
Tak lama Arini di kelas 3,
Semua kini hanya menjadi kenangan, Ia dan Sahabat-sahabatnya tinggal menunggu pengumuman kelulusan.
" Rin, Mau ngelanjutin kemana?" Tanya Hera, Sambil duduk berbaris menunggu hasil dari Orang Tua yang sedang mengambil di kelas.
" Arin, Mau melanjutkan ke daerah Ayah Arin berasal bersama om dan tante Arin!" Jawab Arini sambil tersenyum
" Keluar kota, Rin?" Dina kaget.
Arini hanya tersenyum karena Ia sangat ingin mengenal Om, Tante, Paman dan Semua keluarga Ayahnya.
" Kami sepakat satu SMA, Rin! Ku kira Kamu ikut Kami!" Ucap Nayla memandang Arini.
" Yah, Arin harus menimba ilmu di kota lain. Kalian akur-akur ya di sini! Arin jika libur bakal pulang dan akan datang ke basecamp!" Kata Arini tersenyum.
" Berarti Kita berpisah di sini Rin?" Ucap Hera dengan mata berkaca-kaca.
" Ia Her, Semangat buat Kalian semua!" Balas Arini.
" Jaga dirimu Rin, Kamu akan jauh dari Kita! Minum obat jangan lupa!" Ujar Tary.
Lalu semua berpelukan.
Han dan Disa keluar membawa amplop hasil kelulusan Arini.
" Yuk Rin, Pulang!" Ajak Disa.
Disa melihat semua Sahabat-sahabat Arini dengan wajah sendu, Lalu Disa mendekati semuanya lalu menunduk.
" Kenapa Kalian sedih, Pasti karena perpisahan ya? Jangan bersedih, Nanti sehabis SMA kalian pasti bertemu lagi!" Disa menghibur semuanya.
Lalu Arini di ajak Kedua Kakaknya pulang.
...****************...
Sesampainya di rumah,
Semuanya sudah menunggu Arini, Dira membawa kue kelulusan untuk Arini.
" Assalamualaikum..." Ucap Arini masuk ke rumah.
" Wa'alaikumsalam.." Balas Yang ada di dalam rumah.
Arini melihat semuanya duduk berkumpul di ruang tamu.
" Kenapa Kak Rino dan Kak Ikhsan tidak jualan?" Tanya Arini.
__ADS_1
" Kami mau merayakan ke lulusanmu!" balas Rino.
" Arin, Duduk!" Perintah Bu Sara.
Arini duduk di hampit Dira dan Erin, Lalu Disa dan Hans duduk di samping.
" Gimana Hans, Hasilnya?" Tanya Bu Sara.
" Arin lulusan terbaik di Sekolahnya, Jadi Ia juga mendapat hadiah uang." Kata Hans sambil mengeluarkan amplop dari sakunya.
" Rin, Apakah Kamu mau melanjutkan ke kota Ayah?" Tanya Bu Sara menatap Arini serius.
Arini menatap serius semuanya " Apakah Arin tidak boleh ya, Bu?"
Bu Sara menatap Hans dan Rino, Bu Sara memastikan semua Kakak Arini setuju keputusan Arini.
" Dulu Almarhum Ayahmu selalu ingin satu dari anaknya mengenal keluarga Ayah di kota sebelah, Dan Ayah sudah menyiapkan tabungan untuk biaya sekolahmu selama di sana dan Kakekmu di sana juga sudah menunggu cucunya untuk kesana!" Jelas Bu Sara.
" Tapi Bu, Kondisi Arin?" Ujar Disa mengkhawatirkan Arini.
" Sudah, Mereka sudah tahu! Ommu besok kesini Rin menjemputmu, Sudah di daftarkan di sekolah favorit di sana." Terang Bu Sara.
Dira, Ikhsan, Dan Erin hanya menyimak.
" Kak Hans dan Semua tidak bisa menungguimu di sana, Paling kami hanya setiap tiga bulan sekali menjengukmu! Jadi Rin, Jangan buat mereka khawatir tentang kondisimu!" Ujar Hans memberi pesan ke Arini.
" Ganti baju gih, Rin!" Ujar Erin.
Lalu Arini mengikuti perintah Erin, Arini masuk ke kamar Ibunya.
" Emang jarak Keluarga Ayah Arin dari sini berapa lama, Bu?" Tanya Dira.
" 12 jam naik kereta! Kami tidak bisa menghentikan rencana Arin karena itu juga yang menjadi wasiat Alm. Ayahnya jadi Kami hanya bisa memantau saja Nak!" Jawab Bu Sara.
