Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
KOST'AN ISTIMEWA.


__ADS_3

Arini di temani Dona dan Rizal, Mencari kost untuk Arini.


" Rin, Nanti kalo cocok Kita minta ijin dulu pada Ibumu! Pokoknya tema hari ini itu, Hanya mencari tahu harga dan fasilitas. Okey?" Ujar Rizal.


" Baik, Zal! Arin tahu kok, Kalo harus minta ijin Ibu dulu." Jawab Arini.


" Kak, Setahuku di sini kost yang murah bagus ada di belakang sekolah agak ke dalam masuk ke gang!" Sahut Dona.


" Baiklah." Ucap Rizal, Langsung menuju arah yang di beritahukan Dona.


hanya 7 menit, Mereka sudah ada di jalan belakang sekolah karena harus memutar dari kompleks elit.


" Andai punya uang ya, Na. Bisa tinggal di kompleks elit yang kita lewati tadi!" Ujar Rizal, Bergurau pada Dona.


" Mimpi boleh, Tapi kalau mau mewujudkan kerja keras Kak! Setelah lulus kuliah, Harus pandai memilih pekerjaan nyari yang gajinya besar tapi halal nanti pasti kebeli." Balas Dona.


" Kamu itu Adekku atau Kakak'ku ya Na, Kok bijak banget!" Ucap Rizal sambil tersenyum.


Arini sibuk bermain game di laptopnya.


" Kak Arin, Kamu ngegame terus kan stressnya udahan!" Ujar Dona.


" Kak, Jangan berlebihan jika kecanduan semua usahamu akan sia-sia!" Sambung Rizal melirik dari spion.


" Ini main sama Kakak'ku Erin dan juga Kak Dira, Jadi Arin sekalian komunikasi dengan Mereka." Jawab Arini.


Rizal dan Dona bertanya-tanya siapakh Erin dan Dona, Karena dari cerita kedua Orang Tua nama Kakak Arin itu Hans dan Rino.


" Kakak, Bukannya Kakakmu itu namanya Hans dan Rino ya, Kak Arin?" Tanya Dona meminta penjelasan.


" Gimana ya jawabnya, Ini Sahabat Kakak Hans dan Rino yang sudah seperti Kakak Arin sendiri. Ada lagi Kak Ikhsan, Yang tinggal satu rumah sama Arin. Mereka semua baik sama Arin suka ngajak Arin jajan." Jelas Arini.


" Wah enak ya Kak, Punya banyak Kakak!" Ujar Dona.


" Emang satu Kakak, Enggak cukup untukmu!" Sahut Rizal menyindir Dona.


" Cukup Kak, Kakak'ku hanya cukup Rizal kok!" Balas Dona sambil tersenyum.


" Dimana ini tempatnya, Dari tadi hanya muter!" Ujar Rizal.

__ADS_1


Dona melihat ada gang yang ciri-cirinya di ceritakan oleh Ketiga temannya, Ia langsung memandang dengan sungguh sungguh memastikan dengan teliti ciri-ciri gan.


" Kakak, Nanti di gapura itu, Kita parkir di samping lalu masuk ke situ! Itu ciri-ciri yang di berikan ketiga temanku." Ujar Dona menunjuk sebuah gang di depannya.


Rizal mengikuti arahan yang di berikan, Lalu Setelah memarkirkan mobil ketiganya memasuki gang yang di katakan sahabat Dona.


" Wah, Ini semua kost'an?" Ujar Rizal takjup dengan pemandangan deretan rumah yang di sulap jadi kost'an.


" Namanya juga Sekolah favorite, Pastilah banyak Siswa dari luar daerah yang berminat Kak." Balas Dona.


Arini melihat sembari jalan pelan-pelan bersama Dona dan Rizal.


" Mana Kak Arin, Yang di mau?" Tanya Dona menatap ke Arini yang berjalan di sampingnya.


Arini terus menolah noleh, Mencari kost yang dia rasa nyaman. Hingga ada satu rumah yang tidak begitu bagus di banding lainnya, Terpilih sebagai kost Arini.


" Yang itu ajah ya Na, Mari kita kesana!" Ucap Arini menunjuk satu rumah.


Rizal dan Dona heran dengan pilihan Arini, Rumah yang kecil dengan halaman yang sedang menjadi pilihan Arini.


Rizal menatap Dona, Seakan ingin tahu alasan Arini memilih rumah itu.


" Kak Arin yakin, Yang itu?" Ujar Dona.


" Enggak ah, Arin pilih itu saja Zal, Na! Karena kot'an itu kayak rumah Arin di kampung, Jadi pasti Arin nyaman tinggal di rumah itu. Ya, Hanya rumah itu ada halaman sedang rumah Arin di kampung enggak ada." Kata Arini.


Mereka langsung menghampiri dan bertanya kepada sang pemilik Kost.


