Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Senyuman Arini Kecil


__ADS_3

Arini kecil sudah kembali seperti dulu ceria kembali, Untuk membuat Arini kecil lebih semangat Bu Keisya dan Disa mengajak Arini kecil untuk melihat Pasar Malam di Kampungnya. Mereka kembali setelah bersiap-siap, Ganti Baju di rumah Disa.


Arini kecil baru saja tiba di rumah seusai bermain bersama teman sebayanya.


" Arin, Kamu capek nggak?" Tanya Hans duduk di teras ngopi bersama Rino.


" Enggaklah Kak, Arin enggak capek justru Arin senang bisa bermain sama teman-teman Arin. Apakah Kak Hans ingin memarahi, Arin?" Arini kecil takut.


" Ngapain marah Kak Hans, Arin kan senang jadi Kakak nggak marah! Sana mandi, Sebelum Bu Keisya dan Kak Disa dateng! Kata Hans.


Rino hanya memandang dan asyik menyantap mie yang ia buat.


" Kak Rino, Makan mulu nanti gendut!" Arini kecil meledek sang Kakak, Lalu berlari ke dalam rumah.


" Tuh, Adikmu udah berani meledek Kakaknya!" Ujar Rino ke Hans.


" Eh, Ini mumpung kita berdua! Aku mau nanya, Tolong Kamu jawab serius!" Hans pindah tempat duduk dari di depan Rino ke samping Rino.


" Udah hafal, Pasti tentang Bu Keisya! Lagi-lagi itukan!" Tandas Rino.


" Yah, Kan itu yang ada di otakmu sekarang!" Balas Hans.


" Kamu inget No, Dia siapa kita siapa! Jangan sampai kamu sakit hati." Pesan Hans.


" Gitu mulu, Makannya hidup nggak maju! Selama nyaman jalanin kalo udah nggak nyaman ikhlasin gitu aja, Hans!" Balas Rino.


" Gini Kakakku tercinta, Masalah Hati itu cuma dua di dunia ini. Satu yang akan mengundang dan Dua yang jadi tamu undangan!" Imbuh Rino, Kemudian menyedot mie seolah meledek Hans.


" Kamu kalo di kasih tahu Kakaknya, Ngebantah mulu!" Hans kesal.


Perdebatan itu di dengar oleh Bu Sara dari samping saat mencuci pakaian di dalam kamar mandi.


" Udah, Udah pada besar pasti sudah bisa berfikir dewasa!" Triak Bu Sara, Menghentikan perdebatan Kakak beradik.


Datanglah Keisya dengan pakaian tertutup kelihatan Anggun, Sedang Disa seperti biasa kelihatan tomboy namun menawan.


" Assalamualaikum...!" Ucap Disa bebarengan dengan Keisya memasuki rumah Arini kecil.


" Wa'alaikumsalam.." Balas Hans dan Rino, Menoleh ke arah datangnya suara.


Mereka melongo melihat Keanggunan pujaan hati masing-masing.


" Ini Kamu, Sayang?" Ujar Hans terpesona.


Rino hanya melongo, Menghentikan makannya melihat Bu Keisya.


" Gimana, Cantikkan kita!" Kata Disa memamerkan pakaiannya.


" No....Rino....!" Triak Disa, Melihat Rino melongo melihat Bu Keisya.


" Oh...oh...Ya, Gimana!" Rino kaget.


" Ehem...Pasti baru lihat Keisya secantik ini ya!" Goda Disa.


" Apa'an sih Kamu, Dis!" Kata Bu Keisya malu-malu.


" Mau mie, Kalian?" Tanya Rino salah tingkah.

__ADS_1


" Nggak, Tapi maunya di beri kepastian!" Ujar Disa menggoda Rino dan Bu Keisya.


" Maafin Pacar Saya, Ya Bu. Kalo ngomong suka tanpa mikir dahulu!" Hans tidak enak hati dengan Bu Keisya.


" Emang begitu Mas, Jangan panggil Ibu dong panggil saja nama! Keisya, Biar nggak di kira sudah tua." Ujar Bu Keisya.


Rino memanfaatkan perkataan Bu, Keisya untuk mengakrabkan diri.


" Keisya, Udah Makan?" Tanya Rino.


" Udah Mas, Tadi di rumah Disa!" Jawab Bu Keisya.


" Yah cuma Keisya yang di tawarin, Kakak Iparmu nggak kamu tawari!" Goda Disa.


" Beli..Sendiri!" Balas Rino.


Arini kecil keluar, Ia sudah memakai baju yang sangat cantik.


" Ayo Kak, Arin sudah siap berangkat!" Ujar Arini kecil keluar dari pintu rumah.


" Kalian duluan aja, Nanti Aku menyusul!" Kata Rino, Karena Ia bermaksud ingin mandi dulu.


" Ya udah, Yukk!" Kata Hans yang sudah rapi.


" Kak Rino, Arin tunggu di sana ya! Pokoknya harus nyususul!" Ujar Arini kecil memberikan pesan ke Rino.


