Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Membuat Oleh-Oleh, Secara Spontan


__ADS_3

Mendapati kabar Keponakannya akan kembali dari Rizal,


" Bu..Ayo kita ke rumah Mbak Yu, Kita kasih Mereka oleh-oleh untuk di bawa pulang sebagai ucapan terimakasih untuk Dona." Kata Om Sono, Yang langsung berhenti dari kegiatan memotong kain untuk produksi.


" Ayo Pak, Mudah-mudahan Mereka mau menunggu! Kita masak saja Madumangsa buat Mereka kan itu makanan khas keluarga Kita." Balas Bu Yanti, Sambil membikin minum untuk karyawannya.


" Zal, Tolong belanja ya! Ibu kasih catatan buat oleh-oleh Kakak-kakakmu!" Sambung Bu Yanti


Rizal yang duduk di ruang tamu, Langsung berdiri dengan penuh semangat " Iya Bu, Mana biar Rizal yang belanja." Kata Rizal menghampiri Ibunya.


Setelah Bu Yanti memberi catatan bahan yang harus di beli, Segera Rizal berangkat dengan motornya ke pasar.


Om Sono dan Bu Yanti, Berpamitan dengan karyawan konveksi yang bekerja di rumahnya dan meminta tolong karyawannya untuk melanjutkan pekerjaan Om Sono.


Segera Mereka menuju rumah Arini, Untuk memberitahukan niat Mereka membuat oleh-oleh untuk perjalanan Rino dan yang lain.


Sesampainya di rumah Arin, Om Sono dan Bulik Yanti langsung masuk ke dalam rumah. Melihat Keponakannya sedang bersantai di ruang tamu.


" Permisi..." Tutur Bulik Yanti.


Semua langsung tertuju pandangannya ke Om Sono dan Bulik Yanti.


" Oh Bulik, Ada apa Bulik kok sama Om Sono? Mau ketemu Ibu ya?" Balas Rino.


Bu Sara yang di kamar, Mendengar Adiknya datang segera keluar menghampiri.


" Ada apa, Dek?" Tanya Bu Sara.


" Kata Rizal, Kalian mau pulang ya?" Ujar Om Sono.


" Iya Om, Cuma Disa dan Hans di sini! Mereka akan bergantian dengan Kami pulangnya, Ada apa ya Om?" Balas Hans, Menatap Om Sono sambil duduk di lantai.


" Kirain semuanya, Ini Mbak. Kami mau membuatkan oleh-oleh untuk Mereka biar jadi cemilan di jalan atau di bagikan ke tetangga." Jelas Bulik Yanti.


" Oleh-oleh apa, Bulik?" Sahut Disa, Langsung berdiri di ikuti Keisya dan Erin.


" Ini Bulikmu, Mau buat masakan madumangasa karena itu olahan atau masakan resep turun temurun keluarga Kita." Balas Om Sono.


Disa, Keisya, Dan Erin terasa asing dengan masakan yang baru Ia dengar. Mereka pun saling menatap.


" Yakin mau buat Madumangsa, Ya udah masaknya di sini aja! Sekalian mengajari mantu dan calon mantuku resep turunan dari Nenek Mereka." Tutur Bu Sara.

__ADS_1


" Baiklah Mbak, Di sini saja masaknya. Bentar tak kirim pesan ke Rizal biar nanti langsung ke sini soalnya sedang beli bahan-bahannya di pasar." Kata Bulik Yanti, Segera mengirim pesan via chat ke Rizal.


" Sini Om dan Bulik, Duduk dulu sambil menunggu Rizal." Kata Rino.


Mereka pun duduk, Dira dan Arini sedang asyik bermain game di belakang rumah.


" Lah, Arin sama Dira kemana?" Tanya Om Sono.


" Baru di belakang, Nyari signal buat ngegame. Mereka kan gamers berat om." Jawab Hans.


" Bentar Bulik dan Om, Disa mau nanya. Emang itu resep dari Kakek sama Nenek ya apa tadi Madumangsa?" Tanya Disa.


Bu Sara dan Bulik Yanti tersenyum " Iya Sayang, Dulu waktu Kami baru jadi menantu di rumah ini Almh Nenek atau Ibu dari Om Sono dan Alm Pak Romi mengajari Kami membuat masakan itu dari Nenekmu.