" Oh jadi begitu Bu, Tapi apakah tidak lebih baik nanti sementara salah satu dari Kalian menemani Arin dulu selama di sana!" Kata Dira, Memberikan usulan.
Bu Sara saling melihat kepada kedua anaknya.
" Ibu yang akan menemani Arin selama 1bulan di sana!" Kata Bu Sara langsung memutuskan.
" Baiknya begitu Bu, Kalau kami pasti tidak bisa karena Ibu tahu kami kerja! Nanti masalah biaya Kami akan transfer!" Ucap Rino sambil tersenyum.
Arini keluar dengan pakaian yang bagus.
" Yuk, Arin sudah siap!" Ujar Arini.
" Wuih...Cantik banget!" Erin memuji Arini, Setelah melihat pakaian yang di pakai Arin.
__ADS_1
" Kalian berangkat saja, Biar Ibu yang menemani Kedua Orang Tua nak Disa. Disa kamu ikut saja sama mereka." Kata Bu Sara
" Enggak Semua ikut, Nanti Kedua Orang Tua Disa juga ikut kok Bu! Sudah Kami siapkan semua peralatan yang di butuhka di mobil!" Kata Dira tersenyum.
" Perayaan kalau kurang lengkap ya bukan perayaan!" Sahut Ikhsan.
Semua pun lanjut bersiap, Kedua Orang Tua Disa di letakkan di kursi roda. Hans dan Disa mendorong Mereka berdua.
" Wah, Calon mantumu kurang satu Bu! Bentar." Ucap Rino mengajak Bu Keisya.
Semua berangkat ke resraurant milik Dira untuk merayakan kelulusan Arini.
Sampai di Restaurant,
Ternyata Bu Keisya sudah menunggu di pintu masuk.
Arini terkejut " Loh, Ada Bu Keisya! Jadi yang akan jadi Kakak Arin itu Bu Guru?" Tanya Arini kaget.
Rino tertawa " Iya Sayang Kakak, Sebenarnya sudah lama Kak Rino dan Bu Keisya deket hanya saja Kami merahasiakan dari Arin biar Arin tida seenaknya saat sekolah jika tahu Bu Keisya adalah teman dekat Kak Rino!" Jelas Rino.
Mereka menghampiri Keisya, Keisya mencium tangan Bu Sara dan Kedua Orang Tua Disa.
" Selamat ya Rin, Manjadi lulusan terbaik!" Ucap Bu Keisya.
" Makasih Bu, Tapi Bu Keisya itu pacarnya Kaka Rino ya? Saya kira Ibu itu hanya teman dari Kak Disa. Ternyata mau jadi Kakak Arin." Kata Arini polos.
Membuat semua orang tertawa dan Bu Keisya tersipuh malu.
Setelah semua memasuki Restauran, Mereka meluhihat Dekorasi Restaurant yang amat sangat mewah dan megah dan Semua Pelayan memberi hormat pada Dira dan Erin.
" Semua Pelayan yang lewat bisa memberi hormat kepadamu ya Dir, Baru Aku akuin sahabatku orang hebat!" Celetukan dari Ikhsan.
" Kamu tiap kali di ajak makan nolak, Ya baru tahu tempat makanku kan! Kamu sama Rino sama aja, Kalau di ajak makan enak nolak terus kan jadinya kaget lihatnya!" Ujar Dira.
" Bukannya gitu Bos, Soalnya kalau kami makan hanya kami saja ya enggak bisa! Kami ini kalau satu makan ya keluarga yang lain juga harus makan, Jika hanya Kami yang kenyang ya mending enggak lah Bos!" Ujar Rino.
" Tau gitu, Dari dulu Aku ajak semuanya!" Ucap Dira.
Lalu Dira mengajak semuanya ke lantai atas yang mana ruangan privat untuknya makan bersama keluarga, Erin kian memahami kebersamaan keluarga Hans yang sangat memahami arti kebersamaan dan keluarga dari ucapan Rino.
" Kamu kenapa, Er?" Tanya Disa yang melihat Erin tertegun melihat ke Bu Sara dan yang lainnya.
" Enggak hanya terharu mendengar ucapan Rino, Emang kalau makan bersama itu rasanya beda ya di banding sendiri " Balas Erin .
" Udah, Itu di keluarga sederhana kayak Kami ya begitu Er! Soalnya kalau bersama gini semua bisa makan sambil curhat dan humor yang pasti membedakan!" Sahut Hans.
" Makin betahkan Sayang, Mengenal mereka!" Imbuh Dira.
__ADS_1