
Setelah menjemput Dona dan Rizal, Dan semua sudah naik ke mobil.
" Kita kemana, Zal?" Tanya Rino, Yang menyetir mobil.
" Kita ke Mall di tengah Kota aja, Kak. Lurus 500 meter belok kanan." Rizal memberi aba-aba.
Rino mengikuti arahan dari Rizal, Dona dan Arini sibuk main hp.
" Wah..wah, Adek Kakak sekarang sibuk ngegame. Kak Keisya kayak udah tidak di anggap." Ujar Keisya yang duduk di samping Arini.
" Enggak Kakak, Baiklah Arin matikan." Balas Arini di ikuti Dona.
" Rin, Nanti Kamu mau beli apa?" Tanya Rino.
" Mmmt......, Tas sudah ada, Buku sudah ada dari Kak Erin. Apa ya, Kak?" Balas Arini.
" Loh..Kamu sudah punya semua, Terus kenapa Kita ke sini Rin!" Sahut Dona.
" Bukan Arin Na, Ini hanya Kami Kakak-Kakak Arin pengen jalan-jalan saja. Bosen di rumah!" Sahut Rino, Melihat dari spion mobil.
Lalu setelah 10 menit, Tibalah Mereka di Mall yang di tuju.
Mereka keluar dari mobil, Setelah memarkirkan di baseman.
" Kita kemana dulu, Nih?" Tanya Dira.
" Kak, Arin kan sudah punya buku dari Kakak dan peralatan Sekolah terus mau cari apalagi?" Sahut Dona menatap Satu persatu Kakak Arini.
" Yah, Kan Arin udah ya Kamu dong! Gitu aja kok nanya, Kami ingin mengajakmu jalan-jalan...Hehhehe." Balas Dira.
Dan semua Kakak Arini tertawa.
" Kaki palsu saja, Sudah cukup bagiku Kak." Pungkas Dona.
Lalu Disa mendekati Dona, Mencubit hidung Dona yang lugu.
" Heheheh....Kamu juga Kakak anggap Adik sendiri, Sudah ikut saja Kamu lucu Na." Ujar Disa.
" Kata Adikku benar Kak, Kami tak ingin merepotkan Kalian lebih dari ini. Kaki Dona saja sudah sangat berterimakasih Kami!" Imbuh Rizal, Sembari menatap tegas Kakak-kakak Arini.
Dira merangkul Rizal " Udah Boy, Ikut sajalah Ayo masuk!"
Mereka pun masuk, Keisya menggandeng Arini.
Dan ide jahil Rino pun muncul, Rino sengaja membawa tali rafian kecil. Diam-diam Ia talikan ke baju belakang Erin yang sibuk dengan ponselnya hingga tak menyadari kejahilan Rino.
Karena Erin paling belakang jadi semua tidak ada yang menghetikan ulah jahil Rino, Hingga Mereka naik eskalator dan Erin berdiri di depan kekasihnya Dira.
Namun sama halnya dengan Rino, Dira sengaja diam untuk mengerjai kekasihnya.
Hingga Arini " Kak Erin, Itu rafia panjang kayak ekor buat apa Kakak?" Tanya Arini, Mengungkap kejahilan Rino.
Semua mata tertuju pada belakang Erin, Erin memegang rafia merah.
__ADS_1
" Rino......!" Teriak Erin, Tahu kelakuan jahil siapa itu.
Rino yang ada di barisa belakang, Ber akting seolah-olah bukan Ia pelakunya dengan wajah standar.
Rino memandang ke arah Erin, Yang menoleh ke belakang menatapnya " Loh kok Saya, Saya dari tadi diem. Aku kan anak baik!" Kata Rino, Menyangkal tuduhan Erin.
Keisya lalu melepaskan genggaman Erin, Karena Ia paham watak Rino yang ada di belakangnya. Keisya mundur selangkah agar berdiri di samping Rino.
"Aaaaa.....Sakit....,Iya..iya..Ngaku!" Teriak Rino, Kesakitan di cubit Keisya.
" Aku tuh paham Mas, Ide jahilmu." Ucap Keisya.
Semua pun tertawa melihat tingkah Rino yang seperti anak kecil.
" Untung sayang, Coba kalau tidak." Ujar Rino, Mengelus bekas cubitan Keisya.
" Kalau tidak, apa?" Tanya Keisya sambil memelototi Rino.
Rino pun tak berani dengan pacarnya, Karena Ia sangat sayang pada Keisya.
Namun, Bukannya kapok Rino malah mencari sekutu untuk menjahili lainnya yaitu dengan Dira.
" Kemana, Nih?" Tanya Hans, Yang sampai di lantai atas.
