
Setelah makan bakso Arini kecil langsung meminum beberapa obat dari klinik.
Disa yang melihat pun merasa kasihan, Ia lantas mengusung kursi untuk di pindah ke samping Arini kecil.
" Arin, Nanti Kakak beli'in buah ya buat minum obatnya." Ujar Disa sambil mengelus rambut Arini.
" Makasih Kak, Kak apakah Arin akan terus minum obat seperti ini?" Tanya Arini kecil, Melihat Disa dengan wajah polosnya.
" Enggaklah, Kalo sudah sembuh ya nggak usah minum obat!" Sahut Hans, Duduk menghadap Arini kecil.
" Putri kecil Ibu, Pasti akan segera sembuh. Semangat Arin!" Kata Bu Sara menghibur Arini kecil.
Arini kecil setelah meminum obat, Ia berpamitan untuk membaringkan diri sejenak di ranjang tempat tidur di kamarnya.
" Ya, TUHAN sembuhin Arin. Arin sudah enggak suka minum obat yang bikin Arin merasa pahit terus..." Gumam Arini kecil duduk di atas ranjang tempat tidur.
Disa sangat sayang pada Arini kecil, Ia memilih menemani Arini kecil di kamar.
" Bu, Hans! Aku mau temenin Arin di kamar dulu!" Pamit Disa, Segera masuk ke kamar Arin yang berhadapan dengan ruangan dapur.
" Hoeg...Hoeg...Hoeg.."( Suara Arini kecil ingin muntah) Sembari duduk di atas ranjang.
Sontak Disa pun panik, Disa mengambil segelas air putih dari meja belajar Arini.
" Ini minum, Rin." pinta Disa menyodorkan gelas.
" Makasih, Kak!" Balas Arini kecil.
" Apa setiap Arin minum obat, Arin selalu begini?" Tanya Disa sambil mengelus pundak Arini.
" Iya Kak, Tapi Kakak janji ya jangan beri tahu siapa-siapa. Obatnya pahit banget, Kak!" Jelas Arini kecil.
" Kenapa nggak boleh cerita, Kalo pahitkan nanti Kak Hans atau Kak Rino bisa carikan buah atau apalah yang buat Arin tidak merasakan pahit!" Balas Disa
" Jangan Kak, Arin sudah banyak merepotkan. Biar seadanya saja Kak, Arin minum obatnya." Tutur Arini kecil.
Disa tak tega melihat Arini kecil, Saat teman-temannya berjuang meraih cita-cita sedang Adiknya berjuang untuk tetap hidup melawan penyakit.
Disa langsung memeluk Arini kecil.
" Kamu yang sabar ya Rin, Kakak Disa akan selalu temenin Arin dan janji nanti Kakak carikan buah untuk Arin minum obat!" Ucap Disa.
" Makasih Kak, Kak..Arin mau berbaring sebentar ya Kak." Kata Arini kecil, Kemudian memapakkan bantal di atasnya.
" Udah istirahat, Nanti begitu Bu Keisya balik Arin bisa sudah segar kembali." Tutur Disa.
Disa menunggui Arini kecil di samping ranjang, Ia melihat Arini tidak tidur hanya berbaring seperti menunggu kedatangan Bu Keisya.
" Arin nggak tidur?" Tanya Disa.
__ADS_1
" Enggak Kak, Arin hanya berbaring sambil mengingat-ingat pelajaran di sekolah tadi." Jawab Arini kecil sambil menatap ke atas genting rumah.
Setelah 15 menit, Kembalilah Rino dan Bu Keisya ke rumah.
" Assalamualaikum.." Sapa Bu Keisya memasuki ruang tamu setelah ngebakso.
Arini kecil kemudian buru-buru menghampiri Bu Keisya, Ketika mendengar suara Bu Keisya masuk ke ruang tamu.
" Wa'alaikumsalam..." Balas Arini kecil di ikuti Disa.
" Ayo Bu, Arin sudah siap." Kata Arini kecil sembari menunjukkan buku-buku pelajaran di tangannya.
" Arin dari tadi sambil nungguin kamu Sya, Dia berbaring sambil melihat ke atap katanya sih mengingat-ingat pelajaran di sekolah." Sahut Disa.
" Apa bener itu, Rin?" Tanya Bu Keisya duduk di depan Arini kecil berbataskan meja kecil di depannya.
" Iya Bu, Arin sudah biasa begitu sehabis pulang sekolah, Bu." Jawab Arin duduk menghadap Bu Keisya.
Mereka pun lantas memulai pembelajaran untuk pembekalan perlombaan.
Disa keluar menemui Rino yang duduk di teras untuk menggodanya.
Rino melihat Disa duduk di sampingnya.
" Gimana Adikku, Sukses?" Ujar Disa pelan.
Ketika Disa mau ketawa, Rino langsung membekap mulut Disa.
" Pelan-pelan Kak, Kalau orangnya jauh nggak apa-apa ini di belakang kita!" Ujar Rino, Memarahi Disa dengan pelan.
