
Setelah makan jagung di tengah kebun teh.
Rino mengajak Keisya untuk berkeliling menikmati pemandangan sekaligus kebersamaan berdua.
" Indah ya, Sayang." Ujar Rino jalan berdua bergandengan, Sambil menunjuk pemandangan bukit.
" iya Mas, Indah. Apalagi sama Mas Rino di sampingku." Balas Keisya merayu Rino.
" Yey...Pintar ngegombal!" Kata Rino, Sambil mencubit hidung Keisya.
" Romantisnya No, Aku tunggu sini!" Teriak Ikhsan.
Mendengar suara Ikhsan Rino membalikkan badan, Ia melihat Ikhsan dan Dira sedang membeli jagung bakar di tempat Ia makan dengan Bu Keisya.
" Yukk, Lari yuk dari pada di recokin lagi!" Ajakan Rino berlari.
Sambil bergandengan keduanya berlari menjauhi Ikhsan dan Dira.
Hingga Mereka sampai di satu Gazebo, Tempat pegawai pemetik teh beristirahat.
Duduk sini aja, Udah jauh kita.
Rino duduk menghadap Keisya " Kenapa Kamu menerimaku jadi cowokmu, Padahal Aku dari orang yang biasa dan jauh di bawahmu! Kamu masih bisa nolak kala tanganku dan tanganmu di satukan oleh Ibumu." Ucap Rino serius.
" Sebenarnya Aku sudah lama suka sama Kamu Mas, Awal Kamu nolongin Aku waktu sepeda motorku bocor di rumahmu! Rasa simpatiku sudah muncul dari waktu itu, Lanjut Kamu mengajakku ke pasar malam dan yang lebih mempesonaku adalah sikapmu kala di rumah sakit menjaga Arini. Kamu sosok lelaki Idamanku, Harta kita bisa cari bersama tapi prilakumu yang lembut dengan Ibuku dan yah yang gerak cepat tanpa harus Aku meminta tolong, Itu nilai plusmu di mataku lebih dari cowok yang lain." Jelas Keisya.
Rino menggenggam kedua tangan Keisya " Gara-gara pertama menolongmu percaya nggak, Aku tidak bisa tidur karena terus memikirkanmu dan sewaktu Kita sering ketemu itu adalah waktu terindah di hariku." Ujar Rino.
" Tapi maafin Aku, Yang belum bisa melamarmu karena Aku harus menjaga Arin selama Hans fokus di persiapan nikah bersama Disa. Aku harus menjaga Arin dan Ibuku." Imbuh Rino.
Keisya tersenyum " Enggak apa-apa, Aku paham akan hal itu."
" Terimakasih, Sayang Aku janji setelah Hans resmi menikahi Disa! Aku akan segera meresmikanmu juga entah bagaimana caraku." Ucap Rino dengan nada tegas dan mantap.
Lalu Mereka di kejutkan dengan datangnya Pemetik teh yang ingin beristirahat.
" Misi...Mas, Kami mau istirahat!" Ijin dari pemetik teh.
Rino dan Keisya pun memilih meninggalkan Gazebo itu.
Lanjut Mereka jalan buat ke kebun teh.
" Kakak...Kakak...!" Panggil Arini dengan Berteriak ke arah Rino.
Rino dam Keisya langsung menoleh ke arah suara.
Mereka melihat Disa dan Hans, Beserta Arini dan Kawan-kawannya.
" Hahhaha...Nih, Anak didikmu nyari'in Kamu." Kata Disa.
" Hayo Ibu gandengan, Pacaran ya?" Goda Dina, Melihat Sang Guru berpegangan dengan Rino.
Langsung Rino dan Keisya melepas pegangannya.
" Hahaha....Maaf..Maaf!" Ujar Disa sembari tertawa.
__ADS_1
" Kita cari tempat biar kalian bisa main, Yuk!" Kata Bu Keisya.
Mereka langsung berjalan ke arah dalam, Ada permainan anak-anak lalu Hans, Disa, Rino dan Keisya memutuskan untuk membiarkan Arini dan Kawan-kawan bermain di sana.
" Sudah kalian main di sini, Aja!" Perintah Keisya.
Mereka akhirnya bermain di sana dengan pengawasan ke empat orang dewasa.
" Kalian serius?" Tanya Hans, Melihat Rino dan Keisya.
" Seriuslah, Kami akan meresmikan ke jenjang serius setelah Kalian!" Kata Rino.
" Oh, Oke kalo gitu Aku dan Mas Hans pasti dukung! Akhirnya ya Sya kita bukan hanya teman tapi juga bisa jadi keluarga." Sahut Disa.
" Aduh...." ( Teriak Nayla)
Mereka melihat Nayla terjatuh saat bermain, Langsung Bu Keisya lari untuk mengecek keadaan muridnya.
