Sakinah Bersamamu

Sakinah Bersamamu
Berangkat


__ADS_3

Andi memasukkan beberapa lembar pakaian ke dalam tas ransel miliknya. Tak banyak, ia hanya membawa beberapa potong baju dan celana saja.


"Ndi yakin tidak usah di temani abah atau ambu?" Tanya Istri haji Amir yang turut membantu mempersiapkan perlengkapan Andi.


"Yakin ambu! Kan sudah Aisyah yang akan membantu Andi menunjukkan jalan" Ujar Andi lembut kepada wanita yang telah ia anggap sebagai ibu. Ia selalu berdoa agar dimanapun ibunya berada saat ini, Allah menjaganya dan menjauhkannya dari segala mara bahaya.


"Ndi, ini kamu bawa. Nanti kalau kamu perlu apa-apa disana, kamu pakai saja" Haji Amir memberikan sebuah kartu ATM kepada Andi. Selama dua tahun lebih bersama membuat Haji Amir yakin dan percaya bahwa Andi adalah laki-laki yang jujur. Ia tak pernah meminta lebih dari apa yang haji Amir berikan, bahkan sering ia mengembalikan uang yang haji Amir kasi kepadanya.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan Abah. Andi ada jam tangan yang kata Aisyah harganya lumayan" Ucapnya. Ia ragu menerima kartu itu. Haji Amir selama ini sudah terlampau baik kepadanya.


Haji Amir menggeleng, meraih tangaan Andi dan meletakkan kartu itu dalam genggamannya.


"Simpan baik-baik barang yang kamu miliki. Siapa tahu itu barang berharga pemberian seseorang atau barang yang punya sejarah khusus dengan mu. Insha Allah abah iklas, yang penting Andi sehat-sehat" Haji Amir mengusap bahu Andi.


"Pak Marno akan mengantar kalian ke Jakarta" Ujar Abah.


Sementara itu Aisyah memberengut karena harus kembaali ke Jakarta lebih awal dari jadwal yang ia agendakan. Ia masih ingin berada di kampung yang sejuk nan asri.


"10 juta Aish... 10 juta" Bisik Andi. Aish pun langsung berbinar.


"Janji?"


Andi mengacubgkan jempolnya pertanda setuju.


"Ayolah, berangkat cepetan! Nanti keburu sore" Ucap Aisyah dengan semangat. Ia menyalami Ambu dan Abah sebelum berpamitan.


"Jaga diri Aish, jangan boros! Kamu teh kudu hati-hati di Jakarta jangan lua sholat" Pesan yang selalu di ucapkan oleh ke dua orang tua angkatnya. Sekalipun memiliki harta yang cukup, haji Amir tidak pernah mengajarkan Aisyah untuk boros. Ia selalu mengajarkan kesederhanaan padanya.


"Aish, Bantu Andi di sana nyak! Kamu jangan nakal. Kalau ada apa-apa telepon abah segera" Ujar Abah sambil mengusap kepala Aisyah.


"Saya pamit abah, doakan semuanya lancar"


"Hati-hati nak! Abah titip Aish juga. Tolong di jaga, anggap dia seperti saudara kamu sendiri" Ujar Abah.


"Insha Allah abah. Ambu, saya pamit" Ia mencium tangan istri haji Amir seperti mencium tangan ibunya. Di sini, ia merasakan hangat kasih sayang seorang ibu dari beliau.


"Baik-baik di sana nak. Jangan lupa sholat dan berdoa. Sering-sering menelpon kami. Ambu doakan semoga kamu cepat sembuh" Ujar Ambu sambil menyeka air yang tak sengaja tumpah dari matanya.


"Insha Allah ambu, saya akan ingat pesan ambu"


"Jangan lupakan kami ya nak" Ambu memeluk Andi sambil menangis. Berat rasanya melepaskan dia pergi meski itu untuk kebaikannya. Selama dua tahun lebih Andi menjadi bagian dari keluarganya, ia berhasil mengisi ruang kosong dalam keluarga haji Amir yang rindu akan sosok seorang anak laki-laki.


"Tidak akan ambu, tidak akan. Saya akan selalu ingat ambu dan abah. Saya berjanji, jika saya sudah menemukan kembali keluarga saya, saya akan membawanya kemari menemui ambu dan abah" Ucapnya. Suatu kesyukuran baginya mendapatkan orang tua angkat sebaik mereka.


Sudah hampir 3 jam perjalanan darat yang mereka lalui. Aisyah sudah tertidur sambil memeluk bantal spongebob kesayangannya. Sedangkan Andi menatap keluar jendela melihat kendaraan yang lalu lalang.

