
Keesokan hari,
Hans dan Disa menuju rumah Wak Nana, Sedang Rino di rumah untuk merawat Arini.
Rino baru bangun tidur pukul 06.00wib, Karena Ia memilih berjualan sore di pasar malam.
Arini kecil sudah siap untuk berangkat, Arini melihat Kak Rino duduk ngopi di teras rumah.
" Kak, Arin pamit ke sekolah ya Kak!" Pamit Arini kecil pada Rino dengan mencium tangan Rino.
" Bentar..Nih!" Ujar Rino memberikan tambahan uang saku pada Arini kecil.
" Nggak usah Kak, Arin sudah ada uang saku dari Ibu!" Arini tahu kalau sang Kakak tidak punya uang.
" Udah, Ini ambil Kak Rino masih ada uang nih dari Uwak!" Rino menunjukkan uang di dompetnya agar Arini tidak khawatir padanya dan mau menerima uang darinya.
Arini kecil pun mau menerima uang dari Kak Rino.
Datanglah Ikhsan dengan motor ke Rumah Arini pagi.
" Hai...Arin, Kakak Ikhsan mau antar Arin nih! Mumpung lagi libur." Kata Ikhsan
" Loh No, Katanya sama Wak Nana. Kok dirumah? Mana Hans?" Tanya Ikhsan.
" Tuker nasib Bro, Dia sekarang yang sama Uwak. Aku jagain Arin!" Jawab Ikhsan.
" Sini Ngopi dulu, Kalo di anter bisa dong agak siang masih keburu!" Imbuh Rino.
" Kak, Nanti Arin terlambat! Kalau Kak ikhsan di ajak ngopi!" Pungkas Arini ngambek.
" Ya udah Bro, Nganter Arin dulu nanti Aku balik langsung kesini kita ngobrol sama ngopi!" Balas Ikhsan.
Ikhsan pun mengantar Arini ke sekolah.
Setibanya di sekolah, Arini berpamitan pada Ikhsan lantas masuk ke sekolah.
" Wah kayaknya disini ramai nih, Bisa besok coba jualan di sini! Ajak Rino lah sekalian!" Gumam Ikhsan melihat pasar di seberang sekolah Arini.
Arini masuk ke kelasnya, Ia duduk diam membaca buku pelajaran sebelum di mulai kelas.
Pak Isman dari kejauhan melihat Arini kecil duduk sendiri karena teman-temannya belum masuk.
Pak Isman lantas menghampiri Arini kecil yang sedang membaca buku.
" Pantes Kamu pinter Nak, Kamu datang pagi buat belajar dulu sebelum nanti Bapak dan Ibu mengajarkan." Pak Isman memasuki kelas Arini.
Arini bangkit dari duduk untuk menyalami dan mencium tangan Pak Isman.
" Bapak piket ya? Iya Pak, Arin kan rumah jauh jadi ya biasa begini!" Jelas Arini kecil.
" Iya Bapak piket, Udah Arin balik ke meja Bapak temenin untuk belajar." Kata Pak Isman.
Arini kembali ke mejanya, Ia di temani Pak Isman untuk belajar.
Sampai teman-teman Arini datang.
" Nah Arin, Bapak tinggal teman-temanmu sudah datang." Pak Isman meninggalkan Arini kecil.
Bu Keisya karena jam pertama, Beliau memasuki kelas untuk menyiapkan pelajaran. Melihat Arini kecil masih belajar, Bu Keisya memberi tahu kalau nanti beliau akan memulai berkunjung ke rumah Arini kecil untuk memberikan tambahan pelajaran.
" Arin, Kemari sebentar!" Panggil Bu Keisya di meja guru.
Arini kecil pun menghampiri panggilan Bu Keisya.
" Iya, Bu!" Arini berdiri di samping meja Bu Keisya.
" Ibu ingin memberitahukan, Nanti Ibu akan memulai mengunjungi rumah Arin untuk pembekalan menghadapi perlombaan. Arin siapkan?" Tanya Bu Keisya.
" Iya Bu, Arin siap!" Jawab Arini kecil.
" Ya udah, Gitu aja. Silahkan Arini melanjutkan belajar sembari menunggu bell masuk!" Kata Bu Keisya.