" Kamu enggak apa-apa, Nay?" Tanya Bu Keisya, Membantu mendirikan Nayla.
Tapi Bu Keisya merasa curiga, Karena Mereka semua bersuara tapi Arini tidak ada dan tidak mendengar Arini.
" Enggak apa-apa, Bu!" Jawab Nayla, Bangun.
" Ada yang lihat Arini?" Tanya Keisya ke pada semuanya.
Semua baru sadar kehilangan Arini.
" Rino....Hans...Disa....!" Teriak Keisya memanggil semuanya.
Rino dan Yang lain mendengar teriakan Keisya,Terkejut langsung bergegas menghampiri.
" Kalian cari Arini, Aku tidak melihatnya!" Kata Bu Keisya meminta tolong.
Mereka langsung bergegas mencari, Mereka menyebar di sekeliling tempat barmain.
Tak lama, Ada teriakan dari Disa.
" Tolong Hans...No....Aku di sini bersama Arin!" Teriak Disa.
Langsung Bu Keisya, Rino dan Hans menghampiri.
Ia melihat Arini sedang di peluk oleh Disa dengan wajah pucat.
" Kamu kenapa, Rin?" Tanya Rino, Panik.
Langsung Rino menggendong Arini untuk di bawa ke pusat kesehatan terdekat.
" Arin capek, Kak!" Ucap Arini lirih dalam gendongan Rino.
Bu Keisya menghampiri Hera untuk di ajak kembali.
" Hera dan yang lain, Kumpul kita balik!" Perintah Bu Keisya.
Hera dan yang lain saling tatap karena mimik wajah Bu Guru panik.
__ADS_1
" Arin kenapa, Bu?" Tanya Hera.
" Sudah, Ayo ikut Ibu kita balik ke tempat yang lain!" Ujar Bu Guru tergesa-gesa.
Hera dan yang lain paham pasti Arini kambuh, Mereka mengikuti instruksi Bu Keisya.
Semua lantas berkumpul di tempat dimana para orang tua berada.
Lalu datanglah Disa dengan terburu-buru mengambil tasnya.
" Ada apa ini? Pasti Arini kambuh!" Ujar Bu Sara lantas berdiri.
" Ibuk tenang saja, Arini tidak kenapa-napa!" Balas Disa, Menenangkan Bu Sara.
" Ayo Nak, Ibu ikut!" Kata Bu Sara langsung bangkit dari duduk dan ikut Disa.
Orang Tua Disa dan Ibunda dari Keisya pun bingung dengan apa yang terjadi.
" Sya, Sebenarnya apa yang terjadi Nduk?" Tanya Ayah Disa.
" Enggak apa-apa Pak, Sudah biasa Arin kambuh." Jawab Bu Keisya.
" Iya Kek, Arin kalo kecapek'an pasti kambuh!" Sahut Dina.
" Apa enggak sebaiknya kita menyusul Mereka?" Ujar Ibunda Disa.
" Nggak usah, Kita menunggu di sini saja Buk! Kalo Kita kesana takutnya justru menambah kepanikan. Biar keluarganya yang mengatasi, Kita tunggu kabar saja." Tutur Bu Keisya.
Mereka pun cemas menunggu kabar dari Rino dan yang lainnya.
" Bu, Kita berdoa yuk!" Tutur Hera, Memberi ide.
Semua berdoa untuk kesembuhan Arini, Baru Khusuk berdoa datanglah Dira dan Ikhsan yang baru kembali.
" Hey, Pada diem aja! Ada apa sih?" Sapa Dira.
Ikhsan melihat semua berdoa, Lalu Ia menarik Dira.
"Ssst...Mereka sedang doa, Kita tunggu hingga mereka selesai!" Ujar Ikhsan.
Ikhsan nampaknya punya firasat, Pasti ini tentang Arini.
Saat semua selesai, Ikhsan lantas mendekati Bu Keisya yang duduk bersama anak-anak.
" Arin ya?" Tanya Ikhsan.
Dira pun bingung, Lalu keduanya duduk di sebelah Hera. Yang menghadap ke Bu Keisya.
" Kenapa Arin, Dan dimana Rino, Hans, Disa dan Ibunya?" Tany Dira memperjelas keadaan.
" Iya San, Kambuh karena kecapek'an!" Jawab Bu Keisya.
" Dimana Mereka sekarang?" Tanya Ikhsan dengan wajah serius.
" Di klinik kesehatan,Samping pintu masuk!" Jawab Bu Keisya.
__ADS_1
Segera Ikhsan bangkit dan buru-buru melangkah menuju klinik kesehatan yang Bu Keisya tunjukkan.
" San, Tunggu!" Teriak Dira, Mengikuti dari belakang.