Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Arti Saudara


__ADS_3

Semua kembali ke rumah, Dona sudah bisa berjalan tanpa tongkatnya.


" Nak, Kamu?" Ujar Bulik Yanti, Melihat sang Putri bisa berjalan lagi.


Langsung Bulik Yanti memeluk Dona, Sembari menangis.


" Ini karena Kakak Arin, Buk!" Ucap Dona juga menitihkan air mata.


Sang Ayah Om Sono, Yang tak sengaja melihat juga merasa bahagia melihat Dona bisa berdiri tanpa alat bantu. Om Sono langsung menghampiri langsung memeluk Putrinya " Ayah bahagia, Nak. Mlihatmu bisa berdiri tanpa tongkat." Tutur Om Sono.


" Iya Yah, Keluarga Budhe Sara orang baik! Mereka yang mewujudkan mimpi Dona bisa berjalan kembali tanpa tongkat." Balas Dona.


" Kakakmu, Dimana?" Tanya Sang Ibu.


" Masih ngobrol di sana, Aku mau menaruh tasku lalu kembali untuk ngobrol bersama Mereka, Bu." Jawab Dona.


" Baiklah, Kami ikut untuk mengucapkan terimakasih." Tutur Om Sono.


Sementara di rumah Arini,


Rino sedang belajar game dengan Erin, Arin dan Dira sedang bermain game.


Disa dan Hans, Hanya ngemil dan ngopi di teras rumah.


" Ya Ampun, Kalian sedang sibuk apa? Sampai teriak-teriak kedengaran dari dalam?" Tanya Bu Sara yang keluar dengan Rizal, Membawa mangkuk berisi mie instan.


" Ini Bu, Arin yang bikin gaduh!" Celoteh Hans.


Arini menatap sang Ibu, Kemudian menunjuk Dira yang mebawa leptop di sampingnya " Sama Kak Dira, Bu! Arin, Enggak sendiri." Ucap Arini.


" Yah Budhe, Pada gila game! Ini sumbernya dari Dona." Sahut Rizal.


" Oh, Iya ngomong-ngomong Dona mana?" Tanya Disa yang duduk di samping Hans, Menghadap Rizal dan Bu Sara. Sementara yang lain di bawah beralas tikar.


" Baru pulang Kak, Nanti kemari kok! Naruh tas, Katanya." Jawab Rizal.


" Ayo..Hadang....Itu...itu, Langsung srerrttt..." Teriak Rino, Yang mulai keasyikan bermain game.


Semua melihat ke arah Rino, Rino pun menjadi malu.


" Ternyata Asyik, Ya." Kata Rino, Salah tingkah dengan cengar cengir.


" Yah, Baru tahu Kak Rino. Kak Keisya saja, Sudah level atas!" Balas Arini, Menertawakan Rino.


Lagi asyik mengobrol, Datanglah Om Sono, Bulik Yanti dan Dona.


" Wah, Lagi pada kumpul." Sapa Om Sono masuk ke teras.


Bulik Yanti langsung berlari memeluk Bu Sara." Terimakasih banyak ya, Mbak.." Sembari menangis.


Bu Sara pun bingung, Ada apa sebenarnya.

__ADS_1


Lalu Bu Sara dan Disa kaget saat Dona masuk ke teras tanpa tongkat bantu.


" Dona, Kamu bisa jalan?" Ujar Bu Sara kaget, Sekaligus terharu keponakannya bisa jalan seperti yang lainnya.


" Ini berkat, Anak-anak Mbak! Kaki palsu di belikan oleh Dira, Atas usulan srmuanya. Terimakasih banyak ya Mbak." Jelas Bulik Yanti.


" Alah, Udah Bulik. Semua karena Dona sendiri, Yang memotivasi Arin hingga Ia bisa bangkit dari keputus asa'annya. Itu tidak seberapa." Balas Erin, Menatap Bulik Yanti.


" Tapi, Bagi Kami ini mewah Nak. Tak seharusnya Kalian lakukan itu." Kata Om Sono, Langsung bersipuh dan menangis di bawah kaki Hans.


Hans mengangkat Om Sono " Om, Tidak harus begini! Kami yang merepotkan Om terus dengan hadirnya Ibu dan Arini. Sudah Om, Kami senang membantu ponakan!" Ucap Hans sambil memegangi badan Om Sono dengan kedua tangan.


Om Sono menangis, Karena rasa harunya merasakan kerendahan hati anak-anak dari Alm.Sang Kakak.


" Na, Sini! Kita, Main." Panggil Arini.


Dona menghampiri Arini, Ia duduk di bantu Dira.


" Hp, Mana Na? Ayo main, Kami siap!" Ujar Dira.


" Okey." Dona mengambil hp di saku bajunya, Langsung bergabung di game dengan Arini dan Dira.


