
Hans yang berunding di ruang tamu,
Menatap Sang Ibu yang sangat mengkhawatirkan Arini.
" Kalau Rizal, Ingin memantau bagus sih Bu." Ucap Rino.
" Atau begini saja Bu, Arin boleh kost tapi Aku akan bayar orang mengawasi bagaimana?" Sahut Dira.
Bu Sara menatap sekali lagi Dira " Bukan begitu Nak, Solusi untuk Arin." Tutur Bu Sara.
" Aku mau menunggu Rizal dan Dona, Bu! Aku akan berbicara kepada keduanya." Ujar Hans.
Tak lama datanglah Om Sono dengan Bulik Yanti.
" Assalamualaikum.." Sapa Om Sono masuk ke rumah Arini.
" Wa'wlaikumsalam." Balas semuanya bangkit dari duduk menyalami Om Sono.
Lantas, Om Sono duduk di samping ketiganya dan Bulik Yanti di samping Bu Sara.
" Kenapa ini, Kok ngumpul? Soal Arin, Ya?" Tanya Om Sono.
Ketiganya pun mengangguk.
" Pasti soal Arin, Yang akan kost! Yah, Om sebenarnya juga khawatir melihat kondisi Arin. Namun apa daya, Kami selaku orang Tua di desak untuk membuat kesepakatan itu." Sambung Om Sono.
" Bagaimana ya Om, Kami ini paham kondisi Arin. Jika harus jauh dari Ibu, Itu rasanya Kami tidak setuju." Ungkap Rino, Menatap Om Sono.
" Iya, Terlebih jika Arin kambuh tanpa ada keluarga pasti akan keteter dan panik teman-teman sekostnya!" Sambung Dira.
Hans masih diam menyimak, Ingin mencari tahu gagasan dan motivasi Arini sang Adik ingin kost.
" Sebenarnya Dek, Jujur Aku juga tak setuju. Meski ada kesepakatan itu, Kami paham Arin soalnya Ia sering teledor saat harus meminum obatnya." Jelas Bu Sara.
" Atau Gini Mbak, Kita sebagai Orang Tua cari cara saja agat kesepekatan itu batal!" Ide Bulik.
" Setuju Saya, Bulik!" Sahut Rino.
" Gimana kalau Arin justru sakit hati, No kamu kan tahu Arin ya. Arin itu pasti punya alasan kuat yang mendorong agar Ia kost!" Bantah Hans, Menatap Rino sang Adik yang duduk di sampingnya.
" Cari motivasi Arin, Terus baru kita pertimbangkan. Aku ingin mendengar dari Dona dan Rizal dulu sebelum Aku mengambil tindakan." Sambung Hans, Menengahi masalah.
" Yah, Aku setuju dengan Hans. Kita tidak bisa begitu saja menghalangi ide Arin, Harus kita tahu dulu kenapa Arin ingin sekali kost!" Sahut Om Sono.
" Arin ingin kost, Karena Ia ingin berprestasi dan membuktikan ke sekolah yang menolak Arin. Baru saja Arin cerita pada Saya dan Disa." Sahut Erin yang mendengar obrolan karena ingin mengambil minum untuk Arin dan Disa di kamar Arin.
Erin langsung menghampiri dan duduk di samping Dira.
__ADS_1
Bu Sara, Om Sono dan Bulik Yanti kaget, Mereka saling pandang.
" Maksudnya?" Tanya Rino.
" Adikmu kemarin sempat Frustasi, Bukankah Ibu sudah cerita di pesan chat. Dan karena itu, Berkat bimbingan dan motivasi dari kponakanmu Dona. Arin bisa bangkit, Itu motivasi Arin terbesar ingin menunjukkan dan mengalahkan Sekolah yang pernah menolak Arin di jalur Prestasi agar Mereka menyesal." Jelas Bu Sara.
Hans lalu tersenyum " Kalau begitu, Aku setuju ide Arin untuk kost!" Ujar Hans.
Semua pun kaget, Karena ucapan Hans yang langsung berubah pikiran mendukung Arin.
" Hey, Hans! Apa kamu tidak khawatir dengan Arin? Begitu cepatnya kamu mendukung? Udah tahu Arin ada sakit yang bisa saja kambuh sewaktu-waktu." Pungkas Rino.
" Iya Hans, Nggak tega Aku ngelihat Arin harus hidup sendiri ngapain aja sendiri kalau kecapek'an kan bisa kambuh!" Timpal Dira.
" Kenapa jadi Aku yang ngrasa aneh dengan kalian ya, Hey No ingat Satu Jendela Dua Pintu filosofi keluarga Kita? Ingat Saat Arin mengalahkan kesepakatan dengan Kepala Sekolah saat Ia akan di ganti untuk mengikuti lomba?" Ujar Hans.
