Sakinah Bersamamu

Sakinah Bersamamu
Makanan Aneh


__ADS_3

Suasana pesta yang tadi ramai mendadak hening setelah Aisyah dengan lantangnya membalas ucapan Angela dengan kalimat sederhana yang cukup menampar hati setiap orang yang mendengarnya. Banyak di antara mereka yang hadir di tempat itu lebih memandang pada harta dan kedudukan seseorang. Menganggap rendah yang tak sepadan bahkan menghinakan yang dianggap tak sederajat. Yah, derajat dimata manusia adalah sesuatu yang dapat di kalkulasi dan dijabarkan dalam bentuk nominal. Tapi mereka lupa, bahwa Tuhan yang Esa tak melihat itu semua.


Aisyah bangkit dari duduknya, mengambil tas jinjingnya yang dari atas meja, sambil membungkukkan badannya ia berucap dengan sopannya,


"Maaf, Om, tante. Sepertinya tempat saya bukan di sini. Saya permisi dulu. Oh ya, Barakallahu fii umriik om. Semoga keberkahan senantiasa membersamai om sekeluarga. Maaf saya tidak bisa memberi apa-apa. Assalamualaikum"


Setelah mengucapkan kata-kata tersebut Aisyah segera beranjak dari tempat tersebut. Hatinya benar-benar sakit. Ia merasa seperti berada dalam drama-drama korea yang seriang ia tonton. Ah, satu lagi, kata-kata yang barusan ia ucapkan adalah kata-kata yang ia copy dari salah satu drama. dengan sedikit modifikasi, kata-kata tersebut berhasil membuat orang-orang yang mendengarnya berdecak kagum melihat keberaniannya.


Melihat Aisyah yang beranjak pergi mama dan eyang Malvin di buat kelimpungan. Perasaan bahagia yang sejak kedatangan Aisyah di rasakannya berubah menjadi rasa panik dan khawatir. Bagaimana jika Aisyah memutuskan Malvin? Bagaiman jika gadis itu tak mau menikah dengan Malvin? Semua ketakutan itu bercampur menjadi satu di benak mereka.


"Vin! Malah bengong, cepat kejar calon istrimu!" Bentak mama yang terlihat kesal dengan Malvin yang hanya diam tak berbuat apa-apa. Malvin sendiri baru menyadari bahwa Aisyah telah pergi setelah mendapat tegurn dari sang ibu.


"Oh, ****!" Umpatnya lirih.


Tanpa menunggu lama, Malvin pun beranjak meninggalkan meja bundar yang sempat menjadi pusat perhatian para undangan. Kini kasak kusuk tentang Malvin dan Aisyah berhasil menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan mereka. Ada yang kagum dan mendukung ada pula yang mencibir. Seperti itulah alam memainkan peraannya. Di dunia ini, bahkan setan pun memiliki kawan.


Malvin berlari cepat memburu Aisyah yang sudah hilang di balik pintu Aula. Ia mengedarkan pandangannya kesegala penjuru mencari keberadaan gadis tersebut. Tak sengaja matanya menangkap sosok yaang ia cari sedang duduk seorang diri di sebuah kursi di sudut lobby. Ia terlihat termenung dengan sesekali menyeka matanya dengan punggung tangan.


Apa dia menangis?


"Hey!" Sapa Malvin yang ikut duduk di kursi kosong di depan Aisyah. Keduanya hanya terhalang sebuah meja kecil yang terbuat dari kaca.


"Maaf dok, sudah mengacaukan rencana dokter. Tapi saya benar-benar tidak tahan dengan perempuan tadi" Ucap Aisyah sambil tertunduk.


"Its Okay. Kamu sudah melakukan hal yang benar" Jawab Malvin.


Apa aku nggak salah dengar?

__ADS_1


Aisyah mengangkat wajahnya, meyakinkan dirinya bahwa kata-kata itu berasal dari mut Malvin. Ia mengira Malvin akan marah dan menghujaninya dengan kata-kata pedas seperti biasanya. Namun, alih-alih memberi kata-kata pedas, ia malah memuji keberanian Aisyah.


Malvin melirik arloji yang berada di lengannya masih menunjukkan pukul 8 lewat 10 menit. Iaa yakin Aisyah belum makan malam, mengingat kejadian di dalam tadi. Sejak tiba hingga pergi belum ada satu makanan pun yang di sentuh olehnya.


"Bagaiman kalau kita makan malam dulu? Sebelum kamu pulang. Hitung-hitung ucapan terimaksih saya karena kamu bersedia hadir malam ini" Tawar Malvin. Ia bisa bernappas lega sekarang. Papanya tidak akan lagi memaksanya menikah dengan Angela. Dan Aisyah, ia yakin 1000 persen papanya akan menyuruhnya segera mengakhiri hubungan dengan Aisyah, setelah tau latar belakang keluarga Aisyah yang hanya seorang petani. Sungguh sempurna.