__ADS_1


Laju mobil tiba-tiba melambat, beberapa kali pak Marno membunyikan kelaksonnya.


"Ada apa pak?" Tanya Andi.


"Ada kecelakaan den di depan" Ucapnya.


"Kecelakaan?"


Ada kecelakaan beruntun di depan SMA...


Andi memejamkan matanya, kali ini bayangan itu semakin jelas. Ia melihat garis polisi yang membentang dengan beberapa mobil yang saling bertumbukan. Andi menarik nafasnya dalam-dalam saat mobil mulai memasuki kota yang padat dengan segala hiruk pikuknya. Ia mencoba menyesuaikan rasa yang hadir dalam hatinya.


"Aish... Aish bangun!!!" Panggilnya ada Aisyah yang masih nyenyak tidur.


"Emmh, udah sampai mana pak Marni?" Tanyanya sambil mengucek matanya.


"Udah masuk kawasan Jakarta neng"


Aisyah menoleh ke kiri dan kanan memastikan lokasinya saat ini.


"Masih jauh Syah?" Tanya Andi.


"Sejam lagi lah. Di depan pasti macet." Ujarnya sambil kembali bersandar mencari posisi nyaman memeluk bantalnya.


"Aish ngantuk kang, Ini langsung ke rumah" Ucapnya tanpa membuka matanya.


"Rumah siapa Aish?"


"Rumah Abah kang yang Aish tempati. Udah kang jangan nanya-nanya lagi. Aish ngantuk. Nanyanya kalau udah di sana aja" Ujarnya.


"Mau di puterin musik den? Biar nggak bosen?" Tanya pak Marno.


"Boleh pak" Jawab Andi. Ia menyandarkan punggungnya di kursi mobil mencari posisi yang nyaman. Ia ikut memejamkan matanya menikmati musik yang baru saja mengalun.


"Stop...stop pak Marno. Lagunya nggak enak!" Ujar Aisyah.


"Nyambung dari hape Aish aja" Aisyah mengaktifkan blootooth di ponselnya kemudian memutar lagu yang berasal dari koleksinya.


"Lagu apa sih Syah yang mau kamu dengerin? Katanya ngantuk" Sahut Andi melihat Aisyah begitu semangat memilih lagu dari ponselnya.


"Lagu yang sedang viral d youtube. Lagu lama sih cuma di nyanyikan ulang sama Youtuber baru yang lag hits banget" Ujarnya semangat.


"Oh" Jawab Andi singkat. Ia tak begitu perduli dengan lagu ataupun musik. Ia lebih suka mendengar murothal yang pasti lebih menenangkan.


"Selamat menikmati. Kencengin volumenya pak Marno" Ujar Aisyah kemudian kembali memeluk bantalnya.

__ADS_1


Suara not piano mulai mengalun lembut. Menunggu lampu merah menjadi hijau memang paling enak dengan mendengarkan lagu-lagu melow yang bikin baper.


Ku selalu mencoba...


Untuk menguatkan hati...


Andi langsung membuka matanya. Suara itu seperti tidak asing di telinganya. Benar-benar tidak asing.


"Aish..Aish" Panggilnya gusar.


"Naon kang? Naon?" Jawab Aish dengan kesal.


"Pinjam hape kamu" Ujarnya.


"Buat apa?"


"Mau lihat siapa yang nyanyi lagu ini?" Ucapnya.


"Nih, jangan ganggu Aish. Sok cari lagu yang akang suka!" Ia memberikan ponselnya kepada Andi.


"Aish"


"Teing aah!" Jawabnya kesal.


"Kok nggak ada gambarnya Aish? Saya tidak asing dengan suara ini. Seperti pernah mendengarnya sebelumnya"


"Akang nge halu wae ah. Itu teh baru rilis bulan lalu. Emang ciri khasnya gitu nggak pake gambar, makanya banyak yang penasaran, nama akunnya Zizi"


"Udah ah, dengerin aja. Nikmati sapa tau dapat wangsit"


Bait demi bait yang mengalun lembut begitu penuh dengan penghayatan seperti benar-benar terjadi.


Aku yakin pernah mendengar ini sebelumnya


Lihat Aku sayang...


Yang sudah berjuang...


Menunggumu datang, menjemputmu pulang...


Ingat slalu sayang...


Hatiku kau genggam...


Aku takkan pergi, menunggu kamu di sini...

__ADS_1


__ADS_2