Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Pesan Istimewa


__ADS_3

Seminggu setelah Piknik,


Uwak Nana datang, Untuk menjenguk keponakan kesayangannya Arini.


"Assalamualaikum.." Ucap Wak Nana.


" Wa'alaikumsalam." Balas Arini segera keluar dari kamar mendengar suara Uwaknya datang.


" Wak, Arin kangen.." Sambil berlari dan ingin memeluk Uwak Nana.


Wak Nana menyambut dekapan Arini karena merasa Ia sebagai pengganti Ayah Arini kecil.


Arini langsung menarik tangan sang Uwak untuk masuk ke dalam rumah.


Bu Sara yang dari dapur melihat ke datangan sang Kakak.


" Wak, Kapan datang?" Tanya Bu Sara sambil menyalami dan mencium tangan sang Kakak.


" Baru aja, Naik angkot." Jawab Wak Nana duduk di sofa ruang tamu.


" Nih Rino dan Hans jualan?" Tanya sang Uwak.


" Iya Wak, Biasa!" Jawab Bu Sara, Segera melangkah ke dapur untuk membuatkan kopi buat sang Kakak.


" Wak..Sekarang rumah ini ramai, Ada Kak Ikhsan sama Kak Dira di sebelah. Sekarang Kakak Arin banyak banget dan juga sering di kasih uang jajan." Cerita Arini dengan wajah polos.


" Benarkah?" Tanggapan Sang Uwak sembari tersenyum.


" Iya Wak, Sekarang rumah sini ramai dua teman Hans dan Rino tinggal di sebelah seperti anak sendiri malah mereka yang membelikan sembako." Sahut Bu Sara sambil menaruh Kopi.


" Syukurlah kalo banyak orang baik yang menjaga kalian!" Tutur Wak Nana.


" Itu mobil gimana Wak, Kalo Uwak perlu silahkan di bawa saja." Ujar Bu Sara.


" Enggaklah, Mobil itu biar di sini dari pada teringat sama Bibi mu mending biar di sini!" Ujar sang Uwak.


Datanglah Dira " Assalamualaikum." ucapnya memasuki rumah.


"Ini Wak teman Hans dan Rino yang tinggal di sini namanya Dira, Dir kenalkan ini Kakak' Ibu yang namanya Uwak Nana paman Hans, Rino dan Arin." Bu Sara memperkenalkan.


Mereka berdua pun berkenalan.

__ADS_1


" Buk, Aku jadi lama nanti tinggal di sini! Aku dan collegaku ingin buat usaha di kota ini, Boleh ya Buk menumpang lebih lama lagi kalo di kontrakan atau hotel enggak seru hidup sendiri." Ujar Dira.


" Ya boleh Nak silahkan, Uwak malah senang jika di sini ramai. Ngomong-ngomong usahamu apa sih Nak?" Tanya Wak Nana.


" Aku cuman punya tempat makan kecil-kecilan, Wak!" Jawab Dira merendah.


" Enggak Wak, Restoran Kak Dira besar Wak! Arin saja pernah di ajak kesana sampai bingung Wak." Sahuta Arini.


" Merendah rupanya Terus bagaimana hubungan Disa dan Hans?" Tanya Sang Uwak dengan wajah serius.


" Ya Hans sudah melamar Disa di hadapan orang tuanya hanya sekarang Kami lagi berusaha untuk menikahkan mereka berdua Wak." Jawab Bu Sara.


" Oh..Bagus sudah bisa menerima keponakanku apa adanya, Kalo itu calon yang di pilih Ayahnya Disa sudah kalah berarti!" Ujar Uwak yang tidak tahu kalo itu Dira yang ada di sampingnya.


" Enggak pulang Wak, Tuh tanya saja sendiri sama orangnya!" Kata Bu Sara menunjuk Dira yang duduk di samping Wak Nana.


"Hahaha...Ibu bisa saja, Iya Wak udah kalah malah telak. Harta itu bisa di kalahkan dengan ketulusan makannya saya di sini menginap untuk belajar ketulusan pada keluarga ini." Ungkap Dira sambil tersenyum.


" Oh..Maaf Nak, Uwak tidak tahu! Bagus deh kalo tidak ada dendam malah seneng lihatnya. Oh iya Nak, Kalo ada waktu main ke rumah uwak ajakin Rino atau Hans kita mancing di kolam Uwak." Tutur Wak Nana mengakrabkan diri.


" Untuk Hans, Uwak maunya segera saja di nikahkan kalo sudah sama-sama senang buat apa nunggu biar uwak yang biayai kalo tabungan belum cukup!" Imbuh Wak Nana.


" Wak jangankan Uwak, Saya juga mau bantu tapi di tolak Hans. Saya mumpung di sini pengen lihat kedua Sahabat Saya menikah eh..bantuan saya di tolak mentah-mentah." Sahut Dira.


