
Setelah mengetahui Arini di terima, Dan karena sang Ibu khawatir dengan rencana Arini yang ingin mengekost.
Secara Diam-diam Bu Sara memberi kabar kepada Rino. Mengetahui kedatangan Rino dan Ikhsan yang akan datang pagi hari ini juga Bu Sara pun menyiapkan menu untuk menyambut Anak kedua beserta Temannya.
" Mbak, Pagi-pagi kok udah masak banyak?" Tanya Bulik Yanti yang pagi-pagi ingin mengajak ngobrol Bu Sara.
" Iya nih, Nanti Rino akan datang ke sini! Kangen katanya." Alasan Bu Sara pada Bulik Yanti.
" Betulkah itu? Wah penasaran gimana wajah Rino sekarang." Ujar Bulik Yanti.
" Lah Dona sama Rizal kemana, Mbak?" Tanya Bu Sara.
" Biasalah, Sibuk Kuliah dan yang satu Sekolah." Jawab Bulik Yanti duduk di meja makan membantu memasak Bu Sara.
Arini mendengar sang Kakak yang akan datang, Langsung menghampiri dengan keluar Kamarnya.
" Apa benar Bu, Kak Rino akan datang?" Tanya Arini.
" Iya Sayang, Sama Kak Ikhsan sudah di perjalanan." Balas Bu Sara.
" Arin, Jam segini baru bangun begadang ya kayak Dona saat akhir pekan?" Tanya Bulik Yanti pada Arini.
" Hehehe...Iya Bulik, Arin ngegame sama belajar di internet soalnya bosen enggak ngapa-ngapain!" Kata Arini, Yang duduk di sebelah Bulik memandangi sang Ibu makan.
Pukul 08.00 pagi,
Ada suara mobil berhenti di depan rumah.
Arini segera membuka pintu karena menganggap itu mobil Kakaknya Rino, Setelah membuka ternyata itu hanya mobil yang kebetulan mogok di depan rumahnya.
Arini kembali ke dapur dengan perasaan kecewa karena bukan Kak Rino yang datang.
" Siapa, Rin?" Tanya sang Ibu sambil melihat masakan di kompor.
" Mobil mogok, Bu. Bukan Kak Rino!" Jawab Arini lemas.
" Ih...Yang tidak sabar ketemu Kakaknya." Ucap Bulik Yanti, Menggoda Arini.
" Iya Bulik, Arin sudah kangen sama Kak Rino." Balas Arini dengan wajah cemberut.
" Sabar Sayang, Pasti Kakakmu datang!" Kata Bulik Yanti menantap Arini sambil tersenyum.
Arini pun menunduk kecewa, Berharap Kakaknya datang sekarang.
Tiba-tiba, Mereka bertiga di kejutkan dengan Kak Disa yang tiba tiba secara diam-diam berdiri di belakang Mereka.
" Assalamualaikum.." Sapa Disa
__ADS_1
Arini dan Semua menoleh ke arah suara, Sontak semua terkejut Arini langsung turun dari kursi berlari memeluk Kak Disa.
" Kakak...Arin Kangen!" Ucap Arini, Memeluk Disa.
" Wa'alaikum salam..." Balas Bulik dan Bu Sara.
" Ini Dek, Mantuku sudah datang! Kenalkan ini Istri Hans namanya Disa, Dan Disa kenalkan ini Bulik Yanti Istri dari Om Sono." Ujar Bu Sara.
Bulik Yanti dan Disa bersalaman, Saling memeluk.
" Mana Kak, Kak Rino dan Kak Ikhsan?" Tanya Arini.
Lalu masuklah Rino, Hans, Dira dan Erin dari pintu mebawa banyak oleh-oleh.
" Wudih.....Adik Kakak, Sudah akan SMA!" Ujar Rino menatap Arini.
Sontak semua kaget, Karena yang datang bersamaan.
" Lah, Ikhsa mana No?" Tanya Bu Sara.
" Ikhsan kurang enak badan, Di rumah dan mengajukan diri merawat kedua orang Tua. Disa." Balas Rino.
Semua menyalami Bu Sara dan Bulik.
" Itu Rino, Itu Han dan Itu Dira dan Erin yang sudah selayaknya Kakak Arin juga Dek!" Ucap Bu Sara mengenalkan semuanya.
" Ini peninggalan Ayah, Bu?" Ujar Hans memeluk Bu Sara.
" Iya Nak, Ayahmu sudah menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Kita." Balas Bu Sara sambil menangis.
