalau Panji lihat pasti makin cinta dianya" Tukas Sindi yang baru pertama kali melihat Aisyah membuka kerudungnya.


"Ngawur, aku mah udah cantik dari sononya"


"Eh ada orang ada orang!!!" Teriak Gita sambil menunjuk arah pintu.


"Mana...mana...mana?" Aisyah mendadak kelimpungan sampai baskom kosong di depannya ia gunakan untuk meenutup kepalanya. Sontak hal itu menimbulkan gelak tawa pada teman temannya. Sindi sampai memegang perutnya lantaran tak kuasa melihat ke panikan Aisyah.

__ADS_1


"Kampvreeettt kalian" Ucap Aisyah kesal karena berhasil kena prang Gita.


"Ha...ha...ha... Sumpah loe lucu banget" Ucap Sindi yaang masih terpingkal-pingkal.


"Bodo Ah" Ucap Aisyah sambil menyilangkan tangan di dada. Hampir saja dia jantungan karena ulah teman-temannya. Aisyah sudah memperhitungkan sampai satu jam kedepan ia masih aman membuka kerudungnya.


"Syah..." Anggil Gita.


"B*do ah, males" Jawabnya cuek. Ia memilih untuk membuka novel yang ada di ponselnya.


"Aisyah, ada---"


"Ada apa Git? Ada laki-laki? Atau ada jurig? Aku nggak takut!" Sahut Aisyah ketus. Gita dan Sindi nampak kebingungan.


"Syah!!! Itu---"


"Apa? Biarin deh kalo ada yang. Mau liatin aku juga terserahhhh" Aisyah Malah mengibaskan rambutnya bak model Shampo.


"Aduhhh" Sinta menapok jidatnya melihat ke narsisan Aisyah yang sangat tidak tepat waktu.


"Ehm"


Suara itu?


Asyah sontak menoleh pada dua temnnya di sebelahnya dengan ekspresi terkejut. Gita dan Sindi cuma bisa manggut-manggut sambil meringis.


"Kalian sedang ngapain?" Suara berat itu kembali terdengar.


"Aaaaaaa......."


Abah... Aish ternoda.....



Om dokter... Jangan galak-galak ya sama tantenya Aish nya Am...



Jaga posko dulu... Semoga nggak ada setan yang lewat..

__ADS_1


__ADS_2