
Sepulang mengambil form dari sekolah yang ingin Arini masuki, Ia terus membaca syarat masuk di dalam mobil.
" Ngapain Mbak, Kok diem?" Tanya Rizal, Melirik dari spion mobil.
" Enggak, Zal! Arin lagi baca syarat masuk, Ya siapa tahu ada yang Arin tidak mengerti." Jawab Arini.
" Na, Kok tadi Ibu guru itu mengenalmu?" Sambung Arini melihat ke arah kursi Dona yang duduk di samping Rizal.
" Ya kenal Mbak, Dulu Beliau ketemu di perlombaan antar sekolah. Terus kenalan kembali saat Saya sering main ke Sekolah itu ya jadi akrab!" Balas Dona tersenyum, Melihat Arini dari spion.
"Mbak inget perjanjian Kita ya, Pokoknya ini jadi pertaruhan penting di hidup Mbak Arin." Imbuh Dona mengingatkan.
Tak sengaja dari kaca saat macet, Arini melihat di seberang jalan ada rumah sederhana pinggir jalan ada Nayla teman se Smp keluar dari rumah itu.
" Zal...zal, Tolong putar ke rumah itu!" Ujar Arini, Membuat Dona dan Rizal kaget.
" Ada apa, Mbak?" Tanya Rizal.
Rizal dan Dona melihat rumah yang di tunjuk Arini.
" Yang ada cewek sedang beli rujak itu, Mbak?" Tanya Rizal.
" Iya Zal, Arin minta tolong ke Rizal! Antar Arin kesana." Jawab Arini dengan wajah gembira.
Rizal dan Dona masih bingung, Penasaran dengan apa yang ingin di hampiri oleh Kakaknya itu.
Sesampainya di depan tukang rujak dan Nayla, Arini membuka pintu.
" Nayla?" Teriak Arini, Sambil berjalan mendekati.
Nayla pun kaget, Bisa bertemu dengan teman satu genknya itu.
" Arin...." Kata Nayla berlari, Kemudian berpelukan.
Rizal dan Dona memarkirkan mobil di pinggir jalan rumah Nayla, Lalu Mereka turun.
" Kamu ngapain di sini, Nay?" Tanya Arini.
" Ini rumahku Rin, Semenjak Ayahku di tugaskan di luar kota ya Kami pindah. Malah bisa ketemu Kamu, Emang rumah keluargamu di mana?" Tanya Arini.
__ADS_1
" Di kampung S, Mbak!" Sahut Dona, Karena paham Arini belum tahu alamat tinggalnya karena masih baru.
" Oh...Kecamatan sebelah ya, Mari masuk." Ajak Nayla sambil memesan Rujak untuk ketiganya.
" Kenalin Nay, Itu saudaraku anak dari Omku. Itu Rizal dan itu Dona." Arini mengenalkan Rizal dan Dona.
Nayla menyalami keduanya, Dan melihat Dona seakan kasihan karena membawa alat bantu jalan.
" Kenapa Mbak, Aneh melihatku? Ini style terbaru heheheh..." Gurau Dona mengakrabkan diri.
Nayla pun tersenyum mendengar ucapan Dona, Arini dan Rizal di buat kagum karena Dona langsung bisa mengakrabkan diri kepada Orang baru pantas jikalau Ia sangat terkenal banyak teman.
Nayla mengajak semua masuk, Lalu memanggilkan Sang Ibu yang berada di dalam rumah.
" Bu, Kenalin ini Arini dan dua saudaranya." Ujar Nayla saat sang Ibu keluar.
" Oh ini, Sahabatmu Smp yang sangat berprestasi itu. Ternyata malah ketemu di sini, Mau sekolah di sini juga pasti ya! Kalau Nayla malah minta di SMK, Kamu mau kemana Nak?" Tanya Ibu Nayla.
" Iya SMA Bu, Hanya saja belum dapat karena kemarin di tolak di SMK favorite kota ini!" Jawab Arini.
" Kamu Rin, Ditolak? Mau sepintar apa lagi yang Mereka cari, Mas Mbak, Perlu kalian tahu Arin ini di sana termasuk siswa unggulan. Kalau saja Ia tetap di kampung, Banyak Sekolah yang menginginkannya." Cerita Nayla yang menggebu-gebu.
" Jangan menyerah Nak, Baru satu yang menolakkan! Jadikan itu pacuan buat lebih giat belajar, Dan jangan putus asa! Ibu sudah banyak mendengar ceritamu dari Nayla, Kamu termasuk Anak hebat." Sambung Ibu Nayla
Ibu Nayla pun tersenyum, Melihat kondisi Dona dan Cerita Arini lantas membuatnya memotivasi Nayla.
