Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Track Record Dona


__ADS_3

Setelah Mereka mencari sekolah untuk Arini,


" Rin, Satu Kota ini sudah Kita kelilingi tapi Kamu masih belum ada yang cocok lalu kemana lagi?" Ujar Rizal, Yang mulai kesal.


Arini yang duduk di belakang pun merasa bersalah.


" Ya udah Zal, Kita pulang saja!" Balas Arininyang merasa sudah putus asa.


" Enggak, Aku tahu Sekolah yang pantas untukmu Rin! Namun letaknya lumayan jauh karena di kota seberang." Sahut Dona.


Langsung Rizal terkejut menepikan mobilnya, Lalu mematikan mobil.


" Maksudmu, Di Sekolah itu? Yang dulu Kamu di tolak, Na?" Kata Rizal terkejut.


" Ya, Jika Aku di tolak mungkin Arin di terima! Sekolah itu levelnya lebih dari Sekolahku!" Balas Dona, Dengan menatap lurus.


Arini semakin bingung, Di Sekolah Dona sekarang saja Ia di tolak ini Dona malah ingin memasukkan ke Sekolah yang lebih berprestasi lagi. Pasti Arini meyakini Ia tidak akan lolos atau dengan kata lain Ia akan di tolak.


" Tapi Sekolah itu apa masih membuka pendaftaran? Sekolahmu saja sudah penerimaan!" Ujar Rizal memastikan.


" Belum, Aku sudah tanya di Temanku yang ada di sana! Kalau sekolahku meski favorite selalu membuka pendaftaran duluan karena ingin mendapatkan murid-murid pilihan, Tapi yang benar-benar pintar dan berprestasi pasti lagi menunggu Sekolah itu membuka pendaftaran. Rin, Ini kesempatanmu terakhir Sekolah ini levelnya di atas sekolahku masalah prestasi karena Rival abadi, Nanti Kita belajar bersama untuk menghadapi ujian di sana. Aku pernah ikut, Jadi Aku tahu ujian apa yang bakal mereka adakan dan info dari Temanku yang di sana pasti tepat! Jika ini gagal, Maaf Rin Aku tidak bisa lagi membantumu." Kata Dona serius kepada Arini.


Arini mendengar Dona saja di tolak apalagi Dirinya, Yang belum mengenal dan akrab dengan cara pendidikan di kota ini.


Arini hanya terdiam.


" Jangan main-main Na, Ini nasib pendidikan Arin!" Kata Rizal berdebat dengan Dona.


" Karena itu Kak, Aku ingin Arin lebih maju dariku. Jika orang berprestasi itu harus bermental baja juga, Ia sudah gagal di tempatku jadi Aku ingin Ia bisa balas dendam dengan cara yang elegan. Masuk di level atas!" Alasan Dona.


" Arin setuju Zal, Jika ini gagal nggak apa-apa deh Arin sekolah di mana pun terserah. Tapi Arin ingin mencoba apa yang Dona katakan." Sahut Arini menyetujui ide dari Dona.


" Baiklah, Terserah kalian saja! Aku hanya sopir di sini." Kata Rizal mengalah dengan kedua wanita di mobil.


" Aku akan membantu semaksimal mungkin, Namun jika gagal Arin harus janji tidak frustasi dan membuat khawatir semuanya! Ingat Rin, Jiwa Siswa prestasi itu baja. Dimana pun berada akan melebihi yang lain!" Pesan Dona, Melihat dari spion ke arah Arini.

__ADS_1


" Iya Na, Arin janji enggak lagi membuat semua khawatir!" Arini membuat kesepakatan.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju Sekolah yang di maksud Dona yang sudah Rizal tahu jalannya.


" Tapi Na, Nanti andai Arin di terima kan jaraknya jauh 2 jam perjalanan gimana itu? Pasti Arin lelah di perjalanan." Kata Rizal sembari fokus ke jalan.


" Ya nanti kost, Kan teman pasti nanti punya Kak. Jangan khawatir jauh, Biar Arin berjuang dulu!" Balas Dona.


Arini hanya duduk mengikuti arahan dari Dona, Sambil menyimak percakapan Dona dan Rizal.


...****************...


Setibanya di Sekolah tujuan,


Mereka melihat banyak siswa yang main ke sekolah saat libur.


" Ini serius Na, Libur Mereka masih dateng ke sekolah." Ujar Rizal merasa heran.


" Ya Kak, Beginilah anak-anak jenius tidak membuang waktu untuk belajar! Kompetisi di sini sangat ketat untuk prestasi karena jika kalah pertaruhannya adalah harga diri." Balas Dona.