__ADS_1
Di Rumah Arini,
Ikhsan kembali ke rumah Arini, Untuk ngobrol bersama Rino. Sesampainya di rumah, Buru-buru Ikhsan masuk menghampiri Rino yang masih duduk ngopi di teras.
" Buru-buru amat!" Ujar Rino melihat Ikhsan masuk ke rumah.
Ikhsan duduk di depan Rino.
" No, Aku punya ide untuk jualan di depan sekolah Arini.Tempatnya rame No!" Ikhsan mengutarakan idenya.
" Udah tuh minum kopimu dulu, Kalo itu ya sebenarnya Aku juga kepikiran sih kan bisa sekalian memantau Arin ya." Rino menyetujui ide Ikhsan.
" Iya No, Gimana nanti kita cari tempat?" Tanya Ikhsan.
" Alah gampang kalo di sana, Nanti temen-temen pasti ngasih tempat kan banyak yang kenal juga di sana." Jawab Rino santai.
Mereka pun mengobrol untuk mematangkan rencananya.
Sampailah Arini pulang dari sekolah, Rino meminjam motor Ikhsan untuk menjemput karena Ikhsan tidur di rumahnya.
Arini kecil keluar dari gerbang sekolah, Ia melihat Rino sudah menunggu di samping gerbang.
" Kak Rino? Ngejemput Aku?" Tanya Arini kecil.
" Ya iya, Masak Kakak ngejemput teman Arin kan nggak mungkin!" Jawab Rino dengan Gurauan.
Bu Keisya yang akan memberikan pelajaran tambahan pun datang menghampiri.
" Arin di jemput?" Tanya Bu Keisya.
" Iya Bu, Saya jemput Arin. Ini Ibu mau mengantar Arin lagi atau gimana?" Tanya Rino.
" Ini Mas, Saya mau memulai memberikan tambahan pelajaran untuk Arin. Jadi Saya mau ke rumah." Jelas Bu Keisya.
" Oh iya Bu, Silahkan! Yuk Rin, Naik kita pulang!" Ujar Rino.
Arini kecil memakai helm yang di bawa Rino, Langsung Ia membonceng Kakaknya Rino di ikuti Bu Keisya.
Setelah sampai di rumah, Arini kecil turun langsung buru-buru masuk ke dalam rumah untuk menggelar karpet di ruang tamu buat belajar bersama Bu Keisya.
Bu Keisya masuk, Lalu mulai belajar bersama Arini kecil. Arini kecil serius mendengarkan penjelasan yang di berikan Bu Keisya.
Pelajaran yang tidak di pahami Ia bertanya pada Bu Keisya.
Ikhsan terbagun mendengar obrolan Arini kecil bersama sang Guru.
" Arini ngobrol dengan siapa?" Tanya Ikhsan penasaran.
Ikhsan memutuskan melihat ke ruang tamu.
" Oh, Bu maaf mengganggu!" Ujar Ikhsan lewat di samping mereka.
" Kak Ikhsan nginep sinikah?" Tanya Arini kecil melihat Ikhsan lewat.
" Iya Arin, Udah lanjutin belajar nanti setelah belajar baru ngobrol dengan Kak Ikhsan." Ujar Ikhsan keluar untuk duduk di teras.
Setelah membeli 4 bakso, Rino senang karena Bu Keisya sang pujaan hati datang di rumahnya.
" Gini ya rasanya kalau sang pujaan hati ada di rumah, Hati berasa deg-deg serrr gitu!" Gumam Rino mengendarai motor untuk kembali ke rumahnya dengan perasaan senang.
Setelah tiba di depan rumah, Rino melihat Ikhsan duduk melamun.
" Ada apa Akang? Kok melamun!" Rino menghampiri Ikhsan setelah memarkirkan motor.
" Kamu dari mana, No?" Tanya Ikhsan.
" Nih, Bakso satu buat kamu. Dan ini buat yang di dalam!" Kata Rino meberikan satu bungkus bakso ke Ikhsan.
" Wadah ambil di dapur sendiri!" Imbuh Rino.
Ikhsan melihat wajah Rino yang sumringah menengok ke dalam rumah. Ikhsan pun curiga.
__ADS_1
" No, Kamu sehat?" Tanya Ikhsan.
