Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Pertukaran Hans dan Rino.


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Hans dan Rino bertukar tempat.


Sore hari di saat semua sedang berkumpul, Hans memutuskan memberitahu kepada semuanya tentang rencana Hans dan Rino untuk bertukar posisi sekaligus berpamitan dengan Arini adik kesayangan Hans agar tidak terulang lagi kekecewaan Arini.


" Mohon perhatian sebentar!" Ujar Hans bangkit dari duduk.


Semua mata tertuju pada Hans.


" Ada apa?" Tanya Rino penasaran.


" Selama Arin aka persiapan perlombaan, Arin akan di temani Kak Rino sebagai gantinya Kak Hans dan Kak Disa yang akan membantu Uwak disana. Kakak janji kami akan datang nanti pada saat perlombaan mendukung Adik Kakak yang cantik itu, Ini hanya sementara sampai Arin selesai lomba. Terimakasih!" Ujar Hans.


Arini kecil berlari di hadapan Hans.


" Kak, Apakah Kakak membenci Arin sehingga Kakak akan pergi?" Tanya polos Arini kecil.


" Arin...Kak Hans dan Kak Disa tidak membenci Arin. Arin kan tahu di antara Kak Hans dan Kak Rino yang bisa tahu pelajaran kan Kak Rino, Jadi biar Arin pintar nanti di bantu sama Kak Rino. Kak Disa janji deh nanti Kak Disa akan datang di saat Adik Cantik Kakak mau lomba atau Kakak yang akan anter Arin ke tempat perlombaan!" Ujar Disa sambil mengulurkan jari untuk berjanji.


" Janji ya Kak!" Balas Arini kecil membalas jari Disa.


" Arin mau sedih lagi, Kak Hans sudah pamitan loh..Nggak minta hadiah?" Gurau Rino.


" Ya udah, Arin mau apa? Kakak Hans kabulin hari ini sebelum besok pagi Kak Hans dan Kak Disa pergi?" Ujar Hans.


Rino melihat ke arah jam, Menunjukkan pukul 19.15 wib.


" Ngebakso yuk, Kita bareng-bareng mumpung masih sore!" Ujar Rino.


Bu Sara dan Pak Romi memilih tidak ikut karena capek seharian berdagang dan bolak balik ke klinik untuk memastika Arini di klinik tadi sore.


" Yuk, Jalan!" Kata Hans.


Mereka berempat berjalan ke warung bakso di belakang rumah mereka.


" Arin, Nggak boleh pakai cabai banyak-banyak!" Rino mewanti-wanti.


" Kak, Apakah Arin boleh minum es?" Tanya Arini berjalan ke warung bakso.


Arini memandang Hans dengan rasa takut, Was-was jika nanti Kak Hans marah.


" Bolehlah, Sekali kali nggak apa-apa!" Jawab Hans tersenyum kepada Arini.


Arini kecil pun kegirangan mendengar jawaban dari Hans.

__ADS_1


" Hore...Arin bisa minum es sama bakso!" Triak Arini kecil menggandeng Kak Disa dan Kak Hans.


" Dis, Besok Aku jemput kamu sekitar jam 7 pagi ya!" Kata Hans.


" Oke, Siap!" Jawab Disa.


Rino jalan di belakang sambil melamun.


Disa yang sadar dari tadi kehilangan cerewet sosok Rino pun menoleh ke belakang.


" Ssst...Hans lihat adikmu!" Ujar Disa.


Hans menoleh ke belakang, Arini pun juga khawatir sama Kakak keduanya.


" Kak Rino kok diem, Kenapa ya Kak? Apa tidak senang kita makan bersama?" Tanya Arini.


"Ssst...Bukan itu Arin, Lihat nanti pasti Kak Rino senyum!" Kata Disa berniat mengguraui Rino.


" Selamat malam, Keisya!" Triak Disa.


Rino langsung memandang ke Arah Disa untuk melihat Keisya.


" Mana, Bu Keisya?" Tanya Rino masih celingukan.


" Ih...Dia itu nggak gitu, Aku temannya tahu Dia nyari yang bagaimana!" Disa mencubit Hans.


" Kak, Apakah Kak Rino suka dengan Bu Keisya?" Tanya polos Arini.


