Sakinah Bersamamu

Sakinah Bersamamu
Ide Menarik


__ADS_3

Sejak kejadian makan siang itu, dimana Shafa menyampaikan dengan gamblang bahwa dirinya siap untuk mengandung lagi, Rayyan menjadi semakin menjaga jarak dengan Shafa. Sekalipun ketika di hadapan dokter Malvin ia mengatakan "Iya" dengan begitu mantapnya, nyatanya berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.


Entah belum siap, malu, gugup atau alasan lain membuat Rayyan yang sudah hampir seminggu ini hidup bersama Shafa masih belum berani melakukan hal lebih dari sekedar menyentuh tangannya. Ditambah lagi dengan banyaknya tamu dan rekan kerja Rayyan yang berkunjung di rumah mereka siang dan malam silih berganti membuat mereka jarang menghabiskan waktu bersama sekalipun tinggal satu atap.


Rayyan yang kini, mulai mengenali dirinya dengan baik, berbicara dan bertindak sebagaimana dirinya dahulu tak merubah kenyataan bahwa ia masih belum mengingat istrinya. Hal itu membuatnya tak bisa bersikap biasa pada wanita yang sudah jauh hari mencuri perhatiannya.


"Woiii... bengong aja ni jablay satu" Amel mengagetkan Shafa dengan mendorong bahunya. Saat ini mereka tengah menghabiskan waktu bersama di sebuah cafe langganan mereka. Akhirnya Shafa and the gank bisa juga menyempatkan waktu buat ngumpul ditengah kesibukan mereka.


"Apaan sih loe"


"Oh ya, lu kesini sendiri. Buntut lo nggak nangis?" Tanya Amel. Yang ia tahu Shafa biasa tak pernah bisa pisah dari anak-anaknya terutama Am dan Zi yang selalu mengekor kemanapun ia pergi.


"Mereka lagi main sama bapaknya. Gantian lah, supaya ngerasain juga gimana rasanya ngurusin si bocah" Jawab Shafa. Saat ia berpamitan tadi, Rayyan memang tengah Asyik bermain dengan Zaf, Am dan Zizi. Mereka bertiga juga terlihat tidak tertarik ikut bersama Shafa.


"Eh gimana pak Ray? Masih belum ingat juga?" Tanya Amel memulai perbincangan mereka. Tak jauh-jauh dari pembahasan seputar Shafa dan Rayyan. Pasangan yang pernah di iri kan oleh sahabat-sahabatnya itu. Namun melihat kondisi yang pernah di alami Shafa di tambah amnesia Rayyan, sepertinya mereka akan menarik ucapan mereka yang menginginkan rumah tangga seperti Shafa dan Rayyan. Ujian cinta mereka mereka terlalu berat!


"Ya gitu deh. Gue heran banget sama mas Ray, hafalan Al-Quran dan hadisnya masih ingat, materi-materi kuliah yang biasa dia bawain juga ingat, dan asal kalian tahu, masa kecil dan kenangan bersama ibu dan ayah perlahan mulai ingat. Nah giliran gue, sama sekali nggak ingat. Omesh gak tu! Mana sekarang pake acara jaga jarak dengan alasan gugup lah apalah, Rasanya gue pengen nimpuk kepalanya biar langsung ingat kaya di tivi-tivi" Ujar Shafa yang terlihat kesal. Sangking kesalnya tak terasa hampir segelas jus strawberry nya telah habis di minumnya.


"Sabar Fa, mungkin pak Rayyan harus perlahan mengingatnya. Kan baru seminggu, tentanggaku ada yang hampir 4 tahun baru bisa kembali ingat" Sahut Nisa yang juga hadir di tengah-tengah mereka.


"Ini udah mau 3 tahun Nis, dokter juga bilang nggak ada keruskan pada bagian otak, itu artinya harusnya mas Ray bisa segera ingat dong" Jawab Shafa.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan dia udah ingat tapi pura-pura lupa" Tukas Amel menyampaikan opininya.


"Mana ada pura-pura lupa. Gue hapal banget suami gue. Mas Rayyan yang gue kenal tuh ya, nggak bakalan tahan kalau gue udah manja-manja gitu ama dia, ini boro-boro mau manja-manja gue deketin aja dianya malah kaku kaya robot. Gue nyosor duluan juga ga ada respon malah gue di istigfarin. Gedeg ga tu" Ujar Shafa berapi-api mengeluarkan uneg-unegnya.