Rino melirik ke permainan game Arini, Dira dan Dona " Loh, Kok ini beda?" Tanya Rino.


Semua pun tertawa karena Rino masih di level pemula.


" Hey Mas Bro, Kamu masih pemula! Mereka sudah Profesional." Jelas Erin, Sembari tertawa menatap Rino.


Bulik Yanti dan Om Sono duduk di samping Bu Sara.


" Ayah selalu mematau Kami Om, Kami tahu Ia pasti sedang melihat Kita di sana sambil tersenyum, Karena Kami telah bertemu keponakan dan Adiknya yang hebat!" Balas Hans Ngakak.


" Ini di makan Mas Bro, Aku dan Budhe udah siapin!" Sahut Rizal menawarkan mie instan di meja.


Dira bangkit, Mengambil satu mangkok di susul Erin dan Rino.


" Dona, Nih!" Erin, Memberikan semangkok Mie pada Dona dan Arini.


" Kalo lihat kumpul begini sedih sayanya, Sayang Dia sedang di sana. Mana Ikhsan juga enggak ada, Kan kalo ada Ikhsan Aku jomblo ada temannya." Ujar Rino.


Semua pun tertawa mendengar kata-kata Rino.


" Sabar No...Ia di sana setia, Kok!" Balas Disa, Menertawai Rino.


" Nih No, Aku suapin!" Celoteh Dira.


" Nasib..Nasib, Jomblo di tanah seberang!" Pungkas Rino.


Semua tertawa, Langsung ada ide dari Disa untuk membuat pesta merayakan Arini sekaligus Dona yang bisa berjalan dengan masak-masak.


" Ntar malem, Masak masak yukk?" Ujar Disa, Mengajak semuanya.

__ADS_1


Dona, Rizal dan Kedua Orang Tuanya bingung.


" Makan-makan, Dalam rangka apa Kak?" Tanya Rizal.


" Ya dalam rangka Arini di terima sama Dona bisa jalan lagi, Kita syukuran kecil-kecilan mumpung kumpul keluarga." Jelas Disa.


" Setuju, Biar nanti Aku yang beli ikan! Tentunya di temani Rizal yang tahu tempatnya." Sahut Rino.


" Boleh juga, Udah lama enggak masak-masak!" Kata Dira.


" Tapi ini masakan sederhana Bos, Enggak lestauran loh ya! Kamu tiap dengar masak-masak malah beli bahan yang kami tidak paham soalnya." Ujar Hans, Menyindir Dira.


" Heheheh....Okey, Aku ikut aja!" Balas Dira.


" Yaudah, Aku dan Calon Ibu nanti akan buat bahan. Tentu di bantu keluarga Om Sono, Ya Om?" Kata Erin.


" Siap, Nanti Bulik pasti bantu." Balas Bulik Yanti tersenyum.


" Arin, Dona, Dira dan Hans tolong gelar tiker! Rino dan Rizal berangkat kapan cari ikan?" Ujar Disa.


" Okey, Masih siang! Entar Kami berangkat jam 3'an!" Jawab Rino.


" Tempat jauh, Enggak Zal?" Tanya Rino.


" Deket, Tuh di pojok kampung." Jawab Rizal menunjuk jalan.


Suprise pun tiba, Ada mobil berhenti di depan rumah.


Keluarlah Keisya sendirian, Langsung masuk ke teras rumah.


" Assalamualaikum..." Sapa Keisya, Setelah mobil taksi pergi.


Semua pun kaget, Terutama Rino.


Rino langsung bangkit, Buru-buru berlari ke arah Kisya.


" Wa'alaikumsalam.." Balas Rino,


" Mana Aku bawaka barang, Kenapa enggak ngomong kan Aku bisa jemput!" Ujar Rino sambil cengengesan.


" Gini aa baru semangat, Tadi kayak orang enggak ada motivasi hidup!" Sindir Disa.


" Om, Bulik kenalkan calon mantu Ibuku! Namanya Keisya." Sambung Rino bersemangat.


Keisya menyalami semua, Arini langsung berdiri menyalami sang Guru.


" Bu, Aku di terima di sekolah favorite. Berkat, Itu Adik keponakanku berdua namanya Dona dan Rizal." Kata Arini, Memeluk Keisya.


" Oh, Bagus! Panggil Kak, Saja ya Rin. Kan Saya deket sama Kak Rino." Goda Keisya.


" Yah, Kasian Ibu Guru yang pintar dapet Kak Rino yang suka bercanda!" Celetuk Arini, Membuat semua orang tertawa.

__ADS_1


" Arin, Yang ngajari siapa itu?" Ujar Rino, Kesal karena di bercandai sang Adik.


" Bener ya Rin, Kak Disa juga kasihan." Imbuh Disa, Menimpali jokes Arini.


__ADS_2