Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Kesedihan Dona


__ADS_3

Saat sedang memasak,


Dari pintu rumah Arini, Terdengar suara langakah kaki.


" Eh Dona, Kok baru jam 10.00 pagi sudah pulang?" Tanya Rino, Melihat Dona datang.


Dona terdiam, Hanya bisa mematung dengan wajah sendu.


" Kamu kenapa, Na?" Ujar Dira, Menatap Dona dari kursi ruang tamu yang jaraknya hanya beberapa langkah.


Keisya yang keluar dari dapur, Melihat mimik wajah Dona langsung mendekati.


" Kamu kenapa, Sayang?" Tanya Keisya, Memastikan keadaan Dona.


Dona menatap Keisya, Dengan mata berkaca-kaca " Apa Kakak, Akan pulang?" Ucap Dona.


Langsung Keisya mendeka Dona erat " Apa Kamu sedih, Karena itu?" Balas Keisya.


" Kenapa tidak tinggal lebih lama, Apakah Kami terlalu merepotkan Kalian?" Kata Dona, Menangis di pelukan Keisya.


" Ngomong apa sih Kamu, Sayang. Bukankah Kamu anak pintar? Kakak-Kakak Arin, Memang harus kembali karena Kak Keisya ada Murid yang butuh Kakak ajar terus Kak Dira dan Kak Erin ada karyawan yang menggantungkan hidup kepada Mereka lanjut Kak Rino masih ada anak-anak yang menunggu bisa membeli aksesoris murah yang Ia jual. Jadi, Bukan karena Kalian Kami pulang." Jelas Keisya.


Rino, Dira, Arini, dan Hans mendekati Dona.


" Na, Kakak Arin akan balik lagi kok! Di sini kan masih ada Kak Hans sama Kak Disa, Jadi Dona enggak usah sedih!" Ujar Arini, Menghibur Dona.


" Apa benar itu? Kak Hans dan Kak Disa, Masih disini?" Balas Dona, Memastikan.


" Iya, Kakak masih di sini! Kan mau menjaga calon keponakan Dona, Jadi ya di sini." Sahut Disa keluar membawa piring berisi Madu mangsa yang sudah jadi yang di taruh di meja ruang tamu.


" Nih icipin, Sudah jadi!" Sambung Disa.


" Ayo jangan bersedih, Nanti Kami pasti akan sering ke sini. Karena di sini, Ada Adik-Adik yang Kami Cintai." Ujar Dira.


Dona melangkah, Terus merangkul Keisya hingga duduk di karpet ruang tamu.


" Kamu ijin atau udah pulang, Sayang?" Tanya Disa kembali, Menatap Dona.


" Aku ijin, Melihat story Kak Rizal yang mengatakan Kalian akan pulang jadi cepat-cepat Aku ijin pulang Kak. Dengan alasan Sakit." Jelas Dona.


" Hemt, Pulangnya masih abis Isy'a. Kamu sekolah juga masih bisa bertemu Kami." Ujar Rino.


Lalu keluarlah Orang-orang di dapur, Rizal, Erin, Bu Sara, Om Sono dan Bulik Yanti membawa baskom berisi Madumangsa yang akan di kemas ke ruang tamu.

__ADS_1


" Na, Kamu kok sudah pulang?" Tanya Ayahnya yaitu Om Sono, Kaget Dona masih berpakaian lengkap seragam ada bersama Kakak-Kakak Arini.


" Iya Om, Tadi Dona takut tidak bisa bertemu dengan Kami karena tahu Kami akan pulang." Sahut Dira.


" Masih nanti malem, Tahu dari mana Kamu Nak?" Tanya Sang Ibu yaitu Bulik Yanti.


" Tuh, Status Rizal Bu. Makannya Kak, Kalo bikin status yang jelas!" Jawab Dona, Menyalahkan Rizal.


" Sudah jangan saling menyalahakan, Berhubung Dona juga sudah ada kan jadi lengkap. Enggak apa-apa, Hanya bolos sekali namun jangan di ulangi." Tutur Bu Sara, Melerai perdebatan.


Mereka pun mengemasi Madumangsa untuk di bawa sebagai oleh-oleh.


Dona tak henti-hentinya bersandar manja kepada Keisya, Dira memandang Dona, Arin dan Rizal secara bergantian.


" Kamu sayang banget ya Na, Ama Kita?" Tanya Dira.


Dona pun dengan malu-malu menjawab " Iya Kak, Sekarang Dona seperti banyak saudara semenjak Arini dan Budhe datang di tambah Kalian datang jadi, Dona ngerasa lebih seneng berintraksi dari pada main game di kamar." Jelas Dona.