"Emm... Loe kenapa nggak nanya sama dokter Malvin aja? Dia pasti tau kenapa pak Rayyan lama banget ingatnya sama lo sementara sama pekerjaan dan orang tuanya cepet banget" Vira memberikan masukannya.


"Udah Vir, udah! Katanya dia butuh stimulus untuk mengingat sesuatu. Gue udah coba nunjukin foto nikahan kita, foto-foto mesra kita dulu. Ini bukannya ingat malah dianya malu-malu kayak anak perawan yang baru nikah aja." Shafa mencomot cake yang ada di depannya dan mengunyahnya dengan kasar untuk meluapkan rasa kesalnya.


"Bismillah Fa" Nisa mengingatkan.


"Iya lupa, Bismillahirrohmanirrohim" Kemudian melanjutkan mengunyah.


"Tiap hari juga gue udah berbuat Vir, nyiapin makanan sarapan, bajunya dia. Tapi hasilnya sama aja"


"No! Maksud gue sesuatu yang punya kesan mendalam gitu di ingatan dia. Kalau yang loe lakuin itu mah biasa" Vira mengibaskan tangannya menganggap remeh usaha Shafa.


"Jadi gue harus ngapain?"


"Lo harus rubah penampilan lo seperti awal-awal lo nikah sama pak Ray. Dengan begitu bisa jadi dia akan mulai mengingat semua. Lo sadar nggak sih lo yang sekarang tu beda dengan loe yang dulu jadi itu mungkin ynag bikin pak Rayyan susah ngingat lo" Jawab Vira dengan penuh keyakinan.


"Penampilan gue kaya dulu? Lo sinting? Gue mesti buat tatto lagi? Big No!!! Lagian gue udah tobat masa ia mau bar-bar lagi! Ngaco lu" Sahut Shafa yang sangat tidak setuju dengan ide konyol yang di sampaikan Vira.

__ADS_1


"Eh... Pe'a, siapa yang nyuruh lu buat tato lagi ha? Gue juga udah tahu sahabat gue sekarang sudah jadi wanita solehah. Maksud gue, look loe yang harus loe rubah. Mulai dari gaya rambut lo, make up dan style lo. Coba-coba lo berpenampilan kaya dulu, tapi pas di dalam kamar aja. Baju-baju lo yang dulu masih ada kan?" Balas Vira. Shafa nampak mempertimbangkan ide Vira yang tak pernah terfikir sebelumnya.


"Iya bener Fa, siapa tau aja dengan begitu pak Rayyan perlahan bisa mengenali kamu. Tapi ingat hanya di dalam kamar!" Sahut Nisa.


"Gue setuju! Gimana Fa?" Amel turut menyampaikan pendapatnya.


"Hmmm... Gue harus potong rambut nih? Tapi mas Ray suka rambut gue panjang" Tanyanya ragu.


"Mas Ray lu kan lagi lupa. Ga apalah, nanti kalo udah ingat, lu tinggal pake shampo yang buat cepet manjangin. Gampanglah itu" Balas Amel.


"Oke, gue setuju" Ucap Shafa mantap. Pokoknya, Rayyan harus mulai ingat lagi dengan dirinya.


"Kalau gitu lets go ke salon langganan. Sekalian lo perawatan sekujur tubuh, kali aja malam pertama sudah dekat" Seloroh Vira disertai kikikan kecil. Lucu sekali rasanya melihat Shafa yang berjuang sedemikian rupa untuk membuat suaminya ingat kembali.


Tak cukup 10 menit, mereka sudah berada di sebuah salon ternama. Tak tanggung-tanggung Shafa memboking salon tersebut untuk dua jam ke depan. Tak apalah sekali-kali menggunakan uang suaminya untuk nyalon, toh selama Rayyan tak ada Shafa sangat jarang sekali menginjakan kaki di tempat kesukaan para wanita ini.


Bismillahirohmanirrohim... Bantulah hambamu ini ya Allah. Pintanya saat tangan terampil pekerja salon mulai menyentuh rambutnya.



Shafa and the gank... ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2