Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Lamaran Resmi Kak Disa


__ADS_3

Saat bertiga di pasar malam,


Hans mengutarakan maksudnya dengan Disa sesuai arahan Wak Nana saat mengobrol berdua.


" Dis, Maaf sebelumnya ini mendadak. Aku ingin tanya kapan waktunya Keluargaku untuk melamar resmi ke keluargamu?" Tanya Hans, Saat Disa lagi asyik menikmati pemandangan dari atas kemidi putar bersama Arini kecil.


Sontak Disa kaget, Memang secara empat mata Hans sudah melamarnya. Namun saat ini hans yang duduk di hadapannya sangat serius akan kata-katanya dulu.


Disa melihat Hans sambil berkaca-kaca karena bahagia.


" Kak Disa...Kak Disa kenapa diem? Itu Kak Disa menangis, Apakah Kak Hans kembali menyakiti Kak Disa?" Tanya Arini kecil melihat ke Kak Disa.


" Enggak Arin, Kak Hans tidak menyakiti Kak Disa. Justru Kak Disa sekarang lagi bahagia karena Kakakmu." Kata Disa sambil mengelus kepala Arini kecil di sampingnya.


Disa ya yang tomboy seketika itu menjadi cewek yang melow, Ia belum pernah merasakan kehangatan dan keseriusan laki-laki yang berani mengungkapkan keinginan berkomitmennya secara gentle.


" Aku akan segera menelepon kedua orang tuaku, Agar segera datang kesini untuk menemui keluargamu di rumahku!" Jawab Disa terharu biru.


" Aku tunggu kabarmu, Karena Aku sangat-sangat mencintaimu dan menyayangimu karena kepedulian dan dapat menerimaku dan keluargaku apa adanya." Ujar Hans kembali romantis.


Disa sangat ingin memeluk Hans, Namun Ia menahannya karena ada Arini di dekat mereka.


Setelah turun dari permainan, Arini kecil melihat Rino dan Bu Keisya yang mencari mereka.


" Kak Rino...." Teriak Arini kecil berlari menghampiri Kakak keduanya.


Disa memanfaatkan saat itu Ia memeluk Hans di keramaian, Tak memperdulikan semua orang.


" Makasih Sayang, Aku janji akan menjadi istri terbaik untukmu dan anak kita! Aku juga berjanji akan ikut menjaga Arini hingga Arin sembuh!" Ujar Disa memeluk Hans.


Rino yang menggendong Arini dan di sebelah Bu Keisya melihat ke arah mereka.


" Ih..Norak, Kayak gitu di tempat umum. Malu-malu'in!" Ujar Rino.


" Kak , Tadi Arin denger Kak Hans bilang gini ( Dis, Kapan Keluargaku bisa bertemu dengan keluargamu untuk melamar resmi gitu) Terus Kak Disa menangis, Itu Kak Hans menyakiti hati Kak Disa ya Kak Hans?" Tanya polos Arini kecil.


" Enggak Arin, Itu berarti nanti Kak Disa boleh tinggal di rumah Arin sebagai Kakak Arin yang resmi!" Terang Bu Keisya.


" Bentar, Hans melamar Disa mendadak. Apakah ini atas permintaan Uwak! Wah keduluan Aku minta sponsor ma Uwak mau melamar ke kasih hati!" Ujar Rino yang di dengar Bu Keisya.


Bu Keisya pun tersenyum mendengar ucapan Rino.


" Udah Yuk Rin, Tinggalin aja mereka. Kita jajan bertiga aja!" Kata Rino, Mengacuhkan Hans dan Disa.


" Apa kamu cemburu, Mas?" Tanya Bu Keisya melangkah di samping Rino.

__ADS_1


" Cemburu sih tidak Sya, Hanya saja sedikit kecewa kenapa nggak di omongin dulu sama keluarga!" Ujar Rino.


" Tapi kan gimana lagi ya, Dulu udah pernah. Sekarang saatnya Kakak'ku bahagia apa ya, Besok Aku menyusul!" Imbuh Rino.


" Emang sudah ada, calon?" Gurau Bu Keisya.


" Lagi di usahakan!" Jawab Rino memandang Bu Keisya, Sambil cengengesan.


" Kak, Arin mau turun mau beli kembang gula!" Pinta Arini kecil.


Rino pun membiarkan Adiknya berlari menuju arah penjual kembang gula.


" Eh, Arin kesini sama siapa?" Tanya Penjual kembang gula.