" Sehat, Emang kenapa?" Balas Rino masih fokus melihat ke dalam rumah tepatnya ke arah Bu Keisya dan Arini kecil belajar mengacuhkan Ikhsan.
Ikhsan pun paham apa yang ada di pikiran Adik sahabatnya.
" Ehem...Kalau niat masuk aja kali, No!" Ujar Ikhsan.
" San, Udah okey belum?" Tanya Rino sambil menunjukkan dirinya ke Ikhsan.
Ikhsan hanya geleng-geleng, Karena Rino berbeda dari sang Kakak Hans yang dingin dan tidak suka menunjukkan perasaannya.
Rino lebih bertipe humorist dan suka bergaul ke siapa aja.
" Sudah sip, Sana masuk sekalian ambilin mangkok buat Aku!" Perintah Ikhsan.
Rino pun memberanikan diri menghadap Bu Keisya.
" Misi Bu, Ini ada bakso buat ngeganjal perut!" Kata Rino menyela penjelasan pelajaran kepada Arini.
"Kak, Kalo ngasih bakso sekalian tempatnya dong!" Ujar Arini kecil.
" Oh iya, Maaf Bu saya ambilkan dulu mangkuk di dapur!" Rino salah tingkah di pandangi Bu Keisya.
Rino mengambil mangkuk di dapur.
" Duh, Udah bersih belum ya? Duh, Ini mangkuk pas nggak ya?" Ujar Rino salah tingkah karena Bu Keisya.
Akhirnya Ia membawa 4 mangkuk keluar dari dapur untuk Bu Keisya.
" Ini Bu, Wadahnya!" Lagi-lagi Rino menyela pembicaraan.
Karena Grogi Rino lupa mengambilkan sendok.
" Mas, Kalo makan bakso kok nggak ada sendoknya sama garpu. Makannya bagaimana?" Kata Bu Keisya melihat hanya mangkuk yang di bawa Rino.
"Kakak gimana sih, Masak nggak ada sendok!" Arini kecil kesal.
" Maaf...Maaf Bu, Saya ambilkan!" Balas Rino dengan wajah Grogi.
Ikhsan yang di teras mendengar obrolan mereka tertawa terbahak-bahak karena kelakuan Rino.
" Duh, Emang bener kata orang kalau kena cinta bisa bego!" Gumam Rino melangakah menuju dapur.
Ia bergegas membawa sendok dan garpu menuju ke Bu Keisya.
Setelah itu Rino pamit, Untuk menemani Ikhsan yang duduk di luar sendirian.
" Mas, Terimakasih!" Ucap Bu Keisya, Melihat Rino berbalik dan melangkah untuk ke teras.
Mendengar ucapan Bu Keisya, Rino membalikkan badan dan menghentikan langkah.
" Sama-sama Bu!" Balas Rino dengan wajah cengengesan.
Bu Keisya pun tersenyum melihat tingkah konyol Rino.
" Maafin Kakak Arin ya Bu, Memang Kak Rino suka mengganggu!" Kata Arini tidak enak kepada Bu Keisya.
" Nggak apa-apa Arin, Kan Kakak Arin perhatian sama kita buktinya dia membelikan bakso untuk kita. Yuk belajar dulu nanti kita makan bersama setelah selesai!" Ujar Bu Keisya.
Di depan teras Rino membawa 2 mangkuk dan dua pasang garpu dan sendok meletakkan di meja samping Ikhsan.
" Nih Mas Bro, Silhkan makan!" Ujar Rino cengengesan.
" Lah baksomu mana? Ini mangkuk dua terus punyamu mana?" Tanya Ikhsan karena hanya melihat baksonya saja.
" Aduh, Lupa San. Itu di dalem, Mau ngambil takut ganggu!" Jawab Rino sambil menepuk jidat.
" Fix, Kamu bego gara-gara cinta!" Kata Ikhsan langsung tertawa terbahak-bahak menertawakan kekonyolan Rino.
Rino langsung membungkam mulut Ikhsan.
__ADS_1
" Jangan keras-keras San, Di dalem lagi belajar takut ganggu!" Rino menghentikan tawa Ikhsan.
Kemudian Ikhsan memakan bakso bagiannya, Rino hanya melihat dengan wajah datar karena baksonya tertinggal di dalam di ruang tamu di depa Bu Keisya dan Arin yang lagi belajar.