Rino pun hanya menjawab dengan cengar-cengir.


Sampailah mereka di warung bakso.


Mereka pun duduk saling berhadapan sambil lesehan.


" Mas, Bakso 4 sama es teh 4 ya!" Disa memesan.


Namun saat Arini memandang ke luar, Arini melihat kucing. Segera Arini kecil mengambil satu buah kerupuk untuk di berikan ke kucing itu.


Hans, Rino, dan Disa hanya melihat dari meja.


" Dia suka banget sama kucing, Tapi sayang Ibu alergi bulu kucing jadi ya nggak bisa pelihara!" Pungkas Rino.


Ada tida pemuda masuk dan menabrak Arini kecil, Bukannya minta maaf pemuda itu malah membentak bentak Arini kecil.

__ADS_1


Melihat sang Adik di maki dan di bentak-bentak Hans dan Rino bangkit dari duduknya bergegas ke lari ke Arini, Disa buru buru memeluk Arini kecil yang menangis.


" No, Ada tiga orang kamu dua atau saya yang dua?" Ujar Hans.


" Terserah!" Kata Rino.


Disa yang juga tidak terima, Memilih mengajak Arini menjauh dari tempat itu agar Ia tidak melihat kedua kakaknya berantem.


" Kak Disa, Kenapa Arin di maki-maki? Kan Arin nggak salah, Apakah ketiga Kakak itu tidak di ajarin sama orang tuanya ya Kak sehingga nakal begitu!" Kata Arini kecil.


" Iya Arin, Mereka nakal mungkin karena tidak sekolah dan tidak mematuhi kedua orang tua. Arin jangan kayak mereka ya!" Kata Disa sambil tersenyum.


" Kak, Apakah Kak Hans dan Kak Rino berantem sama ketiga Kakak tadi?" Tanya Arini kecil khawatir kepada kedua sang Kakak.


" Enggak berantem, Hanya mereka baru menasehati ketiga Kakak nakal itu Arin!" Jawab Disa membohongi Arini.


Tak berapa lama, Ketiga pemuda itu babak belur dan menghampiri Arini dan Disa.


Mereka meminta maaf atas perilaku mereka kepada Arini kecil.


" Dek, Kakak minta maaf ya telah memarahi Adek. Kakak nggak bakalan begitu lagi, Maukah Adik cantik memaafkan Kakak?" Salah satu pemuda mewakili karena telah di hajar kedua Kakak Arini.


" Iya Kak, Tapi janji ya jangan nakal lagi! Nanti TUHAN marah kalau Kakak nakal lagi!" Jawab Arini kecil.


Setelah mendapat maaf dari Arini kecil, Ketiga pemuda itu langsung lari ketakutan.


Hans dan Rino menghampiri untuk mengaja keduanya menikmati makan bakso.


" Kalian berdua gila ya, Bisa itu orang sampai takut!" Ujar Disa.


" Rasany kayak dulu ya, No!" Kata Hans bernostalgia saat mereka masih di bangku sekolah.


" Arin, Arin nggak apa-apa kan?" Tanya Rino, Khawatir dengan kondisi Adiknya.


" Arin nggak apa-apa Kak, Arin hanya tadi takut!" Jelas Arini kecil.


" Arin sudah nggak usah takut, Kan Arin punya kedua Kakak yang hebat! Pasti kalau ada yang mau nakali Arin, Kak Hans dan Kak Rino menasehati mereka!" Ujar Disa menghibur Arini kecil dan membangkitkan keberanian pada Arini kecil.


Mereka lantas masuk kembali ke warung bakso, Duduk di tempat yang sama.


" Arin, Nanti kalo Kak Hans tinggal Arin baik-baik ya sama Kak Rino. Jangan nakal dan Selalu ikuti kata Ayah, Ibu dan Kak Rino sama Arin harus semangat belajar ya!" Hans memberikan nasehat sebelum Ia pergi.


" Iya Kak, Arin akan ingat nasehat Kak Hans!" Jawab Arini kecil.

__ADS_1


" Kak Disa pasti nanti kangen sama Arin, Adik Kak Disa yang cantik!" Kata Disa, Menghibur Arini.


__ADS_2