" Ya iyalah, Dulu aja sering mengurung diri di kamar. Kerjanya pulang dari sekolah belajar di kamar, Lanjut ngegame. Saya meski satu rumah, Jarang Kak ketemu sama Dona!" Sahut Rizal.


" Ya gimana, Mau ngobrol enggak pernah nyambung!" Balas Dona.


Semua pun tertawa.


" Udah Na, Besok di sini aja tidur sama Arin. Kan Kalian sefrekuensi, Suka game." Ujar Hans.


" Kasihan Sayangku, Hanya Dia yang tidak tahu teknologi." Kata Disa, Menatap Hans.


" Sama kayak Om, Yang penting bisa cari uang ya enggak Hans." Ujar Om Sono, Membela Hans.


" Rizal juga enggak bisa, Tenang Kak. Kita sefrekuensi, Mereka suka Game yang penting, Kita bisa cari uang." Sahut Rizal.


" Na, Nanti ganti baju habis itu nanti kesini ya! Main game sama Arini di kamar." Kata Arini.


" Yah, Nanti ya Rin. Dona mau ganti baju dulu." Balas Dona.


Mereka pun mengemasi Madumangsa, Hingga selesai.


Lalu sambil menunggu malam, Mereka di persilahkan Bu Sara untuk istirahat karena ingin melakukan perjalanan jauh.


...****************...


Waktu pun sehabis maghrib,

__ADS_1


Rino dan yang lain segera mengepaki pakaian bersiap-siap untuk pulang.


Om Sono datang bersama keluarga, Untuk melepas kepergian keponakannya.


" Kalian hati-hati, Ya!" Pesan Om Sono, Melihat Rino dan yang lain memasukkan barang ke mobil.


" Iya Om, Doain selamat sampai tujuan." Balas Dira.


" Kalau sudah ngantuk, Menepi Kak! Istirahat dulu, Besok kalau liburan Rizal bakal pergi kesana." Ujar Rizal.


" Kami tunggu loh, Zal." Ujar Erin, Berdiri di samping Bu Sara.


Dona masih dengan tatapan yang sama, Tatapan sedih. Karena Ia akan berpisah dengan Kakak yang telah memberinya Kaki dan tanpa Pamrih.


Segera Dona, Langsung berlari memeluk Dira.


" Terimakasih banyak Kak, Kakak berjasa banget dengan Dona. Karena berkat Kak Dira, Dona bisa berjalan dan bergaul layaknya remaja normal." Kata Dona, Sambil memeluk Dira.


" Udah Na, Kakak ikhlas melakukan itu. Tapi Kakak hanya meminta satu hal, Kamu harus tetap berprestasi." Balas Dira, Sembari tersenyum.


Setelah semua selesai, Dira, Rino, Erin,dan Keisya berpamitan dengan Semuanya.


" Jaga keponakanku yang di kandungan ya, Kak!" Goda Rino saat menyalami Disa.


" Bu, Kami balik dulu. Nanti Kami kesini lagi." Ujar Dira menyalami Bu Sara.


Dona menangis kala melihat semua berpamitan, Namun Arini menghampiri dan langsung merangkulnya.


" Tenang-tenang, Kakak Arin pasti kembali Na. Kan di sini ada Adik kesayangan Mereka." Ujar Arini.


Semua mendengar kata-kata Arini, Semua pun tertawa.


" Sini Kalian, Kakak peluk sebelum berangkat!" Ujar Erin, Memanggil Dona dan Arini.


Langsung Keduanya berlari menghampiri, Arini tersenyum namun Dona masih menangis.


Rino memberikan sebuah kenang-kenangan yang tidak di sangka-sangka kepada Don dan Arini.


" Hey, Nih buat kalian! Kalian pegang Atmnya dan Kakak pegang bukunya, Buat tambahan uang jajan Kakak akan sisihkan buat kalian." Ujar Rino menghampiri keduanya yang sedang memeluk Erin.


" Buat Saya, Mana Kak Rino?" Sahut Rizal.


" Yah Zal, Kalau Kamu pasti bukan buat jajan tapi buat pacaran. Besok Saya, Bikinin tapi di isi sendiri ya..hehehhe." Balas Rino bercanda.

__ADS_1


Dona pun langsung memeluk Rino " Makasih ya Kak, Dona janji bakal menabung buat Kuliah." Ucap Dona, Memeluk Rino.


Lalu setelah pamitan yang mengharukan semua pun langsung jalan menuju kampung halaman.


__ADS_2