
Setelah hampir 1 bln libur,
Arini besok sudah harus masuk sekolah.
" Rin, Sudah mengemasi bukumu?" Tanya Bu Sara melihat Arini bermain laptop di ruang tamu.
" Iya Rin, Besok kan sudah masuk ya Kamu!" Sambung Disa, Memasak di dapur bersama Bu Sara.
" Sudah Bu, Aman semua! Ya Kak, Besok Arin mau minta tolong Kak Hans anterin Arin sebelum menempati kost'an." Jawab Arini, Menatap laptopnya.
" Suamimu semangat sekali Nak, Bekerja sebagai ojek mobil di sini. Sedari pagi sudah berangkat." Kata Bu Sara, Membicarakan Hans.
" Iya Bu, Sifat Ayah sudah ada pada dirinya." Balas Disa tersenyum.
" Oh ya Nak, Nanti sama Ibu ke rumah Om Sono ya! Bantuin Ibu, Buat ngurusin pembukuan kan Kamu pintar di perhitungan." Pinta Bu Sara.
" Ya, Bu." Jawab Disa menyaguhi
Baru 5 hari balik ke kampung halaman, Dira dan Erin kembali ke rumah Arini karena di kota itu Mereka akan ada pekerjaan.
" Misi...." Sapa Erin.
Arini yang kenal dengan suara itu langsung menghampiri, Disa dan Bu sara juga langsung melangkah ke depan rumah.
Erin dan Dira sudah duduk di teras rumah.
" Kalian kenapa balik lagi, Ada yang ketinggalan?" Tanya Bu Sara, Terkejut.
" Kak Dira dan Kak Erin, Ada apa ini?" Sambung Arini juga terkejut.
Disa hanya bisa geleng-geleng.
" Kami ada pekerjaan di kota ini Bu, Collegaku mengajak kerja sama buat tempat makan di mall yang dulu Kita jalan-jalan di sana. Ya Kami dari pada tidur di hotel, Kan ada rumah ini bisa irit selama 2 minggu di sini!" Jelas Dira.
" Kak, Emang mau bikin restaurant di kota ini?" Tanya Disa, Duduk menghadap keduanya di ikuti Bu Sara dan Arini.
" Iya, Kemari sepulang dari sini Kami meeting dengan rekanan. Nah, Aku menyodorkan kota ini untuk membuka cabang. Eh, Di Acc lalu Kami nanti akan mengawasi pembangunan selama 2 minggu. Yah, Lumayan bisa main sama Arin lagi." Terang Erin.
" Beli rumah sini aja, Kak." Ucap Disa, Menyampaikan ide pada Dira.
" Jika menguntungkan, Pasti Kakak beli di sini buat mess karyawan. Tapi untuk saat ini, Mereka harus kost dulu!" Ujar Dira.
" Ya udah kalian masuk, Erin istirahat di kamar Ibu. Dira kamu di kamar tamu ya!" Tutur Bu Sara.
" Ini Hans dimana, Bu?" Tanya Dira.
" Dia lagi kerja, Sekarang taxi online Suamikuh itu. Baliknya nanti jam 4 sorean, Tapi biasanya siang pulang makan sama Ibadah." Jelas Disa.
__ADS_1
" Hebat juga tuh Bocah, Bisa cepet ambil kerjaan." Pujian dari Dira.
" Ya sana, Makan dulu terus istirahat! Kalian pasti capek perjalanan, Masih jam 9 pagi ini!" Kata Disa, Meminta Kedua Kakaknya istirahat.
" Kamu lagi ngapain, Rin?" Tanya Erin.
" Ngegame Kak." Jawab Arini sambil cengengesan.
" Yukk Rin, Main sama Kak Dira. Mumpung kerja Kakak, Masih besok." Sahut Dira, Langsung masuk ke rumah.
Melihat laptop Arini di ruang tamu, Dira meminta tolong Erin mengambilkan laptopnya untuk ngegame bareng Arini.
" Sayang, Ambilin laptop di mobil dong. Tolong..!" Teriak Dira.
Di depan rumah Bu Sara,Disa dan Erin mendegar teriakan Dira.
" Hemt...Mulai kayak Arini, Manja!" Ujar Erin, Menanggapi Dira.
" Kayak Bocah banget sih, Itu Kakak'ku bikin malu. Sabar ya, Er." Kata Disa.
Erin tersenyum " Sudah biasa." Balas Erin, Lalu melangkah ke mobil untuk mengambil laptop Dira. Setelah mengambil laptop, Ketiganya masuk ke dalam rumah.