Semua pun mengingat hal itu kembali, Saat Arini memiliki tekad kuat menjadi juara lomba mewakili SMPnya.
" Lalu, Kita harus gimana?" Tanya Dira.
" Om, Kapan Rizal dan Dona balik?" Tanya Hans pada Om Sono.
" Kalau Rizal bentar lagi, Tapi kalau Dona biasa ya jam 4 sore." Balas Om Sono menatap Hans.
" Apa rencana Kamu, Hans?" Tanya Bulik Yanti
" Nanti Bulik, Saat Mereka tiba akan Hans ceritakan rencana Hans." Jawab Hans, Dengan tersenyum.
" Kakak, Katanya Ambil minum malah ngobrol Arin tunggu sama Kak Disa." Ujar Arini melihat semua di ruang tamu.
" Ya udah, Kakak ambilin." Kata Erin bangkit dari duduk menghampiri Arini.
Arini pun tersenyum " Arin bantu Kak, Kakak habis perjalanan jauh pasti capek. Istirahat dulu di kamar Arin bersama Kak Disa." Sambung Arini sembari tersenyum.
Erin dan Arini lantas ke kamar setelah mengambil air minum di dapur.
" Ya udah, Sembari nunggu Rizal dan Dona Kita makan bareng lalu kalian istirahat dulu." Tutur Bu Sara.
" Baiklah Mbak, Kami pamit dulu. Masih ada kerjaan di rumah." Ucap Om Sono.
" Loh Om, Mari makan bareng dulu baru pulang!" Ajak Rino.
" Kamu aja No yang makan, Om sama Bulik sudah makan sarapan masih kenyang!" Balas Om Sono.
" Bulik, Kami ada oleh-oleh. Tapi nanti Ya, Belum di buka..Hehhehe.." Ujar Rino mengakrabkan diri.
" Ya No, Bulik tunggu!" Jawab Bulik sambil tersenyum.
__ADS_1
Om Sono da Bulik pun pulang ke rumah, Lalu semua sarapan di dapur kemudian Istirahat karena capek.
" Rino sama Dira, Tidur di atas. Terus Hans dan Disa tidur di kamar tamu biar Erin tidur dengan Ibu atau Arin." Kata Bu Sara saat semua makan.
Mereka pun mengikuti petunjuk Bu Sara.
...****************...
Sore hari pukul 17.00 wib,
Rizal dan Dona di perintah sang Ayah untuk menemui Hans dan Rino di rumah Arin.
Mereka masuk, Melihat semuanya sedang santai melihat tv di ruang tamu.
" Misi...." Sapa Rizal ke semuanya.
" Rizal, Saudaraku!" Ujar Rino yang mengenali saudaranya.
Semua menatap ke Dona yang ada kekurangan fisik.
" Ya, Saya Dona adik Kak Rizal. Heran ya lihat saya." Ujar Dona Sambil tertawa.
" Heran? Lebih ke takjub! Punya ponakan jenius kayak Kamu!" Balas Hans, Menghampiri Dona.
" inget enggak Na, Dia siapa? Dulu Budhe mengajak Mereka kesini kalau enggak salah Kamu masih SD kelas 2!" Ujar Bu Sara melihat Dona.
" Kenallah Budhe, Ini Kak Hans itu yang sok Kepedean Kak Rino karena dari dulu enggak berubah!" Balas Dona, Langsung duduk di atas kursi sedang yang lainnya di karpet.
" Kepedean, Baru ketemu lagi udah ngina!" Sahut Rino.
" Kenalin Zal, Na! Itu Disa istrikuh, Itu Erin dan Dira Kakak Arini yang baru karena sahabat rasa saudara." Ujar Hans menunjuk e Dira dan Erin.
Disa, Dira,dan Erin menghampiri keduanya untuk menyalami dan memperkenalkan diri.
" Oh, Ini ya Buk si Jenius itu?" Ujar Disa memeluk Dona.
" Iya lah kan dari wajah kelihatan, Tapi kalau Rizal kayaknya sama Kayak Rino kelakuannya." Celetuk Dira mengakrabkan diri.
Semua oun tertawa.
" Ini pasti soal Arin yang akan ngekost ya, Budhe?" Tanya Dona to the poin.
Merek pun terkejut dengan sikap Dona yang langsung ke pokok masalah.
" Iya, Kami ingin tahu alasan Arin ingin kost." Sahut Hans.
" Gini aja deh, Kita lihat Kost yang Arin pilih di situ ada jawaban pertanyaan kalian semua." Kata Dona mengajak semua ke kost yang Ingin Arin tempati.
__ADS_1
Semua pun saling pandang, Dira mendekati Dona " Okey, Aku setuju! Kita kesana." Ucap Dira.
Mereka langsung tak buang waktu, Bu Sara juga memutuskan ikut.