" Okey, Silahkan senang-senang!" Kata Rino.


Mereka pun berjalan meninggalkan Rino.


Karena tidak terlalu jauh mereka jalan kaki, Arini kecil di gandeng oleh Bu Keisya dan Kak Disa sedang Hans mengikuti di belakang mereka.


" Eh...Adiknya Kakak, Akhirnya kesini juga!" Sapa penjaga pintu masuk.


Arini kecil langsung menghampiri, Lalu mencium tangan Petugas itu.


" Iya Kak, Arin mau naik wahana dan beli bakso!" Kata Arini setelah menyalami.


" Nih, Buat Arin jajan!" Petugas itu mengeluarkan uang 50rb lalu di berikan ke Arini kecil.


Arini kecil menatap ke Kak Hans karena takut di marahi.


" Udah, Ambil Arin. Ini hadiah kata Kak Rino kan Arin juara kelas!" Paksa Petugas.


" Ambil Rin, Itu rejeki!" Kata Bu Keisya.


Arini kecil mengambil uang itu,


" Trimakasih ya, Kak!" Ucap Arini kecil.


Hans lalu menghampiri Petugas itu karena sudah kenal akrab.


" Makasih Bro, Main ke rumah nanti Kita ngopi!" Kata Hans.


Lalu semua memasuki Pasar malam, Arini kecil langsung melangkah mendahului Kakak-kakaknya untuk melihat-lihat Wahana.


Akhirnya Arini kecil mengajak semua untuk naik ke kemidi putar.

__ADS_1


Semua mengikuti permintaan Arini kecil, Saat melangkah menuju Wahana kemidi putar. Kanan Kiri pedagang-pedagang menghampiri Arini kecil karena mereka telah mendengar penyakit Arini kecil, Karena pedagang-pedagang itu sudah kenal dengan keluarga Arini kecil sehingga mereka ingin menghibur Arini kecil.


" Kak, Arin di kasih banyak uang sama Kakak yang berjualan. Padahal Arin tidak berulangtahun!" Kata Arini kecil menatap Hans.


" Itu rejeki, Arin!" Balas Hans.


Bu Keisya pamit ijin pergi ke toilet.


" Aku temenin?" Disa menawarkan bantuan.


" Nggak usah, Sendiri saja!" Balas Bu Keisya.


Arini kecil, Disa dan Hans tiba di wahana, Lagi-lagi penjaga Wahana kenal dengan Hans dan Rino sehingga mereka di gratiskan. Karena Disa juga pedagang dan tahu kepribadian Hans dan Rino saat berdagang yang nggak perhitungan Ia pun memakluminya.


Arini kecil tersenyum bahagia seolah baru mencoba Wahana pertama kalinya.


Di tempat lain, Saat Bu Keisya mencari toilet.


Ada tiga pemuda yang menggodanya.


" Cewek, Ikut kita yuk. Lagi sendiri nih!" kata satu pemuda kurang ajar, Sambil mendekati Bu Keisya.


" Misi Mas, Aku hanya ingin lewat." Balas Bu Keisya risih.


Salah satu pemuda lainnya menarik tangan Bu Keisya dengan kurang ajar, Di saat itu Rino yang melihat karena baru masuk area pasar malam menghampiri.


" Bro, Lepasin atau Ku hantam lagi kayak kemarin!" Triak Rino mengancam.


Tiga pemuda itu adalah pemuda yang dulu bertemu di warung bakso.


Pemuda itu pun takut dengan ancaman Rino, Memilih melepaskan Bu Keisya.


" Jangan lari, Atau Aku triaki copet!" Ancam Rino kembali.


Plak...Plak...Plak...


( Suara Rino menampar satu persatu pemuda) di hadapan Bu Keisya.


" Kalian masih saja kurang ajar sama orang, Nggak kapok udah Aku hajar waktu itu! Sekali lagi Aku lihat kalian kurang ajar ku hantam bener! Janji!" Ujar Rino menasehati ketiga pemuda.


Penjaga pasar malam yang melihat dari jauh, Akhirnya menghampiri.


" Ada apa, No?" Tanya Petugas.


" Ini tadi, Mau kurang ajar pada Guru Arin." Jelas Rino.


" Kalian mau jadi jagoan di sini, Aku petugas keamanan! Kalian ikut Aku kedepan!" Petugas yang juga teman Rino membawa ketiganya untuk di beri pelajaran agar jera.


" Sendirian, Mau kemana Sya?" Tanya Rino, Mulai memanggil akrab.


" Mau nyari toilet,Mas!" Jawab Bu Keisya.


" Yuk, Ikuti Aku!" Ujar Rino.


Rino menunggu di luar toilet agak jauh untuk memastikan Bu Keisya tidak di ganggu lagi.


Di tempat Wahana Arini kecil tersenyum lebar karena sudah mencoba beberapa wahana permainan.

__ADS_1


Disa dan Hans pun sangat senang keceriaan Arini kembali lagi.


__ADS_2