Sakinah Bersamamu

Sakinah Bersamamu
Penghinaan


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga melirik ke arah si bungsu yang masih setia dengan status single, diusianya yang sudah 33 tahun.


"Hai Aisyah, senang bisa bertemu denganmu nak" Mama Malvin memeluk Aisyah dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya. Akhirnya putranya memperkenalkan kekasihnya di hadapan mereka.


"Panggil Aulia mam" Sela Malvin. Ia lebih suka dengan nama tengah itu.


"Sejak awal eyang sudah yakin, orang itu pasti kamu" Cetus eyang tiba-tiba.


"Ibu sudah pernah bertemu dia?" Tanya papa Malvin. Setaunya baik ibu maupun istrinya tidak pernah bercerita tentang gadis di hadapnnya ini.


"Iya, waktu itu ibu dan istrimu tidak sengaja mampir di klinik" Jawab eyang yang terlihat sangat bahagia.


"Benar begitu?" Papa Malvin memastikan ucapan ibunya. Aisyah hanya mengangguk. Selain malu, ia tak terbiasa dengan situasi seperti ini.


Apa begini ya, rasanya ketemu calon mertua. Walaupun boongan.


Usai perkenalan dengan anggota keluarga Malvin, acara perayaan ulang tahun Dewanto Surya Wijaya yang tak lain ayah dari Malvino Surya Wijaya yang ke 60 tahun pun di mulai. Undangan yang menghadiri acara tersebut sebagian besar berasal dari kalangan atas. Hal ini terlihat dari penampilan mereka. Entah mengapa nyali Aisyah mendadak ciut ketika melihat para wanita cantik nan elegan yang sebagian besar pandangannya tertuju pada dirinya.


"Kamu kenapa sayang?" Menyadari Aisyah yangbselalu menundukanna pandangannya, Mama Malvin mencoba untuk memgurai ketegangan yang di rasakan Aisyah.


"E... enggak apa-apa tante" ucapnya gugup. Respon baik dari keluarga Malvin membuat sudut hati Aisyah tercubit. Bagaimana tidak, mereka pasti akan kecewa jika tahu ini semua hanya akal-akalan Malvin.


"Rileks" Bisik Malvin yang duduk berdampingan dengan Aisyah.


"Saya malu" Cicitnya, kedua tangannya saling bertautan, di bawah meja.


"Malu kenapa?"


"Mereka semua ngelihatin saya dok. Apa penaampilan saya aneh?" Ujar Aisyah lirih, hanya bisa di dengar oleh Malvin yang memang sedang mencondongkan wajahnya kepada Aisyah.


"Tidak ada yang aneh. Kamu cantik!" Jawab Malvin singkat, padat dan jelas.


"Ck!" Aisyah berdecih karena tak puas dengan jawaban Malvin sekalipun ia mengatakan dirinya cantik.


Saat sedang mengedarkan pandangannya, tak sengaja tatapan Aisyah bertemu dengan seorang wanita cantik nak seksi yang jugaa tengah menatapnya tajam. Ia yang merasa tak enak di tatap seperti itu langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


Siapa dia ya? Kok ngeliatin aku gitu banget.

__ADS_1


Di tempat itu memang hanya Aisyah satu-satu yang berhijab dan cukup menjadi pusat perhatian. Namun, tatapan orang-orang tidak seperti gadis bergaun hitam dengan potongan dada yang begitu rendah. Ia menatap Aisyah seolah melihat mangsa yang siap untuk di terkam.


Hadirin yang berbahagia. Puncak perayaan malam ini akan di gelar outdoor dengan konsep garden party. Undangan harap menuju tempat yang telah di sediakan melalu pintu samping.


Master Of Ceremony acara tersebut mengarahkan undangan menuju tempat yang di maksud. Pantas saja sejak tadi Aisyah tak melihat ada meja catering layaknya sebuah pesta. Ternyata Aula tersebut hanya di gunakan untuk menyambut dan membuka acara. Huh, horang kaya mah bebas. Gumamnya.


"Waah" Aisyah aberdecak kagum ketika keluar dari Aula. Ia langsung di hadapkan dengan pemandangan lampu kerlap kerlip yang begitu memukau. Biasanya ia hanya nonton di televisi konsep acara luar ruangan seperti saat ini.


Malvin dan Aisyah melangkah menuju meja keluarganya berada. Iringan musik klasik yang begitu menenangkan mengalun lembut menambah syahdu suasana malam ini.


Hadirin dan undangan di persilahkan menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Ucap sang MC.


Aisyah menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia nampak bingung dengan acara yang katanya ulang tahun papa Malvin malam ini. Yang ia ingin di awal tadi hanya ada sambutan yang terdengar seperti pidato dan sekarang undangan langsung di persilahkan menikmati hidangan makan malam.


Tiup lilinnya kapan?