Di sela-sela belajar, Arini kecil merasa kesemutan di kakinya.
" Maaf Bu, Arin merasa kesemutan di bagian kaki Arin yang kiri!" Sahut Arini kecil
Mendengar keluhan Arin, Rino dan Disa sontak langsung menghampiri takut jika tanda-tanda kambuh Arin muncul.
Disa langsung melihat kaki Arini kecil, Tapi tidak terlihat tanda-tanda.
" Boleh minta air putih?" Pinta Bu Keisya.
Rino mengambil segelas air putih, Langsung memberikan ke pada Bu Keisya.
" Ini Arin minum, Nanti Arin perbanyak minum air putih!" Perintah Bu Keisya.
Setelah Arini kecil sudah baik, Mereka melanjutkan pembelajaran. Rino dan Disa kembali ke teras untuk mengobrol.
" Ini Hans, Mana?" Tanya Rino.
" Tidur, Sama Ikhsan di kamar. Ibumu mungkin juga lagi tidur di kamarnya." Jawab Disa.
__ADS_1
Menunggu 2 jam, Pembelajaran pun selesai karena tidak perlu lama-lama Arini kecil sosok yang cepat tanggap.
" Bu, Arin ijin ke kamar ya Bu istirahat!" Pamit Arin seusai pembelajaran.
Karena Bu Keisya memahami kondisi Anak didiknya, Ia pun mempersilahkan.
Disa melihat dari jendela luar, Begitu sudah memastikan selesai Ia mengajak Rino masuk ke ruang tamu untuk mengobrol.
Saat di kamar, Arini kecil merasa semua badannya pegal-pegal dan bahunya semakin lama semakin berat.
" Ini kenapa ya badan Arin, Ayolah kuat Arin nggak mau buat khawatir Ibu dan Kakak-Kakak Arin." Gumam Arini kecil memotivasi dirinya sendiri.
Arin lantas menuju kursi di meja belajarnya, Ia mengambil diarynya di atas rak buku meja belajar.
" Diary, Arin bisa enggak ya sehat sampai Perlombaan? Karena Arin sudah janji sama Ayah akan memenangkan lomba itu. Diary, Tubuh Arin sekarang mudah capek tapi Arin harus terus bertahan karena sahabat-sahabat Arin sudah menyemangati Arin.
Diary, Kapankah Arin bisa tidak meminum obat-obatan yang menyiksa lidah Arin karena setiap Arin minum tenggorokan Arin pahit banget. Diary, Arin pengen lihat Hera berlari, Lihat Dina bertanding apakah tubuh Arin kuat dan tidak akan mudah capek lagi ya." Tulis Arini kecil di dalam buku Diary.
Arini kecil menggulung celana panjangnya, Ia melihat kulit di sekitar kaki yang di teruskan Ia melihat ke kulit kedua tangannya.
" Arin pasti kuat, Arin pasti bisa juara dan Arin pasti bisa lihat teman-teman Arin berkompetisi. Karena Arin sudah janji kepada Mereka semua. TUHAN kuatin Arin ya untuk memenuhi semua janji Arin." Gumam Arini kecil.
Di runag tamu, Keisya penasaran dengan kemajuan kondisi Arini kecil.
" Dis, Aku nanya nih. Setelah kamu memperhatikan Arin sekarang kemajuan penyakitnya bagaimana?" Tanya Bu Keisya.
" Sekarang Arin sudah tidak mudah lelah, Sama Ia sekarang sudah jarang pingsan. Yah Kami berdoa semoga Arin lekas cepat sembuh lah, Sya!" Sahut Rino.
" Alhamdulillah kalo begitu." Balas Bu Keisya.
" Tapi baru tadi Aku memergoki Arin, Ternyata sehabis Ia minum obat selalu ijin masuk ke kamar karena Ia merasakan kepahitan obat hingga mau muntah dan Itu tidak ingin di perlihatkan ke semuanya di karenakan takut semuanya akan khawatir!" Cerita dari Disa.
" Kenapa kok bikin khawatir?" Tanya Rino, Bingung.
" Ya takut merepotkan, Takut Kakak dan Ibunya terbebani untuk membeli buah untuk dirinya minum obat!" Jelas Disa.
" Kalo begitu nanti deh, Biar Aku cari'in buah buat minum obat. Nggak cerita ya Aku nggak tahu!" Pungkas Rino.
" Aku temenin!" Kata Disa.
" Udah Mas, Sekarang saja kita cari kasihan Arin. Yuk biar Aku saja yang temenin Mas Rino cari buah." Kata Bu Keisya yang kasihan terhadap penderitaan anak didiknya sekaligus yang sangat peduli sama Siswi terpintarnya.
" Tapi kita baca dulu, Buah yang boleh dan yang enggak di konsumsi oleh Arin!" Imbuh Bu Keisya.
" Berarti kita konsultasi dulu ke klinik?" Ujar Rino.
" Ya, Musti gitu kan No!" Tutur Disa.
" Ya udah, Ayo Sya keburu sore." Pinta Rino agar segera berangkat.
__ADS_1