"Saya nggak mau masuk kedalam lagi dok" Tolaknya. Lebih baik ia pulang dari pada harus bertemu dengan wanita rese macam Angela.


"Kita makan di luar, gimana?"


"Saya boleh pilih tempatnya dok?" Tanya Aisyah. Melihat gaya hidup Malvin dan kelurganyaa ia yakin selera makan dokter tampan itu berbeda dengan dirinya.


"Hanya untuk malam ini" Jawab Malvin, kemudian berdiri menuju pintu keluar.


Memangnya akan ada malam-malam selanjutnya? Aneh! Gumam Aisyah yang berjalan di belakangnya.


"Dokter mau pesan apa?" Aisyah menyodorkan buku menu yang di tatap Malvin dengan kerutan di keningnya.


"Ini nama menunya aneh banget. Kamu sering makan di tempat ini?"


"Jarang sih dok. Palingan kalau lagi libur aja. Ini tempat andalan aku dan teman-teman. Jadi dokterr mau pesan apa?" Tanyanya lagi, karena Malvin tak kunjung menyebutkan pesanannya, sementara pelayan wanita di sebelahnya sudah menunggu untuk mencatat pesanan mereka.


"Terserah padamu!" Ucapnya sambil menyodorkan kembali buku menu pada Aisyah. Ia tak paham dengan menu yang ada di tempat itu. Biasanya Malvin akan lebih senang memesan westernfood seperti salad atau jenis makanan barat lainnya.


"Saya pesan thai tea 2, nasi dua, dan paket yang ini 1" Tunjuknya pada buku menu.


Menu utama yang di pilih Aisyah adalah Bossam. Bossam adalah salah satu ssam atau dalam bahasa korea berarti masakan Korea yang biasa dihidangkan dalam bungkusan daun sayur segar. Umumnya, yang dibungkus menggunakan daun untuk bossam adalah daging **** rebus yang pada bagian atasnya disertakan kimchi. Namun, karena di Indonesia mayoritas penduduknya adlah muslim, daging **** tersebut di ganti dengan menggunakan daging sapi kualitas terbaik.

__ADS_1


Sementara daun yang biasa dipakai untuk membungkus daging sehingga membentuk bossam adalah daun selada. Bossam umumnya dihidangkan bersama bumbu penyedap. Bumbu penyedap untuk dicocolkan bossam sendiri terdiri dari beberapa campuran bahan seperti saus, ssamjang, bawang bombay, dan irisan bawang bombay.


Perlu diketahui, kimchi yang dimakan bersama bossam adalah bossam kimchi yang dibuat dengan tambahan bahan bermutu seperti gurita, udang, dan tiram.


Sementara daging sapi yang biasa dipilih untuk bossam adalah bagian perutnya yang kemudian direbus bersama jahe dan bawang putih. Juga tersedia daging sapi mentah yang bisa dipanggang sendiri.


Malvin mengernyit saat pesanan Aisyah tiba. Bagi seorang dokter yang selalu menjaga pola makannya, makanan yng ada di hadapannya ini sudah tentu tidak masuk kriterianya.


"Ayo dok, mari makan" Ujar Aisyah tanpa sungkan. Lapar dan di hadapkan dengan makanan favoritnya, membuat sebagian urat malunya hilang. Dengan cekatan ia meletakkan irisan daging mentah ke atas panggangan dengan sesekali membaliknya menggunakan sumpit.


"Apa tidak ada makanan lain? Ini terlalu ribet" Ucap Malvin sambil geleng-geleng melihat Aisyah yang dengan lincahnya menyusun potongan daging matang yang telah ia cocol dengan saus di dalam daun kemudian melipatnya dan memakannya dengan lahap.


"Ini yang terbaik. Dokter harus coba!" Seru Aisyah yang sudah siap dengan selada di tangannya.


"No. Thanks. Saya lebih suka makan salad" Malvin memilih menyed*t thai tea berwarna orange muda dengan taburan boba di atasnya. Minuman kekinian itu pun terasa begitu asing di lidahnya. Terlihat jelas dari ekspresinya yang kurang sedap di pandang mata.


"Hidup ini berwarna dok. Jangan mentok di satu rasa saja. Sekali-kali coba juga rasa yang lain, agar lidah dokter kaya rasa" Aisyah kembali melipat daun selada siap santap.


"Nih, dokter harus coba! Pasti dokter suka" Aisyah menyodohkan bungkusan daging tepat di depan mulut Malvin.


Ya Tuhan, anak ini.


Dan dengan perasaan terpaksa ia menerima suapan Aisyah.


"Gimana? Enak kan?" Tanya Aisyah antusias.


"Not Bad" Jawab Malvin sambil terus mengunyah. Diam-diam bibirnya menyunggingkan senyum saat melihat raut bahagia di wajah cantik Aisyah. Padahal beberapa waktu lalu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Aisyah meneteskan airmata. Dan sepaket makanan Korea ini mampu mengembalikan senyum cerianya.

__ADS_1


Unik!


__ADS_2