" Misi...Misi..." ( Suara Rizal, Memanggil pemilik kost)


Pemilik kost'an keluar, Seorang Kakek dan Nenek yang belum terlalu tua.


" Iya Dek, Ada yang bisa di bantu?" Ujar Sang Kakek.


Dona melihat sekilas foto yang ada di dalam rumah, Ternyata itu Foto beberapa Guru yang ada di sekolahnya yang foto itu terlihat usang dan ada foto siswa-siswa yang berprestasi yang Dona kenali.


" Maaf Pak, Nanya itu foto-foto keluarga Bapak?" Sahut Dona, Menunjukk foto yang di pajang di kamar depan.


" Oh, Mereka pernah kost di sini! Malah sering mengunjungi Kami, Nak. Jadi Mereka sekarang sukses, Dan tidak melupakan kost'an ini!" Jelas sang Nenek.

__ADS_1


" Kami mau nanya, Adakah kamar kosong Kek, Nek? Kami nanya dulu dan perbulan berapa sewanya?" Tanya Rizal.


" Oh, Mau kost. Ayo ngobrol di dalam saja tapi maaf tidak ada kursi hanya pakai karpet soalnya anak kost sering belajar bersama, Mereka memilih nyaman belajar di lantai katanya." Ucap sang Nenek, Menunjukkan ruang depan yang amat bersih.


Ketiganya membuka alas kaki, Lalu Mengikuti Kakek dan Nenek.


" Gini Nak, Sebulan kami hanya memasang harga 450 itu sudah sama sarapan dan makan malam, Listrik dan Air hanya syaratnya harus menjaga kebersihan kamar dan lingkungan. Bersedia mengikuti kegiatan bersih-bersih di minggu pagi, Dan Bersedia membantu menyalin apabila ada kamar teman satu kostan yang bocor! Dan maaf kami hanya ada 3 toilet di belakang, Jadi di sini harus bergantian karena sudah ada 7 orang, Setiap Kamar di isi 2 orang. Ya harus bangun pagi apabila ingin tidak terlambat, Jika mau lihat kamarnya mari Kakek antar!" Penjelasan Kakek yang punya Kost'an.


Ketiganya mengikuti sang Kakek, Alangkah terkejutnya ketiganya melihat kamar yang luas dan bersih.


Rizal, Dona dan Arini saling menatap, Tidak percaya jika rumah yang sekecil ini di dalamnya bak istana juga ada satu komputer di setiap kamar.


" Tapi maaf Nak, Untuk jaringan internet Kost Kakek belum ada semua via hp masing-masing." Imbuh Sang Kakek, Yang masih berdiri tegap.


" Baik, Kek besok Kami kesini buat sekalian bayar satu bulan!" Ucap Dona, Seketika melihat dalam Kamar.


Arini dan Rizal terkejut, Karena Dona spontan mengambil kost'an tanpa berunding terlebuh dahulu.


Rizal menarik Dona, Untuk berbicara empat mata.


" Kenapa Kamu langsung ambil keputusan, Dek?" Tanya Rizal menjauhi sang Kakek.


" Kakak lihat, Foto yang di pajang! Apakah itu orang biasa? Mereka adalah Orang-orang pintar Kak! Soalnya rata-rata Aku kenal, Makanya Aku nanti mau bantuin Arin buat minta ijin ke Budhe." Jawab Dona, Dengan alasan yang sangat kuat.


Rizal pun terdiam, Lalu Dona menghampiri Kakek dan Arini meninggalkan Rizal.


Rizal menyusul " Kek, Tolong jangan di isi yang lain ya, Pasti besok Kami kesini!" Kata Rizal yang berubah mendukung Dona.


Arini tersenyum, Karena kedua Adik keponakannya mendukung rencananya.


" Memang Kost'an Kami paling kecil Nak, Namun Kakek dan Nenek dengan senang hati akan memperhatikan dan membimbing anak kost di sini hingga menuju ke suksesan." Sahut Nenek mendekati semuanya.


Ketiganya pun berpamitan, Untuk segera memintakan ijin buat Arini agar di setujui untuk kost saat Sekolahnya.


Menyalami Kakek dan Nenek, Tidak lupa mencium tangan kemudian melangkah keluar kostan.


" Kak Arin, Pilihanmu tepat Kak. Foto yang menempel di dinding itu Aku banyak yang kenal dan rata-rata kepandaian mereka dan prestasi sudah banyak yang mengakui!" Ujar Dona sembari berjalan pulang.


" Semoga Ibuku, Mengijinkan ya. Arin minta ke Rizal dan Dona buat bantu Arin, Jika nanti Ibu Arin tidak setuju. Coba kalian bujuk, Ya!" Balas Arini sambil tersenyum.

__ADS_1


" Pasti dong, Kak! Buat prestasi dan Kemajuan Kakak, Aku siap membantu!" Ujar Rizal.


Mereka sampai di parkiran mobil, Langsung naik dan menuju kembali ke rumah


__ADS_2