Semua mematung mendengar perkataan Bu Sara dan terharu atas apa yang di lakukan Alm Pak Romi untuk keluarganya.
" Bulik." Ucap Rino memeluk Bulik Yanti.
" Anakmu sudah besar-besar, Mbak." Ujar Bulik memecah keharuan.
" Yang sama persis kayak Mas Romi, Hans ya Mbak!" Imbuh Bulik Yanti.
" Hey Sayang, Kakak kangen!" Ucap Erin memeluk Arini.
" Gimana, Adeknya Kakak sudah mau SMA?" Tanya Dira menggoda Arini.
" Seneng Kak, Kalian yang lama ya di sini! Nanti Arin akan cerita banyak sama Kalian!" Ucap Arini.
" Tentu Sayang, Kakak akan mendengar cerita Arin." Sahut Disa.
" Bu, Sebentar lagi Ibu akan kadi nenek!" Jelas Hans.
__ADS_1
Bu Sara sontak terkejut, Mendengar Disa sudah hamil.
" Kamu hamil, Nak?" Tanya Bu Sara, Yang sontak langsung mendekapnya karena gembira.
" Bukan hanya itu saja Bu, Aku dan Erin akan segera menikah! Ibu, Saya minta menjadi Ibuku ya dalam pernikahan nanti. Ini sudah keputusanku dan Erin." Sahut Dira.
Erin mendekat ke Bu Sara, Lalu Beliau memeluknya bersama Disa.
" Pasti Sayang, Kaliankan anak-anak Ibu." Tutur Bu Sara.
" Wah, Bulik Ku masih muda saja. Aku masih inget sewaktu kemari Bulik yang mengajakku jajan. Oh, Ya Bulik ini Dona dan Rizal kemana?" Tanya Rino di samping Bulik.
" Keponakanmu, Yang satu Kuliah yang Satu Sekolah." Jawab Bulik Yanti tersenyum bahagia semua keponakannya berkumpul.
" Bulik pulang dulu, Mau memanggil Om mu biar tahu keponkan kesayangannya datang!" Imbuh Bulik Yanti segera berpamitan.
" Katanya kemarin ada yang putus asa, Gagal di satu sekolah?" Goda Erin pada Arini.
Arini tersenyum malu.
" Yah, Adik Kak Disa kok putus asa! Kan Arin pintar!" Sahut Disa.
" Kak Disa dan Kak Erin, Ikut Arin ke kamar yuk! Arin, Mau cerita sesuatu." Ajakan Arin.
Disa dan Erin pun mengikuti Arini, Karena Disa juga harus beristirahat karena sedang hamil muda.
Setelah Arini masuk ke kamar beserta Kedua Kakak perempuannya.
Bu Sara mengajak Rino, Hans dan Dira mengobrol di ruang tamu.
" Kenapa Ibu memanggilku, Kemari?" Tanya Rino setelah duduk.
" Ini tentang Arin, Yang berencana ngekost di dekat sekolahnya karena jarak sekolahnya yang 2 jam dari rumah dan takut terlambat katanya!" Jelas Bu Sara.
Sontak Hans, Dira dan Rino kaget, Dan khawatir.
" Apa enggak ada sekolah yang deket, Bu?" Tanya Dira, Menatap Bu Sara.
" Itu masalahnya, Arin gagal di Sekolah yang dekat dengan rumah! Karena Arin ingin bersekolah yang favorite, Kemarin Ia sempat frustasi dan mengajak pulang Ibu. Karena amanah Ayahnya Arin ke Om Sono, Akhirnya kedua anak Om Sono yang mencarikan dan dapat di kota sebelaha." Jawab Bu Sara.
Hans terdiam, Karena mengkhawatirkan kondisi Adeknya jika mengekost dan hidup sendiri.
" Apa perlu Ibu, Aku sewakan rumah yang dekat sana?" Ujar Dira.
" Bukan itu masalanya Nak, Arin ingin mandiri dan berprestasi. Kami sudah buat kesepakatan apabila Arin 1 bulan di sana enggak kambuh maka Ibu dan Keluarga Ayahnya di sini akan mengijinkannya ngekost. Dengan di pantau, Adiknya anak dari Omnya yaitu 2 hari sekali." Balas Bu Sara.
" Kenapa Arin harus minta di sini sih, Kan di rumah juga banyak sekolahan!" Gumam Rino.
__ADS_1
" Arin di sini ingin berkumpul dengan keluarga Ayah, Ibu tidak menyalahkan karena memang ini wasiat dari Ayahmu." Jelas Bu Sara.