Erin memberikan laptop pada Dira, " Rin, Kakak tidur di kamarmu ya?" Erin meminta ijin pada Arini.
" Pakai saja Kak, Arin nanti tidur sama Ibu." Balas Arini, Masih memandang laptop di depannya.
...****************...
Siang hari pukul 12.00 wib,
Hans pulang, Melihat ada mobil Dira di belakang rumah saat Hans memarkirkan mobil di samping rumah.
" Ini manusia, Kenapa balik ke sini?".Gumam Hans, Sambil melangkah menuju rumah.
" Permisi..." Kata Hans, Masuk ke dalam rumah.
Melihat Dira dan Arini sedang asyik ngegame di ruang tamu, Hans duduk di belakang Dira.
" Kamu balik ada acara apa? Atau ada yang ketinggalan?" Tanya Hans, Pada Dira.
" Besok mau bikin cabang di sini, Jadi selama 2 minggu bakal nginep di sini." Jelas Dira.
" Perlu tambah orang lagi nggak, Bos? Biar Aku ikut proyekmu." Kata Hans.
" Jadi supir Aku gimana, Selama 2 minggu. Nanti Aku gaji Hans." Tawaran Dira.
" Boleh tuh, Kapan mulai?" Balas Hans antusias.
__ADS_1
" Besok!" Kata Dira.
" Oke." Hans pun menyanggupi.
" Lah terus Arin berangkat sama siapa, Kak?" Tanya Arini, Setelah mendengar kesepakatan Hans dan Dira.
" Tenang Sayang, Kita antar Kamu sekolah dulu baru Kak Hans mengantar Kak Dira dan Kak Erin bekerja." Jelas Dira.
" Kamu berdua, Dir? Erin mana?" Tanya Hans.
" Dia sedang istirahat, Capek perjalanan katanya." Jawab Dira.
" Ya udah, Yukk makan dulu!" Ajak Hans, Melangkahnke dapur menemui sang Istri dan Ibunya.
" Duluan aja, Masih seru nih." Balas Dira, Bermain game bersama Arini.
" Kakak, Arin mau nanya nih. Kak Dira kan Bos, Suka marah marah sama karyawannya enggak?" Tanya Arini.
Dira pun tertawa mendengar pertanyaan Arini.
" Kok nanya, Begitu?" Balas Dira.
" Soalnya Arin sering lihat di tv, Seorang Bos itu galak suka marah-marah." Jelas Arini.
" Hahahha...Kalai tidak salah, Ya Kakak enggak bakal marah-marah Rin. Kalau salah ya bukan di marahi, Hanya di kasih tahu." Kata Dira.
" Arin pengen tahu enggak yang sering marah-marah, Sini Kakak bisikin." Sambung Dira.
Arini mendekatkan telinganya pada Dira.
" Ah...Masak Kak, Kak Erin sering marah-marah." Kata Arini dengan nada tinggi, Karena terkejut.
" Ssst...Jangan keras-keras, Kalau bangun bahaya Rin. Kakakmu yang satu itu kalau marah-marah dua hari enggak selesai." Kata Dira, Memberi tahu dengan lirih.
" Hayo..Pada ngomongin Kak Erin kan, Nanti Aku adukan biar Kalian kena semprot." Sahut Disa keluar dari dapur.
" Jangan Kak, Arin hanya terkejut dari kata Kak Dira." Ujar Arini, Ketakutan.
" Tapi Aku kok selama tinggal sama Erin, Belum pernah lihat Dia marah Kak?" Tanya Disa.
" Kakakmu satu itu, Kalau marah hanya pas di kerjaan karena profesionalitas dan totalitas. Aku saja sering kena semprot, Padahal Aku kan Bos nya ya." Cerita Dira, Tentang Erin.
" Tapi kan bagus, Jadi tertib. Sama bisnismu lancar terus selama ada Kak Erin." Kata Disa, Membela Erin.
" Ya cerdas itu Erin, Aku akui itu. Hanya saja kalau marah udah siapa aja di libas tanpa pandang bulu. Karena bagi Erin, Pekerjaan itu sebuah totalitas." Ucap Dira, Menceritakan sosok Erin.
" Untung Kak, Arin belum pernah di marahi dan jangan sampai di marahi." Ucap Arini, Menatap Dira.
__ADS_1
" Emang Kamu pekerjanya Rin, Nggak tega Ia memarahimu Rin. Kakak jamin itu, Orang Erin sayang banget sama Kamu." Terang Dira.