" Itu om, Sama Kakak Arin dan guru Arin!" Jawab Arin.


" Arin, Mau yang mana?" Tanya penjual.


" yang gambar Putri ya, Om!" Arini menunjuk satu kembang Gula.


Rino dan Bu Keisya datang dari belakang.


" Nggak dagang, No?" Tanya Penjual Kembang gula.


" Kesayangan Arin maksudnya!" Imbuh Rino menggurau'i Bu Keisya.


" Cocok loh, Kalian!" Ujar Penjual kembang gula yang juga teman Rino.


" Aamiin!" Ujar Rino sambil cengengesan.


Bu Keisya memegang satu kembang gula, Ia ingin membelinya.


" Udah Bu, Ini sekalian!" Ujar Rino mengeluarkan dompet.


" Udah, Nggak usah Bro. Kayak siapa aja, Besok aja gantinya Aku mau ngambil bando buat anakku, Besok Aku kerumahmu Ya sekalian main sama anak istri!" Ujar Penjual kembang gula yang sudah akrab.


" Okey, Silahkan Aku tunggu dengan senang hati. Kalo besok sore, Aku dagang di situ tuh deket Pak njadi!" Ujar Rino menunjuk tempat biasa ia jualan.


" Ya , Ok!" ujar Penjual Kembang gula.


" Makasih ya, Bro!" Ujar Rino kemudian berpamitan untuk mengajak Arini kecil jalan-jalan.


Bu Keisya pun mulai paham dengan persaudaraan antar pedagang.


" Wah Mas, Kalo begini main bisa irit dong!" Gurau Bu Keisya.

__ADS_1


" Hahaha...Ya kalo kenal, Kalo nggak ya tetep bayar Bu!" Balas Rino.


Hans dan Disa pun menyusul mereka, Rino, Bu Keisya.dan Arini kecil duduk di pinggir lapangan menikmati kembang gula.


" Enak ya, Bu!" Ujar Arini kecil memakan kembang gula.


" Iya, Sayang cuma beli dua Kak Rino sekarang nggak makan dong!" Gurau Bu Keisya.


" Ini Kak No, Arin kasih!" Kata Arin memberi sekepal kembang gula miliknya ke Rino.


" Udah, Arin makan saja. Kak No udah kenyang!" Rino ingin Arini kecil senang, Ia memilih menahan diri.


" Nih, Aku paham!" Ujar Bu Keisya menyuapi sedikit kembang gula ke Rino.


Disa yang mendekat diam-diam denga Hans melihat adegan itu.


" Hayo loh, Malah romantis di depan siswa itu nggak boleh!" Ujar Disa menggoda Bu Keisya.


" Kalian berpelukan nggak tahu tempat, Norak!" Balas Rino.


" Arin..Arin makan kembang gula, Buat Kak Disa mana?" Goda Disa duduk di sebelah Arini kecil.


" Ini Kak, Ambil sendiri!" Arini kecil menyodori kembang gula miliknya ke Disa.


Disa pun menjumput sedikit, Untuk menghibur Arini kecil.


" Hans, Tiga pemuda reseh kemarin bikin onar lagi. Kali ini mereka mau mengganggu Bu Keisya untung Aku melihat!" Ujar Rino.


Hans dan Disa pun kaget,


" Yang di warung bakso?" Tanya Disa.


" Yoi, Tapi udah di amanin sama penjaga. Mau Aku kasih pelajaran, Tapi di tempat ramai sama Bu Keisya lagi kan nanti bisa bikin geger!" Cerita Rino.


" Tapi, Kamu nggak kenapa-napa kan Keisya?" Tanya Disa.


" Enggak apa-apa, Bener kata Mas Rino untung Ia datang tepat waktu!" Jawab Bu Keisya.


" Apa mereka ingin balas dendam, Biar Aku ke sana mencarinya!" Hans ingin bangkit dari duduk untuk mencari tiga pemuda yang kurang ajar terhadap Bu Keisya.


" Udah, Nggak usah! Udah di amanin sama Big!" Terang Rino, Menyebut nama penjaga pasar malam.


" Nggak usah nyari! Di sini aja, Kita kesini niatnya senang-senang bukan ribut!" Kata Disa menasehati Hans.


Karena Disa tahu, Hans orang yang lembut terhadap wanita namun ketika mendengar wanita di sakiti entah siapa orangnya meski pun tidak kenal pasti ia membelanya.

__ADS_1


__ADS_2