"Kenapa sayang? Kok kelihatan bingung?" Tanya Eyang yang sejak tadi memperhatikan gesture Aisyah.


"Maaf eyang, ini bukannya perayaan ulang tahun papanya dokter ya?"


"Tapi, kok nggak ada kue ulang tahun nya eyaang?" Tanya Aisyah dengan polosnya. Sontak hal itu mengundang tawa renyah mereka. Kecuali Malvin yang malah terlihat geregetan.


"Ups, maaf" Aisyah menutup mulutnya, menyadari bahwa ia mungkin saja melakukan kesalahan dengan menanyakan hal itu.


"Nggak papa sayang. Mantu mama ini lucu banget sih" Ucap Mama Malvin sambil mengusap tangan Aisyah.


Amiiin... Ya Allah dosa nggak ya kalau aku ngarep. Duh... Bangun Aish... Bangun!!!


"Maaf Ma, Pa. Aulia memang baru pertama menghadiri acara seperti ini." Sahut Malvin.


Apa yang salah? Batin Aisyah.


"Papa mengerti. Jadi begini nak, ulang tahun kami para orang tua berbeda dengan kalian yang anak muda. Bagi kami orang tua, perayaan ini sekaligus momen silaturahmi dengan kolega dan keluarga." Jawab papa Malvin. Aisyah hanya mengangguk paham mendengar penjelasan pria tua yang masuh terlihat gagah di depannya.


"Permisi, boleh gabung om?" Ujar seorang wanita yang tiba-tiba berada di meja mereka.

__ADS_1


"Oh, Angela. Silahkan"


Angela melirik sekilas pada Aisyah yang juga berada satu meja yang sama. Ia memilih duduk di bangku kosong yang ada di sebelah papa Malvin.


"Oh ya Om, ini ada hadiah kecil buat Om" ucap Angela sambil meletakkan sebuah paperbag kecil di hadapan ayah Malvin.


"Terimakasih Angel. Kamu harusnya tidak perlu repot-repot seperti ini."


"Nggak apa-apa kok Om. Oh ya, kamu anak magang yang di HS klinik itu kan?" Tunjuk Angela pada Aisyah. Ia sudah sangat paham dengan wajah Aisyah yang pernah di siramnya waktu itu. Sejak awal Angela sudah curiga bahwa ada sesuatu antara Malvin dan Aisyah.


"Iya" Aisyah mengangguk, meski hatinya panas jika mengingat kembali ulah Angela waktu itu. Ia harus tetap bersikap baik dan pura-pura tak mengenal Angela.


"Anak Magang?" Ayah Malvin mengerutkan keningnya, meminta penjelasan lebih perihal Aisyah.


"Ya Ampun, om belum tahu ya? Dia ini kan mahasiwi di kampus om yang lagi magang di klinik. Oh ya berapa umur kamu?" Tanyanya. tujuan utama Angela adalah mempermalukan Aisyah di hadapan keluarga Malvin. Ia yakin, bahwa Aisyah bukan berasal dari keluarga yang sepadan dengan Malvin.


"Oh ya, Aulia. Berapa usia kamu nak?" Rupanya mama Malvin pun ikut penasaran.


"Sembilan belas tahun tante" Jawaban Aisyah membuat papa Malvin terkejut. Sungguh perbedaan usia yang sangat jauh dengan Malvin.


"Pantas masih imut-imut. Eyang dulu menikah dengan kakeknya Malvin malah masih umur 17 tahun" Sahut Eyang.


"Oh ya, orang tua kamu dimana? Emm maksud aku, kerjanya apa?" Tanpa Malu Angela kembali melayangkan pertanyaan kepada Aisyah.


Ya Allah, gini banget ya perlakuan orang kaya.


"Orang tua saya, petani" Jawab Aisyah singkat.


"WHAT? Petani?" Teriak Angela yang menarik perhatian orangbdi sekitarnya.


"Angela!" Bentak Malvin yang tak suka mendengar ucapan Angela.


"Ops, Sorry... Aku hanya terkejut saja. Seorang Malvin, putra pemilik kampus dan perusahaan ternama menikah dengan putri seorang petani biasa. Pasti ini akan menjadi hadlinenews yang bagus" Ucapnya sambil terkekeh dengan nada penuh ejekan.


Ucapan Angela barusan berhasil menusuk hati Aisyah yang terdalam. Seumur hidup belum ada yang berani melecehkan pekerjaan orang tuanya. Dan malam ini Angela berhasil melakukannya dengan sangat baik.


Aisyah mengangkat wajahnya yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Apanya yang lucu? Menjadi petani bukanlah aib. Karna pada dasarnya Allah tidak melihat pada rupamu, ataupun hartamu. Melainkan hatimu" Balasnya tanpa keraguan. Orang boleh merendahkannya, tapi tidak dengan orang tuanya, orang yang tengah membesarkannya.


__ADS_2