" Tuh Nay, Teman-teman atau Sahabatmu saja bisa menutupi ke kurangannya dengan menonjolkan prestasinya. Kamu juga harus seperti Mereka." Kata Ibu Nayla menasehati Putrinya.
Arini mengeluarkan hp yang di berikan Kak Dira dan Erin, Lanjut meminta nomer Nayla.
" Wah..Kemajuan sahabatku, Sudah punya hp. Pasti mau minta nomerku kan!" Ucap Nayla mengerti maksud Arini.
Langsung Nayla merebut hp Arini, Kemudian mengetikkan nomer lantas di berikan kembali pada Arini
" Udah ya, Kalau Mbak dan Masnya sekolah di mana?" Tanya Nayla, Menatap Rizal dan Dona.
" Saya sudah kuliah, Mbak." Jawab Rizal.
" Kalau Saya di sekolah Z, Di kota." Jawab Nayla.
__ADS_1
" Wah saudaramu keren, Pantes Kamu niru mereka Rin." Ujar Nayla.
" Tapi kemarin Arin sempat frustasi ingin balik ke Kampung, Karena gagal masuk di sekolahku!" Ujar Dona membuat Arini malu, Dan Rizal kaget.
" Kenapa frustasi Nak, Baru satu kan! Coba yang lain, Orang berprestasi itu banyak tapi yang bermental hanya sedikit!" Kata Ibu Nayla.
" Kamu Rin, Baru segitu nyerah! Dimana Sahabatku yang selalu memotivasi kawan-kawannya? Sekarang Kamu enggak sendiri Rin, Ada Aku! Kita satu kota tinggalnya, Jadi kalau Kamu ada masalah cerita saja sama Aku kalau malu sama Saudaramu." Sambung Nayla.
" Tuh Mbak, Banyak yang mendukungmu! Apa masih mau putus asa?" Imbuh Dona.
Arini tersenyum " Tidak, Arin akan berusaha keras biar di terima di sekolah itu."
Obrolan terpurus karena pesanan rujak Nayla sudah datang.
" Yukk di makan, Mumpung masih dingin!" Ujar Nayla.
Sang Ibu pun membawa piringnya ke dalam, Membiarkan anak muda mengobrol di teras rumah.
...****************...
Setelah Makan,
Arini di ajak Dona pulang untuk segera belajar, Nayla pun paham karena Arin sahabatnya memang bercita-cita mendapat sekolah favorite di kota kelahiran Alm sang Ayah.
Arini berpamitan dengan Nayla dan Ibunya di ikuti Rizal dan Dona, Setelah pamitan langsung mereka menuju mobil tanpa buang-buang waktu setelah naik semua Langsung menuju rumah.
30 menit sampai di rumah,
Bu Sara masih di rumah Om Sono menungu kabar dari Arini.
Setelah melihat sang Putri tiba, Ia langsung keluar rumah untuk menghampiri. Arini dan Dona di turunkan di depan rumah Om Sono sedang Rizal mengembalikan mobil ke rumah Arini.
Arini hanya menjelaskan singkat, Lalu Ia mengikuti Dona untuk belajar di kamar Dona. Namun sebelum belajar Arin meminta kepada sang Ibu " Bu, Siapkan makan siang di rumah dan obat. Nanti Arin pulang sebentar makan terus balik ke sini untuk belajar denga Dona bersiap untuk ujian masuk ke sekolah yang favorite pilihan Dona."
" Ngapain Ibumu suruh pulang, Obatmu masih di sini Rin! Udah kalau mau makan ya di sini saja, Ibumu mau mengobrol sama Bulik!" Sahut Bulik sembari menjahit celana dagangan.
" Baiklah Bulik, Arin ijin mau menyusul Dona ke kamarnya!" Ucap Arini, Langsung pergi ke kamar Dona.
Rizal tiba, Ibunya dan Bu Sara budhenya mengintrogasinya kenapa Arini menjadi bersemangat.
__ADS_1
Rizal menceritakan semuanya, Bu Sara menyimak " Emang Jika sudah punya ke inginan Anak itu akan bersungguh-sungguh" Jelas Bu Sara.
Arini dan Dona belajar di kamar berjam-jam, Hingga Azan Dhuhur berkumandang Mereka berhenti untuk makan dan Sembahyang sebentar. Arini meminum obatnya lalu, Kembali belajar bersama Dona di kamarnya.