" Ini tempat makan ya, Zal? Wah salah kalau begitu Kita kan cari tempat buku!" Ucap Disa.
" Makan dulu saja!" Kata Rino.
Lalu Mereka mencari meja, Rino menghentikan langkah Dira.
"Caranya?" Tanya Dira.
Saat Rino dan Hans mengobrol, Keisya dan Erin pun bersekongkol untuk mengerjai balik keduanya.
" Lihat, Mereka pasti mau jahil. Sebelum Mereka jahil Kita jahili Mereka duluan yuk!" Ajak Erin pada Keisya.
Keduanya melirik Rino dan Dira secara diam-diam. Keisya pun mengangguk.
Saat Rino dan Dira menuju meja makan, Erin dan Keisya menunggu saat Mereka duduk.
Semua mengobrol dengan asyik.
Arini meminta ijin untuk mencuci tangan, Namun saat baru berbalik Ia menabrak anak seusianya.
" Maaf, Ya Kak." Kata Arin merasa bersalah karena tak sengaja menabrak hingga jatuh.
" Oh, Enggak-enggak nggak apa-apa saya juga kurang hati-hati!" Balas Gadis itu.
Semua mata keluarga Arini tertuju kepada Gadis itu.
" Maafkan, Adik Saya ya Dek." Ujar Hans.
" Arin hati-hati!" sambung Hans.
__ADS_1
Gadis itu memaafkan Arini, Lalu pergi ke tempat yang sama yaitu tempat cuci tangan.
Arini bertemu lagi dengan gadis itu, Nampaknya Ia sangat kebingungan.
" Ada apa, Kak?" Tanya Arini, Melihat Gadis itu memriksa tempat tiseue.
" Enggak Kak, Tissuenya habis mau cari lap apa ini ya? Ujar Gadis itu.
Arini pun tersenyum, Lalu mengambil tissue dari tas yang Ia bawa kemudian memberikan ke Gadis itu.
" Ini Kak, Maaf tadi menabrak Kakak." Ucap Arini sambil memberikan tiga lembar tissue.
" Oh, Enggak apa-apa. Santai aja, Kak!" Balas Gadis itu sambil menerima tissue Arini.
Arini menjulurkan tangan " Kenalkan nama Saya, Arin Kak. Baru pindah di kota ini!"
" Aku Siska, Semoga Kita dapat bertemu lagi ya Rin! Kayaknya Kamu anaknya asyik." Kata Siska membalas jabat tangan Arini sambil tersenyum.
" Baru makan keluarga ya, Rin?" Tanya Siska.
" Ah enggak, Cuma jalan-jalan aja Kak." Balas Arini.
" Jangan panggil Kak, Kita kan seumuran!" Ujar Siska.
" Ayo Sis, Cepetan!" Tiba-tiba Nayla muncul.
" Kamu, Nay? Sedang apa di sini?" Tanya Arini.
Nayla terkejut bertemu Sahabat lamanya kembali.
Nayla langsung memeluk Arini " Ini baru main sama teman baru se Rt, Ku!" Jawab Nayla.
" Kamu ngapain?" Tanya balik Nayla.
" Tuh, Sedang makan sama Kakak-kakak Arin di sana." Jawab Arin menunjuk meja Kakak-kakaknya.
" Kalian sudah saling kenal, Nay?" Ujar Siska.
" Udah, Ini Sahabat yang sering Aku ceritain. Oh ya Rin, Kenalin ini Kakak keponakanku namanya Siska seumuran kita!" Kata Nayla mengenalkan saudaranya.
Lagi asyik mengobrol, Karena khawatir Keisya pun menyusul Arini.
" Kok ada Kamu, Nay?" Kata Bu Keisya, Terkejut.
" Ibu juga di sini?" Kata Nayla kaget, Langsung menyalami dan mencium tangan Keisya.
" Iya Nay, Ibu Keisya calon Kakak Ipar Arin. Sedang di sini untuk memantau Arin." Jelas Arini.
" Oh...Beruntungnya Kamu Rin, Kalau Saya karena Ayah di pindah kerja di sini Bu. Makanya harus ikut, Dan meneruskan Sekolah di sini." Jelas Nayla.
" Ya udah yuk, Kamu selaku murid Ibu. Ibu mengajakmu gabung ke meja Ibu bersama Arin dan Kakak-kakaknya." Ajak Bu Keisya.
" Baik Bu, Tapi Kami ada 4 orang. Apa tidak apa-apa, Bu?" Tanya Nayla.
__ADS_1
" Udah, Gabung aja Nay. Makin rame makin asyik!" Sahut Arini tersenyum bahagia bertemu Sahabatnya kembali.