Ya setiap hari raya atau ada hajatan di keluarga ini, Contoh dulu kelahiran Hans dan Rino juga di suguhkan makanan itu." Cerita Bulik Yanti.


" Jadi dengan kata lain, Semua menantu di keluarga ini pasti akan di ajari dan di turunkan resep itu ya Bulik?" Sahut Keisya.


" Iya Sayang, Makannya yukk atur kapan nikah Kita." Celetukan Rino.


" Nih Bocah, Nikah kayak nonton kartun di tv pakai di atur!" Ujar Judes Erin ke Rino.


" Iya Nak, Semua pasti di ajari biar melestarikan adat di keluarga ini!" Balas Bu Sara.


" Eh Arin, Keponakan Kesayangan Bulik. Sini duduk di depan Bulik." Tutur Bulik Yanti melihat Arini.


" Ada apa ini?" Tanya Dira, Duduk kursi belakang Erin.


" Kita mau masak-masak, Buat bikin oleh-oleh yang nanti Kita bawa pulang!" Jawab Erin menatap Dira.


" Buat apa?" Tanya Dira masih bingung.


" Buat Madumangsa, Kamu pasti belum perna makan ya Sayang." Balas Erin kembali.


Dira pun bingung, Karena semenjak Ia punya beberapa tempat makan belum pernah dengar makanan yang namanya Madumangsa. Jadi itu makanan terdengar sangat asing.


" Itu, Madu di kasih apa itu?" Ujar Dira, Bingung.


Bulik, Bu Sara dan Om Sono pun tertawa atas kata-kata Dira.


Dira dan semuanya bingung karena mengira Madumangsa yang di bikin dari madu.

__ADS_1


" Kok tertawa?" Tanya Disa.


" Oh, Om paham sekarang! Kalian dari tadi menyimpulkan kalo Madumangsa itu olahan Madu ya..Hahahha. Bukan, Nanti kalian akan tahu sendiri!" Ujar Om Sono.


Rizal datang membawa Nanas, Ketan, Gula jawa dll.


" Misi...Pesanan datang!" Ujar Rizal, Memasuki rumah Arini.


Semua pun langsung bangkit, Langsung menghampiri Rizal karena penasaran dengan bahan-bahan Madumangsa. Segera Dira mengambil plastik yang di bawa Rizal lalu membukanya.


" Loh Om, Ini mau di olah apa? Mana madunya?" Tanya Dira.


" Iya nih, Nggak ada Madunya kok di namakan Madu mangsa!" Sambung Rino, Sambil memilah-milah bahan.


Rizal mendengar kebingungan Kakak-Kakaknya pun tertawa.


" Ini lagi Zal, Malah ketawa. Kami bingung!" Ucap Dira.


Bulik Yanti pun bangkit, Segera mengambil bahan-bahan lalu ke dapur " Ayo Bulik tunjukin apa itu Madumangsa." Kata Bulik, Mengajak semuanya ke dapur.


Bu Sara memberi intruksi kepada Anak-anaknya untuk membagi tugas, Sedang Om Sono, Rizal dan Bulik Yanti bertugas menyampur dan mengaduk.


" Ada yang mau belajar, Mengaduk?" Tanya Om Sono.


" Mana Om, Aku penasaran." Sahut Dira.


Dira pun mengaduk bergantian dengan Rizal, Semua mengamati cara Bulik Yanti dan Bu Sara mencampur adonan Madu mangsa.


" Berapa lama ini, Mengaduknya?" Tanya Dira.


" Ya sampai keras, Kenapa Dira? Capek?" Ujar Rizal.


Setelah 4jam Madu mangsa pun jadi, Semua mencicipi namun Disa takut mencicipi khawatir dengan kandungannya.


" Enggak apa-apa Nak, Cicipi sedikit aja!" Kata Bu Sara.


" Enak ya ternyata, Ada manis, Ada kecut sama Rasa Nanasnya kuat. Jika di publish apakah boleh?" Ujar Dira.


" Wah..Wah...Bos Restoran, Tahu yang enak langsung ke bisnis!" Sindir Rino.


" Royalty dulu dong!" Sahut Keisya.

__ADS_1


" Boleh, Asal semua petugas dapur dari keluarga Kita. Soalnya resep turun temurun, Jika kami yang buat Kamu mau jualin boleh Dira!" Kata Om Sono.


" Nah, Deal." Teriak Dira langsung senang.


__ADS_2