" Enggak bisa begitu, Aku selaku pengganti Ayahnya juga berhak membantu keponakan ke sayanganku. Biar nanti datang Aku sendiri yang bicara." Ujar Sang Uwak dengan nada tegas.


" Aku setuju Wak, Tolong bujuk Hans. Nanti masalah cathering dan tenda biar dari Saya." Imbuh Dira.


" Apa kamu nggak sakit hati Nak, Perempuan yang harusnya untukmu malah ini buat Hans loh!" Tutur Wak Nana menanyakan perasaan Dira.


" Enggaklah Wak, Kalo mau kemarin Hans udah nyerahin tapi Aku sadar Wak kalo cinta itu enggak bisa di paksa apalagi menikah kan ibadah terlama." Balas Dira sambil cengarcengir.


" Kalo begitu, Besok Uwak jodohin kamu sama anak teman Uwak yang juga pengusaha rumah makan tenang Nak kebaikanmu pada Hans pasti Uwak balas." Ujar Wak Nana sembari tersenyum.


" Ya Uwak makasih, Tapi yang paling bikin saya senang saat ini saya bisa tinggal di sini saja sudah bersyukur. Bisa ngerasain kehangatan keluarga Hans." Ujar Dira melihat Arini dan Bu Sara.


Hans, Rino, Disa dan Ikhsan pun kelihatan pulang. Mereka langsung duduk di teras tanpa mengetahui ada Uwak Nana yang datang, Rino memarkirkan gerobak di samping Rumah.


" Udah pulang kalian!" Ucap Wak Nana keluar dari pintu mengagetkan semuanya.


" Loh Wak, Kapan datang?" Tanya Ikhsan langsung menyalami di ikuti yang lainnya.

__ADS_1


" Tadi naik angkot." balas Wak Nana.


" Mobil apa mau di ambil, Wak?" Tanya Rino berdiri di samping Uwak Nana yang duduk di kursi teras.


" Pakai ajalah No, Uwak sudah nggak minat setelah Bibimu meninggal naik mobil itu lagi." Jelas Uwak Nana.


" Terimakasih, Wak." Balas Rino.


" Eh Hans dan Kamu Disa, Uwak pengen kalian segera menikah kalo enggak dalam 2 bulan ini mending kalian enggak usah sekalian! Hans, Aku pengganti Ayahmu meminta segera kamu menikahi Disa biar kamu jadi cowok yang bertanggung jawab! Uwak ingin keponakan Uwak yang Uwak sayangi bisa berkomitmen dan masalah biaya Uwak akan membiayai jika kamu menolak sama saja Kamu tidak menganggap Uwak keluargamu!" Tutur Uwak Nana langsung menembak Hans dan Disa.


Hans dan Disa saling menatap karena terkejut dengan kata-kata Uwak Nana.


" Rino, Dira, Sara dan Kamu Hans nanti kita ke orang tua Disa kita bicarakan ini hari ini juga." Tutur Uwak Nana meminta kedua keluarga segera bertemu.


" Nanti Wak?" Ucap Rino kaget.


" Lah kenapa Aku di tinggal?" Sahut Ikhsan.


" Baiklah semua ikut! Kita ke rumah Disa untuk membahas pernikahan Hans dan Disa." Imbuh Uwak Nana.


Hans beradu pandang dengan Disa, Disa pun tersenyum mendengar desakan dari Uwak Nana.


" Baiklah Wak, Kalo ini permintaan Uwak. Aku ikut saja." Balas Hans dengan senyum kecil.


" Neng Disa, Pulanglah sekarang bawa pesan Uwak untuk keluargamu bahwa nanti sehabis Ashar Kami selaku keluarga Hans akan bertamu ke rumahmu!" Ucap Uwak Nana.


Rino begitu tahu rencana Uwak segera menjauh dari keramaian untuk memberitahu Keisya agar ikut di moment penting sahabatnya sekaligus mengenalkan Ia pada Sang Uwak.


" Itu Rino telpon siapa?" Tanya Uwak Nana melihat Rino menelpon seseorang di jalan depan rumah.


" Nanti Uwak juga ngerti, Itu pasti nelpon pacarnya untuk nanti ikut ke rumah Disa." Jawab Dira yang memegang Arini.


" Lah cewekmu mana, Nak Dira?" Gurau Bu Sara berdiri di pinggir pintu.


Dira pun membungkukkan badan menatap Arini " Ini cewek Kak Dira ya Rin, Nanti Arin semobil dengan Kak Dira ya."


Disa pun tersenyum langsung pamit pulang untuk segera memberitahukan pesan dari Uwak Nana kepada kedua orang tuanya.


Rino kembali dengan cengarcengir masuk ke teras mendekati Uwak Nana.


" Pacarmu orangnya bagaimana, No?" Tanya Uwak Nana.

__ADS_1


" Nanti lihat Wak, Lebih cantik dari Kakak ipar dong!" Balas Rino sambil tertawa.


__ADS_2