" Na, Kalo di sini memang begini ya murid-muridnya di ajarkan?" Tanya Arini.


" Enggak Rin, Mereka bukan di ajarkan tapi lebih kepada kesadaran diri! Karena Mereka tidak ingin malu, Dan di kalahkan. Aku belajar di rumah menggunakan sistem Mereka, Jadi Aku yang memanagement diriku sendiri Bukan karena PR atau Perintah Guru!" Jawab Dona.


" Apa kita hanya akan duduk di sini, Na?" Sahut Rizal.


" Enggak Kak, Sebentar Aku lagi menunggu temanku." Jawab Dona.


Ada tiga cewek yang menghampiri mobil Mereka, Langsung Dona keluar menyalami ketiganya.


" Mana Na, Yang mau masuk di sini?" Tanya salah Satu Cewek melihat ke dalam mobil.


" Bentar Sist, Rin keluarlah kenalin ini teman-temanku!" Panggil Dona ingin mengenalkan Arini ke teman-temannya.


Arini keluar dan menyalami ketiganya sambil mengenalkan diri.

__ADS_1


" Yuk Na, Kita masuk buat mengambil form pendaftaran sekaligus mengajak Kalian jalan-jalan melihat sekolah ini." Ujar Salah satunya.


" Kak, Mau ikut apa mau di mobil?" Tanya Dona pada Rizal.


Rizal yang penasaran, Memutuskan ikut masuk untuk melihat-lihat Sekolah yang dulu menolak Dona adiknya.


" Apa nggak apa-apa Kak, Kami masuk?" Tanya Arini polos.


" Hehehe...Kalau libur sama minggu bebas kok Dek, Ini juga kebanyakan bukan siswa sini ada yang datang dari sekolah-sekolah lain untuk belajar bersama atau mencari buku di perpustakaan sekolah Kami untuk belajar " Jawab Salah satu teman Dona.


Begitu masuk, Banyak Siswa yang kenal dengan Dona langsung menghampiri hanya sekedar menyapa.


Arini melihat itu, Meski ada kekurangan namun Dona sangat terkenal di mana-mana. Ia menjadikan contoh di hidupnya, Adiknya sangatlah periang menjadikan kekurangan tertutup oleh kelebihan.


" Gila ya Na, Kalo kamu yang dateng banyak jenius yang kenal! Kenap dulu Kamu enggak di terima di sini?" Tanya Teman Dona.


" Enggak jodoh kali, Kan gitu alasan simplenya. Jangan di ingetin itu hal sedih." Balas Dona tertawa.


Rizal yang melihat Adiknya banyak di kenal orang pun bangga, Ia tersenyum berjalan di belakang adiknya


Ada Guru piket yang menghampiri Dona " Wah si jenius, Ada acara apa datang ke sini?" Ujar Ibu Guru tersenyum menyapa Dona.


" Hehehe...Mau lihat-lihat Bu, Sambil ini mau minta form pendaftaran buat Kakak perempuan saya." Jawab Dona.


Ibu Guru itu memandang Arini dari atas sampai bawah " Yukk, Ibu berikan. Kakak Dona pasti Lebih smart dari Dona dong." Ujar Ibu Guru sambil mengajak ke perpustakaan untuk mengambil Form.


" Kamu loh Dona, Tidak di terima di sini tapi sewaktu lomba itu bisa bikin Sekolah ini merasa malu karena menolak murid sejenius Kamu. Itu satu bulan jadi tranding topic, Jadi Sekarang sekolah ini lebih selektif buat menerima Murid enggak mau lagi kecolongan murid jenius seperti Kamu." Cerita Ibu Guru itu.


Arini pun terkejut, Ternyata Semua yang di ajarkan Dona telah Ia buktikan sendiri yaitu bisa mendapat pengakuan dari sekolah yang menolaknya dan membuat Sekolah itu merasa rugi tidak menerima Dona sebagai murid.


Bu Guru setelah sampai langsung memberikan form pendaftaran " Nak, Tolong jadi seperti Adikmu ya semoga Kamu di sini bisa di terima terus biasa mengalahkan Dona." Tutur Bu Guru srmbari memberikan kertas Form pada Arini.


Dona hanya menanggapi dengan tersenyum.


Rizal juga terkejut mendengar cerita dari Ibu Guru itu, Ia kini tak lagi meragukan kepintaran sang adik karena terus saja belajar dan mengunci kamar.

__ADS_1


__ADS_2